- Apa jenis lantai terbaik untuk teras yang sering terkena hujan?
- Kenapa lantai teras cepat kusam?
- Apakah lantai glossy cocok untuk teras?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Jenis batu alam untuk teras yang tidak cepat retak banyak dicari karena mampu membuat tampilan rumah terlihat lebih natural sekaligus tahan lama. Selain mempercantik area depan hunian, penggunaan material yang tepat juga membantu teras tetap kuat menghadapi panas dan hujan setiap hari.
Memilih jenis batu alam untuk teras yang tidak cepat retak perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta konsep rumah yang digunakan. Beberapa material memiliki permukaan lebih kokoh dan tidak mudah rusak meski sering terkena perubahan cuaca maupun beban berat.
Selain mempertimbangkan tampilan, jenis batu alam untuk teras yang tidak cepat retak juga sebaiknya memiliki perawatan yang mudah agar tetap awet dalam jangka panjang. Dengan pilihan material berkualitas, area teras dapat terasa lebih nyaman, rapi, dan tetap menarik dipandang.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang jenis batu alam untuk teras yang tidak cepat retak, Kamis (7/5/2026).
1. Batu Andesit
Batu andesit menjadi salah satu jenis batu alam untuk teras yang tidak cepat retak karena memiliki tekstur sangat padat dan kuat terhadap berbagai kondisi cuaca.
Material yang berasal dari proses vulkanik ini terkenal mampu bertahan menghadapi panas matahari, hujan deras, hingga perubahan suhu tanpa mudah mengalami kerusakan.
Tidak heran jika batu andesit sering digunakan untuk area outdoor seperti teras, carport, hingga pijakan taman.Selain terkenal awet, batu andesit juga memiliki tampilan natural yang cocok dipadukan dengan berbagai konsep rumah, mulai dari minimalis modern hingga klasik.
Permukaannya yang kokoh membuat batu ini mampu menahan beban berat sehingga tidak mudah pecah atau terkelupas meski sering diinjak setiap hari. Dengan perawatan yang tepat, batu andesit dapat membuat area teras tetap terlihat rapi, elegan, dan tahan lama dalam jangka waktu bertahun-tahun.
2. Batu Granit
Granit termasuk jenis batu alam untuk teras yang tidak cepat retak karena memiliki struktur sangat keras dan padat. Batu ini terbentuk dari proses pendinginan magma di dalam bumi sehingga menghasilkan material dengan daya tahan tinggi terhadap panas, goresan, dan kelembapan.
Karena kekuatannya tersebut, granit menjadi pilihan favorit bagi banyak pemilik rumah yang ingin memiliki teras kuat sekaligus terlihat mewah.
Selain tidak mudah retak, granit juga memiliki daya serap air yang rendah sehingga lebih tahan terhadap jamur dan noda. Permukaannya yang mengilap mampu memberikan kesan elegan dan modern pada bagian depan rumah.
Meskipun harga granit cenderung lebih tinggi dibanding beberapa batu alam lainnya, kualitas dan daya tahannya membuat material ini cocok dijadikan investasi jangka panjang untuk mempercantik area teras.
3. Batu Sabak (Slate)
Batu sabak atau slate dikenal sebagai jenis batu alam untuk teras yang tidak cepat retak karena mampu bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem.
Material ini memiliki ketahanan tinggi terhadap panas, hujan, serta perubahan suhu mendadak yang sering terjadi di area outdoor.
Teksturnya yang alami membuat batu sabak banyak dipilih untuk menciptakan tampilan teras yang unik dan berkarakter.
Selain kuat, batu sabak juga memiliki keunggulan berupa permukaan anti-selip sehingga lebih aman digunakan, terutama saat kondisi lantai basah.
Material ini tahan terhadap air, noda, dan api sehingga perawatannya relatif mudah. Warna-warna alami pada batu sabak juga mampu memberikan kesan elegan dan alami yang cocok untuk rumah bergaya modern maupun tradisional.
