Liputan6.com, Jakarta - Di tengah kondisi ekonomi yang terus berkembang, mencari peluang usaha yang menjanjikan namun tidak memerlukan investasi besar menjadi pilihan banyak orang. Sektor peternakan kerap dipandang sebelah mata, padahal potensi keuntungannya sangat besar, terutama untuk jenis usaha ternak yang tidak butuh modal besar tapi banyak dicari. Banyak individu kini melirik bisnis ternak sebagai solusi untuk meraih kemandirian finansial.
Peluang bisnis ini terbuka lebar karena beberapa jenis hewan ternak memiliki siklus produksi yang cepat dan permintaan pasar yang stabil. Kebutuhan masyarakat terhadap sumber protein hewani terus meningkat, sehingga menciptakan pasar yang luas bagi para peternak. Dengan pengelolaan yang tepat, usaha ternak kecil pun bisa berkembang menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
Kabar baiknya, banyak ide bisnis ternak minim risiko yang cocok bagi pemula tanpa pengalaman sekalipun. Anggapan bahwa beternak membutuhkan lahan luas, modal besar, dan keterampilan khusus adalah mitos. Faktanya, ada berbagai jenis ternak yang bisa dimulai dengan modal kecil, tidak memerlukan lahan yang luas, mudah dirawat, dan dapat dipanen dalam waktu relatif singkat.
Berikut 11 usaha ternak yang tidak butuh modal besar namun memiliki permintaan pasar yang tinggi, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Senin (30/3).
Ternak Ayam Kampung dan Ayam Kampung Super
Usaha ternak ayam kampung atau ayam kampung super menjadi pilihan menarik bagi pemula dengan modal terbatas. Modal awal yang dibutuhkan relatif terjangkau, berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp1 juta, sudah termasuk bibit DOC (Day Old Chick) dan pakan awal. Ayam kampung dikenal memiliki ketahanan tubuh yang lebih tinggi terhadap penyakit dibandingkan ayam broiler, sehingga risiko kematian pada DOC lebih rendah dan perawatannya lebih mudah.
Permintaan daging ayam kampung stabil sepanjang tahun, terutama di pasar tradisional dan rumah makan, karena cita rasanya yang gurih dan tekstur daging yang padat. Telur ayam kampung juga memiliki permintaan yang tinggi karena dianggap lebih sehat dan alami. Ayam kampung super menawarkan keuntungan tambahan dengan pertumbuhan yang lebih cepat, memungkinkan panen dalam kurun waktu 60–70 hari.
Budidaya Ikan Lele, Cepat Panen di Lahan Sempit
Budidaya ikan lele sangat populer karena kesederhanaannya dan potensi keuntungan yang cepat. Usaha ini sangat cocok untuk lahan sempit, bahkan bisa dilakukan di pekarangan rumah menggunakan kolam terpal, drum, atau ember besar. Modal awal untuk memulai ternak lele cukup terjangkau, sekitar Rp300 ribu untuk kolam terpal, bibit, dan pakan, atau berkisar Rp500.000 hingga Rp2.000.000 tergantung skala dan jenis kolam yang digunakan.
Ikan lele memiliki siklus pertumbuhan yang sangat cepat, bisa dipanen dalam hitungan minggu hingga dua bulan, atau sekitar dua hingga tiga bulan untuk ukuran konsumsi. Permintaan pasar terhadap ikan lele selalu tinggi, menjadikannya komoditas yang sangat dicari untuk konsumsi rumah tangga maupun usaha kuliner.
Potensi Cuan dari Ternak Jangkrik dan Cacing Tanah
Dua jenis ternak ini mungkin terdengar tidak biasa, namun menawarkan potensi cuan yang signifikan dengan modal sangat kecil. Ternak jangkrik tidak membutuhkan lahan luas dan bisa dilakukan di ruangan tertutup. Modal awal relatif kecil, sekitar Rp200 ribu untuk setup awal atau sekitar Rp400 ribu hingga Rp600 ribu untuk skala lebih besar. Harga telur jangkrik di pasaran cukup stabil, sekitar Rp150–350 ribu per kilogram.
