6 Dekorasi yang Mengganggu Pemandangan Teras dan Sebaiknya Disingkirkan

1 day ago 9

Tanaman memang menjadi salah satu dekorasi yang paling mudah digunakan untuk membuat teras terasa lebih hidup. Namun, tanaman plastik yang sudah lama terpapar matahari, debu, dan hujan justru dapat berubah menjadi dekorasi yang mengganggu pemandangan teras.

Dalam artikel The Spruce, desainer Lisa Quinn menilai tanaman artificial kurang ideal untuk menciptakan tampilan teras yang timeless. Menurutnya, material tersebut mudah terlihat pudar dan berdebu sehingga tampilan yang semula ingin dibuat segar justru terasa kurang terawat.

Masalah ini semakin terlihat pada tanaman plastik berwarna hijau mencolok atau tanaman imitasi yang ditempatkan terlalu banyak. Dari kejauhan, kumpulan daun dengan warna dan bentuk seragam dapat terlihat kurang alami.

Bukan berarti seluruh tanaman buatan harus langsung dibuang. Jika kondisinya masih bagus dan ditempatkan di area yang terlindung, tanaman tersebut tetap dapat digunakan. Namun, untuk teras yang ingin terlihat lebih natural, beberapa tanaman hidup yang sesuai dengan kondisi cahaya akan memberikan kesan lebih segar.

Pilih tanaman yang relatif mudah dirawat, kemudian gunakan pot dengan bentuk sederhana. Teras tidak membutuhkan hutan mini untuk terlihat hijau.

2. Papan atau Dekorasi dengan Terlalu Banyak Tulisan

Papan bertuliskan “Welcome”, kutipan motivasi, nama keluarga, atau berbagai kalimat dekoratif memang dapat menjadi aksesori yang menarik perhatian. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, perhatian justru terpecah dan teras terlihat lebih ramai.

Leah Hook, desainer yang dikutip The Spruce, menyarankan untuk mengurangi bantal, papan, dan dekorasi yang dipenuhi kata-kata atau frasa. Menurut pendekatan desain tersebut, kesan ramah kepada tamu tidak harus diciptakan melalui tulisan.

Prinsip serupa juga muncul dalam Southern Living. Desainer yang diwawancarai publikasi tersebut menyebut dekorasi berupa tanda atau tulisan dapat membuat area pintu masuk terasa terlalu dekoratif dan cepat terlihat ketinggalan zaman.

Jika teras sudah memiliki nomor rumah, papan nama, keset bertulisan, papan ucapan, dan hiasan dinding dalam satu area, coba lakukan penyederhanaan. Pertahankan satu elemen yang paling sesuai dengan karakter rumah, sementara sisanya dapat dipindahkan ke area lain.

Teras yang sederhana bukan berarti membosankan. Justru dengan mengurangi tulisan, bentuk arsitektur rumah, warna pintu, tanaman, dan tekstur material dapat menjadi pusat perhatian.

3. Koleksi Pot yang Tidak Saling Berhubungan

Banyaknya tanaman tidak selalu menjadi masalah. Yang sering membuat teras terlihat berantakan adalah kumpulan pot dengan bentuk, warna, ukuran, dan motif yang sama-sama ingin menjadi pusat perhatian.

The Spruce mengutip desainer Kel Norman yang menyebut kumpulan pot yang tidak serasi sebagai salah satu masalah umum pada teras. Menurutnya, pot tidak harus memiliki warna identik, tetapi sebaiknya memiliki hubungan visual, misalnya berada dalam palet warna yang sama.

Bayangkan teras dengan pot merah terang, biru tua, kuning, putih bermotif, pot plastik hitam, dan pot bermotif batu yang diletakkan berdekatan. Masing-masing mungkin terlihat menarik jika berdiri sendiri, tetapi ketika dikumpulkan, mata tidak memiliki satu titik fokus.

Solusinya cukup sederhana. Kelompokkan pot berdasarkan warna atau material. Pot terakota, misalnya, dapat memberikan nuansa hangat dan natural. Sementara itu, pot berwarna netral seperti putih, abu-abu, atau beige dapat menyatu dengan gaya rumah minimalis.

Perbedaan ukuran justru masih dapat dipertahankan. Pot kecil, sedang, dan besar dapat membuat komposisi lebih dinamis selama warna dan bentuknya tetap memiliki benang merah.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|