:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298606/original/068227700_1784176006-dc6f7707-d8ed-45cf-94f7-b97c5b1d127c.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Emas menjadi salah satu aset sekaligus perhiasan yang memiliki nilai tinggi sehingga banyak diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Tingginya permintaan terhadap logam mulia ini juga dimanfaatkan oleh oknum yang menjual emas imitasi atau emas berkualitas rendah dengan tampilan yang sekilas menyerupai emas asli. Karena itulah, memahami bagaimana ciri emas asli dan palsu menjadi pengetahuan penting agar calon pembeli tidak mudah tertipu saat bertransaksi, baik di toko emas, marketplace, maupun melalui penjual perorangan.
Tidak sedikit orang yang masih mengira bahwa warna kuning mengilap sudah cukup menjadi tanda keaslian emas, padahal ada banyak aspek lain yang perlu diperhatikan, mulai dari cap kadar, bobot, sifat logam, hingga kondisi permukaannya setelah digunakan dalam waktu lama.
Dengan mengetahui berbagai karakteristik tersebut, Anda dapat lebih percaya diri saat membeli emas untuk investasi maupun perhiasan, sekaligus meminimalkan risiko mengalami kerugian akibat memperoleh produk yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
Mengapa Penting Mengetahui Ciri Emas Asli dan Palsu?
Mengetahui bagaimana ciri emas asli dan palsu merupakan langkah awal yang dapat melindungi Anda dari risiko kerugian finansial. Harga emas yang terus bergerak mengikuti kondisi pasar membuat logam mulia ini memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga banyak pihak tidak bertanggung jawab mencoba menawarkan emas palsu atau emas berlapis dengan harga yang seolah-olah menguntungkan pembeli.
Selain membantu menghindari penipuan, kemampuan membedakan emas asli dan palsu juga memudahkan Anda dalam menentukan kualitas emas sebelum membeli. Setiap kadar emas memiliki karakteristik dan nilai yang berbeda sehingga penting untuk memahami arti cap kadar, bobot, serta kondisi fisik emas agar dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan, baik untuk investasi maupun penggunaan sehari-hari.
Di sisi lain, pengetahuan mengenai ciri emas asli juga sangat berguna ketika Anda ingin menjual kembali koleksi emas di masa depan. Emas yang terbukti asli dengan kadar yang jelas umumnya memiliki nilai jual kembali yang lebih baik, sedangkan emas palsu atau emas tanpa identitas yang jelas akan sulit diterima oleh toko emas maupun lembaga pembiayaan.
Bagaimana Ciri Emas Asli?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
Perbesar
Sebelum membeli emas, ada baiknya Anda memahami beberapa karakteristik yang umumnya dimiliki oleh emas asli. Ciri-ciri berikut tidak hanya dapat diamati secara visual, tetapi juga dapat menjadi acuan awal sebelum melakukan pemeriksaan menggunakan alat khusus di toko emas atau lembaga resmi.
Memiliki hallmark atau cap kadar emas
Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah adanya hallmark atau cap kadar emas, seperti 999 untuk emas 24 karat, 916 untuk 22 karat, atau 750 untuk 18 karat. Cap ini biasanya berada di bagian dalam cincin, gelang, maupun kalung dan menjadi informasi mengenai kadar emas yang terkandung di dalam produk tersebut, meskipun tetap perlu dipastikan keasliannya karena cap juga dapat dipalsukan.
Warna emas tampak merata
Emas asli memiliki warna yang cenderung konsisten pada seluruh bagian permukaan, termasuk area yang sering bergesekan. Kilau yang dimiliki emas juga terlihat alami dan tidak terlalu mencolok, sehingga berbeda dengan emas imitasi yang sering kali memiliki warna kuning berlebihan atau terlihat tidak merata.
Tidak berkarat atau mengelupas
Salah satu keunggulan emas adalah sifatnya yang tahan terhadap korosi sehingga tidak mudah berkarat meskipun digunakan dalam waktu lama. Jika permukaan emas hanya tampak kusam, biasanya kondisi tersebut disebabkan oleh kotoran atau minyak yang menempel dan masih bisa kembali mengilap setelah dibersihkan.
Tidak tertarik magnet
Emas murni termasuk logam yang tidak memiliki sifat magnetis sehingga umumnya tidak akan menempel pada magnet. Namun, perlu diketahui bahwa beberapa perhiasan emas mengandung campuran logam tertentu sehingga pengujian dengan magnet sebaiknya dijadikan pemeriksaan awal, bukan satu-satunya penentu keaslian emas.
