5 Desain Dapur yang Bisa Membuat Memasak Lebih Sulit, Menurut Desainer Interior

11 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Desain dapur yang bisa membuat memasak lebih sulit sering kali muncul dari keputusan tata ruang yang hanya mempertimbangkan tampilan. Padahal, posisi peralatan, luas area kerja, hingga pencahayaan sangat menentukan kenyamanan saat menyiapkan makanan.

Dapur yang terlihat modern belum tentu praktis digunakan setiap hari. Penempatan mesin pencuci piring yang terlalu jauh dari wastafel, kulkas dan kompor yang berjauhan, atau rak terbuka di dekat kompor dapat membuat pekerjaan dapur terasa lebih melelahkan.

Dua desainer interior, Brittny Button dari Button Atelier dan Yvonne Harty, membagikan beberapa kesalahan desain yang sebaiknya dihindari. Dengan sedikit penyesuaian, dapur bisa tetap cantik sekaligus mendukung aktivitas memasak dengan lebih efisien. Berikut desain dapur yang bisa membuat memasak lebih sulit, dilansir Liputan6.com dari The Spruce, Senin (24/8/2026).

1. Menempatkan Mesin Pencuci Piring Terlalu Jauh dari Wastafel

Posisi mesin pencuci piring sering kali tidak menjadi prioritas ketika merancang dapur. Padahal, letaknya dapat memengaruhi kelancaran aktivitas sehari-hari, terutama ketika memindahkan piring kotor dari wastafel ke mesin pencuci piring.

Brittny Button, pendiri sekaligus principal designer Button Atelier, menyarankan agar mesin pencuci piring ditempatkan cukup dekat dengan kompor, kulkas, dan kabinet. Posisi yang paling praktis biasanya berada di sebelah wastafel sehingga piring dapat dipindahkan dengan mudah tanpa harus berjalan jauh.

Mesin pencuci piring yang ditempatkan terlalu jauh dapat membuat aktivitas sederhana terasa merepotkan. Button juga menilai area di bawah island yang berdekatan dengan wastafel dapat menjadi salah satu pilihan yang praktis, selama tata letaknya tetap memungkinkan pintu mesin terbuka dengan nyaman.

2. Menempatkan Kulkas dan Kompor Terlalu Berjauhan

Kulkas dan kompor merupakan dua area penting yang sering digunakan secara bergantian saat memasak. Karena itu, jarak keduanya perlu diperhatikan ketika menentukan tata letak dapur. Jika terlalu jauh, Anda harus bolak-balik mengambil bahan makanan dan kembali ke area memasak.

Menurut Brittny Button, kulkas dan kompor sebaiknya diperlakukan sebagai area inti untuk bekerja. Ia menyarankan keduanya berada dalam jarak yang relatif dekat, sekitar 4 kaki atau kurang lebih 1,2 meter, agar aktivitas memasak terasa lebih mudah.

Penataan seperti ini membantu menciptakan alur kerja yang lebih efisien. Anda dapat mengambil bahan dari kulkas, membawanya ke area persiapan, kemudian memasaknya tanpa harus terus berpindah dari satu ujung dapur ke ujung lainnya.

3. Memasang Rak Terbuka di Dekat Kompor

Rak terbuka memang dapat memberikan kesan ringan dan modern pada dapur. Namun, penggunaannya di sekitar kompor justru bisa menambah pekerjaan rumah. Area memasak menghasilkan minyak dan lemak halus yang dapat menempel pada permukaan di sekitarnya.

Desainer interior Yvonne Harty menyarankan untuk menghindari rak terbuka tepat di dekat kompor. Rak dan barang yang diletakkan di atasnya akan lebih mudah terkena percikan minyak sehingga membutuhkan pembersihan lebih sering.

Jika ingin mempertahankan kesan terbuka, rak sebaiknya ditempatkan jauh dari kompor. Pilihan lainnya adalah menggunakan kabinet dengan pintu kaca. Model tersebut tetap memberikan tampilan visual yang ringan sekaligus membantu melindungi barang dari paparan minyak dan kotoran.

