Liputan6.com, Jakarta - Manfaat air cucian beras untuk tanaman ternyata sangat besar meski sering dianggap sebagai limbah dapur. Kandungan vitamin, mineral, dan pati di dalamnya mampu menyuburkan tanah, mendukung pertumbuhan tanaman, serta menjadi solusi hemat dan ramah lingkungan.
Dengan penyiraman rutin menggunakan air cucian beras, tanaman dapat tumbuh lebih sehat, daunnya lebih hijau, dan hasil bunga maupun buah lebih optimal. Cara ini cocok untuk tanaman hias, sayuran, hingga tanaman buah di rumah. Berikut tujuh manfaat yang bisa langsung kamu praktikkan agar tanaman semakin subur, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Sabtu (7/2/2026).
1. Menambah Sumber Nutrisi untuk Tanaman
Air cucian beras mengandung sejumlah nutrien larut seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta pati dan vitamin dari permukaan beras yang ikut terlarut saat mencuci. Nutrien NPK adalah unsur makro yang secara umum dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan vegetatif, sintesis protein, dan pembentukan akar serta daun. Walaupun konsentrasinya relatif rendah dibanding pupuk komersial, air cucian beras tetap bisa menjadi suplemen nutrisi alami bagi tanaman, apalagi pada tanah yang kekurangan unsur hara.
Lebih jauh, studi menunjukkan bahwa penggunaan air cucian beras yang difermentasi (fermented washed rice water) dalam kombinasi dengan pupuk mineral dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan kandungan nutrisi tanaman secara signifikan, karena memberikan tambahan N, P, dan K yang dapat diserap tanaman serta mendukung populasi bakteri tanah yang bermanfaat. Kombinasi ini bahkan menunjukkan hasil setara dengan penggunaan pupuk NPK penuh pada beberapa percobaan tanaman sayur.
2. Merangsang Populasi Mikroba Tanah yang Menguntungkan
Karbohidrat dan pati dalam air cucian beras merupakan sumber energi untuk mikroorganisme tanah. Mikroba baik seperti bakteri asam laktat dan mikoriza membantu memperbaiki struktur tanah serta memfasilitasi ketersediaan nutrisi bagi tanaman melalui proses dekomposisi bahan organik. Sebagai contoh, penelitian pertanian di Indonesia melaporkan bahwa air cucian beras dapat membantu pertumbuhan bakteri tanah yang dikaitkan dengan peningkatan kesehatan tanah.
Keberadaan mikroba ini bukan hanya membantu pelepasan nutrien dari bahan organik, tetapi juga dapat menekan mikroorganisme patogen yang merugikan. Dengan demikian, air cucian beras berpotensi mendukung ekosistem mikroba tanah yang lebih seimbang, yang pada gilirannya mendukung kesehatan tanaman dan potensi pertumbuhan jangka panjang.
3. Meningkatkan Pertumbuhan Vegetatif Tanaman
Beberapa penelitian pada tumbuhan budidaya menunjukkan bahwa aplikasi air cucian beras dapat memberi efek positif pada pembentukan daun dan ukuran vegetatif tanaman, terutama ketika diaplikasikan secara teratur sebagai bagian dari pengairan. Misalnya, hasil penelitian terhadap padi menunjukkan bahwa air cucian beras yang difermentasi meningkatkan ukuran daun dan lebar daun secara signifikan dibanding kontrol tanpa aplikasi.
Walaupun efeknya tidak selalu seragam untuk semua parameter seperti tinggi tanaman atau panjang akar, tambahan nutrien dan dukungan mikroba dari air cucian beras tetap memberi kontribusi pada pertumbuhan vegetatif tanaman—hal ini diamati pada berbagai jenis sayuran dan tanaman kebun dalam kajian literatur tentang potensi pemanfaatannya.
4. Alternatif Sumber Pupuk Organik yang Ramah Lingkungan
Air cucian beras bisa dianggap sebagai pupuk organik cair (POC) karena berasal dari limbah rumah tangga dan tidak mengandung bahan kimia sintetis. Penggunaan pupuk organik cair membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, yang jika berlebihan dapat menyebabkan degradasi tanah, pencemaran air tanah, dan penurunan kualitas ekosistem tanah. Konversi limbah air cucian beras menjadi sumber nutrisi tanaman dapat mengurangi limbah air dan sekaligus membantu sirkulasi nutrisi dalam kebun rumah.
Program pelatihan dalam penelitian komunitas menunjukkan bahwa edukasi tentang penggunaan air cucian beras sebagai pupuk organik terbukti meningkatkan pemahaman dan kemampuan berkebun berkelanjutan. Partisipan yang diajarkan penggunaan air cucian beras sebagai POC memiliki pengetahuan dan keterampilan lebih baik dalam merawat tanaman serta mengurangi penggunaan input kimia.
