7 Pohon Buah yang Sering Tidak Berbuah, Ini Cara Merangsangnya

11 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Banyak pekebun, baik rumahan maupun profesional, sering menghadapi masalah pohon buah yang tumbuh subur tetapi tidak berbuah. Kondisi ini umum terjadi pada tanaman di tanah langsung maupun tabulampot (tanaman buah dalam pot) dan sering menimbulkan kekecewaan meski sudah dirawat rutin.

Penyebab pohon tidak berbuah bisa berasal dari berbagai faktor seperti usia tanaman yang belum matang, kondisi lingkungan yang tidak sesuai, ketidakseimbangan nutrisi, serta serangan hama dan penyakit. Hal ini membuat tanaman lebih fokus pada pertumbuhan daun dibandingkan proses pembungaan dan pembuahan.

Untuk mengatasinya, diperlukan pemahaman menyeluruh mulai dari pemilihan bibit hingga teknik perawatan yang tepat. Dengan penanganan yang benar, pohon buah dapat dirangsang untuk berbunga lebih cepat dan menghasilkan panen secara optimal. Selengkapnya dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Kamis (16/4).

1. Pohon Mangga: Mengatasi Kemandulan dan Merangsang Buah

Pohon mangga yang tidak berbuah merupakan masalah umum meski pohon terlihat sehat dan rimbun. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang menghambat proses pembungaan dan pembuahan.

Salah satu penyebabnya adalah usia pohon yang belum matang, yaitu sekitar 5–6 tahun untuk tanaman dari biji dan sekitar 4 tahun untuk hasil cangkok. Selain itu, faktor lingkungan seperti suhu ekstrem, kekeringan, dan kurangnya sinar matahari 6–8 jam per hari juga dapat mengganggu proses fotosintesis.

Pemupukan yang tidak tepat juga menjadi faktor penting, terutama kelebihan nitrogen yang membuat daun subur tetapi menghambat bunga. Kekurangan fosfor dan kalium, serta stres tanaman akibat kondisi tanah, penyiraman, atau pemangkasan berlebihan, turut memengaruhi kegagalan berbuah.

Untuk merangsang buah, diperlukan pemangkasan terarah, pemberian pupuk tinggi fosfor dan kalium seperti KCL atau ZK 2, serta teknik stres air. Penggunaan ZPT seperti paklobutrazol, pengeratan batang, dan pengendalian hama secara rutin juga dapat membantu pohon mangga berbuah lebih optimal.

2. Pohon Alpukat: Solusi untuk Buah yang Tak Kunjung Tiba

Pohon alpukat yang sudah besar tetapi tidak berbuah merupakan masalah umum yang sering dialami petani maupun penghobi tanaman. Penyebabnya dapat berasal dari usia tanaman yang belum cukup matang serta kurangnya paparan sinar matahari dan nutrisi penting.

Bibit alpukat dari biji umumnya baru berbuah dalam 8–10 tahun, sedangkan bibit vegetatif seperti cangkok atau okulasi bisa lebih cepat, sekitar 2–4 tahun. Selain itu, defisiensi unsur hara seperti fosfor, nitrogen, dan kalium serta penyerbukan yang kurang efektif juga dapat menghambat pembuahan. Faktor lain seperti percabangan yang terlalu rimbun, kurangnya pemangkasan, dan serangan penyakit seperti antraknosa turut memperburuk kondisi tanaman. Hal ini menyebabkan distribusi nutrisi tidak optimal untuk pembentukan buah.

Untuk merangsang buah, disarankan menggunakan bibit unggul seperti Alpukat Miki atau Aligator hasil okulasi serta memastikan paparan sinar matahari cukup. Pemupukan dengan NPK tinggi fosfor dan kalium seperti MKP dan KNO3, pemangkasan teratur, serta teknik stres air dapat membantu mempercepat pembungaan.

Metode tambahan seperti mengatur arah pertumbuhan dahan, mencacah kulit batang, hingga trik sederhana seperti menempel pisang pada pohon juga dipercaya dapat memicu stres tanaman. Dengan perawatan yang tepat, pohon alpukat dapat lebih cepat berbuah dan menghasilkan panen optimal.

3. Pohon Jambu Air: Merangsang Pembungaan dan Pembesaran Buah

Pohon jambu air yang tampak rimbun sering kali tidak berbuah lebat meskipun terlihat sehat. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh faktor iklim, pemupukan yang tidak tepat, serta gangguan pertumbuhan tanaman. Kurangnya sinar matahari minimal enam jam per hari dapat menghambat fotosintesis dan pembentukan bunga. 

