7 Cara Membuat Pohon Kelengkeng Tetap Pendek Tetapi Cepat Berbuah

5 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Menanam tanaman buah di pekarangan kini jadi tren gaya hidup urban, meski banyak orang terkendala luas lahan. Solusinya adalah cara membuat pohon kelengkeng tetap pendek tetapi cepat berbuah, sehingga pekebun rumahan tetap bisa panen maksimal tanpa tajuk pohon menjulang hingga merusak atap rumah.

Secara alami, pohon kelengkeng bisa tumbuh belasan meter dengan tajuk rindang, sehingga sulit ditanam di lahan sempit atau pot (tabulampot) tanpa intervensi khusus. Kuncinya ada pada pemilihan bibit yang tepat, disiplin pemangkasan, dan nutrisi khusus untuk merangsang pembungaan teknik yang mudah dipraktikkan bahkan oleh pemula.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tujuh langkah jitu menyulap pohon kelengkeng menjadi tanaman pendek yang cepat berbuah sepanjang tahun.

1. Pilih Bibit dari Perbanyakan Vegetatif

Rahasia pertama dan paling krusial untuk menghasilkan tanaman buah yang kerdil adalah menghindari penggunaan bibit yang ditanam dari biji (generatif). Pohon kelengkeng yang ditanam dari biji memiliki akar tunggang yang sangat kuat untuk menembus tanah dalam, sehingga postur pohonnya akan otomatis tumbuh menjulang tinggi. Selain itu, bibit dari biji membutuhkan waktu yang sangat lama, hingga bertahun-tahun, hanya untuk mulai belajar berbunga.

Pastikan Anda hanya membeli bibit kelengkeng yang berasal dari perbanyakan vegetatif, seperti hasil cangkok, sambung pucuk, atau okulasi. Bibit vegetatif ini membawa sifat genetik seratus persen dari pohon induknya. Jika pohon induknya terkenal rajin berbuah, maka bibit tersebut juga akan mewarisi sifat genjah atau mudah berbuah dalam usia yang sangat muda di pekarangan Anda.

Keunggulan lain dari bibit cangkok atau okulasi adalah struktur perakarannya yang menyebar ke samping (akar serabut) alih-alih menancap lurus ke bawah. Sistem akar merambat seperti ini amat mempermudah Anda dalam mengendalikan pertumbuhan tinggi tanaman, terutama jika kelengkeng tersebut nantinya ditanam di dalam pot atau di lahan pekarangan dengan kedalaman tanah yang sangat terbatas.

2. Lakukan Pemangkasan Bentuk Sejak Dini

Mengerdilkan pohon tidak bisa dilakukan secara instan ketika pohon tersebut sudah terlanjur besar dan tinggi. Tindakan pemangkasan bentuk (pruning) wajib dilakukan secara agresif sejak bibit masih berukuran kecil, tepatnya saat tinggi tanaman baru mencapai sekitar 70 hingga 100 sentimeter. Pemangkasan dini ini bertujuan untuk mematikan dominansi apikal yang membuat tanaman terus tumbuh lurus ke atas.

Terapkan rumus pemangkasan 1-3-9 untuk membangun kerangka tajuk yang membulat, rimbun ke samping, dan kokoh menopang buah. Potong batang utama (1) untuk merangsang tumbuhnya cabang primer. Pilih 3 cabang primer terbaik yang arah tumbuhnya menyebar menyamping, lalu biarkan memanjang. Setelah cabang primer cukup tua, pangkas lagi ujungnya untuk memunculkan 9 cabang sekunder yang akan menjadi tempat munculnya bunga.

Selalu gunakan gunting dahan yang tajam dan sudah disterilkan saat melakukan pemotongan agar luka pada batang tidak terinfeksi jamur patogen. Dengan rutinitas pemangkasan yang terstruktur rapi ini, pohon kelengkeng Anda akan dipaksa untuk terus membentuk kanopi payung yang rendah dan lebar, sehingga proses panen kelak bisa dilakukan hanya dengan menjangkaukan tangan santai dari atas tanah.

