Liputan6.com, Jakarta Cara menanam bawang merah di pot adalah solusi praktis untuk menyediakan bumbu dapur segar tanpa perlu lahan luas. Cukup dengan pot berlubang, media tanam gembur, dan beberapa siung umbi tua, siapa pun bisa memulainya di teras atau balkon.
Prinsipnya sederhana, yaitu tanam umbi dengan calon tunas menghadap ke atas, lalu rawat dengan penyiraman dan sinar matahari yang cukup. Dengan langkah yang tepat, hasil dari menanam bawang merah di pot bisa dipanen dalam waktu sekitar dua bulan.
Selain hemat, bawang merah juga kaya manfaat bagi kesehatan karena mengandung antioksidan, senyawa belerang, serta vitamin C yang dikaitkan dengan penurunan risiko sejumlah penyakit. Tak heran banyak orang tertarik membudidayakannya sendiri di rumah. Berikut cara menanam bawang merah yang telah diulas Liputan6.com, Rabu (9/9/2026).
Persiapan Sebelum Menanam Bawang Merah di Pot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494931/original/048747900_1770349746-8944258d-df13-4584-8238-3fd2e0727415.png)
Perbesar
Menyiapkan peralatan dengan benar adalah fondasi utama keberhasilan cara menanam bawang merah di pot. Ada empat hal pokok yang perlu disiapkan, yaitu wadah, media tanam, bibit umbi, dan lokasi yang cerah. Ellen Wells, konsultan hortikultura, dikutip dari Gardening Know How menyatakan, "Bawang merah ternyata sangat mudah untuk ditanam."
Merujuk panduan RHS, bawang merah yang ditanam di dalam pot memerlukan penyiraman lebih sering dibanding yang ditanam di tanah, sehingga sebaiknya gunakan wadah berukuran cukup besar, minimal selebar dan sedalam sekitar 30 cm agar umbi leluasa berkembang.
-
Pilih pot berukuran memadai: Gunakan pot berdiameter minimal 15 cm untuk satu umbi. Mengutip Homes & Gardens, pot selebar sekitar 15 cm cukup untuk satu set bawang merah dan bisa menghasilkan sekitar setengah lusin umbi, sementara pot 30 cm mampu menampung dua set sekaligus.
-
Pastikan ada lubang drainase: Air yang menggenang membuat umbi mudah membusuk. Jika pot belum berlubang, buat lubang di bagian bawahnya agar kelebihan air bisa keluar dengan lancar.
-
Siapkan media tanam gembur: Campurkan tanah subur, kompos atau pupuk kandang matang, dan sekam bakar atau arang dengan perbandingan 1:1:1. Anda bisa membuat sendiri campuran pupuk kompos sederhana dari sampah organik rumah tangga untuk menyuburkan media.
-
Seleksi bibit umbi berkualitas: Pilih umbi yang besar, padat, mulus, tanpa bercak hitam atau tanda busuk. Anda bahkan bisa memakai bawang merah sisa dapur yang sudah mulai bertunas atau berakar.
-
Tentukan lokasi penuh sinar matahari: Bawang merah menyukai cahaya matahari penuh minimal 6-8 jam sehari. Letakkan pot di area terbuka yang tidak ternaungi pepohonan atau atap.
Sebagai catatan, jangan tergoda menanam terlalu banyak umbi dalam satu pot. Sebagaimana disampaikan University of California, bawang merah termasuk sayuran musim sejuk dan satu umbi bisa memecah menjadi enam umbi atau lebih, sehingga penanaman yang terlalu rapat justru menghasilkan umbi berukuran kecil.
Langkah-Langkah Cara Menanam Bawang Merah di Pot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5412539/original/085412700_1763094987-Tanam_Bawang_Merah.jpg)
Perbesar
Cara menanam bawang merah di pot sebenarnya sangat sederhana bila langkahnya diurutkan dengan benar. Setelah semua bahan siap, ikuti tahap penanaman berikut agar umbi cepat bertunas dan tumbuh sehat.
-
Isi pot dengan media tanam: Masukkan campuran media hingga tersisa ruang sekitar 2-3 cm dari bibir pot. Siram sedikit air agar media lembap sebelum ditanami.
-
Potong ujung umbi: Potong sekitar seperempat bagian ujung umbi yang mengerucut untuk merangsang tunas tumbuh lebih cepat. Jika umbi sudah memiliki daun atau tunas, tidak perlu dipotong.
-
Tanam umbi menghadap ke atas: Benamkan umbi dengan bagian runcing atau calon tunas menghadap ke atas. Tanam pada kedalaman sekitar 2,5-5 cm sehingga sebagian ujung umbi masih terlihat di permukaan media.