Memiliki bobot yang lebih padat
Dibandingkan logam imitasi dengan ukuran yang sama, emas asli akan terasa lebih berat karena memiliki massa jenis yang tinggi. Itulah sebabnya perhiasan emas sering memberikan kesan padat ketika digenggam meskipun ukurannya relatif kecil.
Bagaimana Ciri Emas Palsu?
Selain mengenali karakteristik emas asli, Anda juga perlu mengetahui beberapa tanda yang sering ditemukan pada emas palsu. Dengan memahami ciri-ciri berikut, Anda dapat lebih waspada sebelum memutuskan membeli atau menerima emas dari pihak lain.
Warna mudah pudar atau mengelupas
Emas palsu umumnya hanya memiliki lapisan berwarna emas pada bagian luar sehingga warnanya akan memudar atau mengelupas setelah sering terkena gesekan. Ketika lapisan tersebut hilang, biasanya akan terlihat warna logam lain seperti perak atau tembaga.
Muncul karat atau noda kehitaman
Jika sebuah perhiasan mulai berkarat atau muncul noda kehitaman akibat oksidasi, kemungkinan besar bahan dasarnya bukan emas murni. Kondisi ini sering dijumpai pada perhiasan imitasi yang menggunakan logam murah sebagai bahan utama.
Menempel pada magnet
Banyak emas palsu dibuat menggunakan besi atau baja sehingga akan tertarik kuat ketika didekatkan dengan magnet. Meski demikian, hasil tes ini tetap perlu dikombinasikan dengan pemeriksaan lainnya agar penilaian lebih akurat.
Terasa jauh lebih ringan
Logam imitasi umumnya memiliki massa jenis yang lebih rendah dibandingkan emas sehingga bobotnya terasa ringan meskipun ukuran perhiasannya sama. Perbedaan ini sering menjadi petunjuk awal yang cukup mudah dirasakan.
Cap kadar tidak jelas atau mencurigakan
Beberapa emas palsu sengaja diberi cap menyerupai emas asli untuk mengelabui pembeli. Oleh karena itu, Anda tidak boleh hanya mengandalkan keberadaan cap, melainkan juga perlu memperhatikan kualitas ukiran, reputasi penjual, serta hasil pengujian apabila diperlukan.
Perbedaan Emas Asli, Emas Muda, dan Emas Palsu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298607/original/024658900_1784176094-343365b1-98d1-4dae-84e9-bd08dc42febe.jpg)
Perbesar
Meski sama-sama memiliki tampilan berwarna kuning, emas asli, emas muda, dan emas palsu sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda dari segi kandungan logam, nilai jual, hingga daya tahannya. Memahami perbedaan ketiganya akan membantu Anda menentukan pilihan yang sesuai dengan tujuan pembelian.
- Emas asli: Memiliki kandungan emas sesuai kadar yang tertera, seperti 24K, 22K, atau 18K, serta memiliki nilai jual kembali yang relatif tinggi.
- Emas muda: Tetap termasuk emas asli, tetapi memiliki kadar emas yang lebih rendah karena dicampur logam lain agar lebih kuat dan tahan terhadap benturan.
- Emas palsu: Tidak memiliki kandungan emas sesuai klaim atau hanya menggunakan lapisan emas tipis pada permukaannya sehingga nilai jualnya jauh lebih rendah.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menilai Keaslian Emas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292811/original/038691100_1783659823-gold.jpg)
Perbesar
Masih banyak orang yang menilai keaslian emas hanya berdasarkan penampilan luarnya, padahal cara tersebut sering menimbulkan kesalahan. Agar tidak mudah tertipu, hindari beberapa kekeliruan berikut saat memeriksa emas.
- Hanya melihat warna emas – Warna yang mengilap belum tentu menunjukkan bahwa emas tersebut asli.
- Percaya sepenuhnya pada cap kadar – Hallmark dapat dipalsukan sehingga tetap perlu pemeriksaan tambahan.
- Mengandalkan tes magnet saja – Tes magnet hanya menjadi pemeriksaan awal dan bukan bukti mutlak.
- Membeli karena harga terlalu murah – Harga yang jauh di bawah pasaran patut diwaspadai.
- Tidak meminta nota atau sertifikat – Dokumen pembelian penting sebagai bukti keaslian dan memudahkan proses jual kembali.
