Cara Alpukat Cepat Matang dengan Bahan Sederhana di Rumah, Cuma Pakai Kertas

8 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta Alpukat yang baru dibeli kerap masih keras seperti batu, padahal rencana membuat jus atau roti isi tinggal hitungan jam. Untungnya, cara alpukat cepat matang cukup sederhana, yaitu menyimpan buah di suhu ruang bersama pisang atau apel di dalam kantong kertas agar gas etilen terperangkap dan mempercepat pematangan.

Selain kantong kertas, membungkus alpukat dengan koran, memeramnya dalam beras, atau meletakkannya di tempat hangat juga terbukti efektif. Inti dari semua cara alpukat cepat matang adalah menjaga kehangatan sekaligus mengumpulkan gas etilen di sekitar buah, seperti diulas dalam berbagai panduan cara mematangkan alpukat maupun trik mematangkan alpukat dalam semalam.

Dilansir dari Healthline, alpukat tidak matang selama masih menempel di pohon dan baru memulai pematangan setelah dipetik, bahkan sebagian riset menyebut buah ini bisa bertahan di pohon lebih dari 12 bulan tanpa matang. Menyimpannya di suhu ruang membuat buah matang lebih cepat dibanding suhu dingin karena alpukat memproduksi lebih banyak etilen saat berada di tempat yang lebih hangat.

Cara Alpukat Cepat Matang yang Paling Efektif

Metode berikut bekerja dengan prinsip serupa, yaitu memerangkap gas etilen dan menjaga suhu hangat. Mengacu pada penjelasan America's Test Kitchen,

alpukat tergolong buah klimakterik yang matang setelah dipetik saat kadar gas etilen di dalamnya mencapai titik tertentu, dan etilen bekerja layaknya hormon tumbuhan.

Beberapa cara sederhana agar alpukat matang berikut memakai bahan yang mudah ditemukan, mirip berbagai trik mematangkan alpukat yang populer.

Kantong Kertas Bersama Pisang atau Apel

Kertas yang dimaksud di sini adalah kantong kertas. Ini bisa Anda buat sendiri atau membelinya yang biasa tersedia di mini market. Masukkan alpukat ke dalam kantong kertas bersama sebuah pisang atau apel, lalu lipat ujung kantongnya.

Pisang dan apel melepaskan gas etilen dalam jumlah besar, sementara kantong kertas menahan gas itu tetap di sekitar buah sehingga sinyal pematangan berlipat ganda.

Christina Gutierrez-Williams, senior director culinary research and development di Daily Harvest, dikutip dari Best Life, menyatakan, "Buah-buahan itu melepaskan gas etilen yang membantu mempercepat pematangan, dan kantong kertas memerangkap gas tersebut." Pastikan pula memilih buah yang berkualitas sejak awal agar hasilnya maksimal.

Membungkus dengan Kertas Koran

Bungkus alpukat rapat memakai kertas koran, lalu simpan di suhu ruang, bukan di kulkas. Menyimpan alpukat dalam pembungkus yang tertutup tetapi tetap bisa "bernapas" seperti kertas koran akan memerangkap etilen dan membantu buah matang, biasanya dalam waktu 3 hingga 4 hari.

Sebagian orang bahkan menutup bekas potongan pangkal dengan tisu agar buah matang mulus dan tidak busuk.

Memeram dalam Wadah Beras

Cara tradisional ini menenggelamkan alpukat dalam beras kering. Metode beras merupakan variasi dari trik kantong kertas dan kadang bekerja lebih cepat karena beras memerangkap gas etilen sekaligus memberi kehangatan dari butiran di sekelilingnya. Diamkan di area dapur yang hangat selama satu hingga tiga hari, lalu periksa kelembutannya.

Suhu Ruang dan Tempat Hangat

Jika tidak ada pisang atau apel, kehangatan saja sudah membantu. Kehangatan tetap mempercepat prosesnya secara signifikan, misalnya dengan meletakkan alpukat di ambang jendela yang terkena matahari atau di atas perangkat yang hangat.

Kehangatan mempercepat proses pematangan dengan cara yang sangat alami.Metode ini umumnya menghasilkan alpukat matang dalam dua hingga lima hari. Berikut ringkasan perbandingan tiap cara alpukat cepat matang beserta perkiraan waktunya.

Metode Cara Kerja Perkiraan Waktu
Kantong kertas dan pisang/apel Menjebak etilen dari buah pendamping 1-3 hari
Bungkus kertas koran Menahan etilen milik alpukat sendiri 3-4 hari
Wadah beras Menjebak etilen dan menyimpan panas 1-3 hari
Suhu ruang atau tempat hangat Kehangatan mempercepat kerja enzim 2-5 hari

Cara Cepat Saat Waktu Mendesak dan Risikonya

Ketika alpukat dibutuhkan dalam hitungan menit hingga satu jam, ada jalan pintas memakai panas, meski hasilnya berbeda. Panaskan oven pada suhu sekitar 93 derajat Celsius, bungkus alpukat dengan aluminium foil, lalu panggang selama 10 hingga 15 menit, walau teksturnya tidak akan sama dengan buah yang matang alami.

