Liputan6.com, Jakarta - Ayam kampung memiliki pertumbuhan yang relatif bertahap sehingga cara mengatur pakan ayam kampung supaya pertumbuhan cepat dan bobot panen lebih seragam perlu dilakukan sejak awal pemeliharaan. Pakan bukan sekadar soal banyaknya makanan yang diberikan, tetapi juga menyangkut kandungan protein, energi, waktu pemberian, kualitas bahan, serta kecukupan air minum.
Pengaturan pakan yang tepat membantu ayam memperoleh nutrisi sesuai kebutuhan pada setiap fase pertumbuhan. Jika kebutuhan tersebut terpenuhi secara konsisten, ayam memiliki peluang tumbuh lebih optimal dan perbedaan ukuran dalam satu kelompok dapat ditekan.
Sebaliknya, pemberian pakan yang tidak teratur atau kualitasnya berubah-ubah dapat membuat sebagian ayam tumbuh lebih cepat daripada yang lain. Karena itu, peternak perlu memperhatikan umur ayam, jumlah pakan, komposisi nutrisi, kondisi tempat pakan, hingga perilaku ayam saat makan. Berikut ulasan Liputan6.com, Minggu (20/9/2026).
1. Sesuaikan Kandungan Pakan dengan Fase Pertumbuhan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7816581/original/067855800_1780634561-Pakan_Fermentasi.jpeg)
Perbesar
Salah satu dasar cara mengatur pakan ayam kampung supaya pertumbuhan cepat dan bobot panen lebih seragam adalah menyesuaikan nutrisi dengan umur ayam. Anak ayam yang masih berada pada masa awal pertumbuhan membutuhkan pakan dengan kepadatan nutrisi lebih tinggi dibandingkan ayam yang sudah mendekati masa panen.
BBPP Kupang, mengutip Pertanianku.com, membagi kebutuhan pakan ayam kampung berdasarkan beberapa fase. Pada periode brooding umur 1–14 hari, kebutuhan yang dicantumkan sekitar 22 persen protein dan energi 3.050 kkal/kg. Memasuki fase starter umur 15–30 hari, kebutuhan protein berada di sekitar 20 persen dengan energi 3.100 kkal/kg.
Pada fase grower umur 31–60 hari, kebutuhan protein yang dicantumkan sekitar 19 persen dengan energi 2.900 kkal/kg. Setelah memasuki fase finisher, kebutuhan protein berada pada kisaran 16–18 persen dengan energi sekitar 3.000 kkal/kg.
Angka tersebut dapat menjadi patokan awal, tetapi formulasi pakan tetap perlu disesuaikan dengan jenis ayam, bahan baku yang digunakan, tujuan pemeliharaan, dan formulasi ransum yang tersedia. Jangan menganggap satu jenis pakan harus diberikan sepanjang umur pemeliharaan.
2. Jangan Hanya Mengandalkan Banyaknya Pakan
Ayam yang diberi pakan dalam jumlah banyak belum tentu tumbuh lebih cepat. Yang lebih penting adalah apakah pakan tersebut mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ayam.
Pakan perlu menyediakan protein, energi, vitamin, mineral, serta nutrien lain dalam jumlah yang sesuai. Protein terutama berkaitan dengan pembentukan jaringan tubuh, sedangkan energi diperlukan untuk aktivitas dan proses metabolisme.
BBPP Kupang menjelaskan bahwa kualitas pakan berhubungan dengan konversi pakan, yaitu seberapa banyak pakan yang dikonsumsi untuk menghasilkan pertambahan bobot badan. Karena itu, pakan yang murah tetapi terlalu rendah kualitasnya belum tentu menghasilkan biaya produksi yang lebih rendah.
Prinsipnya, jangan hanya menghitung harga pakan per kilogram. Peternak juga perlu melihat hasil pertambahan bobot badan yang diperoleh dari pakan tersebut.
