Liputan6.com, Jakarta Memiliki rumah sendiri kini terasa makin menantang bagi generasi muda. Harga tanah di perkotaan terus menanjak, sementara kebutuhan ruang untuk pasangan baru maupun pekerja WFH justru meningkat.
Di tengah kondisi itu, rumah type 36 kembali menjadi primadona karena ringkas di lahan sempit, ramah di kantong pemula, tetapi tetap bisa tampil menawan. Bahkan harga properti yang terus melambung membuat tipe ini semakin realistis sebagai hunian pertama.
Karena itu, mengumpulkan contoh desain rumah type 36 yang bukan sekadar murah, melainkan juga nyaman dan enak dipandang, adalah langkah cerdas sebelum menuang semen pertama. Berikut tujuh model yang dibedah tuntas, mulai dari spesifikasi teknis, material, estimasi biaya, hingga kecocokan dengan iklim dan lokasi Anda, lengkap dengan kelebihan sekaligus kelemahannya secara jujur.
Sekilas Ukuran, Denah, dan Struktur Rumah Type 36
Sesuai namanya, rumah type 36 memiliki luas bangunan 36 meter persegi, umumnya berbentuk 6x6 meter atau 9x4 meter, dan berdiri di atas lahan 60 hingga 120 meter persegi (type 36/60, 36/72, hingga 36/120). Konfigurasi standarnya mencakup dua kamar tidur dan satu kamar mandi, ditambah ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga, serta dapur. Untuk hunian satu lantai, pondasi batu kali menerus dengan balok sloof (balok pengikat di atas pondasi) sudah memadai; versi dua lantai membutuhkan pondasi cakar ayam agar beban tersalur aman. Tinggi plafon ideal 2,8 hingga 3,2 meter supaya udara panas punya ruang naik dan rumah terasa lega.
Filosofi yang memayungi hampir semua desain mungil ini sederhana. Sebagaimana prinsip arsitektur modernis kenamaan, Ludwig Mies van der Rohe, yang populer dengan jargonnya: “Less is more”—bahwa dalam keterbatasan dan kesederhanaan, justru tersimpan fungsi dan estetika yang lebih maksimal.
1. Contoh Desain Rumah Type 36 Minimalis Modern Satu Lantai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328620/original/009228000_1787202912-d80fe1ad-6c63-4f2e-a1ae-0006cc178bb6.jpeg)
Perbesar
Inilah wajah paling umum rumah type 36: fasad bersih bergaris tegas, atap miring satu arah atau pelana, dan jendela lebar tanpa banyak ornamen. Filosofinya fungsional, di mana setiap elemen punya tugas yang jelas dan tak ada ruang yang mubazir.
Denah 6x6 meter memuat dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta ruang tamu, keluarga, makan, dan dapur yang menyatu tanpa sekat (open space). Andalkan pondasi batu kali menerus, atap pelana genteng metal berkemiringan 30-35 derajat atau spandek miring satu arah 10-15 derajat, dan plafon 2,8-3 meter. Dinding bisa memakai bata merah, batako, atau bata ringan (hebel); untuk lantai, keramik 60x60 cm sudah cukup gagah. Di desa, bata merah dan genteng tanah liat lokal jauh lebih ekonomis daripada material pabrikan premium.
Keunggulannya: bentuk kotak minim potongan material sehingga hemat, mudah dikerjakan tukang lokal, dan sangat fleksibel untuk direnovasi. Secara umum, alokasi anggaran kira-kira pondasi 12 persen, struktur (kolom, balok, dinding) 33 persen, atap 15 persen, finishing (lantai, plafon, cat) 28 persen, dan instalasi listrik-air 12 persen. Dengan tarif riil berkisar Rp3,5 juta-Rp4,5 juta per meter persegi untuk standar perkotaan, total pembangunan berkisar Rp126 juta-Rp162 juta (bisa ditekan hingga Rp90 jutaan di wilayah pedesaan dengan material lokal dan tukang harian). Kelemahannya, fasad polos mudah terasa monoton, dan konsep tanpa sekat menuntut disiplin agar tak cepat berantakan. Tingkat kesulitan: mudah.
