Liputan6.com, Jakarta - Fase pembungaan merupakan momen krusial dalam budidaya tanaman anggur yang menentukan keberhasilan panen. Sayangnya, banyak petani mengalami kekecewaan karena bunga anggur rontok sebelum berkembang menjadi buah. Oleh karena itu, memahami cara mencegah bunga anggur rontok yang tepat sangat diperlukan untuk memastikan proses pembentukan buah berjalan dengan optimal dan menghasilkan panen yang memuaskan.
Kerontokan bunga anggur atau flower drop adalah masalah kompleks yang disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari ketidakseimbangan nutrisi, manajemen air yang buruk, hingga kondisi cuaca yang tidak mendukung. Memahami cara mencegah bunga anggur rontok secara komprehensif akan membantu petani mengantisipasi dan mengatasi permasalahan ini sejak dini. Dengan penanganan yang tepat, tingkat keberhasilan pembentukan buah dapat meningkat secara signifikan.
Berikut ini telah Liputan6 ulas berbagai strategi efektif dalam mengatasi masalah flower drop pada tanaman anggur, pada Sabtu (7/2). Mulai dari teknik pemupukan yang tepat, manajemen penyiraman, hingga perlindungan dari faktor lingkungan yang merugikan. Dengan menerapkan cara mencegah bunga anggur rontok yang akan dibahas, diharapkan petani dapat meningkatkan produktivitas kebun anggur dan mendapatkan hasil panen yang optimal. Mari kita pelajari cara mencegah bunga anggur rontok agar hasil panen melimpah.
Strategi Pemupukan untuk Fase Generatif
Pemberian nutrisi yang tepat merupakan fondasi utama dalam mencegah kerontokan bunga anggur. Pada fase generatif, tanaman anggur memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda dibandingkan masa vegetatif. Pemahaman yang mendalam tentang keseimbangan unsur hara akan sangat menentukan keberhasilan proses pembungaan hingga pembentukan buah.
Pentingnya Keseimbangan Nutrisi Fosfat dan Kalium
Selama masa generatif, tanaman anggur membutuhkan asupan Fosfat (P) dan Kalium (K) yang tinggi untuk mendukung pembungaan dan pembentukan buah. Fosfat berperan penting dalam proses metabolisme, termasuk pembentukan ATP yang mengatur transfer energi, serta pembentukan gula, minyak, dan pati.
Kalium, sebagai nutrisi utama ketiga yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan hasil anggur, membantu mengatur pergerakan air dalam tanaman dan penting untuk perkembangan warna buah beri pada varietas hitam. Kekurangan kalium dapat menyebabkan daun menguning atau memerah di bagian tepi, pematangan buah beri yang tidak merata, berkurangnya berat tandan, dan defoliasi dini.
Sebaliknya, pemberian Nitrogen (N) harus dibatasi karena nitrogen berlebih dapat mendorong pertumbuhan vegetatif yang berlebihan, yang dapat mengalihkan energi dari proses reproduksi dan menyebabkan kualitas buah yang buruk.
Langkah-langkah Pemupukan yang Tepat
Untuk mencegah bunga anggur rontok, perhatikan langkah-langkah pemupukan berikut:
- Penghentian Pupuk Nitrogen Secara Bertahap: Hentikan aplikasi pupuk tinggi nitrogen 2-3 minggu sebelum masa berbunga. Kurangi dosis secara bertahap untuk menghindari shock pada tanaman. Pantau perubahan warna daun sebagai indikator kecukupan nitrogen.
- Aplikasi Pupuk MKP Tepat Waktu: Pupuk Mono Kalium Fosfat (MKP) adalah sumber fosfor dan kalium yang disukai ketika pemupukan nitrogen perlu dibatasi. Berikan MKP dengan dosis 2-3 gram per liter air. Lakukan penyiraman pupuk setiap 7-10 hari selama fase berbunga. Aplikasikan pada pagi atau sore hari untuk menghindari evaporasi berlebihan.
- Penambahan Unsur Mikro Boron: Boron sangat penting untuk pertumbuhan tanaman karena merupakan bahan penyusun dinding sel buah dan mengatur transfer gula dari daun ke buah. Kekurangan boron dapat menyebabkan pertumbuhan abnormal pada daun termuda dan pertumbuhan terminal yang terhambat. Tambahkan boron dengan dosis 0,5-1 gram per liter air. Boron membantu proses penyerbukan dan mencegah kerontongan prematur. Berikan bersamaan dengan aplikasi MKP untuk efisiensi maksimal, idealnya dua minggu sebelum mekar.
