10 Street Food Terbaik di Asia Menurut TasteAtlas, 4 Berasal Dari Indonesia

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Jajanan pinggir jalan sudah lama jadi bagian dari budaya kuliner Asia. Bagi sebagian orang, rasa dari gerobak kaki lima justru lebih menggugah selera dibanding hidangan restoran berbintang. Fakta inilah yang membuat daftar street food terbaik di Asia menurut TasteAtlas selalu ditunggu para pencinta kuliner.

Dari sepuluh nama teratas, empat di antaranya datang dari dapur rumahan dan gerobak kaki lima Indonesia. Posisi ini bukan sekadar angka. Ia menandakan makanan jalanan Nusantara sudah dikenal luas oleh lidah internasional, bukan hanya oleh warga lokal yang terbiasa menyantapnya setiap hari.

Artikel ini akan membahas satu per satu street food terbaik di Asia tahun 2026 menurut TasteAtlas yang dilansir Oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (22/7/2026). Berikut adalah ulasan selengkapnya.

1. Sate Kambing

Sate kambing menempati posisi pertama dalam daftar TasteAtlas dengan skor penilaian tertinggi. Makanan ini berasal dari Indonesia dan paling banyak dijumpai di Pulau Jawa. Daging kambing dipotong dadu, direndam bumbu kecap manis, lengkuas, dan bawang, lalu ditusuk menggunakan bambu yang lebih tebal dibanding sate ayam.

Proses pembakaran dilakukan di atas bara api hingga daging matang merata. Sate kambing biasa disajikan bersama sambal kecap atau saus kacang, ditemani nasi putih atau lontong. Rasa gurih dari bumbu meresap berpadu dengan aroma bakaran menjadikannya favorit di warung tenda pinggir jalan.

2. Guotie

Guotie menempati posisi kedua dan berasal dari China bagian utara. Makanan ini merupakan versi goreng dari pangsit jiaozi, diisi campuran daging babi cincang, kubis, daun bawang, jahe, dan minyak wijen. Bentuknya memanjang lurus agar tidak mudah terguling saat dimasak.

Teknik memasaknya cukup unik karena bagian bawah digoreng hingga renyah, sementara bagian atas dikukus dengan sedikit air yang ditambahkan ke wajan. Hasilnya tekstur luar garing namun isian tetap lembut dan juicy. Di negara Barat, guotie lebih dikenal dengan sebutan potsticker.

3. Bánh Mì Heo Quay

Bánh mì heo quay berasal dari Vietnam dan menempati posisi ketiga dalam daftar ini. Roti baguette diisi potongan daging babi panggang yang dibumbui garam dan rempah sebelum dipanggang hingga kulitnya renyah. Daging ini kemudian diiris tipis dan disusun di dalam roti.

Isian pelengkap berupa mayones, wortel dan lobak acar, mentimun, ketumbar, serta daun bawang membuat rasa sandwich ini seimbang antara gurih dan segar. Cabai iris bisa ditambahkan bagi yang menyukai rasa pedas. Bánh mì heo quay banyak dijajakan di gerobak kaki lima sepanjang jalanan Vietnam.

4. Siu Mei

Siu mei berasal dari Provinsi Guangdong, China, dan populer di Hong Kong. Nama ini merujuk pada teknik memanggang daging menggunakan tusuk sate di atas api terbuka atau oven rotisserie. Dalam bahasa Kanton, siu mei berarti rasa panggang.

Jenis daging yang termasuk siu mei antara lain char siu, siu yuk, ayam saus kecap asin, dan ayam rebus. Daging-daging ini biasa digantung di jendela restoran sebagai daya tarik sekaligus panduan bagi pembeli memilih potongan yang diinginkan. Siu mei umumnya disantap bersama nasi dan sayuran.

5. Amritsari Kulcha

Amritsari kulcha berasal dari Kota Amritsar, India bagian utara. Roti pipih ini diisi kentang, bawang, keju cottage, dan campuran rempah, lalu dipanggang dalam oven tandoor tradisional. Teksturnya tipis dan renyah, dilumuri mentega ghee saat disajikan.

Roti ini menjadi makanan sehari-hari warga Amritsar, terlihat dari hampir setiap toko di kota yang memanggang kulcha sepanjang hari. Taburan biji ketumbar, daun ketumbar cincang, dan bubuk cabai merah menambah aroma khas pada roti. Kulcha biasa dinikmati bersama acar atau kari.

