:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289373/original/054732300_1783402574-ikan_tombro_2.jpeg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan tombro di galon bekas menjadi salah satu alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin memelihara ikan air tawar meski memiliki lahan terbatas. Dengan memanfaatkan galon bekas berkapasitas sekitar 19 liter, siapa pun dapat memulai budidaya sederhana di halaman, teras, maupun pekarangan rumah.
Selain membantu mengurangi limbah plastik, metode ini juga menawarkan biaya yang relatif rendah dibandingkan membuat kolam permanen. Konsep tersebut sejalan dengan sistem budidaya skala mikro yang semakin populer karena praktis dan ramah lingkungan.
Meski ukuran wadah terbatas, ikan tombro tetap dapat tumbuh dengan baik apabila kepadatan tebar, kualitas air, pemberian pakan, dan sirkulasi oksigen diperhatikan sejak awal. Dengan teknik pemeliharaan yang tepat, galon bekas dapat menjadi media budidaya yang produktif. Berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (7/7/2026).
Mengenal Ikan Tombro
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289374/original/065080300_1783402574-ikan_tombro_3.jpeg)
Perbesar
Ikan tombro merupakan salah satu ikan air tawar yang sangat dikenal di Indonesia. Di berbagai daerah, ikan ini juga dikenal sebagai ikan mas, karper, rayo, ameh, maupun masmasan. Nama ilmiahnya adalah Cyprinus carpio L., termasuk dalam famili Cyprinidae. Menurut data Direktorat Jenderal Perikanan, konsumsi ikan masyarakat Indonesia terus meningkat sehingga peluang usaha budidaya ikan tombro juga semakin menjanjikan.
Ciri khas ikan tombro adalah tubuh memanjang dengan sisik besar yang tampak jelas. Saat dewasa, ukurannya dapat mencapai sebesar lengan orang dewasa. Ikan ini dikenal memiliki nafsu makan tinggi, mudah beradaptasi, dan relatif tidak sulit dipelihara selama kebutuhan oksigen serta kualitas air tetap terjaga.
Selain memiliki cita rasa yang disukai masyarakat, ikan tombro juga mengandung protein, vitamin, mineral, dan asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan gizinya menjadikan ikan ini sebagai salah satu sumber protein hewani yang cukup populer.
Apakah Budidaya Ikan Tombro di Galon Bekas Bisa Dilakukan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289375/original/077480000_1783402574-ikan_tombro_4.jpeg)
Perbesar
Meskipun budidaya ikan tombro umumnya dilakukan di kolam tanah, kolam beton, maupun kolam terpal, media galon bekas tetap dapat dimanfaatkan untuk pemeliharaan dalam skala rumah tangga. Konsep ini mengadaptasi sistem budidaya ikan dalam wadah kecil atau budikdamber yang dikembangkan untuk memanfaatkan ruang terbatas.
Mengacu pada penjelasan Ma'soem University mengenai budidaya ikan dan sayuran dalam galon, wadah berkapasitas sekitar 19 liter mampu menjadi media pemeliharaan ikan sekaligus mendukung sistem akuaponik sederhana. Limbah organik dari ikan akan diurai menjadi nutrisi bagi tanaman, sedangkan akar tanaman membantu menyaring air sehingga kualitas lingkungan budidaya menjadi lebih stabil.
Karena ikan tombro membutuhkan ruang gerak yang lebih besar dibandingkan ikan hias, penggunaan galon lebih tepat dimanfaatkan sebagai media pembesaran benih atau pemeliharaan sementara sebelum ikan dipindahkan ke kolam yang lebih luas ketika ukurannya semakin besar.
Persiapan Galon Bekas sebagai Media Budidaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9115397/original/097787000_1783065747-500c75be-58b3-4f0e-9c0e-5525d7e438b9.jpg)
Perbesar
Tahap pertama adalah memilih galon bekas yang masih bersih, tidak bocor, dan belum pernah digunakan untuk menyimpan bahan kimia. Galon kemudian dicuci hingga benar-benar bersih sebelum digunakan.
Isi galon menggunakan air bersih yang telah diendapkan selama 24 hingga 48 jam agar kandungan klorin berkurang. Air yang baik sangat menentukan keberhasilan pemeliharaan ikan tombro karena ikan ini cukup sensitif terhadap penumpukan amonia.
Jika ingin menerapkan sistem akuaponik sederhana, bagian atas galon dapat dimodifikasi menjadi tempat menanam sayuran seperti kangkung, bayam, selada, atau pakcoy. Menurut Ma'soem University, akar tanaman akan membantu menyerap nutrisi hasil penguraian kotoran ikan sehingga air tetap lebih bersih sekaligus menghasilkan sayuran segar.
