:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309505/original/072632300_1785230102-Gemini_Generated_Image_kv48x9kv48x9kv48.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Galon air bekas yang biasanya dibuang ternyata bisa disulap menjadi mesin penetas telur mini yang berfungsi baik. Cara membuat mesin penetas telur mini dari galon bekas ini sudah banyak dipraktikkan peternak rumahan karena bahannya murah dan mudah dicari di sekitar rumah. Hasil tetasnya pun tidak kalah bagus dibanding mesin tetas pabrikan asalkan suhu dan kelembapan di dalamnya diatur dengan benar.
Menurut Tom W. Smith dari Mississippi State University Extension Service dalam publikasinya yang berjudul 'Important Incubation Factors', keberhasilan inkubasi buatan bergantung pada empat prinsip dasar: suhu, kelembapan, sirkulasi udara, dan pemutaran telur. Prinsip ini bersifat umum untuk berbagai desain inkubator. Keempat faktor ini berlaku untuk semua jenis mesin tetas, termasuk mesin tetas sederhana buatan sendiri dari galon bekas.
Berikut Liputan6.com merangkum cara membuat mesin penetas telur mini dari galon bekas, dari berbagai sumber, Selasa (28/7/2026).
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309506/original/087148600_1785230102-Gemini_Generated_Image_siinebsiinebsiin.jpg)
Perbesar
Sebelum masuk ke langkah pembuatan, siapkan dulu alat dan bahan berikut ini. Semua bahan mudah ditemukan di toko listrik atau toko bangunan terdekat.
- Galon bekas ukuran 19 liter yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan
- Fitting lampu dan bohlam pijar 5-10 watt sebagai sumber panas
- Termostat digital atau otomatis untuk mengatur suhu
- Termometer dan higrometer untuk memantau suhu serta kelembapan
- Kabel listrik dan steker
- Wadah kecil untuk tempat air, misalnya tutup botol atau mangkuk plastik kecil
- Rak dari kawat ram atau bambu untuk tempat telur
- Cutter atau solder untuk melubangi galon
- Lakban atau lem tembak untuk merapikan sambungan
Cara Membuat Mesin Penetas Telur Mini dari Galon Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309507/original/003358400_1785230103-Gemini_Generated_Image_nds8nnds8nnds8nn.jpg)
Perbesar
Setelah semua bahan siap, ikuti langkah-langkah berikut secara berurutan agar mesin tetas bisa bekerja dengan baik.
1. Membersihkan dan Membentuk Galon
Cuci galon bekas sampai bersih dari sisa air dan kotoran, lalu keringkan sampai benar-benar tidak lembap. Potong bagian atas galon menggunakan cutter untuk dijadikan pintu buka-tutup tempat memasukkan telur, kemudian rapikan bekas potongan dengan lakban agar tidak tajam.
2. Memasang Lampu sebagai Sumber Panas
Lubangi bagian samping atau bawah galon untuk memasang fitting lampu. Posisikan lampu tidak terlalu dekat dengan telur, sekitar 10-15 sentimeter, supaya panasnya menyebar rata dan tidak membakar telur secara langsung.
3. Memasang Termostat
Sambungkan termostat ke rangkaian kabel lampu. Alat ini berfungsi memutus dan menyambung aliran listrik secara otomatis saat suhu di dalam galon terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga suhu tetap stabil tanpa harus dijaga terus-menerus.
4. Membuat Lubang Ventilasi
Buat beberapa lubang kecil berdiameter sekitar 1 sentimeter di beberapa sisi galon menggunakan solder atau paku panas. Ventilasi ini penting agar udara segar tetap masuk dan embrio di dalam telur mendapat cukup oksigen selama proses penetasan.
5. Menyiapkan Wadah Air untuk Kelembapan
Letakkan wadah kecil berisi air di dasar galon, jauh dari lampu agar air tidak cepat habis akibat panas berlebih. Penguapan dari wadah ini yang akan menjaga kelembapan udara di dalam mesin tetas tetap sesuai kebutuhan telur.
6. Menata Rak Telur
Pasang rak dari kawat ram atau bilah bambu di bagian tengah galon, dengan jarak yang cukup dari lampu maupun wadah air. Susun telur secara miring dengan bagian ujung tumpul menghadap ke atas agar posisi kantong udara di dalam telur tetap benar.
