Liputan6.com, Jakarta - Cara bikin pakan kambing fermentasi kini semakin banyak dicari para peternak karena dinilai lebih hemat, praktis, dan mampu meningkatkan kualitas pakan ternak. Pakan fermentasi membantu memenuhi kebutuhan nutrisi kambing sekaligus membuat bahan pakan lebih awet untuk disimpan dalam waktu lebih lama. Dengan teknik yang tepat, peternak juga dapat memanfaatkan limbah pertanian seperti jerami, rumput, atau dedaunan sebagai pakan bernutrisi tinggi.
Selain meningkatkan nafsu makan ternak, pakan fermentasi juga dipercaya membantu menjaga kesehatan pencernaan kambing. Proses fermentasi membuat tekstur pakan menjadi lebih lunak dan mudah dicerna sehingga penyerapan nutrisi berjalan lebih optimal. Hal ini tentu berdampak pada pertumbuhan kambing yang lebih baik, bobot tubuh yang meningkat, dan produktivitas ternak yang lebih maksimal.
Meski terlihat sederhana, proses pembuatan pakan fermentasi tetap harus dilakukan dengan benar agar hasilnya berkualitas dan tidak mudah rusak. Pemilihan bahan, kadar air, hingga proses penyimpanan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Berikut cara bikin pakan kambing fermentasi yang mudah dipraktikkan untuk membantu ternak tetap sehat dan produktif. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (22/05/2026).
Keunggulan Pakan Fermentasi bagi Kambing
Pakan fermentasi adalah pakan ternak yang telah melalui proses penguraian struktur kimia dengan bantuan mikroorganisme seperti bakteri, ragi, dan jamur. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan nilai nutrisi dan ketersediaan nutrisi bagi ternak, mengubah komposisi pakan asli menjadi bentuk yang lebih mudah dicerna dan bermanfaat. Selain itu, proses ini dapat meningkatkan kualitas protein dengan menambah kandungan asam amino esensial, serta meningkatkan ketersediaan nutrisi lain seperti vitamin dan mineral.
Pakan fermentasi juga dapat mengurangi zat antinutrisi yang mungkin ada pada bahan pakan mentah, seperti sianida pada daun singkong. Salah satu keunggulan utama pakan fermentasi adalah peningkatan kualitas nutrisi dan daya cerna. Proses fermentasi meningkatkan kandungan protein, serat, dan vitamin dalam pakan, serta membuat nutrisi lebih mudah diserap oleh sistem pencernaan kambing. Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan dan produksi yang lebih baik pada ternak.
Pakan fermentasi juga dikenal dapat mengurangi bau kotoran ternak, sehingga menciptakan lingkungan kandang yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Selain itu, penggunaan pakan fermentasi dapat menghemat waktu dan tenaga peternak karena pakan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, mengurangi kebutuhan untuk mencari hijauan setiap hari. Efisiensi ini sangat menguntungkan bagi peternak yang memiliki keterbatasan waktu atau sumber daya.
Keunggulan lainnya termasuk peningkatan imunitas kambing dan percepatan pertumbuhan. Pakan fermentasi mengandung probiotik alami yang membantu menjaga keseimbangan flora usus, membuat kambing lebih tahan terhadap penyakit. Dengan nutrisi yang lebih baik dan sistem pencernaan yang sehat, kambing dapat mencapai bobot ideal lebih cepat, bahkan dalam waktu 3 bulan dibandingkan 6 bulan dengan pakan konvensional.
Bahan-Bahan Utama untuk Pakan Fermentasi Kambing
Bahan dasar untuk pakan fermentasi kambing umumnya berasal dari hijauan atau limbah pertanian yang melimpah. Contohnya termasuk jerami padi, rumput gajah, daun singkong, tongkol jagung, dan gedebog pisang. Bahan-bahan ini dicacah terlebih dahulu untuk memudahkan proses fermentasi dan pencampuran. Untuk meningkatkan kandungan nutrisi, bahan dasar ini seringkali dikombinasikan dengan sumber karbohidrat dan protein tambahan. Dedak padi atau bekatul adalah pilihan umum sebagai sumber karbohidrat.
