Cara Menanam Beluntas di Halaman Rumah Kecil dari Stek Batang agar Tumbuh Subur

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Halaman rumah yang hanya menyisakan sedikit ruang bukan alasan untuk melewatkan tanaman yang bisa dipanen sendiri. Beluntas adalah salah satu pilihan karena dapat ditanam dalam pot atau wadah sehingga tidak membutuhkan lahan luas. Dengan memilih batang untuk stek dan mengatur tempat tumbuhnya, cara menanam beluntas di halaman rumah kecil dapat dilakukan tanpa banyak perlengkapan.

Beluntas atau Pluchea indica merupakan tanaman perdu yang banyak ditemukan di Indonesia. Tanaman ini dikenal dengan nama luntas di Jawa dan baluntas atau baruntas di Sunda. Daunnya sering digunakan sebagai lalapan, sedangkan tanamannya juga dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari tanaman pekarangan. Beluntas dapat diperbanyak melalui biji dan stek.

Pada artikel ini, Anda dapat belajar cara menanam beluntas di halaman rumah kecil secara lengkap yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (9/8/2026). Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

1. Pilih Batang Beluntas untuk Bibit

Stek batang dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin menanam beluntas di rumah. Cara ini tidak membutuhkan proses penyemaian biji, sehingga lebih simpel. Pilih batang dari tanaman yang sudah tumbuh, lalu ambil bagian batang yang tidak terlalu muda dan tidak menunjukkan tanda kerusakan. Bibit beluntas juga banyak diperbanyak melalui stek.

Potong batang dengan panjang sekitar 10–15 sentimeter. Pastikan terdapat beberapa bagian tempat tumbuh daun pada batang tersebut. Gunakan alat potong yang bersih agar bagian potongan tidak membawa kotoran ke media tanam. Beberapa panduan budidaya beluntas menggunakan stek batang dengan ukuran tersebut sebelum ditanam dalam media.

Jika belum langsung ditanam, letakkan batang di tempat yang tidak terkena panas matahari secara langsung. Jangan merendam seluruh batang dalam air. Siapkan wadah dan media tanam terlebih dahulu agar batang dapat segera ditanam setelah dipotong. Satu batang dapat digunakan sebagai satu bibit untuk memulai tanaman dalam satu pot.

2. Siapkan Pot yang Sesuai dengan Ruang

Pot membantu membatasi ruang tumbuh beluntas saat halaman rumah tidak memiliki tanah yang cukup. Gunakan pot dengan diameter sekitar 20–30 sentimeter sebagai titik awal. Ukuran tersebut dapat digunakan untuk satu tanaman dan membantu penempatan pot di sudut halaman, teras, atau area lain yang tersedia.

Periksa bagian bawah pot sebelum digunakan. Lubang pada dasar pot diperlukan agar air dari penyiraman dapat keluar. Air yang tidak memiliki jalan keluar dapat tertahan di dalam wadah. Kondisi tersebut dapat mengganggu bagian akar dan membuat media terlalu basah dalam waktu lama.

Letakkan pot pada tempat yang mendapat cahaya matahari. Beluntas dapat tumbuh pada kondisi panas dan dikenal dapat bertahan pada kondisi kekeringan. Namun, tanaman yang baru berasal dari stek dapat ditempatkan di area yang tidak terkena panas langsung sampai mulai menunjukkan pertumbuhan baru.

3. Siapkan Media Tanam

Media tanam dapat dibuat dari tanah yang dicampur dengan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang. Campuran tersebut ditempatkan ke dalam pot sampai menyisakan ruang beberapa sentimeter dari bagian atas. Tujuannya agar air penyiraman tidak langsung meluber keluar bersama media.

Salah satu panduan penanaman beluntas menggunakan campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1:1. Untuk halaman rumah, campuran tanah dan kompos juga dapat digunakan sebagai pilihan yang lebih sederhana. Yang perlu diperhatikan adalah media tidak dibiarkan terlalu basah setelah disiram.

Setelah media dimasukkan, siram dengan air secukupnya sebelum stek ditanam. Kondisi media perlu lembap, tetapi bukan sampai terdapat air yang menggenang. Langkah ini membantu menjaga batang tidak langsung berada dalam media yang kering setelah proses penanaman selesai.

4. Tanam Stek Batang ke Dalam Pot

Buat lubang pada bagian tengah media dengan menggunakan jari atau alat kecil. Masukkan bagian bawah batang ke dalam lubang tersebut. Sisakan beberapa bagian batang di atas permukaan media. Setelah itu, tekan media di sekitar batang agar posisi stek tidak mudah berubah.

Jangan menanam seluruh bagian batang hingga tidak terlihat. Beberapa bagian batang perlu berada di atas media untuk menjadi tempat munculnya tunas. Setelah stek berada pada posisi yang sesuai, siram media menggunakan air secukupnya. Hindari menyiram dengan tekanan besar karena dapat menggeser batang.

Setelah ditanam, tempatkan pot pada area yang tidak terkena panas matahari langsung. Beberapa panduan menyarankan perlindungan dari panas pada masa awal stek untuk mengurangi penguapan. Ketika tunas mulai muncul, tanaman dapat dikenalkan secara bertahap pada cahaya matahari yang lebih banyak.

