Liputan6.com, Jakarta - Hidroponik wick system sederhana dapat dibuat dari barang bekas yang mudah ditemukan di rumah, seperti botol plastik, gelas kemasan, kaleng, wadah makanan, galon, hingga kotak styrofoam. Sistem ini menggunakan sumbu untuk menyalurkan larutan nutrisi dari wadah penampung ke media tanam sehingga tidak memerlukan pompa atau listrik.
Metode ini cocok bagi yang ingin menanam sayuran dengan ruang dan peralatan terbatas. Kangkung, pakcoy, selada, dan sawi dapat ditanam menggunakan sistem wick. Wadah bekas perlu dibersihkan sebelum digunakan, sedangkan sumbu harus terhubung dengan larutan nutrisi agar proses penyerapan berjalan dengan baik.
Bentuk instalasinya bisa berbeda sesuai wadah yang digunakan, tetapi prinsipnya tetap sama. Larutan nutrisi berada di bagian bawah, sumbu menghubungkannya dengan media tanam, dan tanaman ditempatkan di bagian atas. Jika ingin membuatnya di rumah, berikut 6 model hidroponik wick system dari barang bekas yang mudah dirawat, dirangkum Liputan6.com, Senin (17/8).
1. Hidroponik Wick dari Botol Plastik Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325979/original/054567200_1786948336-Model_hidroponik_wick_system_sederhana_dari_barang_bekas_model_memakai_botol_bekas.jpg)
Perbesar
Botol plastik bekas dapat dijadikan satu wadah tanam dengan memanfaatkan bagian atas sebagai tempat media dan bagian bawah sebagai tempat larutan nutrisi. Botol perlu dipotong menjadi dua bagian, kemudian tutupnya diberi lubang untuk memasukkan sumbu. Media tanam dapat berupa cocopeat, sekam bakar, atau campuran keduanya.
Sistem bekerja ketika sumbu menyerap larutan dari bagian bawah lalu membawanya menuju media tanam. Akar mengambil air dan nutrisi yang tersedia pada media. Model ini dapat digunakan untuk kangkung, pakcoy, selada, dan sawi. Satu botol dapat digunakan untuk satu tanaman atau beberapa bibit jika ukurannya memungkinkan.
Cara membuat:
- Cuci botol dan keringkan.
- Potong botol menjadi dua bagian.
- Lubangi tutup botol.
- Masukkan kain flanel melalui lubang.
- Isi bagian atas botol dengan media tanam.
- Masukkan bibit ke dalam media.
- Isi bagian bawah botol dengan larutan nutrisi.
- Pasang bagian atas botol secara terbalik.
Cara merawat:
- Periksa ketinggian larutan secara berkala.
- Pastikan ujung sumbu tetap menyentuh larutan.
- Letakkan botol di tempat yang mendapat cahaya.
- Buang daun yang rusak.
- Bersihkan wadah setelah masa panen.
2. Hidroponik Wick dari Gelas Plastik Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325980/original/060129700_1786948336-Model_hidroponik_wick_system_sederhana_dari_barang_bekas_model_memakai_botol_bekas.jpg)
Perbesar
Gelas plastik bekas minuman dapat digunakan sebagai wadah tanam berukuran kecil. Gelas diberi lubang pada bagian bawah untuk memasukkan sumbu, kemudian ditempatkan di atas wadah lain yang berisi larutan. Model ini dapat dibuat dalam jumlah banyak sehingga cocok untuk menanam beberapa jenis sayuran dalam satu tempat.
Sumbu membawa larutan menuju media yang berada di dalam gelas. Selama sumbu terhubung dengan larutan, media akan mendapatkan air secara bertahap. Selada, pakcoy, kangkung, dan daun bawang dapat menjadi pilihan. Jumlah tanaman harus disesuaikan dengan ukuran gelas agar akar tidak terlalu penuh.
Cara membuat:
- Bersihkan gelas plastik.
- Buat satu atau dua lubang pada bagian bawah.
- Masukkan kain flanel sebagai sumbu.
- Isi gelas dengan media tanam.
- Masukkan bibit.
- Siapkan wadah penampung larutan.
- Letakkan gelas di atas wadah tersebut.
- Pastikan sumbu mencapai larutan.
Cara merawat:
- Periksa sumbu secara berkala.
- Tambahkan larutan ketika volumenya berkurang.
- Pastikan media tidak terlalu kering.
- Bersihkan wadah jika muncul lumut.
- Panen tanaman sesuai ukuran yang diinginkan.
