- Kapan waktu terbaik menyiram pohon buah di musim kemarau?
- Apa saja manfaat penggunaan mulsa untuk pohon buah saat kemarau?
- Jenis pupuk apa yang direkomendasikan untuk pohon buah di musim kemarau?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Cara merawat pohon buah agar tetap subur meski musim kemarau panjang menjadi perhatian penting bagi para pemilik kebun maupun pekarangan rumah. Ya, keterbatasan air dan cuaca panas yang berkepanjangan dapat menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan berujung pada gagal panen yang merugikan. Kondisi ini menuntut strategi perawatan yang lebih cerdas dan efisien agar pohon buah tetap produktif.
Melalui perencanaan desain yang tepat, pemilihan tanaman yang sesuai, serta teknik pengelolaan media tanam yang efisien, siapa pun bisa menciptakan ruang hijau yang tetap menghasilkan. Kunci keberhasilan terletak pada optimalisasi setiap tetes air dan nutrisi yang diberikan kepada tanaman.
Artikel ini akan mengupas cara merawat pohon buah agar tetap subur meski musim kemarau panjang, memastikan panen berkelanjutan sepanjang tahun di iklim tropis seperti Indonesia. Berikut informasinya untuk Anda sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (24/4/2026).
1. Pengelolaan Air yang Efisien untuk Pohon Buah
Pengelolaan air merupakan aspek krusial dalam menjaga pohon buah tetap subur di musim kemarau. Tanpa pasokan air yang memadai, tanaman akan mengalami stres dan pertumbuhannya terhambat. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan teknik penyiraman yang tepat dan hemat air.
Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat suhu tidak terlalu tinggi, guna meminimalkan kehilangan air akibat penguapan. Menyiram di pagi hari membantu tanaman terhidrasi sebelum suhu siang hari meningkat, sementara penyiraman di sore hari memungkinkan air meresap sempurna tanpa cepat menguap. Hindari menyiram di siang hari karena air akan banyak menguap sebelum sempat diserap akar, dan sangat tidak dianjurkan menyiram tanaman di malam hari karena bisa mengganggu proses fisiologis tanaman.
Di musim kemarau, frekuensi penyiraman idealnya dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Penting untuk menyiram tanaman secara banyak dan jarang, bukan sedikit dan sering. Air yang diberikan dalam jumlah banyak sekaligus akan lebih efektif karena membantu sistem akar tanaman mencari unsur hara dan menjaga kelembapan tanah lebih lama. Pastikan air meresap hingga ke akar tanaman untuk meningkatkan penyerapan nutrisi secara maksimal.
Untuk menghemat air, beberapa teknik irigasi efisien dapat diterapkan. Irigasi tetes (drip irrigation) mengalirkan air langsung ke zona akar tanaman dengan aliran kecil dan tekanan rendah, menghemat air hingga 60% dan mengurangi penguapan. Sistem sumbu (wick system) menggunakan pot ganda dengan sumbu kain flanel yang menghubungkan cadangan air di pot bawah dengan tanaman di pot atas, mencapai efisiensi air hingga 90%. Sistem Olla menggunakan kendi tanah liat berpori yang mengalirkan air perlahan ke tanah, menghemat air hingga 70%. Irigasi fan jet sprayer memancarkan air halus dengan debit tinggi di sekitar pangkal tanaman, sementara teknik perangkap air melibatkan penanaman pada cekungan alami atau pembangunan tanggul kecil untuk menampung air hujan.
2. Penggunaan Mulsa untuk Kesuburan Tanaman
Penggunaan mulsa adalah salah satu metode paling efektif untuk menjaga kelembapan tanah dan mendukung cara merawat pohon buah agar tetap subur meski musim kemarau panjang. Mulsa adalah lapisan bahan yang diletakkan di permukaan tanah di sekitar tanaman, memberikan berbagai manfaat penting.