Agar suplai oksigen mencukupi, tambahkan aerator kecil apabila memungkinkan. Bila tidak menggunakan aerator, kepadatan ikan harus dikurangi sehingga kadar oksigen tetap mencukupi.
Memilih Benih Ikan Tombro yang Berkualitas
Keberhasilan budidaya ikan tombro di galon bekas sangat dipengaruhi oleh kualitas benih yang digunakan.
Pilih benih yang aktif berenang, sisiknya utuh, tidak terdapat luka, serta memiliki ukuran seragam. Benih yang sehat juga memiliki warna tubuh cerah dan responsif terhadap pakan.
Dalam wadah berukuran sekitar 19 liter, jumlah benih sebaiknya tidak terlalu padat. Berbeda dengan kolam besar, media galon memiliki keterbatasan ruang dan oksigen sehingga kepadatan ikan perlu disesuaikan agar pertumbuhannya tetap optimal.
Menjaga Kualitas Air
Kualitas air merupakan faktor paling penting dalam pemeliharaan ikan tombro. Direktorat teknis budidaya perikanan menjelaskan bahwa ikan tombro membutuhkan air yang bersih, bebas limbah berbahaya, memiliki kadar oksigen cukup, serta pH ideal sekitar 6,5–8,5. Suhu yang disarankan berkisar antara 25–30°C sehingga ikan dapat tumbuh dengan baik.
Pada media galon, pergantian sebagian air dapat dilakukan setiap satu hingga dua minggu sekali sebanyak sekitar 20–30 persen apabila air mulai keruh. Hindari mengganti seluruh air sekaligus karena dapat menyebabkan ikan mengalami stres akibat perubahan lingkungan yang terlalu drastis.
Sisa pakan juga perlu dibersihkan karena akan menghasilkan amonia yang berbahaya bagi ikan apabila menumpuk terlalu lama.
Pemberian Pakan yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4046872/original/085726500_1654694985-IMG-20220608-WA0029.jpg)
Perbesar
Ikan tombro termasuk ikan omnivora yang memiliki nafsu makan tinggi. Dalam pemeliharaan skala rumah tangga, pakan pelet dengan kandungan protein memadai dapat diberikan dua hingga tiga kali sehari dalam jumlah secukupnya.
Panduan budidaya ikan tombro menyebutkan bahwa kebutuhan pakan umumnya sekitar 3–5 persen dari bobot biomassa ikan setiap hari. Pemberian pakan sebaiknya tidak berlebihan karena sisa pakan akan mengotori air dan meningkatkan kadar amonia.
Selain pelet, sesekali ikan dapat diberikan tambahan pakan alami sesuai ukuran ikan, selama tetap memperhatikan keseimbangan nutrisi.
Perawatan Harian Budidaya Ikan Tombro di Galon Bekas
Perawatan harian sebenarnya cukup sederhana, tetapi harus dilakukan secara rutin.
Setiap hari, amati perilaku ikan. Ikan yang sehat akan berenang aktif dan segera menyambut pakan. Jika ikan terlihat lemas, sering berada di permukaan, atau kehilangan nafsu makan, segera periksa kualitas air.
Pastikan aerator tetap bekerja dengan baik apabila digunakan. Bersihkan lumut berlebihan pada dinding galon agar tidak mengganggu sirkulasi air.
Apabila menerapkan sistem akuaponik, tanaman di bagian atas juga perlu dirawat. Tanaman yang tumbuh sehat akan membantu menjaga kualitas air sehingga ekosistem menjadi lebih stabil.
Waspadai Penyakit pada Ikan Tombro
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289376/original/087407000_1783402574-ikan_tombro_1.jpeg)
Perbesar
Lingkungan budidaya yang kurang terawat dapat memicu munculnya berbagai penyakit.
Beberapa penyakit yang sering menyerang ikan tombro antara lain white spot, jamur, cacing insang, hingga pembengkakan insang. Sebagian besar penyakit tersebut dipicu oleh kualitas air yang buruk, kepadatan ikan berlebihan, maupun sanitasi yang kurang baik.
Karena itu, pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan. Menjaga kebersihan galon, menghindari pemberian pakan berlebihan, serta mempertahankan kualitas air tetap stabil menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko serangan penyakit.