Cara Mengatur Suhu dan Kelembapan yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309508/original/018299900_1785230103-Gemini_Generated_Image_u1c5xou1c5xou1c5.jpg)
Perbesar
Setelah mesin selesai dibuat, langkah paling menentukan keberhasilan penetasan adalah pengaturan suhu dan kelembapan. Sejumlah penelitian mesin tetas dari kampus dalam negeri, seperti yang dipublikasikan di Blend Sains Jurnal Teknik, mencatat suhu ideal untuk menetaskan telur ayam berkisar 35,3-40,5 derajat Celsius dengan kelembapan di kisaran 70-80 persen.
Sementara itu, buku rujukan peternakan yang ditulis Hodgetts pada tahun 2000 menyebutkan suhu terbaik untuk penetasan berada di angka 37,8 derajat Celsius, dengan rentang toleransi 37,2 sampai 38,2 derajat Celsius, karena pada suhu tersebut daya tetas telur biasanya paling optimal.
Berikut panduan suhu dan kelembapan yang bisa dijadikan acuan saat membuat mesin penetas telur mini dari galon bekas:
- Hari ke-1 sampai ke-18: suhu 37-38 derajat Celsius, kelembapan 55-65 persen
- Hari ke-18 sampai ke-21: suhu 35-37 derajat Celsius, kelembapan dinaikkan menjadi 70-80 persen
- Gunakan termometer dan higrometer kecil yang ditempel di dekat rak telur agar angka yang terbaca mendekati kondisi nyata di sekitar telur, bukan sekadar suhu ruangan galon secara umum.
Cara Membalik Telur Secara Manual
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309509/original/035314300_1785230103-Gemini_Generated_Image_d23068d23068d230.jpg)
Perbesar
Karena galon bekas biasanya belum dilengkapi rak putar otomatis, pembalikan telur harus dilakukan secara manual. Balik telur sebanyak tiga kali sehari dengan jarak waktu yang cukup merata, misalnya pagi, siang, dan malam.
Pembalikan ini bertujuan agar embrio tidak menempel pada salah satu sisi cangkang dan tumbuh dengan posisi yang benar. Hentikan pembalikan telur mulai hari ke-18 karena pada masa ini telur memasuki tahap akhir menjelang menetas dan sebaiknya dibiarkan tenang.
Tips Supaya Daya Tetas Tinggi
Beberapa hal berikut sering luput diperhatikan, padahal cukup berpengaruh terhadap hasil akhir penetasan menggunakan mesin dari galon bekas.
- Pilih telur yang bersih, berbentuk normal, dan berasal dari indukan sehat, karena telur retak atau kotor sulit menetas dengan baik
- Letakkan mesin tetas di ruangan yang suhunya stabil, jauh dari jendela atau kipas angin langsung
- Nyalakan mesin dan biarkan suhunya stabil dahulu selama beberapa jam sebelum telur dimasukkan
- Ganti air di wadah kelembapan setiap 2-3 hari agar penguapannya tetap konsisten
- Lakukan peneropongan telur atau candling pada hari ke-7 dan ke-14 untuk memastikan embrio berkembang normal, lalu buang telur yang kosong atau tidak berkembang
Kenapa Galon Bekas Bisa Dijadikan Mesin Penetas Telur
Galon air minum berbahan plastik tebal punya bentuk yang mirip kotak tertutup. Bentuk ini membuat panas dari lampu bisa terperangkap di dalamnya, sama seperti prinsip kerja mesin tetas pada umumnya. Selain itu, dinding galon yang agak tebal membantu suhu di dalam lebih stabil dibanding kardus atau boks kayu tipis.
Bahan galon bekas juga tahan lembap karena sifatnya plastik, jadi tidak mudah rusak walau sering terkena uap air dari wadah kelembapan di dalamnya. Alasan-alasan inilah yang membuat banyak peternak ayam kampung skala rumahan memilih galon bekas sebagai bahan utama mesin tetas mini mereka.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309510/original/054852900_1785230103-Gemini_Generated_Image_1l9nie1l9nie1l9n.jpg)
Perbesar
Kesalahan paling umum adalah menempatkan lampu terlalu dekat dengan telur sehingga suhu naik drastis dan embrio mati kepanasan. Kesalahan lain adalah lupa mengisi ulang wadah air, sehingga kelembapan turun dan cangkang telur menjadi terlalu kering.