5. Batu Palimanan
Batu Palimanan menjadi salah satu jenis batu alam untuk teras yang tidak cepat retak yang cukup populer di Indonesia. Batu asal Cirebon ini terkenal memiliki warna cerah seperti krem dan kuning muda yang mampu membuat tampilan rumah terasa lebih hangat dan luas.
Tampilannya yang natural, batu Palimanan sering digunakan untuk rumah minimalis maupun hunian bergaya tropis.Meski memiliki pori-pori cukup besar, batu ini tetap kuat dan awet jika diberi lapisan pelindung khusus.
Penggunaan coating dapat membantu mencegah jamur, lumut, serta perubahan warna akibat hujan dan panas matahari. Dengan perawatan yang tepat, batu Palimanan mampu membuat area teras terlihat bersih, elegan, dan nyaman dipandang dalam waktu lama.
6. Batu Candi
Batu candi termasuk jenis batu alam untuk teras yang tidak cepat retak karena berasal dari lava vulkanik yang telah membeku secara alami.
Material ini terkenal memiliki daya tahan tinggi terhadap perubahan cuaca dan kelembapan sehingga cocok digunakan pada area luar rumah. Bahkan, kekuatan batu candi sudah terbukti sejak lama melalui bangunan candi bersejarah di Indonesia yang tetap kokoh hingga sekarang.
Warna hitam dan abu-abu gelap pada batu candi memberikan kesan elegan, klasik, sekaligus menenangkan pada teras rumah. Selain tahan lama, batu ini juga mampu menciptakan suasana sejuk karena dapat menyerap panas dengan baik.
Tampilan alami dan teksturnya yang khas membuat batu candi cocok dipadukan dengan berbagai desain rumah modern maupun tradisional.
6. Batu Paras Jogja
Batu paras Jogja dikenal sebagai jenis batu alam untuk teras yang tidak cepat retak karena memiliki ketahanan cukup baik terhadap cuaca panas maupun hujan.
Material ini memiliki tekstur yang lebih lembut dibanding batu lainnya sehingga mudah dibentuk sesuai kebutuhan desain rumah. Karena itu, batu paras Jogja sering digunakan untuk dinding, pilar, hingga area teras rumah.
Warna putih kekuningannya mampu menciptakan kesan terang, bersih, dan elegan pada hunian. Selain tampilannya yang menarik, batu ini juga cukup mudah dirawat sehingga cocok digunakan untuk rumah bergaya minimalis modern.
Jika dirawat dengan baik dan dibersihkan secara rutin, batu paras Jogja dapat tetap awet dan tidak mudah rusak meskipun digunakan dalam jangka panjang.
7. Batu Travertine
Travertine merupakan jenis batu alam untuk teras yang tidak cepat retak karena memiliki daya tahan baik terhadap tekanan dan gesekan. Batu alam ini terbentuk dari endapan mineral alami yang menghasilkan corak unik dan mewah pada setiap permukaannya. Tampilannya yang elegan, travertine sering digunakan pada rumah-rumah modern maupun hunian bergaya resort.
Selain mempercantik teras, travertine juga cukup tahan terhadap panas matahari sehingga cocok digunakan di iklim tropis. Material ini mampu bertahan dalam penggunaan jangka panjang jika diberi pelapis khusus secara berkala. Dengan kombinasi warna natural dan tekstur yang khas, travertine dapat membuat area depan rumah terlihat lebih eksklusif dan nyaman.
8. Batu Koral Sikat
Batu koral sikat menjadi salah satu jenis batu alam untuk teras yang tidak cepat retak yang banyak digunakan pada rumah minimalis maupun tradisional.
Material ini terdiri dari batu-batu kecil yang disusun dan direkatkan pada permukaan lantai sehingga menghasilkan tekstur unik sekaligus kuat untuk area outdoor.
Keunggulan utama koral sikat adalah permukaannya yang anti-selip sehingga aman digunakan saat hujan atau kondisi basah.
Selain tahan lama, material ini juga mampu memberikan nuansa alami dan estetik pada teras rumah. Pilihan warna dan pola yang beragam membuat batu koral sikat mudah disesuaikan dengan konsep hunian agar terlihat lebih menarik.