-
Atur jarak antarumbi: Beri jarak sekitar 10-15 cm antarumbi agar tidak berdempetan. Untuk pot berdiameter 30 cm, cukup tanam empat sampai lima umbi.
-
Timbun dan siram perlahan: Tutup pangkal umbi dengan media tanam tanpa menekannya terlalu padat, lalu siram menggunakan semprotan halus agar media tidak terlalu basah.
-
Letakkan di tempat cerah: Pindahkan pot ke lokasi yang terkena sinar matahari penuh dan pantau kelembapannya setiap hari.
Metode ini fleksibel dan bisa disesuaikan dengan wadah lain. Anda dapat mempraktikkan prinsip yang sama saat menanam bawang merah di pot di halaman rumah, di polybag, memakai botol plastik bekas, hingga galon bekas yang ukurannya lebih dalam.
Cara Merawat Bawang Merah di Pot hingga Panen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489170/original/040174400_1769829355-Menanam_bawang_merah_dengan_cocopeat_kombinasi_arang_sekam__Gemini_AI_.jpg)
Perbesar
Setelah umbi tertanam, tahap perawatan dalam cara menanam bawang merah di pot inilah yang paling menentukan kualitas panen. Perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, penyinaran, pengendalian hama, hingga pemanenan yang tepat waktu.
Sebagaimana dikutip dari Kementerian Pertanian, media untuk bawang merah sebaiknya sedikit asam hingga netral dengan pH sekitar 5,6 sampai 7 dan bertekstur agak liat agar umbi tumbuh optimal.
-
Siram secara teratur: Sirami pagi dan sore hari, tetapi hindari genangan. Karena media di dalam pot cepat kering, penyiraman perlu dilakukan lebih sering dibanding penanaman di tanah, namun tetap jaga agar tidak becek.
-
Berikan pupuk berkala: Tambahkan pupuk organik atau pupuk NPK seimbang saat tanaman berumur sekitar 15, 30, dan 45 hari. Larutkan pupuk dalam air lalu siramkan di sekitar tanaman.
-
Pastikan sinar matahari cukup: Jaga agar tanaman menerima cahaya penuh 6-8 jam sehari supaya umbi cepat berisi dan tidak mudah membusuk.
-
Lakukan penyiangan: Cabut gulma yang tumbuh di pot secara rutin agar tidak bersaing menyerap nutrisi dan air.
-
Kendalikan hama secara alami: Waspadai ulat dan kutu daun. Manfaatkan pestisida alami berbahan dapur, dan terapkan langkah mengusir hama tanaman yang ramah lingkungan seperti rotasi tanam.
-
Panen di waktu yang tepat: Bawang merah biasanya siap dipanen pada umur 60-70 hari. Perhatikan ciri bawang merah siap panen, yaitu daun menguning dan rebah, pangkal daun lemas, serta umbi menyembul di permukaan.
-
Keringkan dan simpan: Setelah dicabut, jemur umbi 2-3 hari di tempat teduh berangin. Simpan di tempat sejuk dan kering agar awet. Pelajari juga cara menyimpan bawang merah agar awet supaya stok tahan lebih lama.
Satu set bawang merah yang ditanam umumnya akan memperbanyak diri menjadi sekitar empat hingga dua belas umbi baru, sehingga hasil panen dari satu pot pun bisa cukup melimpah untuk kebutuhan dapur.
Tips agar Bawang Merah di Pot Tumbuh Subur dan Panen Melimpah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463256/original/001082600_1767603584-Gemini_Generated_Image_nsp9yansp9yansp9.png)
Perbesar
Beberapa trik tambahan bisa membuat hasil panen lebih maksimal, terutama bagi pemula yang baru pertama kali mencoba. Lorin Nielsen, pakar hortikultura, dikutip dari Epic Gardening menyatakan, "Menanam bawang merah menjamin Anda selalu memilikinya saat dibutuhkan."
-
Gunakan pot tanah liat tak berglasir: Wadah jenis ini membantu kelebihan kelembapan menguap melalui dindingnya sehingga akar tidak mudah busuk.
-
Beri jarak yang cukup: Jangan memadatkan terlalu banyak umbi dalam satu pot karena umbi yang berdesakan akan tumbuh kecil-kecil.
-
Jaga takaran air: Bawang merah berakar dangkal, jadi media harus lembap konsisten tetapi tidak tergenang. Sebagai patokan umum, tanaman membutuhkan air setara sekitar 2,5 cm per minggu.