Selain itu, penyerbukan yang tidak optimal, serangan hama dan penyakit, serta cuaca yang tidak mendukung juga dapat menyebabkan buah rontok. Tunas air yang terlalu banyak dapat mengalihkan energi tanaman dari proses pembentukan buah. Hal ini membuat pohon lebih fokus pada pertumbuhan daun dibandingkan produksi buah. 

Untuk merangsang pembuahan, diperlukan pemupukan NPK seimbang seperti 15:15:15 sesuai usia tanaman. Pupuk tinggi fosfor dan kalium dengan nitrogen rendah juga efektif untuk mendukung pembungaan.

Perawatan tambahan seperti penyiraman teratur, penggemburan tanah, dan penggunaan ZPT dapat membantu meningkatkan hasil. Pemangkasan kanopi, penghilangan tunas air, serta teknik perlukaan batang juga dapat memicu pembungaan pada jambu air.

4. Pohon Rambutan: Memaksimalkan Potensi Panen Buah

Pohon rambutan yang tidak berbuah dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk usia pohon yang belum memasuki masa produktif. Kondisi lingkungan dan iklim juga berperan besar; rambutan membutuhkan iklim tropis yang hangat dan lembap, serta periode kering untuk memicu pembungaan. Perubahan cuaca ekstrem, seperti kemarau basah, dapat mengganggu siklus ini.

Kekurangan nutrisi, pemangkasan yang tidak tepat, dan polinasi yang tidak efektif seringkali menyebabkan bunga gugur dan kegagalan pembuahan. Serangan hama dan penyakit, kelebihan air, serta kondisi tanah yang tidak ideal atau serangan hama pada tanah juga dapat memengaruhi produksi buah rambutan.

Untuk merangsang pohon rambutan agar berbuah, langkah awal adalah pemilihan bibit berkualitas dan unggul yang sesuai dengan iklim penanaman. Perawatan yang tepat meliputi memastikan pohon mendapatkan cahaya matahari yang cukup, penyiraman teratur, dan perlindungan dari hama.

Pemupukan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pohon serta pengendalian hama dan penyakit secara rutin sangat penting. Pemangkasan yang tepat juga akan merangsang pertumbuhan dan pembuahan, membantu pohon rambutan menghasilkan panen yang melimpah.

5. Pohon Kelengkeng: Memicu Pembungaan di Iklim Tropis

Pohon kelengkeng yang subur tetapi tidak berbuah sering menunjukkan adanya masalah dalam penanaman atau perawatan. Tanaman ini umumnya mulai berbuah pada usia 3–5 tahun, namun bisa terhambat jika varietas tidak tepat atau terjadi ketidakseimbangan nutrisi. Kelebihan nitrogen dapat menyebabkan daun tumbuh lebat tanpa pembentukan buah, sementara kekurangan fosfor dan kalium menghambat proses pembungaan. 

Selain itu, kelengkeng juga membutuhkan sinar matahari penuh 6–8 jam per hari untuk mendukung fotosintesis dan pembungaan optimal. Kelengkeng memerlukan periode kering untuk memicu pembungaan, sehingga kurangnya kondisi tersebut dapat menghambat pembuahan. Faktor iklim tropis yang berbeda dari habitat aslinya juga membuat tanaman ini membutuhkan perlakuan khusus agar dapat berbuah maksimal.

Untuk merangsang buah, disarankan menggunakan bibit unggul yang cepat berbuah serta melakukan pemangkasan rutin agar energi tanaman terfokus pada pembungaan. Pemupukan seimbang seperti pupuk organik, KNO3, dan MKP juga membantu mendukung pertumbuhan generatif.

Selain itu, penggunaan perangsang bunga seperti KClO3 pada tanaman dewasa, pengaturan penyiraman selama 2–3 minggu, serta menjaga kebersihan lahan sangat penting. Evaluasi media tanam dan teknik pemupukan yang tepat juga menjadi kunci agar kelengkeng dapat berbuah optimal.

6. Pohon Durian: Mengatasi Kegagalan Buah dan Meningkatkan Produktivitas

Kegagalan pohon durian untuk berbuah sering menjadi masalah bagi petani, salah satunya akibat pemilihan bibit yang kurang tepat seperti pohon jantan. Selain itu, kurangnya pemangkasan seimbang, terutama pada dahan tegak, serta minimnya kebutuhan dasar seperti air, cahaya, dan ruang dapat menghambat pembuahan. Faktor lain yang memengaruhi adalah rendahnya viabilitas serbuk sari, penyerbukan yang tidak efektif, serta kegagalan pembuahan. 

