Liputan6.com, Jakarta - Tanaman buah dengan biaya perawatan paling hemat menjadi pilihan menarik bagi siapa saja yang ingin menikmati hasil panen sendiri tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Selain menghasilkan buah segar, tanaman-tanaman ini juga mampu mempercantik halaman rumah dan menciptakan suasana yang lebih hijau.
Menariknya, banyak jenis tanaman buah yang tidak membutuhkan perawatan rumit. Cukup dengan penyiraman rutin, paparan sinar matahari yang cukup, serta pemberian pupuk organik secara berkala, tanaman dapat tumbuh sehat dan produktif.
Jika memilih varietas yang tepat, Anda bahkan bisa menikmati panen dalam waktu relatif singkat. Berikut deretan tanaman buah yang dikenal hemat biaya perawatan sekaligus cocok ditanam di pekarangan rumah maupun dalam pot. Berikut ulasan Liputan6.com, Senin (20/7/2026).
1. Jeruk Kalamansi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497254/original/008437400_1770622036-queven-citrus-tree-4754735_1280.jpg)
Perbesar
Jeruk kalamansi merupakan salah satu tanaman buah dengan biaya perawatan paling hemat karena mampu tumbuh baik di daerah tropis dengan perawatan sederhana.
Tanaman ini menyukai sinar matahari langsung selama sekitar 6–8 jam setiap hari dan hanya membutuhkan penyiraman secara rutin. Anda dapat menanamnya di pot berukuran besar maupun langsung di tanah.
Buah kalamansi kaya vitamin C dan sering dimanfaatkan sebagai campuran minuman, sambal, hingga berbagai masakan. Dengan pemberian pupuk organik setiap beberapa bulan, tanaman ini dapat mulai berbuah dalam waktu sekitar 1–2 tahun.
2. Jambu Air
Jambu air termasuk tanaman buah yang cukup tangguh terhadap cuaca panas dan relatif jarang mengalami serangan hama apabila memperoleh sinar matahari yang cukup.
Perawatannya pun sederhana. Penyiraman dua kali sehari saat musim kemarau serta pemupukan secara berkala sudah cukup menjaga pertumbuhannya.
Keunggulan lainnya adalah tanaman ini mampu menghasilkan panen lebat setiap tahun dengan buah yang segar dan memiliki kandungan air tinggi.
3. Pepaya California
Pepaya California menjadi favorit banyak orang karena terkenal cepat berbuah dan mudah ditanam, bahkan hanya dari biji.
Tanaman ini tumbuh optimal pada tanah yang gembur dengan sinar matahari penuh. Penyiramannya tidak perlu berlebihan karena akar pepaya kurang menyukai kondisi tanah yang terlalu basah.
Dalam kondisi ideal, pepaya California sudah mulai menghasilkan buah setelah berusia sekitar 8–12 bulan. Hal inilah yang membuat biaya perawatannya relatif rendah dibandingkan banyak tanaman buah lainnya.
4. Belimbing
Belimbing merupakan tanaman buah tropis yang sangat cocok untuk iklim Indonesia. Pohonnya mampu tumbuh subur hanya dengan penyiraman rutin dan paparan sinar matahari minimal enam jam setiap hari.
Selain menghasilkan buah yang kaya vitamin C, bentuk tajuknya yang rindang juga membuat halaman terasa lebih teduh.
Tanaman ini tidak membutuhkan pemeliharaan yang rumit. Sesekali pemangkasan cabang dan pemberian pupuk organik sudah cukup untuk menjaga produktivitasnya.
5. Sawo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537137/original/083829000_1774412015-8.jpg)
Perbesar
Sawo terkenal sebagai tanaman yang tahan terhadap perubahan cuaca dan memiliki sistem perakaran yang kuat.
Meski pertumbuhan awalnya tergolong lambat, pohon sawo mampu menghasilkan buah secara produktif selama bertahun-tahun apabila dirawat dengan baik.
Perawatannya hanya meliputi penyiraman rutin, pemupukan dasar, serta pemangkasan ringan bila diperlukan. Dengan biaya yang relatif kecil, Anda dapat menikmati panen buah manis sepanjang musim.
6. Pisang Cavendish
Pisang Cavendish termasuk tanaman yang sangat mudah dibudidayakan di halaman rumah.
Tanaman ini tumbuh cepat pada tanah yang subur dan mendapatkan sinar matahari penuh. Penyiraman dilakukan secara rutin tanpa harus menggunakan pupuk mahal.
Dalam waktu sekitar 10–14 bulan, tanaman sudah mulai menghasilkan tandan buah. Selain buahnya, daun pisang juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dapur tradisional.
