Liputan6.com, Jakarta - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan fase krusial bagi siswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang baru. Untuk menciptakan suasana yang kondusif, menyenangkan, dan bebas dari potensi perundungan, kegiatan ice breaking atau permainan singkat untuk mencairkan suasana sangat diperlukan. Inspirasi ide ice breaking MPLS yang dapat membantu peserta didik baru lebih percaya diri, saling mengenal, dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah, pun tak mengherankan semakin dicari.
Lebih dari sekadar mencairkan suasana, aktivitas ice breaking sebaiknya diintegrasikan dengan asesmen sederhana. Pendekatan ini memungkinkan guru mendapatkan gambaran awal mengenai minat, gaya belajar, kemampuan bekerja sama, hingga karakter siswa, tanpa membuat mereka merasa sedang diuji. Asesmen diagnostik non-kognitif, misalnya, berfokus pada kesejahteraan psikologis dan sosial-emosional siswa, kebiasaan belajar di rumah, kondisi keluarga, pergaulan, serta gaya belajar dan minat mereka.
Kumpulan 15 ide ice breaking MPLS berikut, dilengkapi contoh asesmen, dirancang agar dapat disesuaikan untuk jenjang SD, SMP, maupun SMA. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman MPLS yang tidak hanya menarik dan berkesan, tetapi juga informatif bagi pihak sekolah. Yuk simak artikel selengkapnya di bawah ini.
1. Balon Tanya Jawab untuk Perkenalan Ringan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289706/original/079143300_1783413031-1d1e181c-48e7-41c6-90b9-5d95d862e62a.jpg)
Perbesar
Salah satu metode ice breaking yang efektif untuk perkenalan ringan adalah "Balon Tanya Jawab". Aktivitas ini memanfaatkan media balon untuk mendorong interaksi dan memecah kekakuan awal di antara peserta MPLS.
Dalam pelaksanaannya, setiap balon diisi dengan kertas berisi pertanyaan personal yang sederhana, seperti "Apa makanan favoritmu?", "Apa cita-citamu?", atau "Siapa idolamu?". Siswa kemudian saling melempar balon, dan siapa pun yang mendapatkan balon harus menjawab pertanyaan di dalamnya, lalu mengajukan pertanyaan kepada teman lain.
Melalui kegiatan ini, guru dapat melakukan asesmen awal dengan mengamati tingkat partisipasi siswa dalam menjawab dan mengajukan pertanyaan. Catatan mengenai siswa yang antusias atau cenderung pasif dapat memberikan gambaran awal tentang tingkat kepercayaan diri dan kemampuan bersosialisasi mereka.
2. Permainan Kursi Berputar untuk Interaksi Aktif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4885646/original/068393900_1720403482-Ilustrasi_anak_sekolah__murid__pelajar_SMA__siswa__17an__MPLS.jpg)
Perbesar
Permainan "Kursi Berputar" menawarkan cara yang dinamis untuk menciptakan suasana nyaman dan mendorong interaksi fisik antar siswa baru. Aktivitas ini melibatkan gerakan dan reaksi cepat, menjadikannya ice breaking yang menyenangkan.
Peserta membentuk lingkaran dengan kursi-kursi ditempatkan di tengah. Saat musik dimainkan, siswa mengelilingi kursi. Begitu musik berhenti, setiap siswa harus segera mencari dan menduduki kursi. Siswa yang tidak kebagian kursi akan keluar dari permainan, yang kemudian berlanjut dengan mengurangi jumlah kursi hingga tersisa satu pemenang.
Selama permainan, guru dapat mengamati reaksi siswa saat musik berhenti dan ketika ada yang tidak mendapatkan kursi. Asesmen ini fokus pada sportivitas, kemampuan menerima kekalahan, serta interaksi fisik yang terjadi antar siswa, memberikan wawasan tentang dinamika sosial mereka.
3. Puzzle Kolaborasi untuk Membangun Kerja Sama Tim
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8719488/original/007573200_1782813135-7k6FisBRfhjb12tdTh14Bzlcl4xoApAGhrBnMy2R.jpg)
Perbesar
Untuk menstimulasi kerja sama dan strategi di antara siswa baru, "Puzzle Kolaborasi" menjadi pilihan ice breaking yang sangat tepat. Permainan ini dirancang untuk menunjukkan bagaimana setiap individu berkontribusi dalam mencapai tujuan bersama.