Model ini pas untuk keluarga muda di dataran rendah maupun perkotaan. Tips: perbanyak jendela di sisi utara-selatan; hindari denah berlekuk banyak karena menambah biaya potong material. Butuh referensi visual? Simak kumpulan gambar rumah minimalis type 36 dan trik agar rumah type 36 terlihat luas.
2. Contoh Desain Rumah Type 36 Tropis Kontemporer yang Sejuk Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328621/original/013432800_1787202912-7b2e5ee5-c798-4752-86c8-73ccdc2853dd.jpeg)
Perbesar
Model ini menjawab tantangan terbesar rumah kecil di Indonesia: panas dan pengap. Filosofinya berdamai dengan iklim, bukan melawannya, lewat ventilasi silang, plafon tinggi, dan teritisan lebar. Tadao Ando, arsitek Jepang peraih Pritzker, dikutip dari World Coppersmith menyatakan,
"Arsitektur semestinya tetap diam dan membiarkan alam hadir dalam wujud sinar matahari dan angin."Secara teknis, denah dibuat memanjang (misalnya 4x9 meter) agar setiap ruang punya bukaan di dua sisi dinding luar. Atap pelana atau limasan berkemiringan 30-40 derajat mempercepat pembuangan air hujan sekaligus menyisakan rongga atap untuk melepas panas. Mengacu pada riset Coohom, desain atap bahkan lebih menentukan daripada insulasi dinding dalam menjaga rumah tropis tetap sejuk. Dilansir dari Autodesk, plafon tinggi yang dipadukan lubang angin atap atau jendela clerestory (jendela tinggi di bawah atap) membuat udara panas naik dan keluar, lalu digantikan udara sejuk dari bukaan bawah, prinsip yang dikenal sebagai efek cerobong.
Materialnya membumi: penggunaan bata ringan (hebel) sangat disarankan karena bobotnya yang ringan dan kemampuannya melepas panas dengan cepat. Padukan dengan atap genteng tanah liat tradisional yang memiliki insulasi alami sangat baik dibanding genteng metal. Sebagai penyejuk, tambahkan taman belakang mungil yang menyatu dengan ruang keluarga lewat pintu kaca geser. Idealnya, setiap ruang memiliki bukaan pada minimal dua sisi dinding luar dengan teritisan atap selebar minimal 60 hingga 80 sentimeter sebagai pelindung tampias. Untuk sisi barat yang paling terik, minimalkan jendela besar dan gunakan bukaan berukuran kecil yang diletakkan tinggi sebagai lubang angin (clerestory).
Keunggulannya jelas: hemat listrik karena minim AC, sirkulasi sehat, dan paling cocok dengan iklim Indonesia. Kelemahannya, orientasi bangunan harus tepat (salah hadap, rumah malah panas), dan bukaan besar tanpa teritisan berisiko tampias serta dimasuki serangga. Kunci ventilasi silang adalah dua bukaan yang saling berhadapan dengan jalur udara pendek tanpa penghalang. Estimasi biayanya Rp3 juta-Rp4 juta per meter persegi (total Rp108 juta-Rp144 juta), tingkat kesulitan sedang. Tips: letakkan bukaan utama di sisi utara-selatan; kesalahan yang sering terjadi adalah memasang jendela lebar menghadap barat sehingga ruangan menyerap panas sore.
3. Desain Rumah Type 36 Japandi yang Tenang dan Fungsional
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328622/original/017009900_1787202912-d94358d3-58c8-45ba-8b24-395d8806da1d.jpeg)
Perbesar
Japandi memadukan kesederhanaan Jepang (wabi-sabi) dengan kehangatan Skandinavia (hygge). Ciri khasnya palet warna netral, furnitur kayu rendah, dan ruang yang sengaja dibiarkan "bernafas" agar tidak sesak. Gaya ini populer untuk rumah cluster type 36 milik pasangan muda.
