7 Kesalahan Saat Membersihkan Jilbab yang Justru Bikin Cepat Rusak, Hindari Sekarang

6 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Jilbab yang digunakan setiap hari tentu memerlukan perawatan yang tepat agar tetap bersih, rapi, dan awet dipakai dalam jangka panjang. Namun, masih banyak orang yang tanpa sadar melakukan kesalahan saat mencuci atau membersihkan jilbab, mulai dari cara menggosok kain hingga penggunaan bahan pembersih yang kurang sesuai. Kebiasaan kecil seperti ini bisa membuat jilbab cepat kusam, berbulu, bahkan rusak sebelum waktunya.

Sebagai ibu rumah tangga yang selalu mencuci jilbab sendiri di rumah, Dian Rianti (38) mengaku pernah mengalami berbagai masalah pada jilbab akibat penanganan yang kurang tepat. Dalam wawancara yang dilakukan Selasa, 2 Juni 2026, ibu 2 anak asal  Pakualaman, Kota Yogyakarta ini membagikan beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari agar jilbab tetap nyaman dipakai dan tidak cepat rusak. Apa saja? Yuk simak!

1. Hindari Pencucian yang Merusak Serat Jilbab

Salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah mencuci jilbab menggunakan mesin cuci. Putaran mesin yang kencang dapat merusak serat kain, memudarkan warna, bahkan menyebabkan payet atau detail lainnya copot. Terutama untuk jilbab berbahan halus seperti voal, mesin cuci bisa membuat seratnya kasar dan mudah rusak. Sebaiknya, cuci jilbab secara manual menggunakan tangan untuk menjaga kelembutan dan kualitas bahannya.

“Kalau jilbab bahan tipis, seperti paris gitu dimasukin mesin cuci terus tiap hari biasanya cepat berbulu. Jadi saya sekarang lebih sering cuci pakai tangan biar awet,” kata Dian. 

Jika terpaksa harus menggunakan mesin cuci, pastikan jilbab dimasukkan ke dalam kantong laundry atau sarung bantal, lalu pilih mode pencucian lembut atau putaran rendah. Beberapa mesin cuci modern bahkan dilengkapi fitur 'hijab mode' yang dirancang khusus untuk merawat kain halus. Selain itu, suhu air juga memegang peranan penting; air terlalu panas dapat membuat serat mengecil dan warna pudar, sementara air terlalu dingin kurang efektif membersihkan bakteri. Gunakanlah air bersuhu sedang atau air dingin untuk mencuci jilbab, karena air dingin membantu menjaga serat kain agar tidak melar atau menyusut.

Penggunaan deterjen juga perlu diperhatikan. Deterjen yang berlebihan tidak akan membuat jilbab lebih bersih, justru akan menyulitkan pembilasan dan meninggalkan residu yang membuat tekstur kain kaku. Deterjen yang terlalu keras juga berpotensi merusak serat dan mempercepat korosi pada jilbab. Dianjurkan untuk menggunakan deterjen cair yang lembut dan secukupnya saja, terutama untuk jilbab berbahan katun paris, deterjen cair atau sampo sangat disarankan.

2. Perhatikan Penanganan Noda dan Proses Pengeringan

Kesalahan lain yang umum terjadi adalah menggunakan pemutih pakaian untuk menghilangkan noda. Pemutih dapat merusak warna dan serat jilbab, terutama untuk bahan yang ringan, bahkan bisa meninggalkan noda luntur berwarna putih dan merusak motif. Untuk noda membandel, hindari pemutih dan coba gunakan cuka, irisan lemon, atau baking soda sebagai alternatif yang lebih aman.

“Kalau pakai pemutih saya takut jilbab malah belang. Pernah coba sekali, warnanya jadi beda sendiri, saya lebih suka eksperimen pakai bahan-bahan alami. Liat hacks di TikTok atau reels Instagram gitu,” ujar Dian. 

Saat mencuci, hindari memeras atau mengucek jilbab terlalu keras. Tindakan ini bisa membuat benang jilbab renggang atau berantakan, terutama untuk material yang tipis, serta merusak serat kain. Kucek jilbab secara perlahan dan lembut. Setelah dicuci, peras jilbab dengan lembut untuk menghilangkan kelebihan air, atau gulung dengan handuk untuk menyerap air tanpa merusak serat.

Proses pengeringan juga krusial. Menjemur jilbab langsung di bawah terik matahari dapat membuat warnanya cepat pudar dan bahan menjadi rapuh. Sebaiknya, jemur jilbab di tempat yang teduh dan diangin-anginkan. Khusus untuk jilbab sifon, penjemuran di tempat teduh akan mencegahnya mudah sobek dan menjaga kualitas bahannya.

3. Teknik Menyetrika dan Penyimpanan yang Tepat

Suhu setrika yang terlalu tinggi adalah penyebab umum kerusakan jilbab. Panas berlebih dapat merusak serat kain, membuat jilbab cepat kisut, menyusut, berbulu, bahkan bolong. Bahan tipis seperti katun paris sangat rentan gosong akibat suhu tinggi. Selalu gunakan suhu rendah saat menyetrika jilbab. Untuk jilbab berbahan sutra, setrika saat masih lembab dengan suhu rendah. Sedangkan untuk jilbab sifon, lapisi dengan kain tipis di atasnya sebelum menyetrika.

