Cara Buat Eco Enzyme dari Kulit Buah, Mudah dan Ramah Lingkungan

12 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Cara buat eco enzyme dari kulit buah menjadi langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi limbah dapur sekaligus mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Pemanfaatan sisa kulit buah ini membantu menciptakan kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap alam.

Melalui cara buat eco enzyme dari kulit buah, limbah organik dapat diolah menjadi cairan serbaguna yang bermanfaat untuk kebersihan rumah, perawatan tanaman, hingga penghilang bau alami tanpa bahan kimia.

Penerapan cara buat eco enzyme dari kulit buah juga tergolong praktis karena tidak memerlukan alat khusus maupun biaya besar. Dengan proses fermentasi yang tepat, hasilnya bisa digunakan dalam jangka panjang untuk kebutuhan sehari-hari.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara buat eco enzyme dari kulit buah, Minggu (8/2/2026).

1. Siapkan Bahan Utama

Langkah awal cara buat eco enzyme dari kulit buah dimulai dengan memilih bahan organik yang tepat. Gunakan limbah kulit buah segar dan tidak busuk agar proses fermentasi berjalan optimal.

Disarankan memakai minimal lima jenis kulit buah untuk memperkaya kandungan enzim. Kulit jeruk, lemon, atau nipis sangat dianjurkan karena memberikan aroma segar alami, sementara kulit durian dan alpukat sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu proses fermentasi.

Mengutip buku berjudul Pengelolaan Sampah Kreatif (2023) oleh Lidia Br Tarigan, Olga Mariana Dukabain, sementara untuk sayuran, sayuran yang dapat digunakan adalah sisa sayuran segar bukan olahan rebus dan goreng. Tidak dianjurkan sayuran yang keras misalnya tongkol jagung dan sayuran yang kering.

2. Pilih Gula sebagai Nutrisi Mikroba

Gula berperan penting sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme yang bekerja selama fermentasi. Dalam cara buat eco enzyme dari kulit buah, gula membantu mempercepat proses penguraian bahan organik.

Anda bisa menggunakan gula merah atau molase sesuai ketersediaan. Pastikan takarannya tepat agar fermentasi berjalan stabil dan tidak menghasilkan bau menyengat.

Mengutip buku berjudul Pengelolaan Sampah Kreatif (2023), gula yang bisa digunakan adalah gula merah tebu, aren, kelapa, molase dan tidak disarankan menggunakan gula putih

3. Gunakan Air Bersih dan Wadah yang Tepat

Air berfungsi sebagai media fermentasi yang memungkinkan mikroba bekerja dengan baik. Air keran, air hujan, air sumur, hingga air AC dapat digunakan selama tidak tercemar bahan kimia.

Gunakan wadah plastik bertutup karena lebih aman menahan tekanan gas. Dalam cara buat eco enzyme dari kulit buah, wadah kaca dan logam sebaiknya dihindari karena berisiko pecah atau bereaksi dengan cairan fermentasi.

Mengutip buku berjudul sama, wadah atau tempat yang digunakan sebaiknya yang mempunyai tutup yang rapat. Berukuran besar seperti stoples bukan botol air kemasan akan berdampak terjadi ledakan apabila tidak sering membuka gas yang terjadi pada saat proses fermentasi.

4. Campur Bahan dengan Rasio Tepat

Mencampur bahan dengan perbandingan yang benar sangat menentukan keberhasilan eco enzyme. Potong kecil kulit buah agar lebih cepat terurai, lalu larutkan gula ke dalam air hingga benar-benar tercampur.

Rasio ideal adalah 3 bagian kulit buah, 1 bagian gula, dan 10 bagian air. Perbandingan ini membantu fermentasi berjalan seimbang tanpa menghasilkan endapan berlebihan.

Mengutip buku Pengelolaan Sampah Kreatif (2023) oleh Lidia Br Tarigan, Olga Mariana Dukabain, pembuatan eco enzim membutuhkan bahan organik, gula dan air. Perbandingan bahan organik, gula dan air adalah 3:1:10 dan air hujan 60% dan jumlah volume yang digunakan.