Manajemen Irigasi yang Optimal
Pengelolaan air merupakan faktor kritis yang sering diabaikan dalam budidaya anggur. Fluktuasi kadar air dalam tanah dapat menyebabkan stres pada tanaman yang berujung pada kerontokan bunga. Sistem irigasi yang stabil dan konsisten menjadi kunci keberhasilan dalam mempertahankan bunga hingga berkembang menjadi buah.
Dampak Stres Air terhadap Pembungaan
Tanaman anggur sangat sensitif terhadap perubahan kondisi kelembapan tanah, terutama selama masa pembungaan. Kondisi tanah yang terlalu basah dapat menyebabkan akar kekurangan oksigen dan mengganggu penyerapan nutrisi. Sebaliknya, kekeringan akan memicu mekanisme pertahanan diri tanaman dengan menggugurkan bagian-bagian yang dianggap tidak prioritas, termasuk bunga. Stres air sebelum mekar juga dikaitkan dengan pembentukan buah yang buruk.
Teknik Penyiraman yang Efektif
Berikut adalah teknik penyiraman yang efektif sebagai cara mencegah bunga anggur rontok:
- Monitoring Kelembapan Tanah: Gunakan moisture meter untuk mengukur kelembapan secara akurat. Pertahankan kelembapan tanah pada kisaran 60-70% kapasitas lapang. Periksa kondisi tanah setiap pagi sebelum melakukan penyiraman.
- Sistem Penyiraman Tetes (Drip Irrigation): Irigasi tetes mengoptimalkan pasokan air untuk produksi anggur dan merupakan metode irigasi utama yang digunakan dalam lingkungan pertumbuhan intensif. Pasang sistem drip irrigation untuk distribusi air yang merata. Atur timer otomatis untuk konsistensi waktu penyiraman. Gunakan emitter dengan debit 2-4 liter per jam per tanaman.
- Jadwal Penyiraman yang Konsisten: Siram pada pagi hari antara pukul 06.00-08.00. Berikan air dengan volume 5-8 liter per tanaman dewasa. Sesuaikan frekuensi berdasarkan kondisi cuaca dan musim.
Teknik Pemangkasan Pucuk untuk Mengalihkan Energi
Pemangkasan pucuk atau teknik pinching merupakan salah satu metode yang sangat efektif dalam mencegah kerontokan bunga anggur. Teknik ini bekerja dengan cara mengalihkan aliran nutrisi dari pertumbuhan vegetatif menuju organ reproduktif. Dengan menghentikan pertumbuhan pucuk, energi tanaman dapat terkonsentrasi untuk memperkuat dan mempertahankan bunga.
Prinsip Dasar Teknik Pinching
Teknik pemangkasan pucuk didasarkan pada konsep dominansi apikal, di mana pucuk ujung (terminal bud) akan menarik sebagian besar nutrisi untuk pertumbuhannya. Ketika pucuk ini dipotong, aliran nutrisi akan dialihkan ke organ lain, termasuk bunga dan calon buah. Proses ini juga merangsang produksi hormon yang mendukung fruit set dan mencegah abscission (kerontokan) bunga.
Pemangkasan pucuk dapat mencegah kerontokan anggur. Waktu yang tepat untuk melakukan pinching sangat krusial. Pemangkasan yang terlalu dini dapat mengganggu fotosintesis, sementara yang terlalu lambat tidak akan memberikan efek maksimal pada pembungaan.
Prosedur Teknik Pinching yang Benar
Prosedur pinching yang benar sebagai cara mencegah bunga anggur rontok adalah:
- Identifikasi Pucuk yang Tepat: Cari cabang yang sedang membawa klaster bunga. Pilih pucuk muda yang masih lunak dan mudah dipotong. Pastikan terdapat 5-10 helai daun di atas klaster bunga.
- Pelaksanaan Pemangkasan: Gunakan gunting tajam yang sudah disterilkan. Potong pucuk 2-3 cm di atas daun terakhir yang sempurna. Lakukan pemotongan dengan sudut miring untuk mencegah genangan air.
- Perawatan Pasca Pinching: Oleskan fungisida pada bekas potongan untuk mencegah infeksi. Pantau pertumbuhan tunas samping yang muncul. Lakukan pinching ulang jika tunas baru tumbuh terlalu cepat.
