5 Cara Hidup Hemat ala Orang Desa, Ada yang Bisa Diterapkan di Kota agar Tak Boncos

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Menerapkan cara hidup hemat ala orang desa menjadi pilihan menarik bagi banyak orang yang ingin mengatur keuangan lebih bijak. Di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat, kebiasaan sederhana masyarakat desa justru menawarkan solusi praktis untuk menekan pengeluaran. Banyak dari kebiasaan ini dilakukan secara alami sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Tanpa disadari, pola hidup seperti ini sangat relevan diterapkan di mana saja, termasuk di lingkungan perkotaan.

Banyak orang mengira bahwa cara hidup hemat identik dengan hidup serba kekurangan. Padahal, hidup hemat justru mengajarkan bagaimana memanfaatkan sumber daya secara maksimal tanpa pemborosan. Orang desa telah lama mempraktikkan prinsip ini melalui kebiasaan yang sederhana namun efektif. Dari mengupayakan pemenuhan kebutuhan pangan mandiri hingga mengurangi pengeluaran kecil yang sering luput dari perhatian. Berikut beberapa cara hidup hemat ala orang desa, dirangkum Liputan6.com dari wawancara dengan narasumber, Selasa (5/5/2026). 

1. Merebus Air untuk Masak dan Minum di Rumah

Salah satu cara hidup hemat ala orang desa yang masih banyak diterapkan adalah merebus air sendiri untuk kebutuhan sehari-hari. Kebiasaan ini membantu mengurangi pengeluaran untuk membeli air galon atau air minum kemasan. Selain lebih hemat, air rebusan juga bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan dapur seperti memasak nasi, membuat teh, atau menyeduh kopi. Kebiasaan ini tampak sederhana, tetapi jika dilakukan konsisten bisa menghemat pengeluaran bulanan cukup besar.

Di desa, merebus air sudah menjadi rutinitas harian yang dilakukan pagi dan sore hari. Air yang sudah matang biasanya disimpan dalam wadah seperti bak plastik dengan penutup atau tempayan agar bisa digunakan kapan saja. Cara ini juga membuat pemakaian energi lebih efisien karena dilakukan sekaligus dalam jumlah banyak. 

“Uang kok buat beli air, ya boros, apalagi satu rumah ini lima orang doyan minum semua. Seminggu bisa merebus 2-3 kali air (sumur, red),” jelas Warsiti (65), warga Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur saat ditemui Liputan6.com di kediamannya pada Rabu (29/4/2026). 

2. Jalan Kaki ke Tempat yang Masih Bisa Dijangkau

Kebiasaan berjalan kaki juga menjadi bagian penting dari cara hidup hemat ala orang desa. Jika tujuan masih berada dalam satu RT, satu dusun, atau jaraknya dekat, masyarakat desa biasanya memilih berjalan kaki dibanding menggunakan kendaraan. Selain menghemat bahan bakar, kebiasaan ini juga baik untuk kesehatan tubuh. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki membantu menjaga kebugaran tanpa perlu biaya tambahan.

Banyak orang perkotaan sering menggunakan kendaraan meski tujuan sangat dekat. Padahal, pengeluaran kecil untuk bensin jika diakumulasikan bisa cukup besar dalam sebulan. Membiasakan jalan kaki untuk jarak pendek membuat pengeluaran bisa ditekan secara perlahan. 

“Jalan kaki itu biasa buat orang tua, kalau anak zaman sekarang ya banyak enggak maunya, milih naik sepeda listrik, motor. Kalau orang tua ya emang enggak bisa naik begituan (sepeda listrik, motor, red), jadi ke mana-mana jalan kaki, biar sehat juga,” terang ibu empat anak itu.

3. Menanam Aneka Tanaman Pangan di Rumah

Memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam kebutuhan pangan merupakan kebiasaan yang sangat identik dengan masyarakat desa. Mereka menanam cabai, tomat, kangkung, bayam, hingga rempah-rempah untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Cara ini terbukti efektif sebagai cara hidup hemat ala orang desa karena mengurangi frekuensi belanja ke pasar. Selain itu, hasil panen sendiri biasanya lebih segar dan sehat.