Selain itu, banyak pemula juga jarang membalik telur secara teratur karena menganggap prosesnya merepotkan. Padahal tanpa pembalikan rutin, embrio berisiko menempel pada cangkang dan gagal berkembang sampai waktu menetas.
Perkiraan Biaya Pembuatan
Salah satu daya tarik mesin tetas dari galon bekas adalah biayanya yang jauh lebih murah dibanding membeli mesin tetas jadi. Total biaya pembuatan biasanya berkisar antara Rp50.000 hingga Rp150.000, tergantung jenis termostat yang dipilih, apakah model manual atau digital otomatis.
Galon bekas sendiri biasanya bisa didapat gratis dari sisa pemakaian di rumah, sehingga biaya utama hanya untuk komponen listrik seperti fitting, bohlam, kabel, dan termostat. Dengan modal sekecil itu, satu mesin galon bekas umumnya sudah cukup untuk menetaskan sekitar 15-20 butir telur ayam kampung dalam satu kali proses.
Pertanyaan Seputar Cara Membuat Mesin Penetas Telur Mini dari Galon Bekas
Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai telur ayam menetas di mesin galon bekas?
Telur ayam kampung umumnya membutuhkan waktu sekitar 21 hari untuk menetas di dalam mesin tetas, termasuk mesin sederhana dari galon bekas, asalkan suhu dan kelembapan dijaga stabil sesuai tahapan hari.
Apakah mesin penetas telur dari galon bekas aman digunakan dalam jangka panjang?
Mesin dari galon bekas aman digunakan berulang kali selama kondisi kabel, fitting lampu, dan termostat masih baik, serta galon dibersihkan setelah setiap proses penetasan agar tidak menjadi sarang bakteri.
Berapa banyak telur yang bisa ditampung dalam satu galon bekas ukuran 19 liter?
Satu galon bekas ukuran 19 liter biasanya cukup menampung sekitar 15 sampai 20 butir telur ayam kampung, tergantung ukuran rak dan jarak antar telur yang disusun di dalamnya.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

2 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309552/original/092792600_1785231503-Gemini_Generated_Image_bfdo9pbfdo9pbfdo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304373/original/059645300_1784713838-01KY4HFRN73WJ075YW69XBY6TQ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9301150/original/094409300_1784440557-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309331/original/046597200_1785225006-Screenshot_2026-07-28_144314.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309397/original/002385800_1785226530-f6a041fa-fbea-4530-9130-73555e3a8690.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308695/original/037186900_1785166023-1000483241.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309196/original/047640000_1785220740-e96b5b43-b5e3-418d-824b-a36651b90110.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306242/original/040603200_1784869122-a33479f2-b2bc-458e-bf35-e4e039b9b40b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4667493/original/014528400_1701240616-Ilustrasi_diri_sendiri__sisi_gelap__berjuang__sendirian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5506655/original/008869600_1771473668-IMG-20260219-WA0038.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9308723/original/067808700_1785171639-20260727BS_Timnas_Indonesia_vs_Kamboja_07.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9308716/original/041278700_1785170912-20260727BS_Timnas_Indonesia_vs_Kamboja_02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309087/original/092335900_1785218628-ca3521c0-3bcb-4a35-90ab-638663ca1077.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309063/original/059032100_1785218010-pexels-prathsnap-13220059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309301/original/011119200_1785224616-pexels-julio-lopez-75309646-29502353.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309300/original/080125900_1785224525-3a91fba6-7d33-4e2f-b253-51d372103fc4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9308954/original/023801000_1785212056-timnas_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309190/original/076406600_1785220577-Screenshot_2026-07-28_133500.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541758/original/002826400_1774891756-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541745/original/025257900_1774887438-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-23.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541727/original/083908500_1774880359-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541713/original/026364000_1774879959-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541708/original/058501100_1774879682-20260330AA_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540311/original/082032500_1774698654-timnas.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5451616/original/008026000_1766317691-20251221IQ_Persita_Tangerang_vs_Persik_Kediri-13.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520996/original/003480100_1772675440-unnamed__57_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5284895/original/077745100_1752650004-frans.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546031/original/069166900_1775269649-Gemini_Generated_Image_2xrq5s2xrq5s2xrq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4738220/original/039321900_1707387131-Snapinsta.app_425427452_18416718079023123_1907590650915415216_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541714/original/005147800_1774879977-20260330AA_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-7.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540749/original/077285200_1774800573-SnapInsta.to_657855999_18572468143056586_707926209239446155_n.jpg)