:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316934/original/082782800_1785997289-99f9a6a9-b58e-43b4-8cb4-35e17915d962.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Menanam pohon di depan rumah memang mampu menghadirkan suasana yang lebih sejuk, mempercantik tampilan fasad, sekaligus membantu meningkatkan kualitas udara di sekitar hunian. Namun, tidak semua jenis pohon cocok ditempatkan di area depan rumah, terutama jika ukuran lahannya terbatas atau jaraknya terlalu dekat dengan bangunan. Beberapa pohon memiliki akar yang sangat agresif, tajuk yang terlalu lebar, hingga menghasilkan buah berukuran besar yang berpotensi membahayakan penghuni apabila tidak dirawat dengan baik.
Memahami pohon yang sebaiknya tidak ditanam di depan rumah dapat membantu Anda menghindari berbagai masalah di kemudian hari, mulai dari pondasi yang retak, paving yang terangkat, saluran air yang rusak, hingga risiko ranting atau buah jatuh saat cuaca buruk. Oleh karena itu, sebelum memilih tanaman peneduh, penting untuk mengenali karakter setiap pohon agar keindahan halaman tetap sejalan dengan faktor keamanan dan kenyamanan seluruh penghuni rumah.
1. Pohon Beringin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316935/original/081796200_1785997320-dd8ed4f4-1cce-46d1-8e56-0f91e2e52b95.jpg)
Perbesar
Pohon beringin dikenal sebagai tanaman berukuran besar yang mampu hidup hingga puluhan bahkan ratusan tahun sehingga membutuhkan ruang tumbuh yang sangat luas agar perkembangan akar dan tajuknya tidak mengganggu lingkungan di sekitarnya. Karena alasan tersebut, pohon ini lebih cocok ditanam di taman kota, lapangan, atau area terbuka daripada di halaman depan rumah.
Sistem perakaran pohon beringin sangat kuat dan menyebar ke berbagai arah sehingga berpotensi mengangkat paving, merusak pondasi rumah, memecahkan saluran drainase, hingga mengganggu konstruksi pagar apabila ditanam terlalu dekat dengan bangunan. Semakin tua usia pohon, semakin besar pula tekanan akar terhadap struktur di sekitarnya.
Selain itu, tajuk pohon beringin yang sangat lebat dapat mengurangi masuknya sinar matahari ke halaman depan sehingga area rumah menjadi lebih lembap dan berisiko memicu pertumbuhan lumut pada dinding maupun lantai. Kondisi tersebut membuat biaya perawatan rumah menjadi lebih tinggi dibandingkan jika memilih pohon berukuran sedang.
2. Pohon Kapuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316937/original/063859200_1785997335-17936ccd-7134-4447-a8d5-f72a83956a86.jpg)
Perbesar
Pohon kapuk termasuk tanaman berkayu besar yang memiliki batang kokoh dan cabang cukup panjang sehingga membutuhkan lahan luas agar pertumbuhannya tetap optimal tanpa mengganggu bangunan maupun akses keluar masuk rumah. Di kawasan permukiman padat, pohon ini sering kali dianggap kurang ideal karena ukuran dewasanya sangat besar.
Cabang pohon kapuk berpotensi patah ketika diterpa angin kencang atau hujan deras, terutama jika usia pohon sudah cukup tua dan perawatannya kurang maksimal. Risiko tersebut tentu perlu dipertimbangkan karena cabang yang jatuh dapat mengenai kendaraan, atap rumah, maupun orang yang sedang melintas di halaman.
Ketika musim berbuah, pohon kapuk menghasilkan serat halus yang mudah terbawa angin dan menyebar ke berbagai sudut halaman sehingga membuat area depan rumah tampak lebih kotor. Proses pembersihan pun menjadi lebih sering dilakukan apabila pohon ini berada dekat teras atau garasi.
3. Pohon Trembesi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316938/original/057320900_1785997346-14eec987-b394-4276-8fec-c5de9ee1cf8f.jpg)
Perbesar
Trembesi merupakan salah satu pohon peneduh terbaik karena mampu menghasilkan tajuk yang sangat luas sehingga sering dimanfaatkan di sepanjang jalan raya, taman kota, maupun kawasan terbuka hijau. Meski demikian, karakter tersebut justru menjadi alasan mengapa pohon ini kurang sesuai ditanam tepat di depan rumah.
Akar trembesi terkenal agresif dan mampu berkembang jauh dari batang utama sehingga berpotensi merusak pondasi, saluran air, serta permukaan paving apabila ruang tanam tidak mencukupi. Dalam jangka panjang, biaya perbaikan kerusakan tersebut dapat jauh lebih besar dibandingkan biaya menanam pohon yang lebih sesuai.
Daun trembesi juga cukup banyak berguguran sepanjang tahun sehingga halaman memerlukan pembersihan rutin agar tidak menyumbat talang air maupun saluran drainase. Jika tidak dibersihkan, tumpukan daun dapat menjadi tempat berkembangnya serangga ketika musim hujan tiba.