9. Sandstone
Sandstone atau batu pasir termasuk jenis batu alam untuk teras yang tidak cepat retak karena memiliki ketahanan cukup baik terhadap cuaca dan tekanan.
Material ini terkenal kuat menghadapi panas matahari, hujan, hingga perubahan suhu sehingga cocok digunakan pada area outdoor seperti teras dan taman rumah.
Selain tahan lama, sandstone memiliki warna-warna alami yang hangat sehingga mampu menciptakan suasana rumah terasa lebih nyaman dan asri.
Teksturnya yang khas juga membuat tampilan teras terlihat lebih natural dan estetik. Dengan perawatan rutin serta pemasangan yang tepat, sandstone dapat bertahan dalam waktu lama tanpa mudah retak maupun pecah.
Pertanyaan Seputar Jenis Lantai Terbaik
Apa jenis lantai terbaik untuk teras yang sering terkena hujan?
Keramik outdoor bertekstur, batu alam andesit, dan granit anti-slip menjadi pilihan terbaik karena tahan air dan tidak licin saat basah.
Kenapa lantai teras cepat kusam?
Biasanya karena penggunaan material indoor untuk area outdoor, paparan sinar matahari berlebih, serta permukaan yang terlalu mudah menyerap air dan debu.
Apakah lantai glossy cocok untuk teras?
Kurang disarankan karena permukaannya licin saat basah dan lebih mudah terlihat kusam akibat noda air atau debu.
Bagaimana cara merawat lantai teras agar tetap awet?
Bersihkan secara rutin, hindari genangan air terlalu lama, dan gunakan coating pelindung khusus untuk material tertentu seperti batu alam atau beton ekspos.

2 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5585214/original/019655900_1778137868-Usaha_Rumahan_Sederhana_yang_Bikin_Ibu_Desa_Makin_Produktif_dan_Bisa_Sambil_Santai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582940/original/006763500_1778132971-15bad458-b0b9-4af6-a5e2-1a10aea3d422.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582932/original/016683300_1778132808-covert_tanaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582905/original/029695600_1778131987-27864dc4-dae3-4547-bb25-3101384d707c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5584691/original/099813600_1778136988-fd34cb3e-0712-4a02-ba24-c549e7ba4c6f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572989/original/002466800_1777877990-Perpaduan_Kayu_untuk_Sentuhan_Hangat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5583875/original/041300400_1778135729-unnamed__28_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582405/original/045969200_1778129755-LANDSKAP_FIX.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5583109/original/066663700_1778134305-c11e544c-c390-44b8-8ec7-716f7edfbf54.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582968/original/082434400_1778133567-unnamed__27_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/901737/original/097475900_1434365097-Currency-War-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582334/original/073984400_1778129610-c626fcba-c1b1-4e4e-9608-8493569fd7b3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582931/original/042767500_1778132669-Inspirasi_Rumah_Type_45_dengan_Dapur_Terbuka_Anti_Asap_dan_Bau_yang_Bikin_Sehat_Penghuninya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582864/original/078653400_1778130434-7ad81446-6c8d-439a-b9fd-a7f4c5bd1008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582343/original/023819300_1778129622-model_rumah_semi_industrial_yang_cocok_di_lingkungan_pedesaan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523557/original/082816600_1772849287-Warna_Cat_Teras_Rumah_Netral_Tapi_Tidak_Membosankan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582029/original/093335000_1778129138-Desain_Ruang_Tamu_Rumah_Kampung_Minimalis_yang_Nyaman_Buat_Nerima_Tamu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5581337/original/064334700_1778127845-sentuhan_alam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5581362/original/007203900_1778127930-Elemen_Personal_yang_Tidak_Berlebihan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5581020/original/029303200_1778127205-42b588d0-2ba5-4a59-b7be-4df12ac90dd3.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454293/original/050430700_1766556442-1000101929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469055/original/011269000_1768048972-cesar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469343/original/033984700_1768110777-pexels-roman-odintsov-5847238.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5468787/original/073253700_1768015863-Guseynov_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)