3. Atur Jumlah Pakan Secara Bertahap
Kebutuhan pakan ayam berubah seiring pertambahan umur. Data yang dimuat Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung memberikan gambaran kebutuhan harian sekitar 7 gram per ekor pada minggu pertama, kemudian meningkat menjadi 19 gram pada minggu kedua, 34 gram pada minggu ketiga, dan 47 gram pada minggu keempat.
Memasuki minggu kelima, kebutuhannya tercatat sekitar 58 gram per hari. Pada minggu keenam sekitar 66 gram, minggu ketujuh 72 gram, dan mulai minggu kedelapan sekitar 74 gram per ekor per hari.
Angka tersebut sebaiknya dipandang sebagai panduan umum, bukan takaran mutlak untuk semua kondisi pemeliharaan. Peternak tetap perlu mengamati sisa pakan, kondisi tubuh ayam, pertumbuhan, dan konsumsi aktual di kandang.
Pemberian pakan juga dapat dibagi menjadi beberapa kali dalam sehari sesuai umur dan sistem pemeliharaan. Pembagian ini membantu pakan lebih mudah dikonsumsi dan mengurangi risiko pakan terbuang atau tercecer.
4. Pastikan Semua Ayam Mendapat Kesempatan Makan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6995985/original/003298800_1779765937-6861660606998076751.jpeg)
Perbesar
Bobot panen yang tidak seragam sering kali berkaitan dengan persaingan saat memperoleh pakan. Ayam yang lebih aktif dapat lebih sering mendatangi tempat pakan, sedangkan ayam yang lebih kecil berisiko kalah bersaing.
Karena itu, jumlah dan posisi tempat pakan perlu diperhatikan. Jangan sampai ayam hanya berkumpul di satu titik sehingga sebagian individu kesulitan memperoleh makanan.
UGM melalui penjelasan pakar Fakultas Peternakan juga menekankan pentingnya pengaturan ketinggian tempat pakan dan minum. Tempat tersebut disarankan berada pada ketinggian sekitar punggung ayam agar lebih mudah dijangkau dan penggunaannya lebih efisien.
Selain itu, UGM menyebut pengelompokan ayam berdasarkan ukuran dapat membantu pengelolaan. Ayam yang ukurannya jauh lebih kecil dapat memperoleh perhatian khusus sehingga tidak terus-menerus kalah bersaing dengan ayam yang lebih besar.
5. Berikan Air Minum Bersih Sepanjang Waktu
Mengatur pakan tidak cukup jika air minum diabaikan. Ayam membutuhkan air untuk berbagai proses tubuh, dan kecukupan air juga berkaitan dengan kemampuan ayam mengonsumsi pakan.
Pakar nutrisi unggas UGM Nanung Danar Dono menekankan bahwa air minum merupakan bagian penting dalam manajemen ayam kampung. Ia juga mengingatkan bahwa ayam dapat mengalami masalah apabila manajemen pakan dan air tidak dilakukan dengan baik.
Tempat minum harus dijaga kebersihannya dan diisi secara teratur. Air yang kotor, berlendir, atau tercemar sisa pakan sebaiknya segera diganti.
Ketersediaan air juga perlu diperhatikan ketika cuaca panas. Ayam yang mengalami tekanan panas dapat mengalami perubahan perilaku makan sehingga konsumsi pakan dan pertumbuhan dapat ikut terganggu.
6. Gunakan Bahan Pakan Alternatif secara Terukur
Peternak ayam kampung tidak selalu harus bergantung pada satu jenis pakan pabrikan. Bahan lokal dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari ransum selama kandungan nutrisinya diperhitungkan.
UGM menyebut beberapa bahan yang dapat digunakan sebagai sumber pakan alternatif, antara lain jagung, dedak padi, tepung gaplek, mata ikan, maggot, cacing tanah, keong mas, tepung ikan lokal, dan bungkil kelapa.
