- Apakah minyak goreng keruh masih aman dipakai ulang?
- Berapa kali maksimal minyak goreng bisa dipakai ulang?
- Apa ciri-ciri minyak goreng yang sudah tidak layak pakai?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Apakah minyak goreng keruh masih aman dipakai ulang? Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok di setiap dapur rumah tangga Indonesia. Penggunaannya yang luas untuk berbagai masakan menjadikannya bahan penting dalam aktivitas harian. Namun, masalah umum yang sering muncul adalah minyak goreng yang cepat keruh atau menghitam setelah beberapa kali pemakaian.
Fenomena ini kerap memicu pertanyaan krusial di benak banyak orang, yaitu apakah minyak goreng keruh masih aman dipakai ulang? Pertanyaan ini menjadi relevan mengingat kebiasaan masyarakat Indonesia yang cenderung menggunakan minyak goreng berulang kali. Hal ini sering dilakukan dengan alasan penghematan biaya rumah tangga.
Artikel ini akan mengupas tuntas isu tersebut secara komprehensif, membahas penyebab minyak goreng menjadi keruh, serta bahaya kesehatan yang mengintai. Kami juga akan memberikan batasan penggunaan yang aman, serta tips untuk menjaga kualitas minyak goreng agar tetap jernih lebih lama. Semua informasi ini didasarkan pada data dan sumber terpercaya terkini. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (20/5/2026).
Mengenal Minyak Goreng Keruh dan Tingkat Kerusakannya
Minyak goreng keruh merujuk pada kondisi minyak yang mengalami perubahan warna signifikan, dari kuning pucat atau keemasan menjadi lebih gelap, coklat, bahkan hitam. Perubahan visual ini secara langsung mengindikasikan adanya degradasi kualitas pada minyak. Kondisi ini menunjukkan bahwa minyak telah mengalami proses fisikokimia yang mengurangi kelayakannya untuk digunakan kembali.
Perbedaan antara minyak keruh, hitam, dan jelantah terletak pada tingkat kerusakannya yang progresif. Minyak keruh merupakan tahap awal perubahan warna, menandakan dimulainya proses kerusakan. Sementara itu, minyak hitam menunjukkan tingkat kerusakan yang jauh lebih parah, di mana degradasi molekul telah berlangsung intensif.
Minyak jelantah adalah istilah umum yang digunakan untuk minyak goreng yang telah dipakai berulang kali. Kondisi minyak jelantah dapat bervariasi dari keruh hingga hitam pekat, tergantung pada seberapa sering dan bagaimana minyak tersebut digunakan. Bahkan, beberapa konsumen melaporkan bahwa Minyakita, minyak goreng kemasan rakyat, dapat langsung keruh setelah satu kali pemakaian untuk menggoreng makanan tertentu.
Faktor Utama Penyebab Minyak Goreng Cepat Keruh
Banyak faktor yang berkontribusi pada perubahan warna minyak goreng menjadi keruh, mulai dari proses pemanasan hingga jenis bahan makanan yang digoreng. Memahami penyebab ini penting untuk dapat mencegah penurunan kualitas minyak. Kualitas awal minyak juga memainkan peran penting dalam seberapa cepat minyak akan mengalami degradasi.
- Oksidasi dan degradasi termal
Minyak yang dipanaskan berulang kali pada suhu tinggi akan mengalami proses oksidasi. Proses ini memecah struktur molekul lemak dan menghasilkan senyawa pengotor yang mengubah warna minyak menjadi lebih gelap dan keruh. Reaksi oksidasi juga dapat membuat warna makanan kurang menarik, berbau tengik, dan merusak beberapa vitamin esensial.
- Sisa makanan yang mengendap dan gosong
Sisa berperan besar dalam kekeruhan minyak. Partikel atau remah-remah sisa bahan yang digoreng, seperti tepung atau bumbu, terlepas dan mengendap di dalam minyak. Akumulasi sisa makanan ini akan membuat minyak berubah warna lebih cepat dan mengurangi kejernihannya secara signifikan.
- Penggunaan bahan bergula atau manis
Saat menggoreng, seperti pisang goreng atau donat, akan membuat minyak cepat terkaramelisasi. Gula akan terbakar dan mempercepat perubahan warna minyak menjadi gelap.
- Suhu penggorengan yang terlalu tinggi
Merupakan faktor lain yang perlu diperhatikan. Minyak goreng memiliki titik asap, dan jika sering digunakan pada suhu di atas 190°C, minyak akan terurai secara kimiawi dan berubah warna. Suhu yang terlalu tinggi mempercepat oksidasi dan membuat minyak cepat berasap serta gelap.
- Kualitas minyak yang buruk
Kualitas memengaruhi kecepatan minyak menjadi keruh. Minyak curah atau minyak daur ulang, yang umumnya memiliki kandungan lemak tak jenuh lebih tinggi, cenderung lebih cepat rusak dan gelap saat dipanaskan.