5. Lakukan Proses Fermentasi dengan Benar

Fermentasi merupakan tahap terpenting dalam cara buat eco enzyme dari kulit buah. Pada minggu pertama, wadah perlu dibuka setiap hari untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi agar tidak menumpuk. Setelah itu, frekuensi pembukaan dapat dikurangi. Simpan wadah di tempat sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung untuk menjaga kestabilan proses.

Masih mengutip buku yang sama, apabila semua bahan telah dimasukkan ke dalam wadah ditutup karena proses fermentasi akan bersifat anaerob. Disimpan selama 90 hari atau 3 bulan.

6. Kenali Tanda Jadi dan Panen Eco Enzyme

Eco enzyme membutuhkan waktu fermentasi minimal tiga bulan hingga siap digunakan. Tanda fermentasi berhasil ditandai dengan munculnya lapisan jamur putih dan aroma asam segar.

pH cairan biasanya berada di bawah 4. Setelah 90 hari, saring cairan untuk memisahkan ampas kulit buah. Eco enzyme hasil panen siap dimanfaatkan untuk berbagai keperluan rumah tangga.

Manfaat Eco Enzyme untuk Kebutuhan Sehari-hari

1. Sebagai Pupuk Organik Cair

Eco enzyme dapat digunakan untuk menyiram tanaman karena mengandung unsur hara alami seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Cairan ini membantu menyuburkan tanaman, memperbaiki struktur tanah, serta meningkatkan kesuburan media tanam secara alami.

2. Ampas sebagai Pupuk Organik Padat

Sisa ampas eco enzyme tidak perlu dibuang karena masih bermanfaat. Ampas tersebut bisa diolah menjadi pupuk organik padat atau campuran kompos, sehingga pemanfaatan limbah menjadi lebih maksimal dan ramah lingkungan.

3. Pengendali Hama Alami

Eco enzyme efektif membantu mengusir berbagai jenis serangga seperti semut, lalat, kecoa, dan nyamuk. Penggunaannya menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan pestisida kimia karena tidak meninggalkan residu berbahaya di lingkungan rumah.

4. Pembersih Serbaguna Rumah Tangga

Cairan eco enzyme dapat dimanfaatkan untuk membersihkan lantai, kaca, kamar mandi, peralatan dapur, hingga pakaian. Sifatnya yang alami membuatnya aman digunakan setiap hari tanpa merusak permukaan.

5. Antiseptik dan Disinfektan Alami

Kandungan alkohol organik dan asam asetat dalam eco enzyme memiliki sifat antiseptik yang mampu membantu membunuh kuman, bakteri, dan virus. Ini menjadikannya pilihan pembersih yang lebih sehat untuk lingkungan keluarga.

6. Mengurangi Penggunaan Bahan Kimia

Dengan memanfaatkan eco enzyme, kebutuhan akan produk pembersih berbahan kimia keras dapat dikurangi. Hal ini tidak hanya lebih aman bagi kesehatan, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan lingkungan.

Q & A Seputar Topik

Apa itu eco enzyme?

Eco enzyme adalah cairan serbaguna berwarna cokelat tua hasil fermentasi limbah organik (kulit buah/sayur), gula, dan air selama beberapa bulan, kaya enzim alami.

Bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat eco enzyme?

Anda membutuhkan limbah organik (kulit buah), gula (gula merah, gula pasir, atau molase), dan air bersih, dengan rasio 3:1:10.

Berapa lama proses fermentasi eco enzyme?

Proses fermentasi eco enzyme minimal berlangsung selama 3 bulan hingga menghasilkan cairan beraroma asam segar dan pH di bawah 4.0.

Apa saja manfaat utama eco enzyme?

Eco enzyme memiliki banyak manfaat, seperti pupuk organik, pengendali hama, pembersih rumah tangga serbaguna, serta antiseptik dan disinfektan alami.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|