Tips Aman Membeli Emas agar Tidak Tertipu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298611/original/078655200_1784176337-5b477837-0c59-47b7-88e2-76342ce790f2.jpg)
Perbesar
Membeli emas membutuhkan ketelitian karena nilainya cukup tinggi dan sering dijadikan instrumen investasi jangka panjang. Dengan mengikuti beberapa tips berikut, peluang mendapatkan emas asli dari penjual terpercaya akan semakin besar.
- Pilih toko emas atau penjual yang memiliki reputasi baik.
- Pastikan terdapat cap kadar emas yang jelas.
- Minta nota pembelian dan sertifikat apabila tersedia.
- Bandingkan harga dengan harga emas yang berlaku di pasaran.
- Lakukan pengecekan menggunakan alat resmi jika membeli emas bekas.
- Hindari tergiur penawaran dengan harga yang tidak masuk akal.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Emas Asli dan Palsu
1. Bagaimana cara paling mudah mengetahui emas asli atau palsu?
Cara paling mudah adalah memeriksa cap kadar, menguji dengan magnet sebagai langkah awal, lalu memastikan keasliannya di toko emas menggunakan alat khusus.
2. Apakah emas asli pasti tidak menempel magnet?
Pada umumnya ya, tetapi beberapa perhiasan memiliki campuran logam sehingga tes magnet tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan.
3. Apakah emas 18 karat termasuk emas asli?
Ya. Emas 18 karat tetap merupakan emas asli, hanya kandungan emasnya sekitar 75% dan sisanya merupakan logam campuran.
4. Mengapa emas asli bisa terlihat kusam?
Emas dapat tampak kusam karena kotoran, debu, atau minyak yang menempel, bukan karena berkarat.
5. Di mana tempat terbaik untuk mengecek keaslian emas?
Anda dapat mengeceknya di toko emas terpercaya, Pegadaian, atau laboratorium yang memiliki alat penguji emas profesional.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

10 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299174/original/014173500_1784197519-WhatsApp_Image_2026-07-16_at_08.43.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/8163797/original/031544600_1781018575-20260609BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mozambik_FIFA_Matchday_2026-05.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7253349/original/074810700_1780039482-Gemini_Generated_Image_iul334iul334iul3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299234/original/091953400_1784202792-1000125960.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9297178/original/073412700_1784082785-Gemini_Generated_Image_ux2ir6ux2ir6ux2i.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542835/original/015484300_1774965869-000_A6BL363.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9298835/original/027100900_1784183914-d52a6d00-e57c-436e-8031-c2da50ea9c4c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5301668/original/036855100_1753952907-Julio_Cesar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295280/original/071992900_1783923042-sZR6QP9ctou30PooIt8Bc7N8Qf7XhZJHBNBXcKE4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5427332/original/037542200_1764379619-Persija_vs_PSIM-52.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204724/original/086243700_1746009699-confident-female-manager-asian-saleswoman-holds-arms-crossed-with-professional-look-white-background_1258-169244.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299201/original/072937300_1784200207-HNVxgC3asAAj9Y7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7731862/original/010252900_1780537314-igor_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299095/original/079392000_1784193208-0e507ec3-cfe9-4318-b39c-82ed57897eeb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299172/original/036005300_1784197425-Alexandre_Ramalingom_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299041/original/051305200_1784190826-8061.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3796715/original/056751000_1640593486-ocean-ng-L0xOtAnv94Y-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9298907/original/000557100_1784186527-1000472336.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9299055/original/090640100_1784191629-Keramik_Motif_Kayu_vs_Parket.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5341955/original/093188300_1757342062-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-07.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496099/original/014951200_1770469090-20260205AA_Indonesia_vs_Jepang-47.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486862/original/011529800_1769618434-1001889631.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461718/original/089739600_1767433302-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339674/original/047240900_1757081733-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-08.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535678/original/081487000_1774083121-team__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5538570/original/071315500_1774525867-20260326IQ_Latihan_Timnas_Indonesia-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478714/original/059102600_1768914932-000_9PK9KD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392680/original/002485800_1761486231-570624768_18084026864504418_4368634468269805834_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/185136/original/img_kolev-201.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4371977/original/088823300_1679822595-20230325BL_FIFA_Matchday_Timnas_Indonesia_Vs_Timnas_Burundi_Stok_Foto_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5377685/original/055449000_1760148105-2025098AA_Timnas_Indonesia_Vs_Lebanon-025.jpg)