Mulsa bekerja dengan menahan kelembapan tanah, menciptakan penghalang fisik antara tanah dan atmosfer yang secara signifikan mengurangi laju penguapan air. Ini membantu menjaga tanah tetap sejuk dan lembap, serta mengatur suhu tanah agar tetap stabil, melindunginya dari fluktuasi ekstrem yang dapat mempercepat penguapan. Selain itu, mulsa juga efektif mencegah pertumbuhan gulma yang bersaing dengan pohon buah untuk mendapatkan air dan nutrisi, serta dapat meningkatkan penyerapan air oleh tanaman.
Manfaat lain dari mulsa organik adalah kemampuannya untuk terurai seiring waktu, menambahkan bahan organik serta nutrisi penting ke dalam tanah, sehingga meningkatkan kesuburan jangka panjang. Mulsa juga melindungi tanah dari erosi akibat air hujan atau angin, dan mengurangi risiko penyakit tanaman karena air hujan tidak langsung menyentuh daun dari cipratan tanah yang mungkin mengandung patogen.
Ada dua jenis mulsa utama: mulsa organik dan mulsa anorganik. Mulsa organik meliputi jerami, kompos, potongan rumput, kulit pohon, serbuk gergaji, daun kering, dan ranting kering, yang mudah didapatkan dan ekonomis. Sementara itu, mulsa anorganik seperti Plastik Mulsa Hitam Perak (MPHP) memiliki sisi perak untuk memantulkan sinar matahari dan sisi hitam untuk menghambat gulma serta menjaga kelembapan tanah. Namun, perlu diingat bahwa mulsa plastik tidak ramah lingkungan dan lama hancurnya.
3. Pemupukan yang Tepat dan Efektif
Pemupukan yang tepat sangat penting untuk memastikan tanaman tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, terutama dalam upaya cara merawat pohon buah agar tetap subur meski musim kemarau panjang. Nutrisi yang cukup akan memperkuat tanaman dan membuatnya lebih tahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem.
Dalam memilih jenis pupuk, pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang sangat direkomendasikan. Pupuk organik dapat membantu meningkatkan kapasitas tanah dalam menahan air dan memberikan nutrisi secara perlahan, menciptakan lingkungan tanah yang lebih sehat. Pupuk anorganik seperti NPK (Nitrogen, Phosphor, Kalium) juga dapat digunakan, namun dosisnya perlu diperhatikan agar tidak merusak tanah dan tanaman.
Waktu dan metode pemupukan juga memegang peranan penting. Pemupukan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat suhu tidak terlalu tinggi untuk mengurangi penguapan air dari tanah dan memastikan pupuk terserap dengan baik. Pupuk dapat ditabur atau dilarutkan dalam air dan kemudian disiramkan ke tanaman agar pupuk terserap langsung ke akar.
Frekuensi pemupukan perlu disesuaikan di musim kemarau karena tanaman lebih cepat kehabisan nutrisi. Namun, hindari pemberian pupuk berlebihan yang bisa menyebabkan tanaman terbakar atau keracunan. Pemberian unsur hara harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman; tanaman pada fase vegetatif membutuhkan Nitrogen lebih banyak, sedangkan fase generatif membutuhkan Kalium dan Phospat tinggi untuk mendukung pembentukan buah.
4. Pentingnya Pemangkasan untuk Kesehatan Pohon
Pemangkasan adalah praktik penting dalam cara merawat pohon buah agar tetap subur meski musim kemarau panjang, tidak hanya untuk menjaga kesehatan tetapi juga meningkatkan produktivitas pohon buah. Pemangkasan yang tepat dapat mengoptimalkan penggunaan air dan nutrisi oleh tanaman.
Tujuan utama pemangkasan adalah mengurangi jumlah daun untuk menekan penguapan air dari tanaman (transpirasi), sehingga lebih banyak air tersedia untuk fungsi vital lainnya. Selain itu, pemangkasan meningkatkan penetrasi sinar matahari ke bunga dan buah, mencegah kerontokan bunga, dan meningkatkan kualitas buah yang dihasilkan. Pemangkasan juga menciptakan sirkulasi udara yang lebih baik di antara cabang-cabang, mengurangi kelembaban yang dapat memicu serangan jamur dan hama.