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, dan setiap kelompok menerima potongan-potongan puzzle. Puzzle tersebut bisa berupa gambar sederhana, seperti potret sekolah atau logo. Tugas mereka adalah bekerja sama untuk menyusun gambar tersebut dalam waktu yang telah ditentukan, dengan kelompok tercepat dinyatakan sebagai pemenang.
Asesmen dalam kegiatan ini melibatkan observasi peran masing-masing anggota kelompok, seperti siapa yang mengambil peran pemimpin, pelaksana, atau pengamat. Selain itu, efektivitas komunikasi dan kemampuan kelompok dalam memecahkan masalah secara kolektif juga menjadi indikator penting bagi guru.
4. Siapa Cepat, Dia Dapat: Melatih Fokus dan Kecepatan Berpikir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3063753/original/034426400_1582915391-Screen_Shot_2020-02-29_at_1.34.59_AM.jpg)
Perbesar
Permainan "Siapa Cepat, Dia Dapat" dirancang untuk melatih fokus dan kecepatan berpikir siswa baru. Aktivitas ini menuntut konsentrasi tinggi dan respons yang akurat dalam waktu singkat, menjadikannya ice breaking yang menantang namun menyenangkan.
Aturan mainnya sederhana: guru akan menyebutkan satu kategori tertentu, misalnya buah-buahan, nama negara, atau nama artis. Setiap siswa harus dengan cepat menyebutkan satu kata yang termasuk dalam kategori tersebut dalam waktu maksimal tiga detik. Jika siswa terlambat merespons atau mengulang jawaban yang sudah disebutkan, mereka akan keluar dari permainan.
Melalui observasi, guru dapat mencatat siswa yang menunjukkan kecepatan respons dan akurasi yang tinggi. Hal ini membantu mengidentifikasi peserta didik dengan konsentrasi yang baik dan kemampuan berpikir cepat, memberikan gambaran awal tentang potensi kognitif mereka.
5. Dua Kebenaran dan Satu Kebohongan: Mengungkap Fakta Unik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538871/original/053837200_1774582665-Usaha_untuk_Pensiunan_Guru_Model_Les_Privat.jpg)
Perbesar
Permainan "Dua Kebenaran dan Satu Kebohongan" menawarkan cara yang interaktif dan menghibur bagi siswa untuk saling mengenal lebih dalam. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga dapat mengungkapkan fakta-fakta menarik tentang setiap peserta.
Setiap peserta diminta untuk menyiapkan tiga pernyataan tentang diri mereka sendiri: dua pernyataan yang benar (fakta) dan satu pernyataan yang merupakan kebohongan. Setelah itu, peserta lain harus menebak mana di antara ketiga pernyataan tersebut yang merupakan kebohongan.
Dalam konteks asesmen, guru dapat memperhatikan kemampuan siswa dalam menyusun cerita yang meyakinkan (baik fakta maupun kebohongan) serta kejelian siswa lain dalam menganalisis dan menebak. Ini dapat menjadi indikator kreativitas dan kemampuan observasi sosial mereka.
6. Bola Nama: Memperkuat Ingatan Nama Teman Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4891935/original/064757300_1721027190-Ilustrasi_anak_sekolah__siswa__murid__pelajar_SMA.jpg)
Perbesar
"Bola Nama" adalah ice breaking yang efektif untuk membantu siswa baru saling mengenal nama satu sama lain dalam suasana yang santai dan interaktif. Permainan ini mendorong komunikasi verbal dan ingatan.
Peserta MPLS membentuk lingkaran. Satu siswa memulai dengan melempar bola ke teman lain sambil menyebutkan namanya. Penerima bola harus mengingat dan menyebutkan nama pelempar sebelum ia melempar bola ke orang lain. Jika ada yang lupa nama, permainan akan diulang dari awal.
Asesmen dalam permainan ini berfokus pada kecepatan siswa dalam mengingat nama teman baru dan tingkat keberanian mereka saat berbicara di depan umum. Observasi ini dapat memberikan wawasan tentang kemampuan memori sosial dan kepercayaan diri siswa.
7. Kartu Unik: Mendorong Inisiatif Berinteraksi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4489871/original/023179100_1688442281-ed-us-JvS_AaDbzzw-unsplash.jpg)
Perbesar
"Kartu Unik" adalah ice breaking yang dirancang untuk mendorong inisiatif siswa dalam berinteraksi dan mencari kesamaan dengan teman-teman baru. Aktivitas ini memicu rasa ingin tahu dan komunikasi interpersonal.