Namun, bahan alternatif tidak sebaiknya diberikan secara asal atau sekadar berdasarkan perkiraan. Setiap bahan mempunyai kandungan nutrisi dan karakteristik berbeda. Jika proporsinya tidak tepat, ransum bisa mengalami kekurangan atau kelebihan nutrisi tertentu.
Karena itu, penggunaan pakan alternatif sebaiknya diarahkan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi, bukan sekadar menggantikan pakan utama sebanyak-banyaknya.
7. Jaga Konsistensi Waktu Pemberian Pakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7241813/original/065145700_1780027130-tanaman_sayur.jpeg)
Perbesar
Konsistensi menjadi bagian penting dalam cara mengatur pakan ayam kampung supaya pertumbuhan cepat dan bobot panen lebih seragam. Jadwal pemberian pakan yang berubah-ubah dapat menyulitkan peternak dalam memantau konsumsi dan membuat pola makan ayam kurang terkontrol.
Pakar UGM Heru Sasongko menekankan bahwa makanan, temperatur, dan waktu pemberian makan perlu dikelola secara konsisten. Prinsip ini terutama penting pada fase awal ketika anak ayam masih sangat rentan terhadap perubahan lingkungan.
Dengan jadwal yang relatif tetap, peternak juga lebih mudah mengetahui apabila terjadi perubahan nafsu makan. Misalnya, pakan yang biasanya habis tetapi tiba-tiba tersisa banyak dapat menjadi tanda adanya masalah yang perlu diperiksa.
Konsistensi bukan berarti jumlah pakan harus selalu sama. Jumlahnya tetap perlu dinaikkan mengikuti pertumbuhan ayam, tetapi waktu dan cara pemberiannya dapat dibuat teratur.
8. Pantau Bobot dan Pisahkan Ayam yang Terlalu Jauh Ukurannya
Jika targetnya adalah bobot panen lebih seragam, jangan menunggu sampai hari panen untuk mengetahui perbedaan ukuran ayam. Penimbangan berkala dapat memberikan gambaran apakah program pakan berjalan sesuai harapan.
Ayam yang pertumbuhannya jauh tertinggal dapat diperiksa terlebih dahulu. Perbedaan bobot tidak selalu disebabkan oleh jumlah pakan. Faktor kesehatan, kualitas bibit, akses terhadap pakan dan air, kepadatan kandang, serta kondisi lingkungan juga dapat berpengaruh.
UGM menyebut pengelompokan ayam berdasarkan ukuran sebagai salah satu bagian dari pengelolaan yang dapat memudahkan pemeliharaan. Dengan kelompok yang lebih seragam, ayam kecil tidak terlalu mudah tersisih dalam persaingan mendapatkan pakan.
Peternak juga dapat mencatat jumlah pakan yang diberikan, sisa pakan, jumlah ayam, serta perkembangan bobot dari waktu ke waktu. Catatan sederhana tersebut membantu menentukan apakah ransum yang digunakan sudah efisien atau perlu dievaluasi.
Mengapa Pakan Harus Diatur Sejak Ayam Masih Kecil?
Fase awal merupakan periode yang sangat menentukan. UGM menyebut tujuh hari pertama sejak menetas sebagai salah satu titik kritis dalam pemeliharaan ayam kampung. Pada masa tersebut, pakan, suhu, dan tempat tinggal perlu dikelola dengan baik agar pertumbuhan tidak terganggu.
Artinya, upaya membuat bobot ayam lebih seragam sebaiknya tidak dimulai menjelang panen. Dasarnya sudah dibangun sejak DOC datang ke kandang.
Kombinasi antara pakan berkualitas, air bersih, suhu yang sesuai, tempat pakan yang mudah dijangkau, kepadatan yang tidak berlebihan, dan pengelompokan berdasarkan ukuran akan membuat manajemen pemeliharaan lebih terarah.