Perlindungan dari Faktor Lingkungan Ekstrem
Kondisi cuaca yang tidak stabil dapat menjadi ancaman serius bagi keberhasilan pembungaan anggur. Hujan lebat, angin kencang, dan perubahan suhu yang drastis dapat menyebabkan kerusakan fisik pada bunga atau menciptakan kondisi yang tidak mendukung proses penyerbukan. Oleh karena itu, perlindungan yang tepat sangat diperlukan.
Bahaya Cuaca Ekstrem pada Bunga Anggur
Bunga anggur memiliki struktur yang sangat halus dan rentan terhadap gangguan fisik. Hujan selama mekar dapat mencegah calyptra (kelopak bunga) terlepas dari bunga, yang mengurangi penyerbukan. Kondisi dingin, berawan, atau basah dapat berdampak negatif pada perkembangan bunga, menghasilkan lebih sedikit buah beri.
Angin kencang dapat menyebabkan gesekan antar bunga dalam satu klaster, mengakibatkan kerusakan mekanis yang berujung pada kerontokan. Fluktuasi suhu yang ekstrem juga dapat mengganggu proses metabolisme dalam bunga dan mempengaruhi viabilitas serbuk sari. Suhu dingin atau panas (di bawah 18 °C atau di atas 38 °C) selama mekar dapat memperlambat pertumbuhan tabung serbuk sari, yang mengakibatkan pembentukan buah yang berkurang.
Sistem Perlindungan yang Efektif
Sistem perlindungan ini penting sebagai cara mencegah bunga anggur rontok:
- Instalasi Naungan UV: Pasang atap plastik UV dengan tinggi 3-4 meter di atas tanaman. Gunakan plastik dengan transparansi 80-85% untuk penetrasi cahaya optimal. Pastikan kemiringan atap cukup untuk aliran air hujan.
- Pengaturan Ventilasi: Buka sisi-sisi naungan untuk sirkulasi udara yang baik. Pasang exhaust fan jika diperlukan untuk mengurangi kelembapan. Monitor suhu dan kelembapan dengan termohigrometer.
- Windbreak atau Pemecah Angin: Tanam tanaman windbreak di sisi yang rawan angin kencang. Gunakan jaring angin dengan tinggi 2-3 meter. Atur jarak optimal untuk mengurangi turbulensi udara.
Teknik Penjarangan Bunga untuk Optimalisasi Hasil
Penjarangan atau thinning bunga merupakan praktik penting untuk mengoptimalkan alokasi energi tanaman. Ketika tanaman memiliki terlalu banyak bunga, seringkali energi yang tersedia tidak mencukupi untuk mempertahankan semuanya.
Akibatnya, tanaman akan melakukan seleksi alami dengan menggugurkan sebagian bunga. Dengan melakukan penjarangan manual, petani dapat mengontrol proses ini dan memastikan bunga yang tersisa mendapat nutrisi optimal.
Manfaat Penjarangan Bunga
Penjarangan bunga memiliki beberapa keuntungan signifikan dalam budidaya anggur. Pertama, mengurangi kompetisi nutrisi antar bunga sehingga yang tersisa dapat berkembang lebih baik. Kedua, meningkatkan kualitas buah yang dihasilkan karena energi terkonsentrasi pada jumlah yang lebih sedikit.
Ketiga, mengurangi beban tanaman sehingga risiko stres dan kerontokan dapat diminimalkan. Penjarangan yang tepat juga membantu meningkatkan penetrasi cahaya dan sirkulasi udara di sekitar klaster bunga, sehingga mengurangi risiko penyakit dan meningkatkan efisiensi fotosintesis.
Kriteria dan Teknik Penjarangan
Kriteria dan teknik penjarangan yang tepat sebagai cara mencegah bunga anggur rontok adalah:
- Evaluasi Kondisi Klaster: Identifikasi klaster yang terlalu padat atau bentuknya tidak sempurna. Prioritaskan mempertahankan klaster yang besar dan sehat. Buang klaster yang tumbuh terlalu dekat dengan tanah.
- Waktu Penjarangan yang Tepat: Waktu ideal untuk menjarangkan tandan anggur adalah di awal musim panas, biasanya setelah buah terbentuk dan tandan kecil telah terbentuk. Lakukan penjarangan saat bunga mulai mekar (anthesis). Hindari penjarangan saat cuaca hujan atau kelembapan tinggi. Pilih waktu pagi atau sore untuk mengurangi stres tanaman.
- Teknik Penjarangan yang Benar: Gunakan gunting kecil yang tajam dan steril. Potong tangkai klaster yang tidak diinginkan hingga ke pangkal. Sisakan 1-2 klaster per cabang tergantung kekuatan tanaman.
