Cara Membuat Lukisan yang Punya Pesan Kuat, Bukan Sekadar Gambar yang Indah

7 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Lukisan sering kali dipahami sebagai karya visual yang mengutamakan keindahan bentuk, warna, dan teknik. Namun bagi banyak seniman, karya seni tidak berhenti pada aspek estetika semata. Sebuah lukisan yang baik justru mampu menyampaikan gagasan, kritik, refleksi, hingga harapan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sekitar kehidupan manusia. Di balik sapuan kuas dan komposisi warna, terdapat pesan yang ingin disampaikan kepada penikmat karya.

Pandangan tersebut terlihat dari perjalanan berkesenian dua seniman rupa, Chrisna Fernand (32) dan Agus Nuryanto (55). Keduanya memiliki pendekatan yang berbeda dalam berkarya, tetapi sama-sama menempatkan gagasan sebagai fondasi utama sebuah lukisan. Bagi mereka, seni rupa bukan hanya tentang menghasilkan gambar yang menarik secara visual, melainkan juga tentang bagaimana karya dapat mengajak orang berpikir, merenung, bahkan melihat realitas dari sudut pandang yang berbeda.

"Di semester-semester lanjut itu karya harus mempunyai konsep. Jadi enggak sekadar melukis pemandangan atau potret saja. Di balik visual itu pengin menyampaikan apa, itu yang penting. Jadi bukan lagi soal gambarnya bagus atau jelek, tetapi pesan yang ingin disampaikan itu yang lebih utama. Menurut saya, karya seni harus punya sesuatu yang ingin dibicarakan kepada masyarakat," ungkap Chrisna Fernand saat ditemui Liputan6.com dalam acara pameran World Press Freedom Day di Universitas Islam Indonesia (UII) Cik Di Tiro pada Minggu (3/5). 

1. Mulailah dari Ketertarikan dan Penguasaan Teknik Dasar

Membuat lukisan yang memiliki pesan kuat tidak bisa dilepaskan dari kemampuan teknis yang memadai. Chrisna Fernand menjelaskan bahwa seorang pemula sebaiknya terlebih dahulu menemukan kesukaan dalam bidang seni rupa sebelum berbicara mengenai konsep atau gagasan besar. Ketika seseorang sudah menikmati proses menggambar dan melukis, ia akan terdorong untuk mempelajari komposisi, warna, perspektif, hingga berbagai teknik yang menjadi fondasi penting dalam berkarya. Penguasaan teknik akan mempermudah seniman mengekspresikan ide yang ada di dalam pikirannya.

"Kalau pemula banget itu ya harus menemukan kesukaan dulu. Kalau suka melukis, ya mendalami teknik-tekniknya dulu sebelum ke ide. Pahami komposisi, campuran warna, dan berbagai dasar melukis. Setelah suka, biasanya orang akan mengulik lebih dalam lagi. Di bidang apa pun, termasuk seni rupa, rasa suka itu yang menjadi awal dari proses belajar yang panjang," terang Chrisna

2. Temukan Gagasan yang Ingin Disampaikan kepada Publik

Menurut Chrisna Fernand, perbedaan utama antara sekadar menggambar dan menciptakan karya seni terletak pada keberadaan gagasan di balik visual yang ditampilkan. Saat masih awal belajar, seseorang mungkin hanya melukis suasana atau pemandangan yang menarik perhatian. Namun seiring berkembangnya pengalaman dan pendidikan seni, karya mulai dituntut memiliki konsep yang jelas. Konsep tersebut menjadi jembatan antara pengalaman pribadi seniman dengan pesan yang ingin diterima oleh penikmat karya.

"Saya menemukan bahwa seni rupa itu ternyata kompleks. Ada sejarah, ada dinamika sosial, ada problematika sosial, dan banyak hal yang bisa disuarakan lewat karya lukisan. Karena itu saya merasa karya seni sebaiknya tidak berhenti pada bentuk visual saja. Di balik gambar yang dilihat orang, harus ada sesuatu yang ingin kita bicarakan atau renungkan bersama," ujar Chrisna.

3. Gunakan Simbol untuk Memperkuat Makna Lukisan

Salah satu cara membuat lukisan lebih kuat secara pesan adalah dengan menggunakan simbol visual. Dalam salah satu karyanya tentang jurnalis, Chrisna menggunakan burung sebagai simbol pembawa pesan dan lampion sebagai simbol cahaya kebenaran. Simbol-simbol tersebut dipilih bukan hanya karena menarik secara visual, tetapi juga karena mampu memperkaya makna yang ingin disampaikan. Kehadiran simbol membuat karya memiliki lapisan interpretasi yang lebih dalam.

Pendekatan serupa juga dilakukan Agus Nuryanto melalui karakter wayang yang menjadi identitas visualnya. Wayang tidak hanya berfungsi sebagai objek gambar, tetapi menjadi simbol yang menghubungkan persoalan kontemporer dengan nilai-nilai budaya masa lalu. Dengan menggunakan simbol yang konsisten, pesan dalam karya menjadi lebih mudah dikenali sekaligus memberikan ruang bagi penonton untuk melakukan interpretasi secara personal.