Praktik pemangkasan juga melibatkan pembuangan cabang yang sakit, mati, atau tumbuh tidak normal, yang dapat menjadi sarang hama dan penyakit. Dengan membuang bagian-bagian yang tidak produktif, energi tanaman dapat dialihkan untuk merangsang pertumbuhan tunas baru dan meningkatkan produksi buah secara keseluruhan.
Waktu pemangkasan idealnya dilakukan saat tanaman tidak aktif tumbuh (masa dorman), biasanya di musim kemarau untuk tanaman buah tahunan. Untuk tanaman musiman, pemangkasan sebaiknya dilakukan setelah buah dipanen untuk mendorong pertumbuhan tunas baru. Penting untuk menghindari pemangkasan saat tanaman sedang berbunga atau berbuah, karena hal ini dapat mengganggu proses pembentukan hasil panen dan menyebabkan kerugian.
5. Pengelolaan Tanah dan Pengendalian Hama Penyakit
Kualitas tanah sangat mempengaruhi kemampuan pohon buah untuk bertahan di musim kemarau, menjadikannya komponen vital dalam cara merawat pohon buah agar tetap subur meski musim kemarau panjang. Tanah yang sehat akan mendukung pertumbuhan akar yang kuat dan penyerapan nutrisi yang optimal.
Peningkatan bahan organik dalam tanah melalui penambahan kompos, pupuk kandang, atau biochar dapat secara signifikan meningkatkan kapasitas retensi air tanah. Bahan organik berfungsi sebagai spons alami yang menyerap dan menahan air, menjaga kelembapan tanah lebih lama. Tanah yang kaya bahan organik juga memiliki struktur yang lebih baik, memungkinkan akar tanaman berkembang optimal dan mengakses air serta nutrisi dengan lebih mudah. Meskipun tanaman membutuhkan kelembapan, drainase yang baik juga penting untuk mencegah akar busuk dan memastikan sirkulasi udara, terutama untuk tanaman buah yang tahan kekeringan namun tidak tahan genangan air.
Musim kemarau juga dapat meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit, sehingga pengendalian yang efektif menjadi bagian tak terpisahkan dari perawatan pohon buah. Lakukan pemantauan secara rutin untuk mendeteksi dini adanya serangan hama dan penyakit, sehingga tindakan pencegahan atau penanganan dapat segera dilakukan. Memilih varietas tanaman yang tahan terhadap hama dan penyakit merupakan langkah preventif yang sangat efektif.
Teknik budidaya yang baik juga berperan penting. Rotasi tanaman dapat mengurangi populasi hama spesifik, sementara penanaman dengan jarak yang cukup dapat menghindari kelembaban tinggi yang memicu penyakit. Sanitasi lahan dengan membersihkan gulma dan rumput juga penting karena dapat menjadi inang alternatif hama. Pastikan tanaman mendapatkan cukup air tanpa menyebabkan genangan, karena genangan air dapat menjadi tempat berkembang biaknya beberapa jenis hama dan penyakit. Hama yang perlu diwaspadai di musim kemarau antara lain tungau, hama penggerek buah seperti ulat buah dan lalat buah, kutu daun, ulat, dan serangga penghisap. Penyakit jamur seperti embun tepung, karat, dan antraknosa juga dapat merusak daun, batang, dan buah.
6. Strategi Tambahan untuk Pohon Buah yang Subur
Selain metode perawatan inti, ada beberapa strategi tambahan yang dapat diterapkan untuk memastikan cara merawat pohon buah agar tetap subur meski musim kemarau panjang. Strategi ini berfokus pada adaptasi dan pemilihan yang cerdas.
Salah satu strategi penting adalah penanaman bibit pada musim hujan. Menanam bibit di musim hujan memberikan kesempatan bagi akar tanaman untuk tumbuh kuat dan dalam sebelum musim kemarau tiba, membuat tanaman lebih tahan terhadap kondisi kekeringan. Akar yang dalam memungkinkan tanaman mengakses air dari lapisan tanah yang lebih dalam.