Bahaya Menggunakan Minyak Goreng Keruh Berulang Kali
Penggunaan minyak goreng keruh secara berulang kali tidak aman untuk kesehatan, terutama jika warnanya sudah berubah menjadi coklat tua atau hitam pekat. Minyak yang telah mengalami degradasi ini mengandung berbagai senyawa berbahaya hasil oksidasi dan pemecahan lemak. Konsumsi minyak semacam ini dapat membawa dampak negatif jangka panjang bagi tubuh.
Mengandung senyawa karbonil
Secara ilmiah, minyak goreng keruh mengandung lemak trans dan senyawa karbonil yang terbentuk akibat oksidasi. Pemanasan minyak pada suhu tinggi dapat mengubah kandungan di dalamnya, termasuk munculnya asam lemak trans yang diketahui berbahaya bagi kesehatan kardiovaskular. Selain itu, kandungan persenyawaan karbonil juga bertambah secara signifikan dalam minyak selama proses pemanasan berulang.
Picu pembentukan radikan bebas
Minyak jelantah juga memicu pembentukan radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh. Reaksi oksidasi pada minyak goreng bekas dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas, yaitu molekul tidak stabil yang berkontribusi pada kerusakan sel dan jaringan. Radikal bebas ini dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk penyakit degeneratif dan penuaan dini.
Kualitas dan nilai gizi makanan turun
Mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak keruh secara terus-menerus dapat menurunkan kualitas dan nilai gizi makanan. Minyak yang dipakai berkali-kali dapat merusak kandungan vitamin, seperti vitamin A, D, E, dan K, serta asam lemak esensial yang terkandung dalam makanan. Akibatnya, makanan yang seharusnya bergizi menjadi kurang bermanfaat bagi tubuh.
Risiko Kesehatan Akibat Konsumsi Minyak Jelantah
Penggunaan minyak goreng keruh atau jelantah secara berulang dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan serius. Dampak ini tidak hanya terbatas pada gangguan pencernaan ringan, tetapi juga melibatkan penyakit kronis yang mengancam jiwa. Penting untuk memahami risiko ini agar masyarakat lebih bijak dalam penggunaan minyak goreng.
Tingkatkan kadar kolesterol
Salah satu risiko utama adalah peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh. Mengonsumsi gorengan berlebihan yang dimasak dengan minyak jelantah sangat berpengaruh pada kenaikan kolesterol. Ikatan rangkap pada asam lemak tidak jenuh rusak pada suhu tinggi, menyisakan asam lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL). Hal ini berkontribusi pada penyakit jantung dan pembuluh darah, serta hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Sumber senyawa aldehid
Minyak jelantah juga menjadi salah satu sumber radikal bebas dan senyawa organik aldehid yang dapat berubah menjadi zat karsinogen. Konsumsi jangka panjang berisiko memicu berbagai jenis kanker, terutama kanker laring. Selain itu, minyak yang sering digunakan berkali-kali dapat menjadi sarang perkembangbiakan bakteri berbahaya seperti Clostridium botulinum, bakteri penyebab penyakit botulisme.
Penyakit degeneratif
Dampak lainnya termasuk gangguan pencernaan karena makanan yang digoreng dengan minyak jelantah cenderung lebih sulit dicerna, menyebabkan mual atau sakit perut. Tingginya kadar lemak trans dan kalori dalam minyak jelantah juga dapat memicu obesitas. Bahkan, konsumsi minyak jelantah secara terus-menerus dikaitkan dengan penyakit degeneratif seperti Parkinson atau Alzheimer, menunjukkan spektrum risiko yang luas.
Batasan Aman Penggunaan Minyak Goreng dan Ciri Minyak Tidak Layak
Untuk menjaga kesehatan, para ahli menyarankan batasan penggunaan minyak goreng yang aman. Umumnya, minyak goreng sebaiknya hanya digunakan ulang maksimal 2 hingga 3 kali. Peneliti dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) bahkan menjelaskan bahwa penggunaan minyak goreng lebih dari dua kali sudah melebihi ambang batas normal kadar asam lemak, yaitu 0,30%.
Jika minyak sudah menunjukkan tanda-tanda kekeruhan signifikan setelah hanya satu kali pakai, sangat disarankan untuk segera menggantinya. Kondisi ini seringkali terjadi jika minyak digunakan untuk menggoreng bahan yang mudah melepaskan partikel atau pada suhu yang terlalu tinggi. Prioritas utama adalah kesehatan, bukan penghematan yang berisiko.
Ada beberapa ciri-ciri yang jelas menunjukkan bahwa minyak goreng sudah tidak layak pakai dan harus segera dibuang.
- Pertama, warna minyak berubah menjadi coklat tua atau hitam pekat.
- Kedua, aromanya menjadi asam, tengik, atau seperti gosong yang tidak sedap.
- Ketiga, teksturnya terasa lebih kental dan lengket saat disentuh.
Ciri lain yang menandakan minyak harus dibuang adalah munculnya busa berlebihan saat dipanaskan, yang menunjukkan adanya degradasi molekuler. Selain itu, jika masakan yang digoreng terasa pahit atau getir, atau makanan jadi cepat gosong di luar tapi mentah di dalam, itu adalah indikator kuat bahwa kualitas minyak sudah sangat menurun dan tidak aman untuk dikonsumsi.