Alternatif lain adalah merendam alpukat dalam air hangat, bukan panas, selama 10 hingga 15 menit. Cara ini berguna jika buah terlanjur dipotong dan butuh dilunakkan segera. Namun, jalan pintas panas punya kelemahan. Memanaskan atau memanggang hanya melunakkan daging, bukan mengembangkan cita rasa, sebab pematangan sejati bersifat biokimia dan tidak bisa dipalsukan oleh panas.

Heath Goldman, culinary editor Food Network, dikutip dari Food Network, menegaskan bahwa jangan memasukkan alpukat ke microwave. Metode panas pun kurang ideal jika ingin menghindari alpukat berserat hitam.

Cara Mengetahui Alpukat Sudah Matang

Setelah menerapkan cara alpukat cepat matang di atas, penting mengecek kematangan agar buah tidak telanjur lembek. Tekan buah dengan telapak tangan, bukan ujung jari, dan jika mudah memberi tekanan serta terasa empuk berarti sudah matang. Warna kulit sebagian varietas juga menggelap dari hijau menjadi hijau kehitaman saat siap disantap.

Cara lain adalah mencungkil tutup pangkal tangkai. Jika bagian di bawah tutup tangkai berwarna hijau, alpukat sudah siap disantap, sedangkan warna cokelat menandakan buah kemungkinan sudah terlalu matang. Berikut ringkasan tandanya.

Tanda Cara Cek Arti
Tekstur Tekan dengan telapak tangan Sedikit empuk berarti matang
Warna kulit Amati gradasi warna Hijau ke hijau kehitaman pada varietas Hass
Pangkal tangkai Cungkil tutupnya Hijau matang, cokelat terlalu matang

Menyimpan dan Menikmati Alpukat Matang

Begitu alpukat mencapai kematangan ideal, hentikan prosesnya agar tidak lewat matang. Pindahkan buah ke dalam kulkas untuk menghentikan pematangan lebih lanjut. Sebaliknya, alpukat yang masih keras sebaiknya tidak langsung disimpan di kulkas karena suhu dingin justru menghentikan proses pematangan.

Menikmati alpukat matang juga berarti memetik nutrisinya. Buah ini kaya lemak tak jenuh tunggal, serat, dan vitamin, sehingga banyak dibahas manfaat alpukat untuk kesehatan yang membuatnya tinggi serat dan vitamin. Kandungan gizinya yang melimpah pun kerap dikaitkan dengan pencegahan diabetes hingga peningkatan fungsi otak

Baca juga: manfaat alpukat untuk kesehatan dan kecantikan

Singkatnya, cara alpukat cepat matang paling aman adalah memaksimalkan gas etilen dan kehangatan lewat kantong kertas, koran, beras, atau suhu ruang, sambil rutin mengecek kematangan setiap hari.

Berdasarkan data USDA, sekitar 30 hingga 40 persen pasokan pangan terbuang dan alpukat termasuk buah yang paling sering dibuang akibat salah menakar kematangan, sehingga penanganan yang tepat sekaligus membantu menekan pemborosan makanan di rumah.

Pertanyaan Seputar Mematangkan Alpukat dengan Bahan Sederhana di Rumah

1. Bagaimana cara mematangkan alpukat dengan kertas?

Bungkus alpukat menggunakan kertas atau kantong kertas, lalu simpan di tempat bersuhu ruang. Cara ini membantu mempertahankan gas etilen yang dihasilkan alpukat sehingga proses pematangan berlangsung lebih cepat.

2. Apakah alpukat bisa dimatangkan dengan beras?

Bisa. Masukkan alpukat ke dalam wadah berisi beras dan pastikan seluruh bagian buah tertutup. Beras membantu menciptakan kondisi yang membuat gas etilen terkumpul di sekitar alpukat sehingga buah lebih cepat matang.

3. Berapa lama alpukat biasanya matang di rumah?

Alpukat umumnya membutuhkan sekitar 2–5 hari pada suhu ruang, tergantung tingkat kematangan saat dibeli. Alpukat yang sudah mulai lunak biasanya matang lebih cepat dibandingkan buah yang masih sangat keras.

4. Apakah alpukat bisa dimatangkan dengan pisang?

Bisa. Masukkan alpukat bersama pisang ke dalam kantong kertas dan tutup secara longgar. Pisang menghasilkan gas etilen yang bisa membantu mempercepat proses pematangan alpukat.

5. Bagaimana mengetahui alpukat sudah matang?

Tekan perlahan bagian kulit alpukat menggunakan jari. Jika terasa sedikit empuk tetapi tidak lembek, alpukat biasanya sudah matang dan siap dikonsumsi. Warna kulit juga bisa menjadi petunjuk, tetapi tingkat kematangan setiap jenis alpukat dapat berbeda.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|