Secara teknis, andalannya open space dan furnitur tanam (built-in) yang menempel dinding demi menghemat area lantai. Plafon dibuat setinggi 2,8–3 meter. Jika ingin fasad atap datar khas modern, gunakan konstruksi atap miring yang tersembunyi di balik dinding parapet guna meminimalkan risiko kebocoran dibanding dak beton miring terbuka. Di dalam ruangan, gunakan tirai tipis (sheer) untuk memaksimalkan cahaya alami. Untuk lantai, penggunaan lantai SPC (Stone Plastic Composite) motif kayu jauh lebih bijak daripada kayu solid atau parket biasa, karena 100% tahan air dan aman dari serangan rayap di area tanah yang lembap. Dinding didominasi warna putih hangat dan krem, dipadu aksen kayu bertekstur terang.
Keunggulannya: ruang terasa lapang, suasana menenangkan, dan tampilannya awet lintas tren (timeless). Kelemahannya, furnitur custom built-in menaikkan porsi biaya finishing, dan estetika ini menuntut kerapian tinggi karena barang berserakan langsung merusak nuansa. Estimasi Rp3,5 juta-Rp4,5 juta per meter persegi (total Rp126 juta-Rp162 juta), tingkat kesulitan sedang. Cocok untuk pekerja WFH dan pasangan muda urban. Tips: pilih satu material kayu dominan agar selaras; kesalahan umum adalah mencampur terlalu banyak warna dan tekstur sehingga konsep tenang jadi buyar.
4. Rumah Type 36 Scandinavian yang Terang dan Lapang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328623/original/020528400_1787202912-2813bb1b-1cd1-436b-9d7a-97e0474fac66.jpeg)
Perbesar
Gaya Scandinavian untuk type 36 mengandalkan dominasi putih, krem, dan abu-abu muda yang memantulkan cahaya sehingga ruang mungil terasa lebih luas. Aksen pastel seperti biru muda atau hijau mint memberi kesegaran, sementara lantai dan elemen kayu menghadirkan kehangatan.
Denah tetap kompak dengan jendela besar dan plafon relatif tinggi agar cahaya alami menyebar. Gunakan konstruksi atap pelana yang tetap dilengkapi teritisan pelindung tampias. Dinding interior dicat menggunakan cat interior berformula khusus (washable) dengan hasil akhir semi-gloss atau satin agar noda tidak mudah meresap. Untuk lantai, parket atau vinyl kayu terang berpadu serasi dengan aksen besi hitam pada rak dan lampu. Karakternya mirip minimalis modern, tetapi lebih dekoratif dan lembut.
Keunggulannya: terang, terasa bersih, dan sangat fotogenik. Kelemahannya, dominasi warna terang cepat terlihat kotor sehingga butuh perawatan ekstra jika memiliki anak kecil yang aktif. Estimasi biaya berkisar Rp3 juta-Rp4 juta per meter persegi (total Rp108 juta-Rp144 juta), dengan tingkat kesulitan mudah-sedang. Tips: hindari cat dinding bertekstur doff/matt di area ruang keluarga; kesalahan umum adalah membiarkan warna gelap mendominasi sehingga rumah kecil malah terasa sempit.
5. Contoh Desain Rumah Type 36 Tradisional Kontemporer Beratap Limasan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328624/original/024470100_1787202912-eba9db4d-d95c-4e4e-8ade-4726edf51cad.jpeg)
Perbesar
Model ini memadukan keanggunan atap limasan khas Nusantara dengan fasad minimalis kekinian. Hasilnya, rumah terasa akrab dengan lingkungan sekitar namun tetap tampil modern, sekaligus menautkan hunian dengan alam sekitarnya.
Atap limasan berkemiringan 30–40 derajat dengan genteng tanah liat efektif membuang air hujan tropis, sementara rongga atapnya berfungsi melepas panas—sebuah teknik atap berventilasi yang telah lama dipakai arsitektur tradisional Indonesia. Dinding bata merah ekspos atau plester, lantai teraso, serta aksen kayu memperkuat karakternya. Di pedesaan, material lokal ini melimpah dan murah, menjadikannya pilihan ideal untuk membangun hunian bernuansa rumah sederhana di kampung namun berkelas.