Ampas tahu juga sering ditambahkan sebagai sumber protein tinggi yang baik untuk pertumbuhan ternak. Molase atau larutan gula merah digunakan sebagai sumber energi bagi mikroorganisme dalam proses fermentasi. Komponen penting lainnya adalah starter fermentasi, seperti EM4 peternakan atau probiotik lainnya. EM4 mengandung berbagai bakteri menguntungkan yang akan merombak ikatan kimia dalam bahan pakan, menjadikan nutrisi lebih mudah dicerna. Garam juga sering ditambahkan untuk melengkapi mineral dan membantu proses fermentasi.
Peralatan yang Dibutuhkan
Peralatan pertama yang dibutuhkan adalah alat pencacah atau pemotong bahan pakan. Ini bisa berupa golok manual untuk skala kecil atau mesin chopper untuk skala yang lebih besar. Pencacahan bertujuan untuk memperkecil ukuran bahan hijauan, sehingga memudahkan proses pencampuran dan fermentasi. Selanjutnya, diperlukan wadah untuk pencampuran dan penyimpanan yang kedap udara. Terpal plastik sering digunakan sebagai alas untuk mencampur bahan secara merata.
Untuk penyimpanan, drum plastik bekas atau kantong plastik tebal yang dapat ditutup rapat dan kedap udara sangat penting untuk menciptakan kondisi anaerobik yang diperlukan untuk fermentasi. Peralatan pendukung lainnya meliputi ember untuk melarutkan starter fermentasi, timbangan untuk mengukur bahan secara akurat, dan alat penyiram untuk meratakan larutan probiotik. Ketersediaan alat-alat ini memastikan proses pembuatan pakan fermentasi berjalan efisien dan higienis.
Cara Bikin Pakan Kambing Fermentasi (Persiapan Bahan)
1. Persiapan Bahan
Langkah pertama dalam cara bikin pakan kambing fermentasi adalah mempersiapkan bahan hijauan. Bahan seperti jerami, rumput, atau dedaunan harus dicacah hingga berukuran kecil, untuk memudahkan proses fermentasi dan pencampuran. Beberapa peternak juga menjemur bahan hijauan ini di bawah sinar matahari untuk mengurangi kadar airnya, meskipun tidak selalu wajib tergantung jenis fermentasi yang diinginkan.
Setelah pencacahan, bahan-bahan kering lainnya seperti dedak, ampas tahu, atau limbah pertanian lainnya ditimbang sesuai proporsi yang diinginkan. Semua bahan kering ini kemudian dicampur secara merata di atas terpal. Pencampuran yang homogen penting agar mikroorganisme dapat bekerja secara efektif di seluruh bagian pakan.
Langkah persiapan terakhir adalah membuat larutan starter fermentasi. Ini biasanya melibatkan pencampuran EM4 peternakan, molase (atau gula merah yang dilarutkan), dan air dalam perbandingan tertentu. Larutan ini didiamkan selama beberapa menit sekitar 15-20 menit, sebelum digunakan agar mikroorganisme di dalamnya aktif.
2. Proses Pembuatan
Setelah semua bahan siap, langkah selanjutnya adalah mencampurkan semua bahan secara merata. Bahan hijauan yang sudah dicacah dan bahan kering lainnya ditebar di atas terpal, kemudian larutan starter fermentasi disemprotkan secara bertahap sambil diaduk. Pastikan semua bahan terbasahi secara merata, namun tidak terlalu basah.
Campuran bahan yang sudah homogen kemudian dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan yang kedap udara, seperti drum atau kantong plastik. Penting untuk memadatkan campuran ini dengan cara diinjak-injak atau ditekan kuat-kuat untuk menghilangkan udara di dalamnya. Kondisi anaerobik (tanpa oksigen) adalah kunci keberhasilan fermentasi.
Wadah yang sudah terisi penuh dan padat kemudian ditutup rapat agar tidak ada udara yang masuk. Proses pemeraman ini biasanya berlangsung selama 3 hari hingga 21 hari, tergantung pada jenis bahan dan metode yang digunakan. Selama periode ini, mikroorganisme akan bekerja menguraikan bahan pakan, mengubahnya menjadi pakan fermentasi yang siap diberikan kepada kambing.
Ciri-Ciri Pakan Fermentasi yang Berhasil dan Cara Penyimpanan
Pakan fermentasi yang berhasil memiliki beberapa ciri khas yang mudah dikenali. Aroma pakan akan berubah menjadi harum seperti tape atau asam segar, bukan bau busuk atau apek. Warnanya mungkin sedikit berubah tetapi tidak drastis, dan teksturnya akan menjadi lebih remah serta mudah hancur. Selain itu, serat kasar dalam pakan akan berkurang, menunjukkan bahwa proses penguraian telah terjadi.