Setiap peserta MPLS diminta untuk menuliskan satu fakta unik tentang diri mereka pada sebuah kartu. Setelah semua kartu terkumpul, kartu-kartu tersebut dikocok dan dibagikan kembali secara acak kepada peserta. Tugas setiap siswa adalah menemukan pemilik asli dari kartu fakta unik yang mereka pegang.
Selama proses pencarian, guru dapat mengamati inisiatif siswa dalam berinteraksi untuk menemukan pemilik kartu. Asesmen ini memberikan gambaran tentang kemampuan komunikasi interpersonal, rasa ingin tahu, dan keberanian siswa dalam memulai percakapan dengan teman baru.
8. Tebak Gaya: Mengasah Komunikasi Non-Verbal dan Empati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5114624/original/097494700_1738232470-1738221009747_arti-mpls-sma.jpg)
Perbesar
Permainan "Tebak Gaya" merupakan ice breaking yang menyenangkan untuk mengasah kemampuan komunikasi non-verbal dan empati di antara siswa. Aktivitas ini menantang peserta untuk menyampaikan pesan tanpa kata-kata dan memahami isyarat tubuh.
Dalam permainan ini, satu siswa akan memperagakan suatu kata atau frasa tertentu hanya dengan gerakan tubuh dan ekspresi wajah, tanpa mengeluarkan suara. Siswa lain kemudian harus menebak kata atau frasa apa yang sedang diperagakan tersebut.
Asesmen yang dapat dilakukan adalah mengamati kreativitas siswa dalam memerankan kata atau frasa dan kemampuan siswa lain dalam menafsirkan isyarat non-verbal. Ini dapat menjadi indikator penting untuk mengukur kemampuan komunikasi non-verbal dan tingkat empati siswa.
9. Percayalah Padaku: Membangun Kepercayaan dan Komunikasi Jelas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4465101/original/065846000_1686708688-bayu-syaits--sTHlFBd4VU-unsplash.jpg)
Perbesar
"Percayalah Padaku" adalah ice breaking yang berfokus pada pembangunan kepercayaan dan kejelasan komunikasi antar siswa. Permainan ini menuntut kerja sama tim yang erat dan saling mengandalkan.
Peserta dibagi menjadi pasangan. Salah satu anggota pasangan akan ditutup matanya, sementara pasangannya bertugas memberikan arahan verbal untuk melewati jalur rintangan yang telah disiapkan. Penting bagi pemberi petunjuk untuk berkomunikasi dengan sangat jelas dan detail.
Guru dapat mengobservasi tingkat kepercayaan yang terbangun antar pasangan, seberapa jelas komunikasi yang disampaikan oleh pemberi arahan, dan kemampuan mendengarkan yang ditunjukkan oleh penerima arahan. Ini memberikan wawasan tentang dinamika hubungan sosial dan keterampilan komunikasi efektif.
10. Menggambar atau Membuat Kolase Diri: Refleksi Diri dan Harapan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4893618/original/006169100_1721185314-Ilustrasi_siswa__pelajar__murid_SMA__anak_sekolah.jpg)
Perbesar
Kegiatan "Menggambar atau Membuat Kolase Diri" menawarkan pendekatan kreatif untuk ice breaking, memungkinkan siswa mengekspresikan diri dan harapan mereka terhadap lingkungan sekolah baru. Ini adalah cara non-verbal untuk mengenal kepribadian siswa.
Siswa diberikan tugas untuk membuat gambar atau kolase yang secara visual merepresentasikan diri mereka sendiri, termasuk minat, hobi, dan harapan-harapan yang mereka miliki dari sekolah yang baru. Setelah selesai, setiap siswa diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil karyanya di depan teman-teman.
Asesmen dalam aktivitas ini melibatkan analisis elemen-elemen yang muncul dalam karya seni, yang dapat mencerminkan kepribadian, minat, dan aspirasi siswa. Selain itu, kepercayaan diri saat mempresentasikan hasil karyanya juga menjadi indikator penting bagi guru.
11. Ekspresi Emosi: Mengenali dan Mengelola Perasaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288386/original/061514400_1783316975-students_in_indonesia.jpg)
Perbesar
"Ekspresi Emosi" adalah ice breaking yang membantu siswa mengenali dan mengekspresikan berbagai jenis emosi, serta meningkatkan empati terhadap perasaan orang lain. Aktivitas ini penting untuk pengembangan kecerdasan emosional.
Fasilitator atau guru akan menyebutkan satu jenis emosi tertentu, misalnya senang, sedih, marah, atau bingung. Setiap peserta kemudian diminta untuk menunjukkan ekspresi wajah dan gerakan tubuh yang sesuai dengan emosi tersebut. Peserta lain bertugas menebak emosi apa yang sedang diperagakan.
