Cara Membuat Pupuk dari Kulit Bawang, Sulap Limbah Dapur Jadi Nutrisi Tanaman

10 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta Sampah dapur tidak selalu berakhir di tempat sampah. Kulit bawang yang biasanya dibuang ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk untuk tanaman. Dengan mengetahui cara membuat pupuk dari kulit bawang, limbah sederhana ini bisa diolah menjadi nutrisi tambahan yang praktis dan mudah dibuat di rumah.

Bagi yang gemar berkebun, memanfaatkan limbah dapur juga menjadi cara sederhana untuk mengurangi sampah organik sekaligus merawat tanaman. Kulit bawang dapat diolah dengan bahan yang mudah ditemukan, tanpa memerlukan peralatan khusus atau proses yang rumit. Hasilnya bisa digunakan sebagai pupuk tambahan untuk berbagai tanaman.

Lantas, bagaimana cara membuat pupuk dari kulit bawang agar praktis dan bisa langsung dimanfaatkan untuk tanaman? Prosesnya cukup sederhana, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pupuk dapat digunakan dengan tepat. Berikut langkah-langkah dan tips yang bisa dicoba di rumah.

Cara Membuat Pupuk dari Kulit Bawang dengan Metode Perendaman

Metode perendaman menjadi cara membuat pupuk dari kulit bawang yang paling ramah bagi pemula karena tidak memerlukan kompor. Prinsipnya, sari nutrisi dari kulit bawang akan larut ke dalam air setelah didiamkan beberapa jam. Hasil akhirnya berupa pupuk organik cair yang bisa langsung disiramkan ke tanaman, mirip dengan bahan alami lain untuk menyuburkan tanaman.

  1. Kumpulkan kulit bawang: Sisihkan kulit terluar bawang merah atau bawang putih yang masih kering dan tidak berjamur. Hindari kulit yang sudah tercampur minyak, garam, atau sisa bumbu karena bahan tersebut dapat merusak tanah.

  2. Masukkan ke wadah: Isi botol atau toples dengan 2-3 genggam kulit bawang, lalu tuang sekitar 1 liter air bersih hingga seluruh kulit terendam.

  3. Rendam semalaman: Tutup wadah dan simpan di tempat teduh atau gelap selama 24 jam saat cuaca panas, dan hingga 48 jam saat cuaca dingin.

  4. Saring larutan: Setelah air berubah menjadi cokelat kemerahan, saring untuk memisahkan ampas. Air rendaman menjadi pupuk cair, sedangkan ampasnya bisa dicampur langsung ke media tanam.

  5. Encerkan dan siramkan: Encerkan pupuk pekat dengan air memakai perbandingan sekitar 1 bagian pupuk banding 5 bagian air, lalu siramkan ke tanah di sekitar tanaman. Aplikasi bisa diulang tujuh hingga sepuluh hari sekali.

Larutan ini cocok untuk banyak tanaman, termasuk tanaman cabai agar daunnya subur dan tidak rontok.

Cara Membuat Pupuk Cair Kulit Bawang dengan Metode Perebusan

Jika ingin hasil lebih cepat, cara membuat pupuk dari kulit bawang juga bisa dilakukan dengan pemanasan. Merebus atau menyeduh kulit bawang membantu melarutkan nutrisi dalam waktu singkat tanpa perlu menunggu semalaman. Metode ini praktis saat Anda membutuhkan pupuk cair secara mendadak, dan bisa dipadukan dengan cara membuat pupuk cabai dari kulit bawang.

  1. Panaskan air: Didihkan sekitar 1 liter air, lalu matikan atau kecilkan api agar air tidak mendidih terlalu keras.

  2. Masukkan kulit bawang: Celupkan segenggam kulit bawang ke dalam air panas dan biarkan terendam 12 hingga 24 jam sampai warnanya menyerupai teh cokelat keemasan.

  3. Saring cairan: Pisahkan kulit bawang dari air rebusan menggunakan saringan bersih.

  4. Dinginkan dan encerkan: Biarkan larutan benar-benar dingin, lalu encerkan dengan perbandingan 1:3 untuk bibit atau 1:1 untuk tanaman dewasa.

  5. Aplikasikan pada waktu tepat: Siramkan ke pangkal tanaman pada pagi hari agar nutrisi terserap sebelum menguap oleh terik matahari.

Ampas kulit bawang sisa perebusan sebaiknya tidak dibuang. Anda bisa mengolahnya lebih lanjut menjadi pestisida alami pengusir hama karena kandungan flavonoid dan asetogeninnya.

Cara Membuat POC Kulit Bawang dan Air Cucian Beras

Menggabungkan kulit bawang dengan air cucian beras adalah cara membuat pupuk dari kulit bawang yang menghasilkan pupuk organik cair (POC) lebih kaya nutrisi. Air cucian beras menyumbang karbohidrat dan bakteri baik, sedangkan kulit bawang menambah kalium serta hormon tumbuh alami. Proses fermentasi singkat membuat unsur hara lebih mudah diserap akar.

Air cucian beras atau air leri memang dikenal kaya nitrogen, fosfor, dan kalium, sehingga cocok dipakai sebagai bahan dasar pupuk cair yang dijuluki emas cair ini.