Waktu Panen
Pada budidaya konvensional, ikan tombro umumnya dipanen setelah mencapai ukuran konsumsi sesuai target pemeliharaan. Sementara pada media galon bekas, tujuan utamanya lebih banyak sebagai pembesaran benih atau budidaya skala rumah tangga.
Apabila ukuran ikan sudah semakin besar dan ruang geraknya mulai terbatas, sebaiknya ikan dipindahkan ke kolam yang lebih luas agar pertumbuhannya tetap optimal. Dengan cara tersebut, ikan dapat terus berkembang hingga mencapai ukuran konsumsi.
Keunggulan Budidaya Ikan Tombro di Galon Bekas
Ada beberapa alasan mengapa metode ini layak dicoba oleh pemula.
Pertama, biaya pembuatannya relatif murah karena memanfaatkan barang bekas yang masih layak digunakan.
Kedua, media ini tidak membutuhkan lahan luas sehingga cocok diterapkan di kawasan perkotaan maupun perumahan.
Ketiga, apabila dipadukan dengan sistem akuaponik, galon bekas tidak hanya menghasilkan ikan tetapi juga sayuran segar sehingga pemanfaatan air menjadi jauh lebih efisien.
Keempat, penggunaan galon bekas turut membantu mengurangi limbah plastik sekaligus mendukung konsep pertanian dan perikanan berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Pertanyaan Seputar Ikan Tombro
1. Apakah ikan tombro sama dengan ikan mas?
Ya. Ikan tombro merupakan salah satu sebutan daerah untuk ikan mas (Cyprinus carpio L.).
2. Berapa pH air yang ideal untuk ikan tombro?
pH yang direkomendasikan berkisar antara 6,5 hingga 8,5 agar pertumbuhan ikan tetap optimal.
3. Apakah ikan tombro bisa dipelihara di galon bekas?
Bisa. Galon bekas cocok digunakan sebagai media pemeliharaan skala kecil atau pembesaran benih dengan kepadatan ikan yang disesuaikan.
4. Apa pakan terbaik untuk ikan tombro?
Pakan pelet dengan kandungan protein yang sesuai merupakan pilihan utama. Pemberian dilakukan secukupnya agar tidak mencemari air.
5. Mengapa kualitas air sangat penting dalam budidaya ikan tombro?
Karena kualitas air memengaruhi kadar oksigen, pH, dan amonia. Air yang buruk dapat menyebabkan ikan mudah stres, terserang penyakit, bahkan mengalami kematian.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

9 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289922/original/045964600_1783418606-Cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289853/original/003046800_1783416014-Gemini_Generated_Image_q7a4fkq7a4fkq7a4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289717/original/030885300_1783413680-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289818/original/096125000_1783415483-Cover.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289157/original/080576600_1783393424-b7a78b91-465e-4ed2-8f41-cc2167088b2c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8943691/original/098394200_1782967060-Fungsional_untuk_Keseimbangan_Hidup.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289756/original/010427900_1783414752-rak_botol_6a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289599/original/029602100_1783409805-9596b8aa-e63c-4e3e-8f41-62f323bbe4fc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289937/original/092073000_1783418716-Gemini_Generated_Image_ff6eg9ff6eg9ff6e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289736/original/056646100_1783414299-farhan-abas-cm6shnIfdp4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3516815/original/040125200_1626862298-pexels-photo-1302305.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289488/original/062309000_1783406531-49bb9bd2-8d36-4e0e-80be-d8c2bde68834.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4347155/original/023229200_1678067467-334313962_1388210305332578_5553245146315989331_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289726/original/034070600_1783413711-Menyusun_Roster_Beton_agar_Teras_Mungil_Terlihat_Lebih_Luas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289573/original/030006500_1783408260-9553f9c7-c42d-4dbd-8e2b-d5e42765f21e.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5559988/original/022076400_1776655094-cuci_darah__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289454/original/045027800_1783405246-3a4c9648-8b60-4fca-bed6-8b36e4874852.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289847/original/046256000_1783415662-3ac21e01-b0c2-4f87-be63-0b2d0e93c546.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289529/original/000693400_1783407612-HL_ide_bisnis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516749/original/064060200_1772345295-Rumah_Biophilic_7.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5529412/original/016644800_1773333017-20260312BL_Launching_Jersey_Baru_Timnas_Indonesia_Kelme_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527393/original/036751200_1773201916-Model_Dapur_Minimalis_Bar_Sebagai_Solusi_Cerdas_untuk_Ruang_Terbatas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527360/original/037343400_1773200966-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527439/original/044504100_1773203233-dinding_batu_berlumut.jpg)