4. Pohon Mangga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316939/original/057677000_1785997358-bc2391bc-ea3f-4a93-b744-473ce6f74023.jpg)
Perbesar
Pohon mangga memang memberikan banyak manfaat karena menghasilkan buah yang disukai banyak orang, tetapi penempatannya sebaiknya tidak terlalu dekat dengan bagian depan rumah terutama pada lahan yang sempit. Pertumbuhan batang dan akar mangga akan semakin besar seiring bertambahnya usia pohon.
Akar pohon mangga dapat mengganggu struktur pondasi apabila jarak tanam terlalu dekat, sementara tajuknya yang semakin lebar juga mampu mengurangi pencahayaan alami ke dalam rumah. Kondisi tersebut membuat area depan terasa lebih lembap dan memerlukan pemangkasan secara berkala.
Saat musim panen, buah mangga yang jatuh dapat mengotori halaman dan menarik perhatian kelelawar, semut, lalat, maupun serangga lainnya. Jika buah dibiarkan membusuk, aroma yang muncul juga dapat mengurangi kenyamanan penghuni rumah.
5. Pohon Nangka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316940/original/036650700_1785997371-5df60fc1-08ff-4e69-b8e7-503e4d9f934b.jpg)
Perbesar
Pohon nangka memiliki pertumbuhan batang yang cukup besar dengan percabangan kuat sehingga membutuhkan ruang tanam yang memadai agar tidak mengganggu bangunan di sekitarnya. Meski menghasilkan buah bernilai ekonomi, pohon ini kurang ideal ditempatkan tepat di depan rumah.
Buah nangka memiliki bobot yang cukup berat sehingga apabila jatuh secara tiba-tiba dapat membahayakan orang maupun kendaraan yang berada di bawahnya. Risiko tersebut menjadi pertimbangan penting, terutama apabila area depan rumah digunakan sebagai tempat parkir.
Selain menghasilkan daun yang cukup banyak, pohon nangka juga mengeluarkan getah pada batang maupun buah sehingga proses perawatan menjadi lebih rumit dibandingkan beberapa jenis pohon peneduh lainnya. Halaman pun memerlukan perhatian lebih agar tetap bersih dan nyaman.
6. Pohon Kelapa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316941/original/085836000_1785997386-7db9d38e-20db-437e-8b49-9d5e225cd247.jpg)
Perbesar
Pohon kelapa memiliki batang tinggi dengan buah yang tumbuh di bagian pucuk sehingga risiko buah jatuh menjadi salah satu alasan utama mengapa tanaman ini kurang disarankan berada tepat di depan rumah. Apalagi jika area tersebut sering digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga.
Buah kelapa memiliki berat yang cukup besar sehingga dapat menyebabkan cedera serius apabila jatuh mengenai seseorang atau merusak kendaraan yang sedang diparkir. Oleh karena itu, pohon kelapa lebih tepat ditanam di kebun atau lahan terbuka yang jauh dari aktivitas harian.
Selain faktor keamanan, batang pohon kelapa yang tinggi juga menyulitkan proses pemangkasan maupun pemanenan buah sehingga membutuhkan tenaga profesional. Hal ini tentu menambah biaya perawatan jika dibandingkan dengan pohon berukuran sedang.
7. Pohon Mahoni
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316942/original/082205700_1785997401-8ee65a64-a3a8-4608-8f22-bd4d91ec7fc7.jpg)
Perbesar
Mahoni dikenal sebagai tanaman peneduh yang banyak dijumpai di sepanjang jalan karena mampu tumbuh tinggi dengan batang yang kokoh serta tajuk yang cukup rindang. Walaupun memiliki manfaat sebagai penyerap polusi, ukurannya membuat pohon ini kurang cocok berada di halaman depan rumah.
Daun mahoni cukup sering berguguran sehingga halaman harus dibersihkan secara rutin agar tidak menumpuk di selokan maupun talang air. Ketika musim hujan, tumpukan daun tersebut berpotensi menyebabkan saluran air tersumbat dan memicu genangan.
Buah serta ranting mahoni juga dapat berjatuhan ketika tertiup angin kencang sehingga berisiko mengganggu keselamatan penghuni rumah. Oleh sebab itu, banyak ahli lanskap menyarankan pohon ini ditanam di area publik yang memiliki ruang tumbuh lebih luas.
8. Pohon Eukaliptus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316943/original/050735700_1785997414-c71a0fb9-31e7-4973-91b7-1bf8a1f4b9f4.jpg)
Perbesar
Eukaliptus merupakan pohon yang terkenal karena pertumbuhannya cepat dan mampu beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan, tetapi karakter tersebut juga disertai sistem akar yang cukup kuat sehingga kurang ideal jika berada terlalu dekat dengan pondasi rumah.
Pohon ini memiliki kebutuhan air yang tinggi sehingga dapat bersaing dengan tanaman hias maupun rumput di sekitarnya dalam menyerap kelembapan tanah. Akibatnya, tanaman lain yang berada di halaman depan bisa mengalami pertumbuhan kurang optimal.