Pada akhirnya, cara mengatur pakan ayam kampung supaya pertumbuhan cepat dan bobot panen lebih seragam bukan berarti memaksa ayam makan sebanyak-banyaknya. Fokus utamanya adalah memberikan nutrisi yang sesuai umur, jumlah yang terukur, akses makan yang merata, serta jadwal pemberian yang konsisten. Dengan pendekatan tersebut, peternak dapat mengendalikan biaya sekaligus memantau perkembangan ayam dengan lebih baik.
Pertanyaan Seputar Pakan Ayam Kampung
1. Berapa kali sehari ayam kampung sebaiknya diberi pakan?
Frekuensi pemberian dapat disesuaikan dengan umur dan sistem pemeliharaan. Pada ayam yang dipelihara secara intensif, pemberian dapat dibagi menjadi beberapa waktu agar konsumsi lebih terkontrol. Yang terpenting adalah jumlah total pakan, akses ayam terhadap pakan, dan konsistensi jadwal.
2. Apakah dedak bisa menjadi pakan utama ayam kampung?
Dedak dapat digunakan sebagai salah satu bahan penyusun ransum, tetapi sebaiknya tidak diberikan sebagai satu-satunya sumber pakan. Ayam tetap membutuhkan protein, energi, vitamin, mineral, dan nutrisi lain dalam komposisi yang sesuai.
3. Apakah pakan broiler boleh diberikan kepada ayam kampung?
Pakan broiler dapat digunakan pada fase tertentu, terutama ketika ayam masih muda, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan tujuan pemeliharaan. Peternak perlu memperhatikan kandungan pakan, bukan hanya nama atau jenis produknya.
4. Mengapa bobot ayam kampung dalam satu kandang bisa berbeda?
Perbedaan bobot dapat dipengaruhi oleh kualitas bibit, konsumsi pakan, akses terhadap tempat pakan, kesehatan, kondisi lingkungan, kepadatan kandang, dan persaingan antayam. Pengelompokan berdasarkan ukuran dapat membantu mengurangi persaingan antara ayam yang berbeda jauh ukurannya.
5. Apakah air minum berpengaruh terhadap pertumbuhan ayam kampung?
Ya. Air merupakan bagian penting dari manajemen pemeliharaan. Air yang tersedia secara cukup dan bersih membantu ayam mempertahankan kondisi tubuh serta mendukung konsumsi pakan. Karena itu, tempat minum perlu diperiksa dan dibersihkan secara rutin.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

1 hour ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5629939/original/023271600_1778227484-unnamed_-_2026-05-08T150237.446.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352806/original/015877300_1789872823-Ground_Floor_Terrace.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352789/original/094457500_1789871267-skandinavia_kecil_3a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9297090/original/043302100_1784078025-terpal__mini_2a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9349139/original/079322500_1789474445-osmar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352626/original/071461500_1789815720-8b1d7275-439f-4f55-8063-77d71ef62e8e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352658/original/060511500_1789825065-borneo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502257/original/039710500_1770975132-tavares_b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341422/original/006590900_1788614263-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_7.58.35_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352667/original/084991300_1789828415-WhatsApp_Image_2026-09-19_at_20.38.21.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9352634/original/054552500_1789819253-20260919_160338.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352664/original/011084200_1789826680-IMG_9456.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9352474/original/006112300_1789799584-20260919_095631_0_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539822/original/019994100_1774624129-IMG_6464.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337956/original/021361500_1788266963-huistra.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352545/original/078740900_1789806458-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315768/original/045151800_1755170609-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__26_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307862/original/074587100_1785117040-c28e2863-cfc2-4029-a451-d9ede2dbb9e6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5629942/original/031884900_1778227485-kelengkeng_4.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340881/original/091999400_1788528140-borneo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340694/original/096958400_1788514411-rotan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335142/original/082058400_1787912714-ASDFGHGFDDFCDX.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336522/original/062149400_1788164466-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4894943/original/055013900_1721287232-top-view-globe-world-map.jpg)