Melalui kegiatan ini, guru dapat mengamati kemampuan siswa dalam mengenali dan mengekspresikan emosi secara akurat. Selain itu, tingkat empati mereka dalam menebak emosi teman juga dapat dievaluasi, memberikan gambaran tentang pemahaman sosial siswa.
12. Sambung Kata Karakter: Membangun Afirmasi Diri Positif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4490482/original/028591100_1688464377-rafael-atantya-LvbmydWLQxE-unsplash.jpg)
Perbesar
"Sambung Kata Karakter" adalah ice breaking yang mendorong siswa untuk berpikir positif dan membangun afirmasi diri. Permainan ini tidak hanya melatih konsentrasi tetapi juga kreativitas dalam penggunaan kata-kata positif.
Siswa duduk melingkar, dan permainan dimulai dengan siswa pertama menyebutkan satu kata positif tentang diri sendiri, misalnya "Saya". Siswa kedua kemudian mengulang kata pertama dan menambahkan satu kata positif baru, seperti "Saya cerdas". Permainan berlanjut, membentuk kalimat yang semakin panjang dan penuh dengan afirmasi positif.
Asesmen dalam permainan ini mencakup pengamatan terhadap konsentrasi siswa dalam mengingat urutan kata dan kreativitas mereka dalam menambahkan kata positif yang baru. Aktivitas ini juga dapat menunjukkan kemampuan afirmasi diri dan penggunaan bahasa positif oleh siswa.
13. Tepuk Fokus: Menguji Konsentrasi dan Kepatuhan Instruksi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4977457/original/076238100_1729669333-kata-kata-motivasi-mpls-1.jpg)
Perbesar
"Tepuk Fokus" adalah ice breaking yang sederhana namun sangat efektif untuk menguji konsentrasi dan kemampuan siswa dalam mengikuti instruksi secara tepat. Aktivitas ini penting untuk membangun disiplin dan perhatian di kelas.
Kegiatan ini dapat dilakukan dalam beberapa variasi. Salah satunya adalah siswa diminta menepuk tangan sejumlah angka yang disebutkan oleh panitia atau pembawa acara. Variasi lain adalah instruksi "Guru bilang...", di mana siswa hanya boleh mengikuti perintah jika diawali dengan frasa tersebut.
Guru dapat mengevaluasi tingkat konsentrasi siswa dan seberapa akurat mereka dalam mengikuti instruksi yang diberikan. Siswa yang sering melakukan kesalahan mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut dalam hal fokus dan pemahaman instruksi.
14. Bingo Manusia: Mendorong Interaksi dan Pencarian Kesamaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5103160/original/048093200_1737449500-1737447036448_arti-mpls.jpg)
Perbesar
"Bingo Manusia" adalah ice breaking yang inovatif untuk mendorong siswa berinteraksi secara aktif dan mencari kesamaan dengan teman-teman baru mereka. Permainan ini memecah batasan sosial dan mempercepat proses perkenalan.
Setiap siswa akan menerima kartu bingo yang kotak-kotaknya berisi berbagai karakteristik, seperti "pernah tinggal di luar kota," "suka makan pedas," atau "punya hewan peliharaan." Tugas mereka adalah berkeliling untuk menemukan teman yang cocok dengan deskripsi di setiap kotak dan meminta tanda tangan mereka.
Asesmen dalam permainan ini melibatkan observasi inisiatif siswa dalam berinteraksi dengan teman baru, kemampuan mereka dalam mengajukan pertanyaan, dan seberapa banyak koneksi atau tanda tangan yang berhasil mereka kumpulkan. Ini memberikan gambaran tentang kemampuan bersosialisasi dan keberanian siswa.
15. Cari Teman Sebangku (Kesamaan): Membangun Koneksi Personal Awal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8719481/original/099108200_1782813103-3R2doCSd9yOqDRBuxHpn4yWrtEkSQtmPCybTfHw2.jpg)
Perbesar
"Cari Teman Sebangku (Kesamaan)" adalah ice breaking yang bertujuan untuk membantu siswa membangun koneksi personal awal berdasarkan kesamaan minat atau karakteristik. Aktivitas ini memfasilitasi pembentukan kelompok pertemanan baru.
Siswa diarahkan untuk mencari teman sebangku yang memiliki kesamaan tertentu dengan mereka, bisa berupa hobi, warna kesukaan, atau film favorit. Setelah menemukan teman dengan kesamaan, mereka kemudian diminta untuk berbagi kesamaan tersebut kepada kelompok kecil yang telah dibentuk.
