9 Persiapan Sebelum Menitipkan Anak di Daycare agar Si Kecil Nyaman dan Orang Tua Lebih Tenang

4 hours ago 4
  • Apa yang harus dipersiapkan sebelum menitipkan anak di daycare?
  • Mengapa anak perlu diajak berkunjung ke daycare sebelum mulai dititipkan?
  • Apa saja barang penting yang perlu dibawa ke daycare?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Yogyakarta - Persiapan sebelum menitipkan anak di daycare menjadi salah satu topik menarik. Ya, tak bisa dipungkiri, daycare  kini tak sedikit menjadi pilihan banyak orang tua, utamanya bagi pasangan yang sama-sama bekerja atau tidak memiliki asisten rumah tangga. Kehadiran daycare membantu orang tua memastikan anak tetap mendapatkan pengawasan dan perawatan yang baik selama ditinggal bekerja. Hal itu pun selaras dengan pengalaman Karina (30), perantau asal Jawa Timur di Kota Yogyakarta yang sudah sejak awal 2021 menggunakan jasa daycare untuk anaknya.

“Saya menitipkan anak di daycare dari umur 4 bulan di tahun 2021 awal. Kenapa daycare, karena kami (Karina dan suami) perantau dan tidak ada sanak saudara di perantauan. Kami berdua sama-sama bekerja. Jadi mau tidak mau harus daycare,” ujar Karina, saat dihubungi tim redaksi Liputan6.com secara daring pada Selasa (5/5/2026).

“Daycare itu sangat membantu, termasuk untuk perkembangan sosial anak, karena banyak yang sebaya dan selalu diajak berkomunikasi dengan miss juga teman-temannya,” imbuhnya.

Namun, sebelum memutuskan menitipkan anak, sejumlah persiapan penting pun perlu diperhatikan agar dapat beradaptasi dengan anak. Karina yang merantau ke Yogyakarta sejak 2020 itu juga memiliki cerita berkesan tentang sejumlah persiapan penting untuk menitipkan anak di daycare.

Karena harus diakui, bagi sebagian orang tua, keputusan menitipkan anak di daycare bukanlah hal mudah. Perasaan khawatir, cemas, hingga takut anak sulit menyesuaikan diri sering muncul pada masa awal penitipan. Berikut dipaparkan persiapan sebelum menitipkan anak di daycare, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, utamanya wawancara ekslusif tim redaksi Liputan6.com dengan Karina.

1. Menata Hati Jadi Perhatian Utama

Seperti dijelaskan sebelumnya, keputusan menitipkan anak ke ‘pihak’ lain bukanlah hal yang mudah bagi orang tua. Kekhawatiran dan perasaan cemas pasti ada menghadapi realita anak jauh dari jangkauan. Maka dari itu, menurut Karina, menata hati orang tua untuk menitipkan anak di daycare adalah keharusan paling awal.

“Yang penting dari orang tuanya dulu, bagaimana menata hati untuk "menitipkan" anak di daycare,” ujar Karina.

2. Cari Daycare dengan Reputasi Terpercaya

Dijelaskan lebih lanjut, Karina memaparkan bahwa mencari daycare dengan reputasi baik adalah langkah kedua setelah orang tua menata hati untuk menitipkan anak.

“Setelah menata hati, barulah cari daycare yg benar-benar aman, nyaman dan SOP nya jelas,” terang Karina.

Ia menambahkan, untuk mendapatkan daycare dengan reputasi baik, orang tua harus melakukan riset mendalam dengan mencari informasi dari kerabat, ulasan internet, maupun visit serta trial untuk mengetahui langsung keadaan tempat penitipan anak.

“Bisa visit dan trial. Lihat bagaimana lingkungannya, bagaimana cara miss nya berinteraksi dengan anak, lihat suasana pembelajaran ketika trial. Lihat bagaimana ruangannya, kamarnya, kamar mandinya, juga ruangan bermain,” lanjut Karina.

“Ada tidak nya CCTV, komunikasi miss dengan orang tua seperti apa (itu juga penting diriset). (CCTV dan laporan harian) itu sangat penting, karena dari laporan harian kita bisa mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan anak selama di daycare, bisa mengetahui porsi makan dan menu makan apa saja yg diberikan ke anak. Jika masih minum asi juga bisa tau dan terkontrol berapa banyak yang diminum oleh anak,” sambungnya.

3. Mengenalkan Anak pada Lingkungan Daycare

Sebelum mulai dititipkan secara rutin, anak sebaiknya diajak berkunjung terlebih dahulu ke daycare. Langkah ini penting agar anak mengenal suasana baru, pengasuh, serta teman-teman sebayanya.

“Saya menitipkan anak di daycare dari umur 4 bulan. Karena masih bayi, jadi dulu lebih ke nggak rewel dan nangis (pas awal mau dititipkan daycare,” cerita Karina.

Diakui Karina, masa perkenalan dapat membantu mengurangi rasa takut dan cemas pada anak. Orang tua juga bisa menemani anak bermain selama beberapa waktu agar si kecil merasa lebih nyaman dengan lingkungan tersebut.

4. Menyiapkan Barang Kebutuhan Anak

Persiapan berikutnya adalah menyiapkan perlengkapan harian anak selama berada di daycare. Barang yang dibawa biasanya disesuaikan dengan usia dan kebutuhan masing-masing anak.

“Penting sekali untuk memastikan bahwa anak memiliki perlengkapan yang memang dibutuhkan selama berada di daycare seperti popok, pakaian ganti, makanan ringan, hingga ASIP atau sufor kalau masih asi,” terang Karina.