5. Atur Penyiraman Setelah Stek Ditanam

Penyiraman perlu dilakukan dengan melihat kondisi media. Jika bagian atas media mulai mengering, tambahkan air secukupnya. Jangan menyiram dalam jumlah banyak hanya karena tanaman baru ditanam. Air yang tertahan di pot dapat membuat media terus basah dan mengganggu pertumbuhan akar.

Tanaman beluntas dikenal dapat bertahan pada kondisi kekeringan. Namun, stek yang baru ditanam belum memiliki sistem akar yang berkembang sehingga tetap membutuhkan perhatian terhadap ketersediaan air. Jaga media agar tidak kering dalam waktu lama, terutama pada masa awal setelah penanaman.

Frekuensi penyiraman dapat berubah mengikuti cuaca dan kondisi halaman. Saat hujan turun, penyiraman dapat dikurangi. Saat cuaca panas dan media cepat mengering, tanaman dapat diperiksa lebih sering. Cara tersebut lebih mudah diterapkan daripada menetapkan jumlah air yang sama setiap hari.

6. Beri Pupuk Secara Berkala

Setelah tanaman mulai tumbuh, berikan pupuk untuk membantu menyediakan unsur yang dibutuhkan tanaman. Kompos atau pupuk kandang dapat ditambahkan dalam jumlah secukupnya pada permukaan media. Hindari menempatkan pupuk dalam jumlah banyak tepat di sekitar batang karena dapat mengganggu bagian tanaman tersebut.

Pemberian pupuk tidak perlu dilakukan setiap kali menyiram. Salah satu panduan budidaya beluntas menyebut pemberian pupuk sekitar 30 hari sekali. Jika menggunakan pupuk kemasan, ikuti petunjuk pada label agar jumlah yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman dalam pot.

Perhatikan perubahan pada tanaman setelah pemupukan. Jika daun dan tunas terus muncul, perawatan dapat dilanjutkan dengan pola yang sama. Jika media terlihat terlalu penuh atau akar mulai memenuhi wadah, tanaman dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar tanpa menunggu tanaman berhenti tumbuh.

7. Pangkas Cabang dan Panen Daun

Beluntas dapat tumbuh hingga sekitar dua meter jika dibiarkan berkembang. Kondisi tersebut perlu diperhatikan saat tanaman ditanam di halaman kecil. Pemangkasan dapat dilakukan ketika cabang mulai memenuhi ruang atau tanaman tumbuh terlalu tinggi. Cara ini juga membantu menjaga tanaman tetap berada dalam area yang tersedia.

Gunakan alat potong yang bersih untuk memangkas bagian cabang yang ingin dikurangi. Pilih cabang yang sudah cukup panjang dan sisakan beberapa bagian tempat tumbuh daun. Jangan memangkas seluruh cabang sekaligus karena tanaman tetap membutuhkan bagian yang tumbuh untuk melanjutkan perkembangan.

Daun beluntas dapat dipanen setelah tanaman memiliki pertumbuhan yang cukup. Beberapa panduan budidaya menyebut daun dapat mulai dipanen sekitar 50–60 hari setelah penanaman stek, tetapi waktunya dapat berbeda sesuai kondisi tanaman. Daun dapat digunakan sebagai lalapan atau diolah sesuai kebiasaan masing-masing.

Pertanyaan Seputar Cara Menanam Beluntas di Halaman Rumah Kecil

Apakah beluntas bisa ditanam di dalam pot?

Bisa. Beluntas dapat ditanam dalam pot sehingga cocok untuk halaman yang tidak memiliki tanah luas. Pilih pot dengan lubang pembuangan air dan berikan ruang yang cukup untuk pertumbuhan akar. Ukuran pot sekitar 20–30 sentimeter dapat digunakan sebagai pilihan awal untuk satu tanaman.

Apakah beluntas bisa ditanam dari stek batang?

Bisa. Beluntas dapat diperbanyak melalui stek batang selain menggunakan biji. Potong batang sekitar 10–15 sentimeter, kemudian tanam pada media yang sudah disiapkan. Metode stek juga banyak digunakan untuk memperbanyak bibit beluntas.

Berapa lama stek beluntas mulai tumbuh?

Waktu pertumbuhan dapat berbeda berdasarkan kondisi tanaman dan lingkungan. Tunas dapat mulai terlihat setelah stek melewati masa awal penanaman. Salah satu panduan menyebut tanaman berusia sekitar satu bulan dapat mulai dilepas dari perlindungan stek jika sudah menunjukkan pertumbuhan.

Apakah beluntas membutuhkan banyak sinar matahari?

Beluntas dapat tumbuh pada kondisi dengan paparan matahari. Salah satu panduan budidaya merekomendasikan penyinaran sepanjang hari. Namun, stek yang baru ditanam dapat ditempatkan lebih dulu di area yang terlindung dari panas langsung, kemudian dikenalkan pada cahaya secara bertahap setelah tumbuh.

Kapan daun beluntas bisa dipanen?

Waktu panen bergantung pada pertumbuhan tanaman. Salah satu panduan budidaya menyebut daun dapat dipanen sekitar 50–60 hari setelah penanaman stek. Pemanenan dapat dilakukan dengan mengambil daun dan bagian pucuk yang sudah tumbuh, kemudian tanaman tetap dirawat agar menghasilkan pertumbuhan berikutnya.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|