Liputan6.com, Jakarta - Pare dikenal sebagai salah satu tanaman sayur yang mudah dibudidayakan dan memiliki banyak manfaat kesehatan. Cara menanam pare dengan sistem rambat menjadi solusi efektif bagi Anda yang ingin mendapatkan hasil panen lebih optimal, terutama di lahan terbatas. Meski rasanya pahit, permintaan pasar terhadap pare cukup stabil, sehingga cocok dijadikan tanaman rumahan maupun skala kecil untuk tambahan penghasilan.
Salah satu teknik yang terbukti efektif untuk meningkatkan hasil panen adalah dengan menerapkan cara menanam pare dengan sistem rambat agar buah lebih banyak. Metode ini memungkinkan tanaman tumbuh lebih terarah, mendapatkan sinar matahari optimal, dan memaksimalkan produksi buah.
Dengan sistem rambat yang tepat, tanaman pare tidak hanya tumbuh lebih sehat, tetapi juga menghasilkan buah yang lebih banyak dan berkualitas. Artikel Liputan6.com, Rabu (13/5/2026), ini akan membahas langkah-langkah praktis yang bisa Anda terapkan, bahkan bagi pemula sekalipun.
1. Pilih Benih Pare Berkualitas
Langkah pertama yang sangat penting adalah memilih benih pare yang unggul. Gunakan benih dari varietas yang sudah terbukti produktif dan tahan terhadap hama. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang kuat, pertumbuhan cepat, dan peluang berbuah lebih banyak.
Pastikan benih tidak berasal dari buah yang terlalu tua atau terlalu muda. Anda juga bisa merendam benih selama beberapa jam sebelum ditanam untuk mempercepat proses perkecambahan.
2. Siapkan Media Tanam yang Subur
Pare membutuhkan media tanam yang gembur dan kaya nutrisi. Campurkan tanah, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan seimbang agar tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup sejak awal.
Media tanam yang baik akan membantu akar berkembang optimal, sehingga tanaman lebih kuat menopang pertumbuhan batang dan buah. Pastikan juga drainase baik agar tidak terjadi genangan air.
3. Gunakan Sistem Rambat yang Kokoh
Sistem rambat adalah kunci utama dalam metode ini. Anda bisa menggunakan ajir, bambu, atau para-para sebagai tempat merambatnya tanaman pare. Buat struktur yang cukup tinggi dan kuat agar mampu menopang tanaman saat mulai berbuah.
Dengan sistem rambat, tanaman akan tumbuh ke atas dan tidak menjalar di tanah. Hal ini membuat tanaman lebih sehat, mengurangi risiko penyakit, dan memudahkan proses panen.
4. Atur Jarak Tanam yang Ideal
Jarak tanam yang tepat sangat berpengaruh pada pertumbuhan pare. Idealnya, beri jarak sekitar 50–70 cm antar tanaman agar tidak saling berebut nutrisi dan cahaya.
Dengan jarak yang cukup, sirkulasi udara juga menjadi lebih baik sehingga tanaman terhindar dari kelembapan berlebih yang bisa memicu penyakit.
5. Lakukan Penyiraman Secara Rutin
Pare membutuhkan air yang cukup, terutama pada fase awal pertumbuhan. Lakukan penyiraman secara rutin, namun jangan berlebihan agar akar tidak membusuk. Waktu terbaik untuk menyiram adalah pagi atau sore hari. Penyiraman yang konsisten akan membantu tanaman tumbuh subur dan mendukung pembentukan buah.
6. Berikan Pupuk Tambahan Secara Berkala
Untuk mendapatkan hasil maksimal, tanaman pare perlu diberi pupuk tambahan. Gunakan pupuk organik atau pupuk NPK sesuai kebutuhan tanaman.
Pemupukan bisa dilakukan setiap 2–3 minggu sekali. Nutrisi yang cukup akan membantu tanaman menghasilkan bunga lebih banyak, yang nantinya berkembang menjadi buah.
7. Lakukan Perawatan dan Pemangkasan
Perawatan rutin seperti membersihkan gulma dan memangkas daun yang tidak produktif sangat penting. Pemangkasan membantu tanaman fokus pada pertumbuhan buah, bukan hanya daun.
Selain itu, periksa tanaman secara berkala untuk menghindari serangan hama dan penyakit. Dengan perawatan yang baik, tanaman pare bisa berbuah lebih banyak dan berkualitas.
Pertanyaan Seputar Cara Menanam Pare Sistem Rambat
Apa itu sistem rambat pada tanaman pare?
Sistem rambat adalah metode menanam dengan penyangga agar tanaman tumbuh ke atas.
Kenapa pare perlu sistem rambat?
Agar tanaman lebih sehat, tidak menjalar di tanah, dan buah lebih banyak.
Bahan apa yang bisa digunakan untuk rambatan?
Bisa menggunakan bambu, ajir, tali, atau para-para dari kayu.
Berapa lama pare mulai berbuah?
Umumnya sekitar 1,5–2 bulan setelah tanam jika dirawat dengan baik.

5 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4502940/original/053453000_1689353846-20230714BL_BRI_Liga_1_2023-2024_Persib_Bandung_Vs_Dewa_United_28.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5764186/original/049684800_1778667161-WhatsApp_Image_2026-05-13_at_17.08.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5761301/original/087713900_1778664218-000_63RG4PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5763970/original/095192500_1778667019-HL_sawah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5760395/original/009715600_1778663322-Desain_Rumah_Tipe_21_dengan_3_Kamar_Tidur_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461750/original/074970100_1767439018-Mariano_Peralta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5690736/original/009304600_1778566358-photo_6055137206092894431_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5758449/original/009043900_1778661216-5671e6da-4f96-4b97-9fff-b7ebadc6b6f9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465364/original/041023700_1767766488-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5752634/original/021825000_1778653782-1000867062.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5756866/original/057145400_1778659087-Gelang_Hollow_Vintage_Ukir_____Bernuansa_Tradisional_Jawa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5756594/original/062446900_1778658854-ChatGPT_Image_May_13__2026__02_48_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5755476/original/052991900_1778657391-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5271231/original/012474200_1751468552-library_upload_21_2025_02_996x664_jan-olde-riekerink_1967afb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5755922/original/043552700_1778657957-ad583541-78d8-4f7c-bdf9-56e877b6969f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5756619/original/041042200_1778658918-Inspirasi_Dapur_dan_Meja_Makan_dengan_Kabinet_Kayu_Minimalis_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5671996/original/044885600_1778465258-Gemini_Generated_Image_1f0p811f0p811f0p.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392250/original/080775500_1761411007-InShot_20251025_234741533.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482632/original/065966700_1769234277-buah_bisbul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)