“Hla itu lihat sendiri, cabai ada, daun ketela ada, daun singkong ada, daun salam, bayam, pepaya. Kalau cuma mau masak sayur asam, menir, bening, ya ini tinggal ramban (di kebun samping rumah, red),” ungkap lansia yang setiap hari pergi ke sawah dengan berjalan kaki itu.

Tidak perlu lahan luas untuk mulai menanam. Pekarangan kecil atau pot sederhana pun sudah cukup untuk memulai kebun mini di rumah, tak terkecuali di perkotaan. Menanam kebutuhan dapur sendiri membuat pengeluaran harian bisa lebih terkontrol. Kebiasaan ini juga memberikan kepuasan tersendiri karena hasilnya dapat langsung dinikmati bersama keluarga sebagai bagian dari cara hidup hemat yang produktif.

4. Bertani atau Menanam Bahan Pokok Sendiri

Di desa, banyak keluarga yang menanam padi, singkong, jagung, atau bahan pokok lainnya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Hal ini menjadi salah satu cara hidup hemat ala orang desa yang sangat efektif karena mengurangi ketergantungan pada pasar. Memiliki stok bahan pangan sendiri membuat pengeluaran untuk kebutuhan pokok bisa ditekan secara signifikan. Bahkan hasil panen berlebih sering dijual untuk menambah pemasukan.

Meski tidak semua orang memiliki lahan sawah, prinsip ini tetap bisa diterapkan dalam skala kecil. Menanam bahan pangan yang sesuai dengan kondisi lahan dapat menjadi investasi jangka panjang. Selain lebih hemat, cara ini juga mengajarkan kemandirian pangan dalam keluarga. Semangat inilah yang membuat cara hidup hemat ala desa layak dicontoh.

5. Memanfaatkan Barang Lama dan Menghindari Belanja Berlebihan

Orang desa dikenal sangat bijak dalam menggunakan barang. Mereka cenderung memperbaiki barang yang rusak daripada langsung membeli baru. Kebiasaan ini adalah bentuk nyata dari cara hidup hemat ala orang desa yang mengutamakan fungsi dibanding gengsi. Selama masih bisa dipakai, barang akan terus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Sikap ini sangat berbeda dengan kebiasaan konsumtif yang sering muncul akibat tren. Membeli barang hanya karena model terbaru sering kali membuat pengeluaran membengkak tanpa disadari. Belajar memanfaatkan barang yang sudah ada membuat pengeluaran bisa lebih terkontrol. 

Pertanyaan Seputar Cara Hidup Hemat ala Orang Desa

1. Apa saja contoh cara hidup hemat ala orang desa?

Contohnya adalah merebus air sendiri, berjalan kaki untuk jarak dekat, menanam sayuran di rumah, memanfaatkan barang lama, dan menanam bahan pangan sendiri.

2. Mengapa cara hidup hemat ala orang desa dianggap efektif?

Kebiasaan tersebut fokus pada pemanfaatan sumber daya secara maksimal sehingga pengeluaran dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas hidup.

3. Apakah cara hidup hemat ala orang desa bisa diterapkan di kota?

Bisa. Banyak kebiasaan seperti jalan kaki, menanam sayuran di pot, dan mengurangi belanja konsumtif sangat relevan diterapkan di lingkungan perkotaan.

4. Bagaimana memulai cara hidup hemat dari rumah?

Mulailah dari hal sederhana seperti memasak sendiri, mengurangi pembelian barang tidak penting, dan memanfaatkan barang yang masih layak pakai.

5. Apa manfaat menerapkan cara hidup hemat dalam jangka panjang?

Manfaatnya antara lain kondisi keuangan lebih stabil, terbentuk kebiasaan bijak dalam mengelola uang, dan meningkatnya kemandirian dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|