8 Cara Membedakan Produk Kerajinan Kulit Asli dan Palsu, Konsumen Wajib Paham agar Tidak Rugi

6 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Cara membedakan produk kerajinan kulit asli dan palsu atau sintetis penting dipahami sebelum membeli tas, dompet, jaket, hingga sabuk berbahan kulit. Banyak produk terlihat serupa dari luar, tetapi memiliki bahan berbeda yang memengaruhi daya pakai dan biaya yang dikeluarkan konsumen. Jika tidak teliti, pembeli bisa salah memilih barang dengan harga yang tidak sesuai kualitasnya.

Produk berbahan kulit masih banyak digunakan karena dipakai dalam berbagai kebutuhan harian. Di sisi lain, produk sintetis juga semakin mudah ditemukan dengan tampilan yang menyerupai kulit asli. Karena itu, konsumen perlu mengenali ciri dasar bahan kulit agar tidak hanya terpaku pada bentuk luar produk saat membeli.

Cara membedakan produk kerajinan kulit asli dan palsu sebenarnya dapat dilakukan dengan pengamatan sederhana. Mulai dari melihat bagian belakang bahan, tekstur permukaan, hingga kondisi produk setelah dipakai dalam waktu lama dapat menjadi penanda penting. Agar konsumen teredukasi, salah satu pemilik usaha produk kulit asal Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Arjuno Wiwoho (52) membagikan sejumlah tipsnya berikut, dihadirkan Liputan6.com pada Jumat (29/5).

1. Kulit Belakang Tidak Ada Rajutan Benangnya

Cara membedakan produk kerajinan kulit asli dan palsu dapat dilihat dari bagian belakang bahan. Kulit asli tidak memiliki susunan rajutan benang seperti kain. Permukaannya terlihat berserat dan tidak membentuk pola anyaman yang rapi. Menurut Arjuno Wiwoho, salah satu tanda paling mudah dikenali ada pada bagian belakang material. Hal ini kemudian menjadi cara sederhana yang bisa dilakukan konsumen saat memeriksa produk secara langsung.

Sementara itu, bahan sintetis umumnya memakai lapisan dasar berbentuk kain agar material lebih mudah dibentuk. Jika diperhatikan dari dekat, bagian belakangnya memperlihatkan susunan benang yang tersusun rapi. Karena itu, pembeli disarankan memeriksa bagian dalam produk sebelum memutuskan membeli.

“Kulit asli itu belakangnya enggak ada rajutan benangnya,” ujarnya saat ditemui Liputan6.com di galeri Djoen Leather miliknya pada Sabtu (16/5/2026). 

2. Tidak Robek Atau Terbakar saat Terkena Api

Cara membedakan produk kerajinan kulit asli dan palsu berikutnya dapat dilakukan melalui uji panas. Kulit asli tidak langsung rusak ketika terkena api dalam waktu singkat. Permukaannya hanya meninggalkan bekas tanpa meleleh seperti plastik. Ia kemudian menjelaskan bahwa bahan sintetis biasanya menunjukkan reaksi berbeda saat terkena api.

Meski begitu, pengujian dengan api tidak selalu bisa dilakukan saat membeli barang di toko. Konsumen dapat meminta penjelasan bahan kepada penjual atau melihat contoh potongan material jika tersedia. Cara tersebut tetap membantu mengenali jenis bahan tanpa merusak produk.

"Kalau dibakar dia ada lukanya otomatis dia mengandung plastik dan tidak murni. Kalau kulit asli, dia dibakar itu tidak ada efeknya, karena kuat,” kata pria yang memiliki galeri produk kulit sejak tahun 2020 ini. 

3. Teksturnya Tetap Kasar dan Ada Motif Seperti Kulit Jeruk

Cara membedakan produk kerajinan kulit asli dan palsu juga dapat dikenali dari tekstur permukaannya. Kulit asli memiliki pola yang tidak sama antara satu bagian dengan bagian lain. Jika diraba, permukaannya terasa tidak rata dan terdapat bentuk menyerupai pori kulit.

Menurut dia, pola alami pada kulit menjadi salah satu pembeda utama. Ia juga menjelaskan bahwa bahan dengan permukaan terlalu rata dan rapi perlu diperhatikan lebih lanjut. Pada produk sintetis, pola biasanya terlihat sama di seluruh bagian karena dibuat menggunakan cetakan mesin. Saat diamati dari dekat, permukaannya tampak seragam tanpa perbedaan bentuk.

“Kalau corak-corak alami itu kami sebutnya kayak kulit jeruk,” tutur pria yang akrab disapa Juno itu. 

4. Kalau Sudah Lama Tidak Rapuh dan Mudah Sobek

Cara membedakan produk kerajinan kulit asli dan palsu dapat dilihat dari daya tahannya setelah dipakai dalam waktu lama. Kulit asli umumnya tidak mudah rapuh dan tetap menyatu pada bagian permukaan maupun lipatan.

Ia lantas mengatakan bahwa produk sintetis sering mengalami kerusakan setelah dipakai cukup lama. Karena itu, konsumen dapat melihat kondisi produk lama sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli. Barang berbahan kulit asli biasanya masih dapat digunakan dalam waktu panjang selama dirawat dengan baik dan tidak terkena kondisi yang merusak material.