3. Hidroponik Wick dari Kaleng Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325981/original/065029100_1786948336-Model_hidroponik_wick_system_sederhana_dari_barang_bekas_model_dari_gelas_plastik_bekas.jpg)
Perbesar
Kaleng bekas makanan dapat digunakan sebagai tempat media tanam setelah dibersihkan. Bagian bawah kaleng diberi lubang untuk sumbu, sedangkan larutan nutrisi ditempatkan pada wadah di bawahnya. Kaleng dapat digunakan untuk satu tanaman atau beberapa tanaman, tergantung ukurannya.
Cara kerja sistem ini tetap mengandalkan sumbu yang menghubungkan media dengan larutan. Air dan nutrisi bergerak melalui sumbu menuju media, kemudian digunakan oleh akar. Kangkung, pakcoy, selada, dan sawi dapat ditanam menggunakan model ini. Kaleng perlu diperiksa karena bahan logam dapat mengalami karat jika sering terkena air.
Cara membuat:
- Cuci kaleng hingga bersih.
- Keringkan kaleng.
- Buat lubang pada bagian bawah.
- Masukkan kain flanel sebagai sumbu.
- Masukkan media tanam.
- Pindahkan bibit.
- Siapkan wadah berisi larutan.
- Letakkan kaleng di atas wadah.
Cara merawat:
- Periksa bagian kaleng secara rutin.
- Pastikan sumbu menyentuh larutan.
- Tambahkan larutan saat volumenya berkurang.
- Buang bagian kaleng yang mulai berkarat.
- Bersihkan wadah setelah panen.
4. Hidroponik Wick dari Wadah Makanan Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325982/original/069858200_1786948336-Model_hidroponik_wick_system_sederhana_dari_barang_bekas_model_menggunakan_wadah_bekas_makanan.jpg)
Perbesar
Wadah makanan berbahan plastik dapat menjadi tempat beberapa tanaman sekaligus. Bagian bawah wadah diberi beberapa lubang untuk memasang sumbu. Di bawah wadah tersebut ditempatkan wadah lain sebagai penampung larutan. Jumlah lubang dapat disesuaikan dengan ukuran wadah dan jumlah tanaman.
Larutan akan bergerak melalui sumbu menuju media tanam. Akar kemudian memperoleh air dan nutrisi dari media tersebut. Pakcoy, selada, kangkung, dan sawi dapat ditanam menggunakan model ini. Media sebaiknya tidak ditekan terlalu padat agar sumbu tetap dapat membawa larutan menuju bagian atas.
Cara membuat:
- Cuci wadah makanan.
- Keringkan sampai tidak ada sisa air.
- Buat beberapa lubang pada bagian bawah.
- Masukkan sumbu pada setiap lubang.
- Isi wadah dengan media.
- Masukkan bibit pada setiap titik tanam.
- Siapkan wadah larutan di bawahnya.
- Pastikan semua sumbu terhubung dengan larutan.
Cara merawat:
- Periksa jumlah larutan secara berkala.
- Pastikan setiap sumbu tetap basah.
- Periksa kondisi akar dan media.
- Bersihkan lumut yang muncul.
- Buang tanaman yang sudah selesai dipanen.
5. Hidroponik Wick dari Galon Plastik Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325983/original/076005300_1786948336-Model_hidroponik_wick_system_sederhana_dari_barang_bekas_model_menggunakan_galon_plastik_bekas.jpg)
Perbesar
Galon plastik bekas dapat digunakan ketika ingin menanam beberapa tanaman dalam satu tempat. Bagian atas galon dipotong untuk menyediakan ruang bagi media, sementara bagian bawah digunakan untuk menampung larutan. Beberapa sumbu dapat dipasang sesuai jumlah titik tanam yang dibuat.
Model ini bekerja dengan cara yang sama seperti botol plastik, tetapi memiliki ruang yang lebih besar. Larutan berada di bagian bawah dan diserap sumbu menuju media. Kangkung, sawi, pakcoy, dan selada dapat digunakan. Jumlah bibit perlu disesuaikan dengan ukuran galon agar tanaman tidak terlalu berdekatan.
Cara membuat:
- Cuci galon hingga bersih.
- Keringkan galon.
- Potong bagian atas sesuai kebutuhan.
- Buat beberapa lubang untuk sumbu.
- Pasang sumbu pada setiap lubang.
- Masukkan media tanam.
- Pindahkan bibit.
- Isi bagian bawah dengan larutan nutrisi.
Cara merawat:
- Periksa semua sumbu secara berkala.
- Pastikan setiap sumbu terhubung dengan larutan.
- Tambahkan larutan ketika mulai berkurang.
- Periksa kondisi akar.
- Bersihkan galon setelah masa panen.