“Selain itu ada perlengkapan mandi dan obat atau vitamin kalau ada obat atau vitamin khusus. Tapi di daycare sebenarnya udah disediakan perlengkapan mandi kecuali handuk, sama obat-obatan,” imbuhnya.

5. Memberikan Informasi Lengkap kepada Pengasuh

Saat menitipkan anak di daycare, orang tua perlu memberikan informasi detail mengenai kebiasaan dan kondisi anak. Misalnya jadwal makan, jam tidur, alergi makanan, hingga kebiasaan tertentu yang perlu diperhatikan pengasuh.

Komunikasi yang baik akan membantu pengasuh memberikan perawatan sesuai kebutuhan anak. Selain itu, orang tua juga bisa merasa lebih tenang karena pengasuh memahami kondisi si kecil dengan baik.

6. Melatih Anak untuk Mandiri

Sebelum mulai masuk daycare, anak dapat dilatih melakukan beberapa hal sederhana secara mandiri. Misalnya makan sendiri, memakai sepatu, atau membereskan mainan.

Kemandirian kecil seperti ini membantu anak lebih mudah beradaptasi di lingkungan baru. Anak juga akan merasa lebih percaya diri saat berinteraksi dengan pengasuh maupun teman-temannya.

7. Menyiapkan Mental Anak Tak Kalah Penting

Persiapan emosional menjadi salah satu hal paling penting dalam proses menitipkan anak di daycare. Tidak hanya anak, orang tua juga perlu belajar mengelola rasa khawatir saat harus berpisah sementara.

Saat mengantar anak, usahakan berpamitan dengan tenang dan tidak menunjukkan kecemasan berlebihan. Sikap orang tua yang tenang biasanya membantu anak merasa lebih aman dan nyaman.

“Karena saya menitipkan anak sejak dia masih bayi, paling dari kami sounding-sounding kecil saja, kalau nantinya ayah ibu kerja, adek sama miss di sekolah. Semoga nyaman dan aman, dia mengerti,” cerita Karina.

8. Memastikan Jadwal Anak Tetap Teratur

Anak akan lebih mudah menyesuaikan diri di daycare jika memiliki jadwal tidur dan makan yang teratur. Rutinitas yang konsisten membantu anak merasa lebih nyaman selama menjalani aktivitas harian.

Selain itu, tidur yang cukup juga penting agar anak tetap aktif dan tidak mudah rewel selama berada di daycare. Orang tua sebaiknya tetap menjaga pola tidur anak meski jadwal aktivitas cukup padat.

9. Memantau Perkembangan Anak Secara Berkala

Meski sudah memilih daycare terpercaya, orang tua tetap perlu memantau perkembangan anak secara rutin. Tanyakan aktivitas anak selama di daycare dan perhatikan perubahan perilaku yang mungkin muncul.

Jika anak terlihat lebih murung, sulit makan, atau sering menangis, orang tua dapat berdiskusi dengan pengasuh untuk mencari solusi terbaik. Kerja sama yang baik antara keluarga dan daycare sangat penting untuk kenyamanan anak.

“Di daycare tempat anak saya dititipkan ada aplikasi untuk melihat laporan kegiatan anak selama di daycare. Jika ada apapun pasti dari daycare mengabari orang tua baik melalui chat maupun di sampaikan langsung ketika penjemputan. Di aplikasi sebenarnya sudah sangat lengkap. Kalau seberapa sering, saya sering berkomunikasi dengan pihak daycare, baik itu secara chat maupun langsung,” cerita Karina.

Manfaat Daycare bagi Tumbuh Kembang Anak

Selain membantu orang tua bekerja lebih tenang, daycare juga memiliki sejumlah manfaat positif bagi anak. Anak dapat belajar bersosialisasi, berbagi, dan berinteraksi dengan teman seusianya.

Di daycare diajarkan untuk mandiri dan disiplin. Kalau dirumah contoh kecil untuk makan, harus disuapi, namun di sekolah mulai kecil sudah diajarkan untuk makan sendiri,” ujar Karina.

Kegiatan di daycare biasanya juga dirancang untuk merangsang kemampuan motorik, komunikasi, dan kreativitas anak. Karena itu, memilih daycare yang tepat dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Ya, anak sudah bisa makan sendiri, memakai pakaian sendiri, mencuci piring setelah habis makan, memakai sepatu. Hal-hal kecil yang menurut saya juga sangat diperhatikan dan diajarkan oleh pihak daycare,” ceritanya memungkasi perbincangan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik Daycare

1. Apa yang harus dipersiapkan sebelum menitipkan anak di daycare?

Orang tua perlu memilih daycare terpercaya, menyiapkan perlengkapan anak, dan mengenalkan lingkungan daycare terlebih dahulu.

2. Mengapa anak perlu diajak berkunjung ke daycare sebelum mulai dititipkan?

Agar anak lebih mengenal suasana baru dan tidak merasa takut saat mulai dititipkan.

3. Apa saja barang penting yang perlu dibawa ke daycare?

Pakaian ganti, makanan, susu, popok, tisu, dan perlengkapan pribadi anak.

4. Bagaimana cara membantu anak cepat beradaptasi di daycare?

Dengan menjaga rutinitas, melatih kemandirian, dan memberikan dukungan emosional secara positif.

5. Apa manfaat daycare bagi anak?

Daycare membantu anak belajar bersosialisasi, mandiri, dan mengembangkan kemampuan motorik serta komunikasi.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|