7. Nangka Mini
Bagi pemilik lahan terbatas, nangka mini merupakan pilihan menarik.
Berbeda dengan nangka biasa, varietas ini memiliki ukuran pohon yang lebih ringkas sehingga dapat ditanam di pot besar maupun pekarangan sempit.
Tanaman ini tahan terhadap cuaca panas dan cukup diberi pupuk kompos setiap beberapa bulan. Buahnya memiliki aroma harum, rasa manis, serta kaya serat sehingga menjadi favorit banyak keluarga.
8. Jambu Biji
Jambu biji merupakan tanaman yang tumbuh baik di daerah tropis seperti Indonesia.
Tanaman ini membutuhkan sinar matahari sekitar 8–10 jam setiap hari agar pertumbuhannya optimal. Dengan penyiraman rutin dan pemupukan organik, pohon jambu biji dapat mulai berbuah dalam waktu sekitar 2–4 tahun.
Selain menghasilkan buah yang kaya vitamin C, pohonnya juga memiliki ukuran yang tidak terlalu besar sehingga cocok untuk pekarangan rumah.
9. Mangga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297850/original/059600400_1784108621-HL_Mangga.jpg)
Perbesar
Mangga menjadi salah satu tanaman buah favorit masyarakat Indonesia karena menghasilkan buah yang melimpah dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Saat ini tersedia berbagai varietas mangga yang dapat berbuah lebih cepat, terutama hasil okulasi atau sambung pucuk. Beberapa di antaranya bahkan mampu menghasilkan buah dalam waktu sekitar 1–2 tahun.
Perawatan mangga cukup sederhana, yaitu penyiraman pada masa awal pertumbuhan, pemangkasan ringan, serta pemberian pupuk organik secara berkala.
10. Buah Naga
Buah naga sebenarnya merupakan tanaman kaktus, sehingga memiliki kemampuan menyimpan air dan lebih tahan terhadap kondisi kering.
Karakter tersebut membuat biaya perawatannya relatif hemat karena tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering.
Tanaman ini membutuhkan tiang penyangga dan sinar matahari penuh agar dapat tumbuh optimal. Dengan perawatan yang tepat, buah naga mulai berproduksi dalam waktu sekitar 2–3 tahun.
11. Markisa
Markisa merupakan tanaman merambat yang menghasilkan buah dengan aroma khas dan banyak dimanfaatkan sebagai bahan minuman.
Tanaman ini cukup mudah dirawat selama mendapatkan sinar matahari langsung sekitar 6–8 jam per hari serta memiliki rambatan yang kokoh.
Markisa juga dikenal cukup cepat menghasilkan buah, yaitu sekitar 1–3 tahun setelah tanam.
12. Loquat (Biwa)
Meski belum sepopuler tanaman buah lainnya di Indonesia, loquat atau biwa termasuk tanaman yang minim perawatan.
Tanaman ini hanya memerlukan penyiraman rutin, sinar matahari sekitar enam jam sehari, dan pemangkasan ringan bila diperlukan.
Buahnya memiliki perpaduan rasa manis dan sedikit asam serta dapat dipanen sekitar 1–2 tahun setelah ditanam pada kondisi yang sesuai.
Mengapa Memilih Tanaman Buah yang Hemat Perawatan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552340/original/063632300_1775807250-unnamed__15_.jpg)
Perbesar
Tidak semua orang memiliki banyak waktu dan anggaran untuk merawat tanaman. Oleh karena itu, memilih tanaman buah yang mudah dirawat menjadi solusi praktis. Tanaman jenis ini umumnya memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca, tidak memerlukan pupuk mahal, serta relatif tahan terhadap serangan hama.
Selain menghemat biaya berkebun, keberadaan tanaman buah juga memberikan manfaat lain, seperti menyediakan buah segar setiap musim panen, memperindah taman, meningkatkan kualitas udara di sekitar rumah, hingga memberikan keteduhan alami.
Tips Agar Tanaman Buah Tetap Hemat Biaya Perawatan
Agar pengeluaran tetap rendah, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan dalam merawat tanaman buah.
Pertama, gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang yang mudah dibuat sendiri dari limbah dapur. Selain lebih murah, pupuk organik juga mampu memperbaiki struktur tanah.
Kedua, lakukan penyiraman pada pagi atau sore hari agar air tidak cepat menguap. Cara ini membuat penggunaan air menjadi lebih efisien.
Ketiga, pilih varietas unggul yang tahan penyakit sehingga kebutuhan pestisida menjadi lebih sedikit.