3. Batasi Ruang Gerak Akar di Bawah Tanah

Postur pohon di atas permukaan tanah pada dasarnya adalah cerminan dari seberapa luas jangkauan akar di bawah tanah. Jika akar dibiarkan bergerak bebas tanpa batas, maka batang dan daun pun akan ikut membesar tak terkendali. Oleh karena itu, membatasi ruang gerak akar secara fisik adalah metode yang sangat lazim digunakan untuk menciptakan efek kerdil yang permanen pada pohon buah.

Jika Anda menanam kelengkeng di lahan terbuka (grounding), Anda bisa membuat galian lubang tanam yang dilapisi dengan karung plastik, paranet tebal, atau bahkan menanamnya di dalam drum plastik bekas yang bagian dasarnya sudah dilubangi. Pembatas fisik ini akan mencegat akar agar tidak menjalar terlalu jauh, memaksanya menggumpal di satu area, sehingga pertumbuhan vertikal tajuk pohon akan terhenti dengan sendirinya.

Bagi Anda yang menggunakan metode menanam di dalam pot (tabulampot), proses pembatasan ini berjalan otomatis karena dinding wadah sudah bertindak sebagai penghalang. Namun, Anda harus rutin melakukan pemangkasan akar (root pruning) setiap satu atau dua tahun sekali. Potong sepertiga bagian akar yang sudah menua dan memadat di tepi pot, lalu ganti dengan media tanam baru agar tanaman tetap segar namun ukurannya tetap terkunci.

4. Lakukan Terapi Stres Air untuk Merangsang Bunga

Ketika pohon kelengkeng Anda sudah memiliki tajuk yang rimbun dan cabang yang terlihat tua (berwarna kecokelatan), inilah saatnya memaksa tanaman untuk mengeluarkan bunga. Salah satu metode tradisional yang paling ampuh adalah dengan memberikan perlakuan stres air. Tujuannya adalah memanipulasi kondisi lingkungan seolah-olah tanaman sedang menghadapi ancaman kekeringan ekstrem yang mengancam nyawanya.

Hentikan penyiraman secara total selama kurang lebih satu hingga dua minggu, sangat bergantung pada tingkat cuaca panas di daerah Anda. Pantau terus kondisi tanaman setiap harinya. Biarkan tanah mengering hingga retak-retak dan daun-daun kelengkeng tampak mulai layu menunduk ke bawah. Namun, pastikan stres kekeringan ini tidak terlalu berlebihan hingga membuat daun mengering gosong dan rontok parah.

Begitu tanaman menunjukkan gejala layu yang cukup lemas, segera lakukan penyiraman jenuh, yakni menyiram pohon dengan air sebanyak-banyaknya hingga tanah benar-benar basah kuyup. Terapi kejut dari kondisi kekeringan menuju ketersediaan air yang melimpah ini akan memicu perubahan hormon drastis di dalam tubuh tanaman. Alih-alih mengeluarkan tunas daun muda (trubus), tanaman akan merespons dengan memunculkan malai bunga secara serempak.

5. Berikan Nutrisi Pembuahan Khusus (Pupuk Booster)

Kelengkeng merupakan salah satu jenis tanaman buah yang sangat rakus akan nutrisi, terutama saat akan memasuki fase generatif (pembuahan). Mengandalkan pupuk kandang saja sering kali tidak cukup untuk memaksa varietas tertentu berbunga di area dataran rendah. Anda mutlak perlu memberikan asupan pupuk khusus atau yang di kalangan petani akrab disebut sebagai pupuk booster kelengkeng.

Sebelum memberikan booster, pastikan kondisi tanaman sedang tidak mengeluarkan tunas daun muda (pupus). Larutkan bubuk booster (berbahan aktif Kalsium Klorat atau Kalium Klorat) ke dalam seember air sesuai dosis yang tertera pada kemasan, lalu siramkan secara merata ke area perakaran di bawah kanopi daun. Bahan aktif kimiawi ini sangat luar biasa efektif merangsang pembelahan sel pembentuk bunga dalam waktu hitungan minggu.

Selain pupuk pemicu spesifik tersebut, suplai juga tanaman Anda dengan pupuk yang memiliki kandungan unsur Fosfor (P) dan Kalium (K) yang tinggi, seperti pupuk MKP (Mono Kalium Phosphate). Unsur Fosfor bertugas memperbanyak jumlah calon bunga, sementara Kalium berfungsi memperkuat tangkai bunga agar tidak mudah rontok saat tersapu angin. Kombinasi nutrisi jitu ini memastikan pohon kerdil Anda mampu menopang beban panen yang lebat.