Dalam kegiatan ini, guru dapat mengamati kemampuan siswa dalam mengidentifikasi kesamaan dan seberapa nyaman mereka berbagi informasi pribadi secara singkat. Ini dapat menunjukkan kemampuan observasi sosial dan komunikasi awal yang penting untuk adaptasi di lingkungan baru.
Tips Memilih Ice Breaking MPLS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8719486/original/003800100_1782813121-fDSWALHSE8wxhWMIJHGkVtvzmnUdTINSF3xCbTHB.jpg)
Perbesar
- Sesuaikan dengan usia peserta.
- Hindari permainan yang berpotensi mempermalukan siswa.
- Pilih aktivitas yang melibatkan seluruh peserta.
- Pastikan durasi tidak terlalu lama.
- Sisipkan nilai kerja sama, komunikasi, dan saling menghargai.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa tujuan utama ice breaking dalam MPLS?
Tujuan utamanya adalah mencairkan suasana, membantu siswa baru lebih percaya diri, saling mengenal, beradaptasi dengan lingkungan sekolah, serta mengurangi ketegangan dan kecemasan.
2. Mengapa asesmen sederhana penting dikombinasikan dengan ice breaking MPLS?
Asesmen sederhana membantu guru memperoleh gambaran awal mengenai minat, gaya belajar, kemampuan bekerja sama, hingga karakter siswa tanpa membuat mereka merasa sedang diuji, serta untuk mengetahui kondisi awal siswa secara non-kognitif.
3. Apa manfaat "Dua Kebenaran dan Satu Kebohongan" bagi siswa baru?
Permainan ini menjadi sarana perkenalan personal yang interaktif, unik, dan dapat melahirkan keakraban, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan observasi sosial.
4. Bagaimana permainan "Percayalah Padaku" dapat membantu siswa?
Permainan ini melatih kepercayaan antar individu, kejelasan komunikasi, dan kemampuan mendengarkan secara efektif, yang penting untuk membangun hubungan sosial.
5. Apa fokus asesmen non-kognitif yang dapat diintegrasikan dalam ice breaking?
Fokus asesmen non-kognitif adalah pada kesejahteraan psikologis dan sosial emosi siswa, aktivitas belajar, kondisi keluarga, pergaulan, serta gaya belajar, karakter, dan minat siswa.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

8 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289922/original/045964600_1783418606-Cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289853/original/003046800_1783416014-Gemini_Generated_Image_q7a4fkq7a4fkq7a4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289717/original/030885300_1783413680-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289818/original/096125000_1783415483-Cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289157/original/080576600_1783393424-b7a78b91-465e-4ed2-8f41-cc2167088b2c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8943691/original/098394200_1782967060-Fungsional_untuk_Keseimbangan_Hidup.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289756/original/010427900_1783414752-rak_botol_6a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289599/original/029602100_1783409805-9596b8aa-e63c-4e3e-8f41-62f323bbe4fc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289937/original/092073000_1783418716-Gemini_Generated_Image_ff6eg9ff6eg9ff6e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289736/original/056646100_1783414299-farhan-abas-cm6shnIfdp4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3516815/original/040125200_1626862298-pexels-photo-1302305.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289488/original/062309000_1783406531-49bb9bd2-8d36-4e0e-80be-d8c2bde68834.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4347155/original/023229200_1678067467-334313962_1388210305332578_5553245146315989331_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289726/original/034070600_1783413711-Menyusun_Roster_Beton_agar_Teras_Mungil_Terlihat_Lebih_Luas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289573/original/030006500_1783408260-9553f9c7-c42d-4dbd-8e2b-d5e42765f21e.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5559988/original/022076400_1776655094-cuci_darah__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289454/original/045027800_1783405246-3a4c9648-8b60-4fca-bed6-8b36e4874852.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289847/original/046256000_1783415662-3ac21e01-b0c2-4f87-be63-0b2d0e93c546.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289529/original/000693400_1783407612-HL_ide_bisnis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516749/original/064060200_1772345295-Rumah_Biophilic_7.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5529412/original/016644800_1773333017-20260312BL_Launching_Jersey_Baru_Timnas_Indonesia_Kelme_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527393/original/036751200_1773201916-Model_Dapur_Minimalis_Bar_Sebagai_Solusi_Cerdas_untuk_Ruang_Terbatas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527360/original/037343400_1773200966-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527439/original/044504100_1773203233-dinding_batu_berlumut.jpg)