Jangkrik merupakan pakan alami penting untuk berbagai hewan peliharaan seperti burung kicau, ikan arwana, tupai, sugar glider, dan semut rangrang, sehingga pasarnya sangat besar dan stabil. Siklus hidupnya cepat dan mudah berkembang biak, dengan masa panen sekitar 35 hari. Sementara itu, ternak cacing tanah juga tidak memerlukan lahan luas dan bisa dilakukan di pekarangan rumah. Modal awal hanya meliputi biaya bibit dan media tanam seperti kotoran ternak atau sampah organik.
Cacing tanah memiliki banyak manfaat dan pasar yang luas, mulai dari pakan ternak, umpan memancing, hingga bahan baku industri farmasi dan kosmetik. Cacing berkembang biak dengan cepat, memungkinkan panen dalam waktu singkat. Keunggulan utama usaha ini adalah modal kecil dan perawatan yang relatif mudah, hanya perlu menjaga kelembapan dan memberi pakan organik.
Burung Puyuh dan Kroto, Primadona Pakan Ternak
Ternak burung puyuh merupakan usaha yang menjanjikan dengan modal awal terjangkau, sekitar Rp800.000 hingga Rp2.200.000, meliputi bibit, pakan, dan kandang. Usaha ini tidak memerlukan lahan luas. Burung puyuh dikenal dengan telur dan dagingnya yang lezat, dengan telur puyuh memiliki nilai jual tinggi dan permintaan stabil di pasaran. Dengan perawatan yang baik, masa panen puyuh sekitar 6-7 minggu.
Selanjutnya, ternak kroto, yaitu telur semut rangrang, juga menawarkan potensi keuntungan besar dengan modal awal berkisar Rp500.000 hingga Rp1.500.000. Semut rangrang mudah berkembang biak dan menghasilkan kroto dalam jumlah banyak jika diberikan pakan yang cukup. Kroto adalah pakan favorit burung kicau dan umpan memancing, sehingga harganya cukup tinggi karena permintaannya yang stabil dan terus-menerus.
Kelinci dan Ikan Nila, Sumber Protein Favorit
Ternak kelinci adalah pilihan lain dengan modal awal sekitar Rp300 ribuan untuk pembelian bibit. Proses pemeliharaan kelinci terbilang mudah, terutama dalam hal pemberian pakan dan menjaga kebersihan kandang. Daging kelinci memiliki permintaan pasar yang tinggi karena kandungan gizinya yang baik dan rendah lemak, menjadikannya pilihan sehat bagi konsumen. Kelinci dapat dipanen ketika bobotnya mencapai 2 hingga 3 kilogram, biasanya pada usia sekitar 3,5 bulan.
Budidaya ikan nila juga sangat menguntungkan dan populer karena kemudahan budidayanya. Ikan nila dapat tumbuh di berbagai jenis kolam, termasuk kolam terpal atau beton, dan cukup tahan terhadap perubahan lingkungan. Ikan nila memiliki permintaan pasar yang tinggi, cepat tumbuh, dan siklus budidayanya relatif singkat, sekitar 4-6 bulan. Nila bisa dipasarkan untuk konsumsi rumah tangga dan restoran, menjadikannya komoditas yang stabil.
Bebek Petelur dan Belut, Komoditas Stabil
Ternak bebek petelur sangat cocok untuk di pedesaan karena identik dengan lokasi umbaran yang luas. Pakannya cukup dengan dedak atau keong mas yang relatif mudah didapatkan dan murah harganya. Bebek termasuk salah satu unggas yang tangguh dan tidak mudah terjangkit penyakit, sehingga risiko kerugian dapat diminimalisir. Telur bebek memiliki pasar tersendiri, terutama untuk diolah menjadi telur asin, dan sering digunakan dalam pembuatan kue serta makanan tertentu. Permintaan daging dan telur bebek cukup stabil sepanjang tahun.
Budidaya belut juga tidak membutuhkan banyak air karena hidup di ekosistem berlumpur, menjadikannya pilihan yang efisien. Sebagai langkah awal, Anda bisa mulai dengan menyiapkan lokasi pembibitan untuk menampung 50 hingga 100 ekor belut. Belut merupakan komoditas yang memiliki harga terjangkau dan nilai gizi tinggi, sehingga banyak dibutuhkan untuk konsumsi rumah tangga maupun usaha kuliner. Permintaan yang tinggi dan stabil menjadikan belut sebagai pilihan usaha yang menjanjikan.