Tips Tambahan dan Pencegahan Hama Penyakit
Selain faktor-faktor utama yang telah dibahas, terdapat beberapa aspek tambahan yang perlu diperhatikan untuk mencegah kerontokan bunga anggur. Pengendalian hama dan penyakit, pemilihan varietas yang tepat, dan teknik budidaya lanjutan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan pembungaan.
Pengendalian Hama dan Penyakit Selama Pembungaan
Masa pembungaan adalah periode yang sangat sensitif terhadap aplikasi pestisida. Penggunaan bahan kimia yang tidak tepat dapat merusak struktur bunga atau mengganggu aktivitas serangga penyerbuk. Oleh karena itu, pendekatan pengendalian hama terpadu (PHT) menjadi sangat penting pada fase ini. Beberapa hama yang sering menyerang bunga anggur antara lain thrips, kutu daun, dan tungau. Penyakit jamur seperti powdery mildew dan downy mildew juga dapat menginfeksi bunga dan menyebabkan kerontongan. Pengendalian preventif dengan sanitasi yang baik dan penggunaan agen hayati menjadi pilihan yang lebih aman.
Strategi Pengendalian yang Aman
Strategi pengendalian aman sebagai cara mencegah bunga anggur rontok adalah:
- Pengendalian Biologis: Lepaskan predator alami seperti ladybug untuk mengendalikan kutu daun. Gunakan Trichoderma sp. untuk mencegah infeksi jamur patogen. Tanam tanaman pengusir hama di sekitar kebun anggur.
- Aplikasi Pestisida yang Bijak: Hindari penyemprotan saat bunga sedang mekar penuh. Gunakan pestisida organik atau biopestisida. Lakukan aplikasi pada sore hari untuk melindungi serangga penyerbuk.
- Monitoring dan Deteksi Dini: Periksa tanaman secara rutin untuk mendeteksi gejala serangan. Gunakan perangkap feromon untuk monitoring hama. Dokumentasikan kondisi tanaman untuk evaluasi berkala.
Questions & Answers (QnA)
Q: Kapan waktu yang tepat untuk mulai menerapkan cara mencegah bunga anggur rontok?
A: Persiapan untuk mencegah kerontokan bunga anggur sebaiknya dimulai 2-3 minggu sebelum fase pembungaan dimulai. Ini termasuk penghentian pupuk nitrogen, persiapan sistem irigasi, dan instalasi perlindungan cuaca. Monitoring intensif harus dilakukan sejak munculnya bakal bunga hingga fruit set terbentuk sempurna, biasanya berlangsung selama 4-6 minggu tergantung varietas dan kondisi lingkungan.
Q: Berapa dosis pupuk MKP yang optimal untuk mencegah flower drop?
A: Dosis pupuk MKP yang direkomendasikan adalah 2-3 gram per liter air untuk aplikasi penyiraman, atau 1-2 gram per liter untuk aplikasi foliar. Pemberian dilakukan setiap 7-10 hari selama masa pembungaan. Untuk tanaman dewasa, total kebutuhan MKP sekitar 50-100 gram per tanaman per bulan selama fase generatif. Selalu lakukan pengenceran yang tepat dan aplikasikan pada pagi atau sore hari untuk menghindari burning pada daun.

17 hours ago
7
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399789/original/029438800_1762005007-Dewa_United_vs_Shan_United-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5494423/original/001334300_1770288389-82872.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5492200/original/084906000_1770129996-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Vietnam_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496169/original/088388500_1770481437-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-30.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496157/original/029778800_1770480346-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-41.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496125/original/099125100_1770475884-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-38.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496137/original/036524400_1770478521-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-49.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495646/original/003234800_1770385029-thom.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496128/original/067983500_1770476484-20260205AA_Indonesia_vs_Jepang-50.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496099/original/014951200_1770469090-20260205AA_Indonesia_vs_Jepang-47.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496017/original/051534800_1770456017-1000106238.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496100/original/098913200_1770469203-Sergio_Castel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496012/original/051410700_1770455045-1000359799.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495981/original/034164500_1770452582-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.58.39.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495692/original/000809400_1770394497-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_10.19.49_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495994/original/032561500_1770454041-Gemini_Generated_Image_6nq7or6nq7or6nq7_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494262/original/002677900_1770282457-Bali_United_Vs_Persebaya_Surabaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496065/original/061653900_1770460451-Timnas_Futsal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494846/original/080036000_1770346503-1000283802.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494261/original/057021400_1770282455-Persijap_Jepara_Vs_Madura_United.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)