Jilbab voal cenderung tidak mudah kusut, sehingga cukup disetrika dengan suhu sedang di bagian tengah saja. Selain itu, cara menyimpan jilbab juga memengaruhi keawetannya. Lipat kerudung berbahan tebal dan gantung yang berbahan ringan untuk mencegah kerutan. Teknik melipat yang benar juga menentukan kerapian saat dipakai kembali. Mengelompokkan kerudung berdasarkan kegunaan, bukan hanya warna, juga dapat mempermudah Anda dalam memilih dan merawatnya.

4. Mengatasi Noda Minyak pada Jilbab dengan Efektif

Noda minyak seringkali menjadi masalah yang menyebalkan pada jilbab, terutama pada bahan berwarna terang atau yang mudah menyerap minyak. Jika salah penanganan, minyak justru bisa menyebar dan meninggalkan bercak membandel. Dian Rianti menyarankan, langkah pertama saat jilbab terkena noda minyak adalah menyerapnya terlebih dahulu menggunakan tisu atau kain kering. Cara ini membantu mengurangi minyak yang menempel di permukaan kain agar noda tidak semakin melebar dan sulit dibersihkan.

Hindari langsung menyiram noda dengan air, karena minyak justru bisa semakin masuk ke serat jilbab. Tisu cukup ditekan perlahan pada area yang terkena noda tanpa perlu digosok terlalu keras. Dengan penanganan yang cepat, noda minyak biasanya akan lebih mudah dibersihkan saat proses pencucian berikutnya dan tidak meninggalkan bekas membandel.

Sabun cuci piring menjadi salah satu bahan yang cukup efektif untuk membantu menghilangkan noda minyak di jilbab. Kandungan pembersih lemak di dalamnya mampu mengangkat minyak yang menempel pada serat kain, terutama jika noda masih baru. Proses membersihkan noda sebaiknya dilakukan secara perlahan menggunakan sabun yang lembut dan teknik mencuci yang tepat untuk menjaga warna serta tekstur jilbab tetap rapi dan nyaman digunakan sehari-hari.

5. Usahakan Jangan Mencampur Jilbab dengan Pakaian Lain

Mencuci jilbab bersamaan dengan pakaian lain, terutama bahan jeans atau pakaian yang memiliki resleting dan kancing kasar, juga bisa membuat jilbab cepat rusak. Gesekan selama proses pencucian dapat menyebabkan kain jilbab tertarik, berbulu, bahkan terkena luntur warna dari pakaian lain. Risiko ini semakin besar pada jilbab berbahan tipis dan berwarna terang.

Selain menjaga warna tetap awet, mencuci jilbab secara terpisah juga membantu mempertahankan bentuk dan tekstur kain agar tetap rapi meski sering digunakan sehari-hari.

6. Membiarkan Noda Terlalu Lama Menempel

Kesalahan lain yang cukup sering dilakukan adalah membiarkan noda terlalu lama sebelum dibersihkan. Noda yang didiamkan berjam-jam atau bahkan berhari-hari biasanya akan semakin sulit hilang karena sudah menyerap ke dalam serat kain. Akibatnya, jilbab memerlukan proses pencucian yang lebih keras dan berisiko merusak bahan.

Dian sendiri selalu berusaha membersihkan noda sesegera mungkin setelah jilbab dipakai. “Kalau ditunda biasanya malah makin susah hilangnya. Jadi sekarang kalau ada noda saya langsung bersihin sebelum dicuci,” ujarnya.

Penanganan yang cepat tidak hanya membuat noda lebih mudah dibersihkan, tetapi juga membantu menjaga warna jilbab tetap bersih dan tidak meninggalkan bekas kusam pada kain.

7. Terlalu Sering Menggunakan Pewangi dan Pelebut Berlebihan

Banyak orang mengira penggunaan pewangi dan pelembut dalam jumlah banyak dapat membuat jilbab lebih nyaman dipakai. Padahal, penggunaan berlebihan justru bisa meninggalkan residu pada kain yang membuat jilbab terasa berat, kaku, dan lebih cepat kusam. Pada beberapa bahan tertentu, cairan pelembut juga dapat mengurangi daya serap kain dan membuat teksturnya berubah.

Agar jilbab tetap awet, penggunaan pewangi dan pelembut sebaiknya dilakukan secukupnya saja. Pilih produk dengan formula lembut dan hindari menuangkannya terlalu banyak saat mencuci. Dengan perawatan yang tepat, jilbab akan tetap harum, lembut, dan nyaman dipakai tanpa merusak kualitas kain dalam jangka panjang.

Pertanyaan dan Jawaban Kesalahan Saat Membersihkan Jilbab yang Justru Bikin Cepat Rusak

1. Apakah noda minyak di jilbab bisa hilang total?

Bisa, terutama jika noda segera dibersihkan dengan cara yang tepat, seperti menyerap minyak terlebih dahulu dan menggunakan sabun cuci piring.

2. Bolehkah memakai sabun cuci piring untuk jilbab?

Boleh, asalkan digunakan secukupnya dan tidak terlalu keras menggosok kain, karena sabun cuci piring efektif mengangkat lemak.

3. Kenapa noda minyak tidak boleh langsung disiram air?

Karena minyak bisa semakin menyebar dan lebih sulit dibersihkan jika langsung disiram air.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|