Cacing Sutra, Pakan Benih Ikan Bernutrisi Tinggi
Budidaya cacing sutra adalah usaha yang menjanjikan dengan modal kecil dan perawatan yang relatif mudah, sangat cocok bagi pemula. Cacing sutra bisa dibudidayakan di wadah sederhana tanpa membutuhkan lahan luas. Potensi pasarnya sangat besar karena permintaannya tinggi sebagai pakan alami untuk benih ikan. Cacing sutra memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi dan lengkap, dengan protein mencapai 57% hingga 75%, lemak sekitar 13%, serta 13 jenis asam amino esensial yang penting untuk pertumbuhan ikan.
Siklus panen cacing sutra yang cepat, sekitar 10–15 hari, memastikan perputaran modal berlangsung singkat. Hal ini memungkinkan peternak untuk segera mendapatkan keuntungan dan menginvestasikan kembali modalnya, menjadikannya salah satu usaha ternak yang sangat efisien dan menguntungkan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa saja jenis usaha ternak yang tidak butuh modal besar?
Beberapa jenis usaha ternak yang tidak butuh modal besar antara lain ternak ayam kampung, budidaya ikan lele, ternak jangkrik, cacing tanah, burung puyuh, kroto, kelinci, ikan nila, bebek petelur, belut, dan cacing sutra.
2. Mengapa ternak ayam kampung banyak dicari?
Ternak ayam kampung banyak dicari karena permintaan daging dan telurnya stabil sepanjang tahun, dianggap lebih gurih, dan memiliki ketahanan tubuh yang tinggi terhadap penyakit.
3. Berapa perkiraan modal awal untuk budidaya ikan lele?
Modal awal untuk budidaya ikan lele cukup terjangkau, sekitar Rp300 ribu untuk kolam terpal, bibit, dan pakan, atau berkisar Rp500.000 hingga Rp2.000.000 tergantung jenis kolam.
4. Apa saja manfaat dari ternak cacing tanah?
Ternak cacing tanah memiliki banyak manfaat dan pasar luas, seperti sebagai pakan ternak, umpan memancing, hingga bahan baku industri farmasi dan kosmetik.
5. Mengapa budidaya cacing sutra memiliki potensi besar?
Budidaya cacing sutra memiliki potensi besar karena permintaannya tinggi sebagai pakan alami benih ikan dengan nutrisi lengkap, serta siklus panennya yang sangat cepat, sekitar 10-15 hari.

8 hours ago
9
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541747/original/000561000_1774890885-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-24.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540311/original/082032500_1774698654-timnas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541746/original/064730700_1774887438-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-17.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541745/original/025257900_1774887438-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-23.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541708/original/058501100_1774879682-20260330AA_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541728/original/058006000_1774880360-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541713/original/026364000_1774879959-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541704/original/097692400_1774879681-20260330AA_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541740/original/021651100_1774884399-20260330AA_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541729/original/038156300_1774880361-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-04.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541727/original/083908500_1774880359-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513914/original/020702200_1772076544-Menyiapkan_media_tanam_dengan_mencampur_arang_sekam__tanah_topsoil__dan_pupuk_kompos___Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541732/original/088533500_1774880557-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-06.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541714/original/005147800_1774879977-20260330AA_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540946/original/044796000_1774844139-ATK_BOLA_FIFA_SERIES_2026_SCHEDULE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541296/original/058179000_1774858088-c44cf3d7-d077-4b05-9674-769fab1081ed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541246/original/018679600_1774856065-8e91c5f8-9caf-4a4f-9a27-739fcbea9748.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541544/original/013535500_1774866859-mix_and_match_baju_lebaran_untuk_dipakai_ke_kantor.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3308345/original/083500600_1606419043-man-beige-coat-frozen-food-section-large-supermarket-opens-refrigerator-vegetables-close-up_120897-1920__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452923/original/061535600_1766463159-Gelang_serut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453046/original/024157300_1766466396-Kebun_Bebas_Hama_dan_Pestisida.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452950/original/038809600_1766463357-natal8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3293682/original/072535700_1605093228-circular-white-pills-spilling-from-glass-bottle-yellow-background_23-2147867015.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138272/original/076888800_1740023227-allec-gomes-5-rU7F9bj9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)