6. Hidroponik Wick dari Kotak Styrofoam Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325984/original/081374200_1786948336-Model_hidroponik_wick_system_sederhana_dari_barang_bekas_model_menggunakan_styrofoam_bekas.jpg)
Perbesar
Kotak styrofoam bekas dapat digunakan untuk menampung beberapa tanaman dalam satu wadah. Penutup kotak diberi lubang sesuai jumlah tanaman, sedangkan wadah tanam kecil yang memiliki sumbu ditempatkan pada lubang tersebut. Bagian dalam kotak berfungsi sebagai tempat larutan nutrisi.
Sumbu menghubungkan media dengan larutan yang berada di dalam kotak. Larutan kemudian diserap menuju media dan digunakan oleh akar. Selada, pakcoy, kangkung, dan sawi dapat ditanam menggunakan model ini. Jarak lubang perlu diatur agar tanaman memiliki ruang untuk tumbuh dan tidak saling menutup.
Cara membuat:
- Bersihkan kotak styrofoam.
- Buat lubang pada penutup.
- Siapkan gelas atau wadah tanam.
- Pasang sumbu pada wadah tanam.
- Isi wadah dengan media.
- Masukkan bibit.
- Tempatkan wadah pada lubang penutup.
- Isi kotak dengan larutan nutrisi.
Cara merawat:
- Periksa ketinggian larutan.
- Pastikan sumbu tetap menyentuh larutan.
- Periksa akar dan daun secara berkala.
- Bersihkan bagian dalam kotak setelah panen.
- Gunakan kembali kotak setelah dicuci.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Hidroponik Wick System
1. Apa itu hidroponik wick system?
Hidroponik wick system adalah metode menanam yang menggunakan sumbu untuk membawa larutan nutrisi dari wadah penampung menuju media tanam.
2. Tanaman apa yang cocok untuk wick system?
Kangkung, pakcoy, selada, sawi, dan beberapa tanaman daun dapat ditanam menggunakan sistem wick.
3. Apakah hidroponik wick membutuhkan listrik?
Tidak. Sistem ini tidak menggunakan pompa sehingga dapat berjalan tanpa listrik.
4. Sumbu apa yang bisa digunakan?
Kain flanel dapat digunakan karena mampu menyerap dan membawa air menuju media tanam.
5. Mengapa tanaman hidroponik wick layu?
Penyebabnya dapat berupa larutan yang habis, sumbu tidak terhubung dengan larutan, media terlalu kering, atau akar mengalami gangguan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

5 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5923829/original/012251200_1778821854-unnamed__33_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326143/original/043619300_1786958540-Roster_minimalis_untuk_ventilasi_kamar_yang_tetap_terang_dan_terjaga_privasinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326130/original/034284000_1786958525-Reframed_image__inspiration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326114/original/027880700_1786957808-Tempat_Wudhu_dengan_Batu_Alam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7830087/original/003695700_1780650137-14373118360183252524.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326085/original/079672300_1786955806-HL_ayam_broiler.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9324064/original/062227400_1786689067-gPztW0WRFlzQb5TJuZaI9QN2JGtzmfT0JnF5fbPr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385502/original/031597900_1760933913-unnamed_-_2025-10-20T110439.439.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326056/original/046479800_1786954458-Model_kandang_ayam_broiler_sederhana_untuk_usaha_rumahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326049/original/020644900_1786953754-428432fb-7c98-49cd-ad2b-f5ea8f67f559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497639/original/049109900_1770643991-000_96LN2RG.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325909/original/022191100_1786946101-5a0c2fea-7aad-487b-acce-7555be764235.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9314797/original/086645600_1785781496-0L5A0213.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315689/original/050845600_1785852548-IMG_2972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5668870/original/065238100_1778407733-IMG_1393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571293/original/038873000_1777615039-2_kamar_tidur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4778505/original/045263400_1710918139-20240320BL_Preskon_Prematch_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_17.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2289804/original/030262300_1532422235-20180724-Daging-Ayam-Naik-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9317657/original/089080100_1786038134-20260806_Budy_Santoso_Persib_vs_Persebaya_Final_Piala_Presiden_05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9324077/original/060144200_1786689094-ZjxLmhacx5W0YKRqBWGd5M9uxWNm75B5YdKzqOFc.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4863025/original/074446600_1718303638-3_083A3037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557733/original/014515900_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560818/original/099181300_1776690154-hengga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5438385/original/064675900_1765286327-Sumardji.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391428/original/082726400_1761316877-bali_united.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546976/original/084951300_1775398348-psj.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486106/original/098172500_1769575214-unnamed__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563444/original/076459000_1776870755-rakha.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559675/original/052780800_1776606412-IMG_1609.JPG.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563296/original/009087500_1776854384-IMG_4680.JPG.jpeg)