-
Kurangi penyiraman menjelang panen: Saat daun mulai menguning, kurangi bahkan hentikan penyiraman kurang lebih satu minggu sebelum panen agar umbi cepat tua dan padat berisi.
-
Manfaatkan daunnya: Daun bawang merah bisa dipetik sedikit demi sedikit untuk penyedap masakan tanpa mengganggu pertumbuhan umbi.
-
Hindari bekas tanaman sejenis: Jangan gunakan media bekas menanam bawang atau sesama keluarga allium pada musim sebelumnya untuk menekan risiko penyakit.
-
Coba dari biji sebagai alternatif: Selain umbi, bawang merah bisa ditanam dari biji dengan cara semai. Simak panduan cara menanam bawang merah dari biji yang lebih hemat dan bebas patogen umbi.
Bila lahan sangat terbatas, ada banyak variasi metode yang bisa dipilih. Anda dapat mencoba pot vertikal atau vertikultur, teknik hidroponik, hingga menanam tanpa tanah. Jika ingin memilih media paling ekonomis, ada berbagai media tanam murah selain tanah yang stabil untuk sayuran pot.
Berkebun bawang merah di rumah bukan sekadar menghemat uang belanja, tetapi juga menjadi kegiatan menyenangkan yang menyehatkan. Selain bawang merah, Anda bisa memperluas kebun mini dengan aneka tanaman sayur yang cocok ditanam di pot. Manfaat bawang merah pun beragam, mulai dari menyehatkan kesehatan tubuh hingga mendukung kecantikan kulit. Untuk inspirasi cara lain yang cepat tumbuh, Anda bisa bereksperimen sambil belajar dari pengalaman sendiri.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Bawang Merah di Pot
Berapa lama bawang merah di pot bisa dipanen?
Umumnya bawang merah di pot siap dipanen pada umur sekitar 60-70 hari setelah tanam. Tandanya adalah sebagian besar daun sudah menguning dan rebah, pangkal daun terasa lemas, serta umbi mulai menyembul di permukaan media tanam.
Apakah bawang merah bisa ditanam dari sisa dapur?
Bisa. Umbi bawang merah tua dari dapur yang sudah mulai bertunas atau berakar dapat langsung ditanam. Jika belum bertunas, potong sedikit bagian ujungnya untuk merangsang pertumbuhan tunas sebelum ditanam.
Berapa ukuran pot yang ideal untuk menanam bawang merah?
Gunakan pot berdiameter minimal 15 cm untuk satu umbi, atau pot berukuran sekitar 30 cm untuk empat sampai lima umbi. Pastikan pot cukup dalam, sekitar 25-30 cm, dan memiliki lubang drainase yang baik agar air tidak menggenang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

7 hours ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7827192/original/059396700_1780646740-pepaya_ok.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/935366/original/093229200_1437707966-diet-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321737/original/060703300_1786501343-Kereta_Api_Pandanwangi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344100/original/037951000_1788933397-Studio_RRI_Bukittinggi__1950_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3235202/original/094020600_1599811327-11_September_2020-3_ok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315076/original/040729300_1785826533-3b030088-5842-4dd0-8a23-147b3dca5029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335018/original/094825600_1787908281-01M13P51EGF6JFZB8NDY3HYZ56.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460715/original/071076300_1767273436-kereta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543189/original/087971600_1775018379-kecil_tanpa_lemari_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343977/original/059390500_1788929315-bc74e11a-e771-4436-89e3-edaa9067688a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9296539/original/006351500_1784017022-Ilustrasi_Kopi__Minum_Kopi_oleh_Aditya_Eka_Prawira__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9298770/original/077637300_1784181491-c825071d-5ecf-4e01-a44e-cd86cf353e44.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343959/original/048572900_1788928435-ChatGPT_Image_9_Sep_2026__11.32.55.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343934/original/045195500_1788926281-2148488493.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339268/original/070752600_1788409221-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552768/original/070287300_1775827619-Ubi_Jalar__Ipomoea_batatas_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343842/original/082207300_1788921866-Moussa_Sidibe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337067/original/070468400_1788231218-89c47730-5e05-456b-8e5e-a5619dd4b941.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337107/original/073405200_1788232529-7815d958-b800-4269-9861-793a1fa9181c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310232/original/060540000_1785310828-600a9f69-4cd8-4820-8d81-ef52afa03ffd.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5744932/original/052272700_1778643448-11fb065e-6d5a-4a8e-af8c-935083fae6f1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335142/original/082058400_1787912714-ASDFGHGFDDFCDX.jpg)