"Kalau burung itu saya simbolkan sebagai pengirim pesan. Sedangkan lampion saya simbolkan sebagai cahaya yang tetap menyala di tengah kegelapan. Saya ingin menggambarkan bahwa di balik berbagai persoalan yang terjadi, masih ada jurnalis atau pers yang berusaha menjaga kebenaran. Jadi setiap elemen yang muncul dalam lukisan itu sebenarnya punya makna tertentu," terang Chrisna Fernand terkait makna dari karyanya. 

4. Jadikan Isu Sosial sebagai Sumber Inspirasi Berkarya

Lukisan yang memiliki pesan kuat biasanya lahir dari kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Chrisna Fernand banyak mengangkat isu aktivisme, kebebasan pers, dan persoalan lingkungan hidup ke dalam karya-karyanya. Salah satu karya yang membawanya meraih penghargaan UOB Painting of the Year berangkat dari pengamatannya terhadap kerusakan karang akibat aktivitas kapal tongkang. Ia kemudian mengolah pengalaman tersebut menjadi karya yang sekaligus mengajak publik memikirkan energi terbarukan.

"Bagiku seniman juga bisa menjadi agen perubahan. Mungkin tidak secara langsung, tetapi selalu ada di balik perubahan itu. Yang bisa kami lakukan adalah menyampaikan gagasan melalui karya. Ketika ada persoalan lingkungan, sosial, atau kemanusiaan, saya merasa itu bisa menjadi bahan untuk berdialog dengan masyarakat lewat lukisan," katanya.

5. Bangun Konsistensi dan Ruang Berbagi dengan Sesama Seniman

Pesan yang kuat dalam karya tidak muncul secara instan. Dibutuhkan proses panjang yang dibangun melalui konsistensi berkarya. Chrisna menargetkan jumlah karya tertentu setiap bulan agar kemampuan teknis dan kreativitasnya terus berkembang. Ia percaya bahwa produktivitas membantu seniman menemukan berbagai kemungkinan baru dalam menyampaikan gagasan.

Agus Nuryanto menambahkan bahwa komunitas memiliki peran besar dalam menjaga semangat berkarya. Menurutnya, seniman membutuhkan ruang untuk berbagi pengalaman, bertukar ide, dan saling memberikan masukan. Interaksi dengan sesama pelukis sering kali melahirkan perspektif baru yang kemudian memperkaya isi karya. Karena itu, selain menjaga komitmen pribadi, penting pula untuk membangun lingkungan kreatif yang mendukung proses berkesenian.

"Kalau seniman tidak punya niat, tidak punya komitmen, dan tidak punya teman yang sehobi, biasanya proses berkaryanya akan berhenti. Teman-teman sesama seniman itu penting karena kita bisa berbagi cerita, berbagi pengalaman, dan saling memotivasi. Dari situ ide-ide baru sering muncul dan membuat kita tetap ingin terus berkarya," tutur Agus Nuryanto saat ditemui Liputan6.com pada Rabu (11/3). 

5 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Bagaimana cara membuat lukisan yang memiliki pesan kuat?

Cara membuat lukisan yang memiliki pesan kuat adalah dengan menentukan gagasan atau isu yang ingin disampaikan sebelum mulai melukis. Setelah itu, pesan tersebut dapat diperkuat melalui pemilihan objek, simbol, warna, dan komposisi yang mendukung makna karya.

2. Mengapa konsep penting dalam sebuah karya lukis?

Konsep menjadi fondasi yang membedakan karya seni dengan sekadar gambar biasa. Melalui konsep, seniman dapat menyampaikan kritik sosial, refleksi kehidupan, atau pandangan tertentu yang membuat karya lebih bermakna bagi penikmatnya.

3. Apa saja sumber inspirasi untuk membuat lukisan yang bermakna?

Inspirasi dapat berasal dari berbagai hal, seperti pengalaman pribadi, lingkungan sekitar, isu sosial, budaya, sejarah, peristiwa aktual, hingga fenomena alam. Banyak seniman menggunakan realitas yang mereka temui sebagai bahan utama dalam berkarya.

4. Bagaimana cara pemula mulai membuat karya seni yang berkonsep?

Pemula sebaiknya menguasai teknik dasar melukis terlebih dahulu, seperti komposisi, perspektif, dan pencampuran warna. Setelah itu, mereka dapat mulai mengembangkan ide sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari untuk dituangkan ke dalam karya.

5. Apa peran simbol dalam sebuah lukisan?

Simbol berfungsi memperkuat pesan yang ingin disampaikan seniman. Objek tertentu dalam lukisan dapat mewakili nilai, gagasan, atau emosi tertentu sehingga karya memiliki makna yang lebih dalam dan terbuka untuk berbagai interpretasi.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|