6. Roti Canai

Roti canai menempati posisi keenam dan dikenal luas di Malaysia serta negara tetangga seperti Indonesia dan Brunei. Roti ini dibuat dari adonan tepung, air, telur, dan lemak yang dilipat berulang kali sehingga menghasilkan lapisan tipis saat digoreng.

Bagian luar roti canai renyah sementara bagian dalam tetap lembut. Roti ini biasa disantap bersama kari sebagai pendamping, atau diisi dengan telur, bawang, hingga pisang untuk versi manis. Di Singapura, makanan serupa dikenal dengan nama roti prata dan dijajakan oleh pedagang yang disebut mamak.

7. Bánh Mì

Bánh mì versi original menempati posisi ketujuh dalam daftar ini, masih berasal dari Vietnam. Roti baguette yang dibawa masuk pada masa kolonial Prancis kini menjadi wadah bagi berbagai isian khas Vietnam. Awalnya sandwich ini hanya berisi roti, daging, dan bumbu sederhana.

Seiring waktu, isiannya berkembang mencakup daging dingin, pate hati, mentimun, ketumbar, acar, hingga saus tiram. Roti harus tetap ringan dengan kulit tipis dan bagian dalam empuk agar tidak mengalahkan rasa isian. Bánh mì kini dijual di banyak negara berkat cita rasanya yang khas dan mudah diterima lidah internasional.

8. Siomay

Siomay menempati posisi kedelapan dan berasal dari Indonesia, khususnya populer di Bandung. Dumpling kukus ini dibuat dari campuran ikan tenggiri dan tepung tapioka, disajikan bersama kol, kentang rebus, tahu putih, pare, dan telur rebus, lalu disiram saus kacang.

Sejarah siomay berakar dari dim sum shumai yang dibawa imigran Tionghoa, kemudian diadaptasi menggunakan ikan agar sesuai kebutuhan halal. Pedagang biasa berkeliling menggunakan gerobak atau sepeda sambil membawa kukusan bertingkat. Siomay Bandung menjadi varian paling terkenal di seluruh Indonesia.

9. Batagor

Batagor juga berasal dari Bandung dan menempati posisi kesembilan. Namanya merupakan singkatan dari bakso tahu goreng, berupa pangsit ikan yang digoreng, berbeda dari siomay yang dikukus. Ikan tenggiri paling umum digunakan, meski tuna dan udang juga bisa jadi pilihan.

Setelah digoreng, batagor dipotong kecil-kecil lalu disiram saus kacang, kecap, dan sambal, ditambah perasan jeruk limau. Makanan ini pertama kali dibuat pada dekade 1980-an di Bandung dan kini bisa ditemukan di hampir seluruh kota di Indonesia, baik di gerobak kaki lima maupun restoran.

10. Sate Padang

Sate Padang menutup daftar sepuluh besar dan berasal dari Sumatera Barat. Berbeda dari sate pada umumnya, sate ini menggunakan saus kari kental berwarna kuning kecokelatan, bukan saus kacang atau kecap manis. Daging sapi, lidah, atau jeroan direbus dalam kaldu berbumbu sebelum dibakar.

Kuah kental dibuat dari kaldu rebusan daging yang dikentalkan tepung beras, dicampur kunyit, lengkuas, ketumbar, jinten, serai, dan cabai. Sate ini biasa disajikan di atas daun pisang bersama ketupat atau lontong, ditaburi bawang goreng agar semakin gurih dan renyah saat disantap.

Pertanyaan Seputar Street Food Terbaik di Asia Menurut TasteAtlas

Apa street food terbaik di Asia menurut TasteAtlas? Sate kambing dari Indonesia menempati posisi pertama dalam daftar TasteAtlas, disusul guotie dari China dan bánh mì heo quay dari Vietnam.

Berapa banyak street food Indonesia yang masuk daftar TasteAtlas? Empat street food Indonesia masuk sepuluh besar, yaitu sate kambing, siomay, batagor, dan sate Padang.

Bagaimana cara TasteAtlas menentukan peringkat makanan? TasteAtlas menghitung penilaian pengguna dari seluruh dunia, lalu menyaring rating yang dianggap tidak sah seperti bot atau penilaian bersifat chauvinisme lokal.

Apa perbedaan siomay dan batagor? Siomay dibuat dengan cara dikukus dan disajikan bersama sayuran serta telur, sementara batagor melalui proses penggorengan dan lebih sering disantap tanpa pelengkap sayur.

Di mana bisa menemukan daftar lengkap street food Asia versi TasteAtlas? Daftar lengkap seratus street food terbaik di Asia dapat diakses langsung melalui situs resmi TasteAtlas.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|