Keempat, manfaatkan mulsa dari daun kering atau jerami untuk menjaga kelembapan tanah sekaligus mengurangi pertumbuhan gulma.
Terakhir, lakukan pemangkasan secara berkala agar tanaman tetap sehat, sirkulasi udara lebih baik, dan produksi buah tetap optimal.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, tanaman buah dengan biaya perawatan paling hemat tidak hanya mengurangi pengeluaran, tetapi juga memberikan hasil panen yang melimpah sepanjang tahun.
Pertanyaan Seputar Tanaman Buah
1. Tanaman buah apa yang paling mudah dirawat untuk pemula?
Pepaya California, jeruk kalamansi, jambu air, dan pisang Cavendish termasuk pilihan terbaik karena mudah tumbuh, tahan cuaca tropis, dan tidak memerlukan perawatan rumit.
2. Apakah tanaman buah bisa ditanam di pot?
Bisa. Banyak tanaman seperti jeruk kalamansi, nangka mini, belimbing, mangga hasil okulasi, dan jambu biji dapat tumbuh dengan baik di pot berukuran besar.
3. Apa pupuk yang paling hemat untuk tanaman buah?
Pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang matang, dan pupuk dari limbah dapur menjadi pilihan ekonomis sekaligus baik untuk kesuburan tanah.
4. Berapa lama tanaman buah mulai menghasilkan panen?
Tergantung jenisnya. Pepaya California dapat berbuah dalam 8–12 bulan, sedangkan jeruk kalamansi, mangga okulasi, dan loquat umumnya mulai berbuah dalam 1–2 tahun.
5. Bagaimana cara mengurangi biaya perawatan tanaman buah?
Gunakan pupuk organik buatan sendiri, lakukan penyiraman secara efisien, pilih varietas tahan hama, manfaatkan mulsa, dan lakukan pemangkasan rutin agar tanaman tetap sehat tanpa memerlukan banyak perawatan tambahan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

22 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302632/original/040625500_1784599824-Gemini_Generated_Image_y1rhcuy1rhcuy1rh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295052/original/019801000_1783912321-xhHnXqk90y2N4XDqHxTfyZVs4jXTMvnNF6VrJpLe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9297246/original/045814100_1784084509-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302623/original/076741900_1784599333-Model_Gerbang_Rumah_Kecil_yang_Elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295053/original/046036100_1783912328-TZCseOH99K3578nu9XNBqMPIa8abkZCzFRLFO9vr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302594/original/055166600_1784597522-batu_kali_rumput_jepang_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3650416/original/027285200_1638418263-camila-igisk-yFU8qIDo9s4-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302582/original/070816400_1784597110-aa699d5c-f12f-45a6-8be4-2ff5017619a9_HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302578/original/082284500_1784596899-Gemini_Generated_Image_hg1e0ohg1e0ohg1e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302017/original/017714800_1784530203-meja_galon_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302559/original/096134800_1784595962-Area_Rumah_yang_Sebaiknya_Tidak_Dipasang_Batu_Koral.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295051/original/001895800_1783912320-gNsGlcKkWe5oMLorP6dbRhY48WCMRLBjk0kCozRB.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299262/original/061672600_1784205773-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_42_10_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302489/original/052699700_1784558284-1000126658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5180773/original/035561700_1743835112-Timnas_Indonesia_U-17_vs_Korea_Selatan-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9297402/original/095942800_1784090076-IMG_6975.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302145/original/029511000_1784534899-7325.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302104/original/016137200_1784533365-2150172128.webp)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9300645/original/050554300_1784363321-IMG_2678.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302154/original/031691500_1784535240-e382de13-f5e0-4f21-bc53-d2e1954c82ba.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5538570/original/071315500_1774525867-20260326IQ_Latihan_Timnas_Indonesia-02.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539837/original/077689600_1774627163-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5377685/original/055449000_1760148105-2025098AA_Timnas_Indonesia_Vs_Lebanon-025.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541758/original/002826400_1774891756-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5537683/original/031975800_1774433248-IMG_0551.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3892048/original/014296700_1641037269-_wpj6359-jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539804/original/000101600_1774621490-20260327AA_Timnas_Indonesia_vs_Sein-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536890/original/079838700_1774348758-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340183/original/028197800_1757153175-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-077.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540311/original/082032500_1774698654-timnas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5537457/original/075179200_1774424448-20260324IQ_Latihan_Timnas_Indonesia_FIFA_Series-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541745/original/025257900_1774887438-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-23.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539846/original/049400500_1774629921-john.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)