“Kalau sudah lama, dia enggak ngeletek atau mbrodol. Kan sering dijumpai di produk tas, tali jam atau apapun yang berbahan kulit sintetis dia lama-lama mbrodol atau retak. Nah kulit asli tidak,” katanya.

5. Mudah Diperbaiki Lagi saat Jebol

Cara membedakan produk kerajinan kulit asli dan palsu berikutnya terlihat saat produk mengalami kerusakan. Kulit asli masih dapat dijahit ulang ketika sambungan terbuka atau bagian tertentu robek akibat pemakaian.

Kualitas bahan sangat berpengaruh terhadap daya tahan produk saat digunakan dalam proses produksi maupun pemakaian sehari-hari. Berbeda dengan bahan sintetis yang sering sulit diperbaiki ketika sudah pecah atau mengelupas.

Pada beberapa kasus, jahitan baru justru membuat kerusakan semakin melebar karena lapisan material mulai rusak. Hal ini membuat banyak perajin lebih mudah memperbaiki produk berbahan kulit asli dibanding sintetis.

6. Tidak Retak saat Ditekuk atau Dilipat

Cara membedakan produk kerajinan kulit asli dan palsu juga dapat dilihat ketika bahan ditekuk atau dilipat. Kulit asli tetap mengikuti bentuk tanpa menimbulkan garis pecah pada permukaannya. Kualitas kulit akan terlihat saat bahan diproses dan dibalik dalam pembuatan tas. 

Pada bahan sintetis, permukaan biasanya mulai menunjukkan garis retak ketika sering dilipat. Dalam penggunaan jangka panjang, lapisan atas bahan dapat mengelupas sedikit demi sedikit hingga terlihat pecah dan ini tentu memperpendek masa pakai produk.

Karena itu, konsumen dapat mencoba menekuk bagian tertentu produk untuk melihat respons materialnya. Kulit asli tidak akan terpengaruh saat ditekuk atau dilipat, sehingga secara garansi akan lebih awet.

7. Bobotnya Lebih Berat

Cara membedakan produk kerajinan kulit asli dan palsu dapat dirasakan dari bobot barang. Kulit asli umumnya memiliki berat lebih tinggi dibanding bahan sintetis dengan ukuran yang sama. Ini berbeda dari kulit sintetis, karena sebagian besar bahannya mengandung plastik maupun karet.

Karakter kulit memang berbeda dengan kain biasa karena memiliki struktur lebih padat, ini yang kemudian juga membuat bobotnya menjadi semakin berat. Kualitas kulit yang tebal, juga membuat produk yang dibuat semakin kokoh dan tidak mudah rusak.

Perbedaan bobot tersebut biasanya terasa saat memegang tas, jaket, atau dompet kulit secara langsung. Produk sintetis cenderung lebih ringan karena memakai campuran bahan buatan yang lebih tipis. Meski begitu, bobot sebaiknya tetap diperiksa bersama ciri lainnya agar hasil penilaian lebih tepat.

8. Harganya Lebih Mahal

Terakhir, cara membedakan produk kerajinan kulit asli dan palsu yang paling mudah dikenali adalah dari harga jualnya. Produk kulit asli umumnya dijual dengan biaya lebih tinggi karena bahan dan proses pembuatannya membutuhkan waktu lebih panjang.

Bahan kulit diketahui memiliki nilai berbeda tergantung proses pengolahannya. Biasanya, semakin detail dan rinci sebuah produk olahan kulit, maka bobot, detail sampai motifnya akan semakin rumit. Ini yang membuat harganya menjadi lebih mahal. Untuk itu, konsumen perlu berhati-hati jika menemukan produk yang diklaim berbahan kulit asli tetapi dijual terlalu murah dibanding harga pasaran.

Memahami cara membedakan produk kerajinan kulit asli dan palsu dapat membantu konsumen lebih teliti sebelum membeli barang berbahan kulit. Pemeriksaan sederhana seperti melihat tekstur, bagian belakang bahan, hingga kondisi produk saat dilipat dapat membantu memastikan kualitas material yang digunakan. Dengan pengetahuan tersebut, pembeli dapat mengurangi risiko salah memilih produk dan lebih memahami perbedaan antara kulit asli dan sintetis.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membedakan Produk Kerajinan Kulit

Bagaimana cara membedakan kulit asli dan palsu?

Kulit asli memiliki tekstur tidak rata, bagian belakang tanpa rajutan benang, dan tidak mudah retak saat dilipat.

Kenapa kulit sintetis mudah mengelupas?

Kulit sintetis memakai lapisan bahan buatan yang dapat pecah dan mengelupas setelah dipakai dalam waktu lama.

Apakah kulit asli tahan api?

Kulit asli tidak langsung meleleh saat terkena api singkat, berbeda dengan bahan sintetis yang mengandung plastik.

Kenapa harga produk kulit asli lebih mahal?

Produk kulit asli membutuhkan bahan dan proses pengerjaan yang lebih panjang dibanding bahan sintetis.

Apakah tekstur kulit asli selalu sama?

Tidak. Kulit asli memiliki pola alami yang berbeda pada setiap bagian permukaan produk.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|