Keunggulannya: sangat adaptif terhadap cuaca ekstrem, akrab secara budaya, dan interior terasa sejuk. Kelemahannya, atap limasan membutuhkan lebih banyak potongan material serta menuntut keahlian tukang yang presisi, sehingga porsi biaya atap naik menjadi sekitar 18–20 persen. Penggunaan rangka baja ringan yang dihitung pabrikan sangat disarankan untuk mereduksi eror tukang. Estimasi Rp3 juta–Rp4 juta per meter persegi (total Rp108 juta–Rp144 juta), tingkat kesulitan sedang-sulit. Cocok untuk pedesaan, suburban, dan dataran tinggi. Tips: manfaatkan rongga atap sebagai jalur sirkulasi udara; kesalahan umum adalah membuat kemiringan atap terlalu landai sehingga memicu air balik (backflow) dan bocor saat hujan deras.
6. Rumah Type 36 Industrial dengan Dinding Ekspos Hemat Finishing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328625/original/028375100_1787202912-a16812d9-85ba-4348-9f36-9d912e860ab1.jpeg)
Perbesar
Bagi yang menyukai tampilan apa adanya, gaya industrial menonjolkan kejujuran material: dinding bata atau batako ekspos, lantai semen poles, dan aksen besi hitam. Konsep ini menekan biaya finishing karena banyak permukaan sengaja dibiarkan tanpa plester dan cat.
Denah 36 meter persegi dirancang dengan plafon tinggi yang dipadukan atap dak beton atau spandek berinsulasi. Batako menjadi bintang utama pada dinding: dimensinya yang besar mempercepat durasi pemasangan secara signifikan dibanding bata tradisional. Karena mengusung tema industrial, dinding batako ini sengaja dibiarkan polos tanpa plesteran dan acian (unplastered), sehingga mengeliminasi total biaya pengerjaan semen finis pada area tersebut. Rongga di bagian tengah batako juga membantu mengurangi bobot dinding secara keseluruhan jika dibandingkan dengan bata merah padat. Untuk memantapkan pilihan, penting bagi pembaca membandingkan kelebihan dan kekurangan batako serta pertimbangan fungsionalnya sebelum mulai membangun.
Keunggulannya: hemat biaya finishing, tampilan kekinian, dan pengerjaan cepat. Kelemahannya, batako kurang baik meredam panas dan cenderung rentan retak bila rongganya tidak terisi adukan, sehingga ventilasi dan teritisan wajib diperhatikan. Estimasi Rp2,5 juta-Rp3,5 juta per meter persegi (total Rp90 juta-Rp126 juta), tingkat kesulitan mudah. Cocok untuk penghuni urban berbujet ketat dan pekerja kreatif. Tips: lembutkan kesan keras beton dengan tanaman dan elemen kayu; kesalahan umum adalah lupa melapisi dinding ekspos dengan coating anti-air sehingga muncul rembesan dan jamur.
7. Desain Rumah Type 36 Dua Lantai untuk Lahan Sempit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328626/original/033500700_1787202912-5d136222-6cd2-4c26-ad59-ba5b9f8d6c1b.jpeg)
Perbesar
Ketika lahan terbatas tetapi kebutuhan ruang bertambah, mengembangkan type 36 ke atas adalah jawabannya. Lantai satu ditujukan untuk area publik (ruang tamu, dapur), sedangkan lantai dua dimaksimalkan untuk kamar tidur privat. Model rumah type 36 dua lantai juga membuat fasad tampak lebih elegan. Bahkan, hunian ini bisa ditambah area rooftop—dengan catatan, beban dak beton teratas tersebut wajib sudah masuk dalam perhitungan struktur fondasi awal sejak semen pertama dituangkan.