Defisiensi unsur hara seperti fosfat dan kalium, serta kebutuhan penyerbukan silang pada banyak varietas durian juga menjadi penyebab utama. Cuaca ekstrem seperti hujan saat berbunga atau suhu malam yang terlalu rendah dapat menyebabkan bunga gugur. Hal ini membuat proses pembentukan buah tidak berjalan optimal meskipun pohon terlihat sehat.

Untuk merangsang buah, diperlukan pemilihan bibit dengan bentuk batang dan cabang yang ideal serta pemangkasan rutin membentuk tajuk produktif. Jarak tanam yang cukup dan pencahayaan matahari yang optimal juga sangat penting untuk pertumbuhan durian.

Perawatan lanjutan meliputi penyiraman cukup, pemupukan seimbang dengan fosfat dan kalium, serta perbaikan drainase saat cuaca buruk. Dengan teknik yang tepat, proses pembungaan dan pembuahan durian dapat dimaksimalkan sehingga hasil panen lebih optimal.

7. Pohon Sawo: Memastikan Panen Buah yang Konsisten

Pohon sawo yang tidak berbuah umumnya disebabkan oleh faktor lingkungan dan perawatan yang kurang optimal. Kondisi seperti minimnya cahaya matahari, kelembaban tidak seimbang, serta tanah yang kurang subur dapat menghambat pertumbuhan dan pembuahan.

Selain itu, serangan hama dan penyakit juga dapat menurunkan kesehatan pohon sehingga produksi buah terganggu. Penyiraman yang tidak tepat, baik terlalu sedikit maupun berlebihan, serta tanah yang jenuh juga dapat menyebabkan buah rontok dan menghambat pembuahan.

Untuk merangsang pembuahan, pohon sawo perlu mendapatkan sinar matahari cukup dengan pengaturan naungan dan pemangkasan tanaman di sekitarnya. Pemupukan seimbang dengan unsur nitrogen, fosfor, dan kalium, termasuk pupuk organik, juga sangat penting untuk meningkatkan produktivitas.

Perawatan lanjutan meliputi pengendalian hama dan penyakit secara rutin serta penyiraman yang teratur dan sesuai kebutuhan. Perbaikan media tanam dengan kompos, penyiangan gulma, pembumbunan, serta pemangkasan yang tepat akan menjaga kesehatan pohon dan meningkatkan hasil buah.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Mengapa pohon mangga seringkali tidak berbuah meskipun terlihat subur?

Pohon mangga tidak berbuah bisa disebabkan oleh usia pohon yang belum matang, faktor lingkungan seperti suhu ekstrem atau kurangnya sinar matahari, pemupukan tidak tepat (nitrogen berlebihan), stres, penyerbukan buruk, hama penyakit, atau mutasi gen.

2. Bagaimana cara efektif merangsang pohon alpukat agar cepat berbuah?

Untuk merangsang alpukat berbuah, pilih bibit unggul hasil okulasi, pastikan paparan sinar matahari cukup, berikan pupuk NPK tinggi fosfor dan kalium, lakukan pemangkasan, ubah arah dahan, serta terapkan induksi pembungaan melalui stres air dan mencacah kulit batang.

3. Faktor apa saja yang menyebabkan pohon kelengkeng sulit berbuah di iklim tropis?

Pohon kelengkeng sulit berbuah di iklim tropis karena kurangnya periode kering yang memicu pembungaan, pengaruh iklim subtropis asalnya, usia pohon, pemilihan varietas, kekurangan nutrisi seimbang, kelebihan nitrogen, kurangnya sinar matahari, atau serangan hama penyakit.

4. Apa peran pemangkasan dalam merangsang pembuahan pada pohon buah seperti rambutan dan jambu air?

Pemangkasan berperan penting dalam merangsang pembuahan dengan menghilangkan cabang tidak produktif atau tunas air, membuka ruang untuk cahaya matahari, dan mengalihkan energi pohon dari pertumbuhan vegetatif ke pembentukan bunga dan buah.

5. Apakah teknik stres air efektif untuk semua jenis pohon buah yang disebutkan?

Teknik stres air sangat efektif untuk merangsang pembungaan pada pohon mangga dan alpukat, karena mereka membutuhkan periode kering untuk memicu fase generatif. Namun, penerapannya harus hati-hati agar tidak merusak tanaman.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|