Tips Efektif Mencegah Minyak Goreng Cepat Keruh
Menjaga kualitas minyak goreng agar tetap jernih lebih lama adalah kunci untuk memastikan keamanan dan kesehatan masakan. Ada beberapa tips praktis yang bisa diterapkan di dapur rumah tangga. Langkah-langkah ini tidak hanya membantu menghemat minyak, tetapi juga melindungi keluarga dari risiko kesehatan.
- Pertama, selalu gunakan minyak berkualitas baik. Pilihlah minyak kelapa sawit yang stabil dan memang dirancang untuk penggunaan dua hingga tiga kali penggorengan. Minyak berkualitas tinggi cenderung lebih tahan terhadap degradasi termal dan oksidasi.
- Kedua, saring minyak setelah setiap pemakaian menggunakan kain bersih atau saringan halus untuk menghilangkan sisa makanan. Sisa makanan yang mengendap dapat mempercepat proses penghitaman dan penurunan kualitas minyak.
- Ketiga, gunakan api sedang saat menggoreng dan hindari suhu yang terlalu tinggi, idealnya sekitar 170–180°C, tidak lebih dari 190°C. Suhu berlebihan akan mempercepat oksidasi dan membuat minyak cepat berasap.
- Keempat, jangan pernah mencampur minyak baru dengan minyak bekas. Mencampur keduanya justru akan mempercepat kerusakan minyak baru dan menurunkan kualitas keseluruhan.
- Kelima, pisahkan wadah minyak berdasarkan jenis makanan yang digoreng. Misalnya, pisahkan minyak untuk menggoreng ikan dari minyak untuk donat agar aroma tidak tercampur dan kualitas minyak lebih terjaga.
- Keenam, simpan minyak sisa di tempat tertutup, sejuk, dan gelap, jauh dari cahaya langsung atau sumber panas.
- Terakhir, cairkan makanan beku terlebih dahulu sebelum digoreng, karena air es dapat mempercepat kerusakan dan penggelapan minyak.
Pertanyaan Seputar Penggunaan Minyak Goreng
Q: Apakah minyak goreng keruh masih aman dipakai ulang?
A: Tidak aman, terutama jika sudah berwarna coklat tua atau hitam. Minyak keruh mengandung lemak trans dan radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan.
Q: Berapa kali maksimal minyak goreng bisa dipakai ulang?
A: Minyak goreng sebaiknya hanya digunakan ulang maksimal 2-3 kali. Peneliti dari UM Surabaya menyarankan tidak lebih dari dua kali pemakaian karena kadar asam lemak sudah melebihi ambang batas normal.
Q: Apa ciri-ciri minyak goreng yang sudah tidak layak pakai?
A: Ciri-cirinya meliputi warna coklat tua/hitam, bau tengik atau menyengat, tekstur kental dan lengket, serta timbul busa berlebihan saat dipanaskan.
Q: Apakah menggoreng dengan minyak keruh bisa menyebabkan kanker?
A: Ya, dalam jangka panjang, radikal bebas dan senyawa karsinogenik yang terbentuk dari minyak teroksidasi berisiko memicu kanker.
Q: Bagaimana cara menyimpan minyak bekas yang masih layak pakai?
A: Simpan minyak yang sudah disaring dalam wadah kedap udara, di tempat yang sejuk, dan jauh dari paparan cahaya langsung atau sumber panas.

2 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6372567/original/078979500_1779247655-desain_rumah_sederhana_yang_mudah_dipel_dan_tidak_cepat_kotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6371088/original/067979300_1779246249-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6370509/original/097119300_1779245595-Pohon_buah_yang_merusak_akar_halaman_depan_rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6368364/original/091509500_1779243518-unnamed__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6370514/original/051173600_1779245693-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547821/original/023788800_1775473215-Teras_dengan_Keramik_Motif_Kayu__Wood_Look_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569423/original/090136500_1777442007-Berikan_ke_Ayam_Secara_Rutin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4216813/original/026024800_1667788556-amit-talwar-xQKaIyUhsSE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398839/original/041173000_1761898412-unnamed_-_2025-10-31T150757.537.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6297891/original/012580800_1779172376-unnamed__49_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5259276/original/014362300_1750420330-BRI_Liga_1_-_Ilustrasi_Logo_Persis_Solo_untuk_Liga_1_2025_2026_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6292568/original/054511500_1779167185-ide_jualan_HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544092/original/043700500_1775051921-Dony.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418556/original/081909100_1763622046-bojan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6318591/original/014725300_1779193606-Pemain_Muda_Terbaik_BRI_Super_League_20252026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5195611/original/062761000_1745379432-ut7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469500/original/006523200_1768124465-20260111AA_BRI_Super_League_Persib_Bandung_vs_Persija_Jakarta-04.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496640/original/008733500_1770561630-1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482632/original/065966700_1769234277-buah_bisbul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)