Karena bertingkat, strukturnya harus lebih kuat: pondasi cakar ayam, kolom dan balok berdimensi lebih besar, serta dinding hebel yang ringan untuk mengurangi beban. Sebagaimana disampaikan Kementerian PUPR, kriteria rumah tahan gempa dimulai dari pemilihan bahan dan struktur yang tepat, ditambah denah sederhana dan simetris untuk mengurangi puntiran saat gempa, hal yang penting mengingat Indonesia berada di jalur Cincin Api. Pelajari lebih jauh cara membangun rumah tahan gempa sebelum naik ke lantai dua.
Merancang rumah bertingkat juga soal menyiapkan masa depan. Norman Foster, arsitek Inggris peraih Pritzker, dikutip dari Rethinking The Future mengingatkan,
"Anda merancang untuk masa kini dengan kesadaran akan masa lalu, demi masa depan yang tak diketahui."Keunggulannya: menggandakan luas fungsional tanpa membeli tanah baru. Kelemahannya, biaya struktur naik dan wajib melibatkan perhitungan teknik serta perizinan; tangga juga memakan ruang berharga. Estimasi Rp3 juta-Rp5 juta per meter persegi (total Rp108 juta-Rp180 juta), tingkat kesulitan sulit. Tips: pakai bata ringan agar beban lebih ringan; kesalahan fatal adalah mengabaikan perhitungan pondasi dan struktur demi menghemat.
Tabel Perbandingan 7 Contoh Desain Rumah Type 36
Agar lebih mudah memilih, berikut ringkasan ketujuh contoh desain rumah type 36 di atas dalam satu tabel yang bisa langsung dipindai.
| Minimalis Modern | Rp126–162 juta (bisa Rp90 jt di desa) | 60 m2 | Mudah | Perkotaan & dataran rendah | 4/5 |
| Tropis Kontemporer | Rp108-144 juta | 72 m2 | Sedang | Dataran rendah panas & pesisir | 4,5/5 |
| Japandi | Rp126-162 juta | 60 m2 | Sedang | Perkotaan & area sejuk | 5/5 |
| Scandinavian | Rp108-144 juta | 60 m2 | Mudah-Sedang | Perkotaan | 4,5/5 |
| Tradisional Limasan | Rp108-144 juta | 72 m2 | Sedang-Sulit | Pedesaan & dataran tinggi | 4/5 |
| Industrial Ekspos | Rp90-126 juta | 60 m2 | Mudah | Perkotaan | 4/5 |
| Dua Lantai | Rp108-180 juta | 60 m2 | Sulit | Lahan sempit perkotaan | 4,5/5 |
Estimasi biaya di atas merupakan tarif borongan material + jasa serah terima kunci standar tahun 2026 dan dapat bervariasi tergantung pada lokasi geografis serta fluktuasi harga material lokal Anda.
Tips Hemat dan Pilihan Tukang untuk Rumah Type 36
Beberapa cara menekan biaya tanpa mengorbankan kualitas: pilih bentuk bangunan kotak sederhana (bisa memangkas biaya konstruksi hingga sekitar 20 persen), gunakan material lokal seperti bata merah dan genteng tanah, serta bangun bertahap sesuai anggaran. Untuk tenaga kerja, sistem harian dengan tukang lokal memang menuntut pengawasan ketat dan waktu yang fleksibel, tetapi merupakan opsi paling realistis jika Anda memiliki budget Rp100 juta yang ketat.
Sebaliknya, sistem borongan atau kontraktor menawarkan kepraktisan karena biaya dan jadwal terkunci sejak awal—pilihan tepat bagi Anda yang sibuk, dengan catatan kesiapan dana di atas Rp130 jutaan. Terakhir, jika lokasi tapak berada di area sulit seperti gang sempit, siapkan dana ekstra untuk biaya langsir material (pemindahan bahan secara manual) karena armada truk besar tidak bisa masuk langsung ke lokasi.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Rumah Type 36
Berapa biaya membangun rumah type 36?