5. Potensi Meningkatkan Kesuburan Tanah Secara Bertahap
Dengan aplikasinya berulang kali, air cucian beras dapat membantu meningkatkan kesuburan kimia dan biologi tanah. Sebuah studi yang mengamati efek penggunaan berkala air cucian beras fermentasi menunjukkan bahwa populasi bakteri di tanah meningkat hingga puluhan persen seiring penggunaan yang berulang, yang berkorelasi dengan peningkatan pertumbuhan tanaman. Hal ini diduga karena akumulasi mikroba bermanfaat dan peningkatan ketersediaan nutrien secara bertahap.
Efek ini terutama terlihat pada tanah dengan karakter tekstur tertentu (seperti lempung berpasir dan lempung berat) yang bisa menahan lebih banyak nutrien dan mikroba, sehingga mendukung aktivitas biologis yang lebih tinggi di zona perakaran tanaman.
6. Mendukung Pertumbuhan Tanaman Sayur dan Hortikultura
Beberapa penelitian lapangan dan literatur kajian menunjukkan bahwa air cucian beras dapat menjadi tambahan yang berguna bagi pertumbuhan tanaman sayur dan hortikultura saat dikombinasikan dengan praktik agronomi yang baik. Dalam studi potensi pemanfaatannya pada berbagai tanaman budidaya, aplikasi air cucian beras membantu memperbaiki pertumbuhan dan kualitas tanaman seperti cabai, bayam, dan kangkung, terutama bila dipadukan dengan pupuk organik lain.
Namun, penting dicatat bahwa air cucian beras tidak selalu menggantikan pupuk lengkap, melainkan berperan sebagai suplemen yang mendukung ketersediaan nutrisi dan kondisi mikrobiologis tanah. Oleh karena itu, penggunaannya disarankan bersamaan dengan amandemen tanah atau pupuk organik lainnya untuk hasil terbaik.
7. Mudah Diakses dan Biaya Rendah
Salah satu alasan kenapa air cucian beras menarik bagi pekebun rumah adalah karena mudah diakses dan tidak memerlukan biaya tambahan. Air ini merupakan limbah cair dapur yang biasanya dibuang, namun justru memiliki potensi untuk digunakan kembali sebagai bahan nutrisi tanaman. Dengan sedikit penanganan seperti fermentasi sederhana, kualitasnya sebagai POC dapat ditingkatkan.
Pendekatan ini juga mendukung prinsip zero waste dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Daripada membuang air cucian beras ke saluran pembuangan, memanfaatkannya untuk menyiram tanaman dapat membantu mengurangi limbah air sekaligus memberikan manfaat ganda bagi kebun rumah.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apakah air cucian beras benar-benar bermanfaat untuk tanaman?
Ya, air cucian beras mengandung nutrien seperti nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, dan vitamin B1 yang dapat menambah kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.
2. Bagaimana cara menggunakan air cucian beras untuk tanaman?
Air cucian beras bisa digunakan langsung untuk menyiram tanaman, atau difermentasi terlebih dahulu untuk meningkatkan kandungan nutrien dan aktivitas mikroba tanah.
3. Apakah air cucian beras bisa menggantikan pupuk kimia?
Tidak sepenuhnya. Air cucian beras lebih tepat sebagai suplemen pupuk organik, mendukung kesehatan tanah dan mikroba, sementara pupuk kimia tetap diperlukan untuk kebutuhan nutrien lengkap tanaman.
4. Tanaman apa saja yang cocok disiram dengan air cucian beras?
Semua tanaman rumah tangga, sayuran, tanaman hias, dan tanaman buah dapat memperoleh manfaat. Efek paling terlihat biasanya pada daun yang lebih hijau dan pertumbuhan akar yang lebih baik.
5. Berapa sering harus menyiram tanaman dengan air cucian beras?
Idealnya 1–2 kali seminggu. Jika difermentasi, dapat digunakan lebih jarang karena kandungan nutriennya lebih terkonsentrasi dan mikroba aktif lebih tinggi.

14 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5494423/original/001334300_1770288389-82872.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5492200/original/084906000_1770129996-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Vietnam_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496169/original/088388500_1770481437-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-30.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496157/original/029778800_1770480346-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-41.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496125/original/099125100_1770475884-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-38.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496137/original/036524400_1770478521-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-49.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495646/original/003234800_1770385029-thom.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496128/original/067983500_1770476484-20260205AA_Indonesia_vs_Jepang-50.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496099/original/014951200_1770469090-20260205AA_Indonesia_vs_Jepang-47.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496017/original/051534800_1770456017-1000106238.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496100/original/098913200_1770469203-Sergio_Castel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496012/original/051410700_1770455045-1000359799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495981/original/034164500_1770452582-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.58.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495692/original/000809400_1770394497-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_10.19.49_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495994/original/032561500_1770454041-Gemini_Generated_Image_6nq7or6nq7or6nq7_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494262/original/002677900_1770282457-Bali_United_Vs_Persebaya_Surabaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496065/original/061653900_1770460451-Timnas_Futsal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494846/original/080036000_1770346503-1000283802.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494261/original/057021400_1770282455-Persijap_Jepara_Vs_Madura_United.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)