4. Membuat Kitchen Island Terlalu Besar

Kitchen island berukuran besar memang terlihat menarik dan dapat menjadi pusat perhatian dalam dapur. Namun, ukurannya sebaiknya tidak hanya ditentukan berdasarkan tren. Island yang terlalu besar justru dapat membuat aktivitas memasak menjadi kurang efisien apabila tidak memiliki pembagian zona kerja yang jelas.

Yvonne Harty menjelaskan bahwa island besar tanpa area kerja yang tepat dapat membuat pengguna harus berjalan lebih jauh saat berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Island yang terlalu dalam juga dapat menyulitkan Anda menjangkau bagian tengahnya dan menciptakan area yang jarang digunakan.

Karena itu, ukuran island sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan memasak dan luas dapur. Harty menyarankan agar island memiliki fungsi yang jelas, misalnya dilengkapi wastafel kecil untuk persiapan makanan, tempat sampah tarik terintegrasi, atau area duduk. Pembagian zona kerja lebih penting daripada sekadar memiliki island berukuran besar.

5. Mengandalkan Lampu Pendant Tanpa Task Lighting

Pencahayaan menjadi bagian penting dalam desain dapur, tetapi sering kali aspek fungsionalnya kalah oleh lampu dekoratif. Lampu pendant atau lampu gantung di atas island memang dapat mempercantik ruangan, tetapi belum tentu memberikan pencahayaan yang cukup ketika Anda sedang memotong bahan atau memasak.

Yvonne Harty menekankan pentingnya penggunaan pencahayaan berlapis di dapur. Area kerja membutuhkan cahaya yang cukup agar aktivitas seperti memotong bahan, membaca resep, dan menangani peralatan panas dapat dilakukan dengan lebih aman.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah mengombinasikan beberapa jenis pencahayaan. Lampu recessed dapat memberikan penerangan umum, sedangkan lampu di bawah kabinet membantu menerangi area kerja. Lampu pendant, sconce, atau lampu dekoratif lainnya kemudian dapat digunakan untuk memberikan karakter dan gaya pada dapur.

Mengutamakan Fungsi dalam Desain Dapur

Memiliki dapur yang menarik secara visual tentu menyenangkan, tetapi desain sebaiknya tetap mempertimbangkan cara ruangan tersebut digunakan setiap hari. Area kerja yang saling berdekatan, penyimpanan yang mudah dijangkau, dan pencahayaan memadai dapat membuat aktivitas memasak terasa jauh lebih praktis.

Kesalahan kecil dalam tata letak mungkin tidak terlihat ketika dapur baru selesai direnovasi. Namun, setelah digunakan setiap hari, posisi peralatan yang tidak tepat atau area kerja yang terlalu jauh dapat menjadi sumber ketidaknyamanan.

Karena itu, sebelum memilih desain dapur, pertimbangkan alur aktivitas dari mengambil bahan, mencuci, menyiapkan, memasak, hingga membersihkan. Dengan mengutamakan fungsi sekaligus estetika, dapur dapat menjadi ruang yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga nyaman digunakan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Desain Dapur yang Bikin Memasak Lebih Sulit

Apa saja desain dapur yang bisa membuat memasak lebih sulit?

Beberapa di antaranya adalah mesin pencuci piring yang jauh dari wastafel, kulkas dan kompor terlalu berjauhan, rak terbuka dekat kompor, island terlalu besar, serta pencahayaan kerja yang kurang.

Mengapa rak terbuka sebaiknya tidak ditempatkan dekat kompor?

Aktivitas memasak menghasilkan minyak dan lemak halus yang dapat menempel pada rak serta barang di atasnya. Akibatnya, area tersebut membutuhkan pembersihan lebih sering.

Seberapa dekat sebaiknya kulkas dan kompor ditempatkan?

Brittny Button menyarankan agar keduanya berada dalam jarak sekitar 4 kaki atau kurang lebih 1,2 meter untuk menciptakan alur kerja yang lebih efisien.

Mengapa pencahayaan berlapis penting di dapur?

Pencahayaan berlapis membantu menerangi seluruh ruangan sekaligus area kerja. Kombinasi lampu umum, lampu bawah kabinet, dan lampu dekoratif membuat dapur lebih nyaman dan aman digunakan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|