Sebaliknya tanda-tanda kegagalan fermentasi meliputi bau busuk menyengat, munculnya jamur atau kapang, dan tekstur yang berlendir atau terlalu basah. Kegagalan ini bisa disebabkan oleh kandungan air yang terlalu tinggi, kurang padatnya penyimpanan sehingga ada rongga udara, atau kebocoran pada wadah penyimpanan. Pakan yang gagal fermentasi tidak boleh diberikan kepada ternak karena berpotensi membahayakan kesehatan.
Untuk penyimpanan, pakan fermentasi harus selalu disimpan dalam wadah yang kedap udara dan di tempat yang teduh, jauh dari sinar matahari langsung. Pakan fermentasi hijauan dalam silo yang tertutup rapat bisa bertahan hingga 1-2 tahun, sedangkan fermentasi dedak padi bisa disimpan hingga 3 bulan dalam kondisi kering. Setiap kali mengambil pakan, pastikan wadah ditutup rapat kembali untuk menjaga kualitas dan mencegah kontaminasi.
Pertanyaan Umum Seputar Pakan Kambing Fermentasi
- Apa itu pakan fermentasi kambing? Pakan fermentasi kambing adalah pakan yang diolah menggunakan mikroorganisme untuk meningkatkan nilai nutrisi dan daya cerna bagi kambing.
- Mengapa pakan fermentasi baik untuk kambing? Pakan fermentasi meningkatkan nutrisi, daya cerna, imunitas, dan mempercepat pertumbuhan kambing, serta mengurangi bau kotoran.
- Bahan apa saja yang bisa digunakan untuk pakan fermentasi? Bahan umum meliputi jerami, rumput, dedak, ampas tahu, molase, dan starter fermentasi seperti EM4.
- Berapa lama proses fermentasi pakan kambing? Proses fermentasi umumnya membutuhkan waktu antara 3 hari hingga 21 hari, tergantung bahan dan metode.
- Bagaimana ciri pakan fermentasi yang berhasil? Pakan fermentasi yang berhasil memiliki aroma harum seperti tape, tekstur remah, dan tidak berbau busuk atau berjamur.
- Berapa lama pakan fermentasi bisa disimpan? Pakan fermentasi dapat disimpan dalam wadah kedap udara hingga 1-2 tahun untuk hijauan, atau 3 bulan untuk dedak padi kering.
- Apakah pakan fermentasi bisa menggantikan pakan utama sepenuhnya? Pakan fermentasi sebaiknya dijadikan suplemen atau pakan tambahan, bukan pengganti total pakan utama, dan komposisinya perlu disesuaikan.

5 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6601422/original/047732100_1779437834-angkringan_cv.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6579698/original/023521100_1779422365-Cara_Membuat_Wadah_Bibit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6618477/original/080850300_1779450005-ChatGPT_Image_May_22__2026__06_35_11_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6622074/original/094372900_1779452824-20260522_180230.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558720/original/065999500_1776476456-20260417IQ_Persebaya_Surabaya_vs_Madura_United-49.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6604148/original/025725100_1779439720-Rumah_dengan_Teras_Lebar___Taman_Refleksi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6612618/original/059460900_1779445732-IWN_3744.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6611605/original/035195500_1779445023-gambar_wastafel.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5521516/original/041240200_1772692097-persija_vs_borneo-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564491/original/054239900_1776945981-johnnaturephotos-apple-7739714.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469075/original/063243100_1768052175-Aksi_Laskar_Mataram_saat_paruh_pertama._PSIMJogja_StrongerThanEver_MataramDay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5249058/original/076617100_1749627097-WhatsApp_Image_2025-06-11_at_13.55.06_056166ca.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553623/original/005266200_1775990330-IMG_20260412_173504_666.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465347/original/062541600_1767765565-bayam_merah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6615994/original/019962700_1779448248-ATK_BOLANET_BRI_SUPER_LEAGUE_MATCH__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6599944/original/075243900_1779436774-Aturan_Pemberian_Pakan_Hewan_Kurban.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6604143/original/023492600_1779439696-inspirasi_rumah_adem_dan_aman_untuk_lansia_di_pedesaan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6612614/original/088907900_1779445731-IWN_3703.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530372/original/036060600_1773413552-pedagang_sarapan.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482632/original/065966700_1769234277-buah_bisbul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)