6. Terapkan Teknik Pengupasan Kulit Batang (Pengeratan)

Jika pohon kelengkeng tetap bandel dan menolak memunculkan bunga meskipun sudah dipangkas dan dipupuk dengan booster, Anda bisa menerapkan teknik pengeratan kulit batang. Teknik ini bertujuan untuk memutus sementara aliran sirkulasi nutrisi karbohidrat hasil fotosintesis dari daun agar tidak kembali turun mengalir ke bagian perakaran. Dengan demikian, karbohidrat tersebut akan terjebak dan menumpuk di bagian tajuk atas tanaman.

Gunakan pisau okulasi atau cutter yang sangat tajam dan steril untuk mengelupas kulit batang utama selebar dua hingga tiga sentimeter secara melingkar penuh. Pastikan Anda hanya mengupas lapisan kulit luar dan lendir kambiumnya saja, tanpa melukai lapisan kayu keras (xilem) yang berwarna putih di bagian dalamnya. Kayu xilem ini wajib dibiarkan tetap utuh agar aliran air dari akar ke daun tidak terputus mematikan tanaman.

Tumpukan karbohidrat yang tertahan di percabangan bagian atas akibat proses pengeratan ekstrem ini akan secara otomatis diubah oleh tanaman menjadi energi masif untuk memproduksi bunga. Luka sayatan tersebut perlahan akan menutup dan menyembuh kembali dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan seiring dengan bermekarannya bunga-bunga kelengkeng di ujung-ujung ranting pohon.

7. Jaga Pasokan Sinar Matahari Penuh

Seluruh teknik perawatan pohon kelengkeng akan kurang optimal jika tanaman tidak mendapat pencahayaan yang cukup. Sebagai tanaman buah dari keluarga Sapindaceae, kelengkeng membutuhkan sinar matahari langsung (full sun) untuk mendukung fotosintesis dan pembentukan buah.

Jika ditanam di tempat yang terlalu teduh, tanaman cenderung tumbuh memanjang, kurus, dan batangnya melemah karena mencari sumber cahaya. Kondisi ini dapat mengganggu bentuk tanaman yang tetap pendek dan produktif.

Karena itu, letakkan pot kelengkeng di area pekarangan yang terbuka dan mendapat sinar matahari langsung sekitar tujuh hingga delapan jam sehari. Pencahayaan yang cukup membantu menjaga pertumbuhan tanaman tetap kompak sekaligus mendukung pembungaan dan pembentukan buah.

Tanya Jawab Seputar Perawatan Pohon Kelengkeng

1. Varietas kelengkeng apa yang paling direkomendasikan untuk ditanam di pot (tabulampot)?

Untuk pot, varietas Kelengkeng Pingpong, Merah (Ruby Longan), dan Diamond River sangat disarankan karena genjah (mudah berbuah) meski tanpa perlakuan booster kimiawi yang rumit.

2. Kapan waktu yang paling tepat untuk mengaplikasikan pupuk booster kelengkeng?

Waktu terbaik adalah saat seluruh daun pada pohon kelengkeng sudah berwarna hijau tua pekat dan tidak ada satupun tunas daun muda (trubus) yang sedang tumbuh memerah.

3. Apakah bibit kelengkeng yang ditanam dari biji (generatif) masih bisa dikerdilkan?

Bisa saja melalui pemangkasan ekstrem yang rutin, namun sangat tidak disarankan karena pertumbuhan akar tunggangnya terlalu kuat dan tanaman akan membutuhkan waktu belasan tahun untuk berbunga.

4. Mengapa bunga kelengkeng yang mekar sering kali rontok sebelum berubah menjadi buah?

Kerontokan bunga umumnya dipicu oleh curah hujan yang kelewat tinggi, over-penyiraman yang merusak akar, defisiensi unsur Kalium, atau serangan hama embun jelaga pada tangkai bunganya.

5. Bolehkah saya memangkas dahan daun saat pohon kelengkeng sedang dalam fase berbunga lebat?

Sangat pantang dilakukan. Pemangkasan saat fase berbunga akan menimbulkan syok stres pada tanaman, yang akan langsung direspons dengan menggugurkan seluruh bunga yang sedang mekar.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|