Secara umum, biaya membangun rumah type 36 berkisar Rp2,5 juta hingga Rp5 juta per meter persegi, tergantung lokasi, material, dan kualitas pengerjaan. Total pembangunannya biasanya jatuh di rentang Rp90 juta hingga Rp180 juta; di desa dengan material lokal, angkanya bisa lebih hemat, sekitar Rp79 juta hingga Rp90 juta. Anda dapat menyandingkan estimasi biaya per spesifikasi sebelum memutuskan.
Apakah membangun rumah type 36 wajib memiliki IMB atau PBG?
Ya, wajib. Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021, izin IMB kini telah digantikan oleh Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Dokumen PBG ini wajib diajukan dan diterbitkan sebelum proses pembangunan fisik dimulai sebagai bukti bahwa rencana teknis bangunan memenuhi standar keandalan dan keselamatan. Mengurus PBG sangat penting untuk kepastian hukum, menghindari pembongkaran paksa oleh Pemda, serta mempermudah pengajuan KPR. Kabar baiknya, bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang membangun rumah pertama, tarif retribusi pengurusan ini umumnya dibebaskan atau mendapat insentif khusus dari pemerintah daerah.
Berapa lama waktu membangun rumah type 36?
Rata-rata pembangunan rumah type 36 satu lantai memakan waktu sekitar 3 hingga 5 bulan, bergantung pada cuaca, ketersediaan material, dan jumlah tenaga kerja. Penggunaan bata ringan bisa mempercepat pemasangan dinding, sedangkan lokasi dengan akses sempit umumnya menambah durasi karena material harus dipindahkan secara manual ke titik pembangunan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

4 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321737/original/060703300_1786501343-Kereta_Api_Pandanwangi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4032683/original/036421800_1653408621-Kereta.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327632/original/043656100_1787117162-KA_Bandara_Yogyakarta_International_Airport.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328770/original/070072700_1787208118-Gemini_Generated_Image_icjzmdicjzmdicjz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328768/original/067132800_1787208112-duy-le-duc-NWuNNFAm4d4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493518/original/013815500_1770256727-Berikan__Makanan__Khusus__Pupuk_dengan_Kandungan_Fosfor_Tinggi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5761470/original/092296000_1778664412-unnamed__83_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6711126/original/031058700_1779528831-9507.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492356/original/075353900_1770171234-e52b65bd-db70-4db7-baea-b3aecb3a2445.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328689/original/069742800_1787204779-IMG_0131.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328606/original/019700100_1787202212-Model_kandang_bebek_dengan_area_air_mini_yang_bikin_sehat_dan_produktif_bertelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562353/original/006976600_1776827144-ADHD__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328611/original/003320300_1787202347-e925b354-a0bb-4c9b-b891-68479127f298.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508484/original/021945000_1771577322-unnamed-28.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258675/original/060045500_1781400606-1000119135.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5264246/original/050329700_1750841650-19604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9328563/original/090688200_1787200689-e229b5b7-fe51-465a-b711-71818dc1b793.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7549059/original/025840900_1780324910-HJvBX9BbsAAoHOB.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500557/original/090632700_1770870044-cangkang_telur_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3338304/original/022516500_1609484188-galangal-3270069_1280.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563444/original/076459000_1776870755-rakha.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559170/original/057781900_1776523941-3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563296/original/009087500_1776854384-IMG_4680.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559676/original/002125200_1776606413-IMG_1661.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559104/original/078871100_1776515746-IMG_20260418_190438.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563330/original/004951700_1776856478-IMG_4678.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563391/original/057146300_1776861683-Cahya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565651/original/096059400_1777044069-1000403344.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5270828/original/086549500_1751442535-library_upload_21_2025_01_996x664_toca-1_3b9cc58.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5567666/original/075634000_1777303637-20260427AA_Persija_Jakarta_vs_Persis_Solo-13_2.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5565946/original/060695200_1777098813-lemos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4108879/original/062361700_1659357505-Logo_Persis_Solo_Baru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307862/original/009171400_1754487646-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15-2.jpeg)