Selain itu, ukuran pohon eukaliptus dapat berkembang sangat tinggi sehingga membutuhkan pemangkasan berkala untuk menjaga keamanan lingkungan sekitar. Jika tidak dirawat secara rutin, cabang yang sudah tua berpotensi patah ketika diterpa angin.
9. Pohon Asam Jawa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316944/original/031923200_1785997428-1dc083e6-a80a-4efa-bfaf-c11d3498f662.jpg)
Perbesar
Pohon asam jawa memiliki usia yang sangat panjang dengan ukuran batang besar serta tajuk yang semakin melebar dari tahun ke tahun sehingga lebih cocok ditanam pada area luas daripada halaman depan rumah yang terbatas.
Daun kecil dan buah asam cukup sering berguguran sehingga halaman memerlukan pembersihan secara berkala agar tetap rapi. Jika dibiarkan menumpuk, sampah organik tersebut dapat membuat permukaan lantai menjadi licin ketika terkena air hujan.
Akar pohon asam jawa juga berkembang cukup kuat sehingga dalam jangka panjang dapat memengaruhi struktur lantai maupun saluran air apabila ditanam terlalu dekat dengan bangunan. Karena itu, jarak tanam menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pohon yang Sebaiknya Tidak Ditanam
1. Mengapa pohon besar tidak disarankan ditanam di depan rumah?
Karena akar dan tajuknya dapat merusak bangunan serta meningkatkan risiko cabang atau buah jatuh.
2. Berapa jarak aman menanam pohon dari rumah?
Idealnya sekitar 3–5 meter, tergantung jenis dan ukuran pohonnya saat dewasa.
3. Apakah pohon mangga boleh ditanam di depan rumah?
Boleh, tetapi sebaiknya tidak terlalu dekat dengan pondasi dan perlu dipangkas secara rutin.
4. Apa ciri pohon yang aman untuk halaman depan?
Memiliki akar tidak agresif, ukuran sedang, tajuk mudah dikendalikan, dan tidak menghasilkan buah berat.
5. Pohon apa yang cocok sebagai peneduh halaman depan?
Tabebuya, ketapang kencana, pucuk merah, kamboja, bungur mini, serta beberapa jenis palem hias.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309241/original/025113800_1785221451-IjX4VwGkAmwQdayZD99MHarMSZDjxkCEaKpl6kvy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324335/original/003354200_1755847297-pexels-cottonbro-6069539.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9317004/original/046534300_1785999304-968e805e-04be-4b8c-8f0d-90e883f64b6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316992/original/064300300_1785999123-9731bb60-18ac-47e0-8938-4ef1eb59da19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316972/original/043913500_1785998626-pexels-olly-3886070.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316909/original/034009700_1785996524-Gemini_Generated_Image_lpw5c4lpw5c4lpw5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316899/original/015723100_1785995977-19bcca94-2517-47c6-9a47-f08ded493d08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290990/original/043752700_1783501601-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4030425/original/064674000_1653273891-raka-dwi-wicaksana-Jbk_Tce8Z1U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315182/original/077199200_1785829858-Xs1lV1IqjwuEnZWXHK4jJeSCn3qvGq6Hi1v52Dgc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3014395/original/064223700_1578364376-forest-1598756_960_720.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316825/original/017830000_1785990789-3a0bbf02-a0e7-43f4-b6ba-4dc9a12f1ca8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316716/original/035621800_1785984611-000_36RQ2PE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309240/original/012790200_1785221450-SbdrLUQa3uEVvT0Y9DfcWkWax67Nf5xW6qMpTxcq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316673/original/079740600_1785982883-HL_kebun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9303449/original/063088300_1784633030-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_18.11.42_Srikandi_Merdeka_Cup.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316665/original/044968400_1785981983-Celana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5060938/original/017076800_1734788918-2024121_Indonesia_vs_Filipina-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9316592/original/036715500_1785975923-Model_Lampu_Gantung_untuk_Ruang_Makan.jpeg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557096/original/065659700_1776318001-Gambar_Rumah_Sederhana_6x9_di_Kampung_Dekat_Sawah_yang_Jadi_Tren_Desain_2026.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5390115/original/042078200_1761229243-20251023AA_Official_Training_Persija_Jakarta-04.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4863025/original/074446600_1718303638-3_083A3037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559133/original/096420800_1776519532-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_13.03.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550378/original/025461700_1775666256-WhatsApp_Image_2026-04-08_at_23.05.47.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361596/original/000746300_1758788384-eliano.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559467/original/050185700_1776576647-WhatsApp_Image_2026-04-19_at_12.29.37__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557654/original/051408300_1776350845-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556615/original/026624600_1776261517-Indonesia_v_Malaysia_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557496/original/099902200_1776332068-1000397949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3904777/original/070543400_1642301129-pexels-tim-douglas-6205626.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531939/original/016980900_1773637517-asian-child-girl-play-painting-with-happiness-joyful.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)