Untuk pohon buah mini atau tabulampot, pemilihan pot yang tepat juga krusial. Pot tanah liat atau terakota sangat direkomendasikan karena sifatnya yang berpori membantu mempertahankan kelembapan media tanam. Material berpori ini memungkinkan sirkulasi udara yang baik sekaligus mencegah media tanam terlalu cepat kering.
Terakhir, memilih tanaman tahan kekeringan adalah solusi cerdas untuk pekarangan rumah di daerah dengan musim kemarau panjang. Beberapa jenis buah yang secara alami memiliki toleransi tinggi terhadap kondisi kering dan panas antara lain buah tin, jeruk (terutama jeruk bali dan satsuma), mangga, belimbing, anggur, srikaya, delima, sawo, jambu biji, pepaya, dan kurma tropis. Tanaman ini memiliki adaptasi morfologi dan fisiologi khusus, seperti akar yang dalam atau daun kecil/kasar untuk mengurangi penguapan, sehingga tetap bisa berbuah lebat di bawah terik matahari.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Kapan waktu terbaik menyiram pohon buah di musim kemarau?
Waktu terbaik adalah pagi atau sore hari untuk meminimalkan penguapan dan memaksimalkan penyerapan air oleh akar tanaman.
2. Apa saja manfaat penggunaan mulsa untuk pohon buah saat kemarau?
Mulsa membantu menahan kelembapan tanah, mengatur suhu, mencegah gulma, meningkatkan penyerapan air, dan menyediakan nutrisi bagi tanaman.
3. Jenis pupuk apa yang direkomendasikan untuk pohon buah di musim kemarau?
Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang sangat direkomendasikan karena meningkatkan kapasitas tanah menahan air dan nutrisi.
4. Mengapa pemangkasan penting dilakukan saat musim kemarau?
Pemangkasan mengurangi penguapan air dari daun, meningkatkan penetrasi sinar matahari, sirkulasi udara, dan merangsang pertumbuhan tunas baru.
5. Tanaman buah apa saja yang tahan kekeringan dan cocok ditanam di musim kemarau?
Beberapa contohnya adalah buah tin, jeruk, mangga, belimbing, anggur, srikaya, delima, sawo, jambu biji, pepaya, dan kurma tropis.

3 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565137/original/052344700_1777012724-ec36a74c-94ed-4d13-b78b-3d38ec182525.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5369849/original/007048900_1759481059-Ruko_dengan_Teras_atau_Kanopi_Sederhana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565206/original/063031900_1777014828-unnamed__46_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564998/original/006546100_1777007503-HL_tumbler.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562825/original/038877000_1776840762-pexels-quang-nguyen-vinh-222549-6870809.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564840/original/010597100_1777001764-8edaf54e-09a0-4a51-9c15-2fa77512bf42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564969/original/025738700_1777005396-pagar_tanaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564812/original/088674800_1777001448-unnamed-16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551100/original/096350900_1775718004-Gemini_Generated_Image_s2rwrus2rwrus2rw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564825/original/039117200_1777001588-36_2a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547810/original/015711300_1775473030-Depositphotos_383353173_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564979/original/058280500_1777005886-f0ed784c-48b5-49f3-8985-a0b03c112cd9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564884/original/049118500_1777003762-5f523019-809d-497f-8fe1-b0edb7d86404.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563718/original/020749500_1776915855-cov21.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564894/original/097727800_1777004011-Rumah_Dekat_Kuburan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564860/original/029373400_1777003032-kerajinan_tangan4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564788/original/004408200_1777000550-unnamed__18_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565034/original/063897500_1777009614-unnamed__36_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564933/original/036148400_1777004774-42efd05b-be8e-44b1-8f43-2a7bd9fa06ac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564942/original/087991100_1777004851-bb70cd6d-4f4c-4595-9af2-d9b8ad377a54.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469055/original/011269000_1768048972-cesar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454293/original/050430700_1766556442-1000101929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355482/original/010492400_1758338914-q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383986/original/067984300_1760708009-Saddil-Ramdani.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5462350/original/069630300_1767550955-20260104_222549.jpg)