  1. Rendam kulit bawang: Rendam sekitar 500 gram kulit bawang merah dalam 500 ml air bersih selama semalaman, lalu saring untuk memisahkan ampasnya.

  2. Siapkan air cucian beras: Kumpulkan 500 ml air cucian beras dari bilasan pertama yang masih keruh dan pekat.

  3. Campur kedua bahan: Satukan air rendaman kulit bawang dan air cucian beras dengan perbandingan 1:1 di dalam botol atau jerigen.

  4. Tambahkan sumber gula: Masukkan sekitar 25 gram gula merah atau lima sendok gula pasir sebagai makanan mikroorganisme, lalu kocok hingga larut.

  5. Fermentasikan: Tutup wadah dan simpan di tempat teduh selama 7 hingga 8 hari. Buka tutupnya sekali sehari untuk membuang gas hasil fermentasi.

  6. Saring dan gunakan: Setelah fermentasi selesai, saring POC lalu aplikasikan dengan dosis sekitar 10 ml per 1 liter air, seminggu sekali.

Selain kulit bawang, banyak limbah lain yang bisa difermentasi menjadi POC. Simak juga cara membuat pupuk organik cair dari sampah dapur, resep POC dari sisa dapur untuk cabai dan tomat, hingga pupuk cair dari sisa nasi. Untuk tanaman buah, air cucian beras yang difermentasi juga bisa dipakai seperti pada teknik mempercepat alpukat berbuah.

Manfaat dan Tips Aman Menggunakan Pupuk Kulit Bawang

Sebelum rutin memakainya, penting memahami manfaat sekaligus batasan pupuk kulit bawang agar tanaman tidak justru rusak. Pupuk ini bersifat lembut dan bekerja perlahan, tetapi tetap perlu digunakan dengan takaran yang tepat.

  • Sumber kalium untuk bunga dan buah: Kandungan kalium yang tinggi membantu pembentukan bunga, pengisian buah, serta ketahanan tanaman terhadap stres cuaca.

  • Mengandung quercetin dan sifat antibakteri: Kulit bawang menyimpan quercetin serta senyawa antioksidan yang membantu tanaman melawan patogen dan bakteri. Sebagaimana disampaikan American Society for Horticultural Science, pupuk berbahan kulit bawang bahkan meningkatkan pertumbuhan akar pada pakcoy, selada, dan lobak.

  • Bisa dijadikan bubuk kering: Keringkan kulit bawang di bawah sinar matahari atau oven bersuhu rendah, lalu haluskan menjadi bubuk. Taburkan tipis di lapisan atas tanah sebagai pupuk lepas-lambat.

  • Manfaatkan sebagai mulsa: Kulit bawang kering dapat ditaburkan langsung sebagai mulsa. Selain menutrisi, aromanya membantu menahan sebagian hama.

  • Selalu encerkan sebelum dipakai: Larutan pekat berisiko membakar akar (fertilizer burn). Warna pupuk yang ideal menyerupai teh encer, bukan kopi pekat.

  • Hindari bibit muda dan tanah tergenang: Pupuk ini kurang cocok untuk bibit yang masih sangat kecil dan tanah yang becek karena dapat memicu busuk akar.

  • Siram tanah, bukan daun: Aplikasikan ke pangkal tanaman pada pagi atau sore hari, dan hindari kulit bawang bekas masakan yang sudah bergaram atau berbumbu.

  • Bukan pupuk tunggal: Kulit bawang minim nitrogen, jadi kombinasikan dengan kompos atau kulit pisang untuk nutrisi yang lebih lengkap.

Untuk memperkaya wawasan berkebun hemat, Anda juga bisa membaca 10 tips membuat pupuk organik alami dari bahan rumah tangga, daftar barang dapur sisa yang bisa dipakai untuk tanaman, serta limbah cair selain air beras yang menyuburkan tanaman. Bila ingin mengolah lebih banyak sampah, coba metode ember tumpuk, mengolah sampah dapur tanpa komposter, atau menerapkan konsep edible garden zero waste. Nutrisi dapur seperti ini pun aman untuk menyuburkan pohon kelengkeng. Selain untuk tanaman, kulit bawang ternyata juga memiliki manfaat bagi kesehatan dan kecantikan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pupuk Kulit Bawang

Apakah kulit bawang bisa langsung dijadikan pupuk?

Bisa. Kulit bawang dapat ditaburkan langsung ke media tanam atau dijadikan mulsa, tetapi mengolahnya menjadi larutan cair membuat nutrisinya lebih cepat terserap akar. Pastikan kulit bawang bersih dari minyak, garam, dan bumbu sebelum digunakan.

Berapa lama kulit bawang direndam untuk pupuk?

Umumnya 24 jam saat cuaca panas dan hingga 48 jam saat cuaca dingin atau lembap. Larutan siap dipakai ketika airnya berubah menjadi cokelat kemerahan. Jangan lupa mengencerkannya dengan air biasa sebelum disiramkan ke tanaman.

Tanaman apa saja yang cocok diberi pupuk kulit bawang?

Pupuk kulit bawang paling bermanfaat untuk tanaman berbunga dan berbuah seperti cabai, tomat, terong, dan mawar karena kandungan kaliumnya yang tinggi. Sebaiknya hindari penggunaan pada bibit yang masih sangat muda serta tanaman dari keluarga bawang seperti bawang putih.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|