Liputan6.com, Jakarta - Cara menggunakan air PDAM untuk hidroponik menjadi topik penting bagi para pecinta tanaman. Namun sebelumnya perlu diketahuu, hidroponik adalah metode bercocok tanam modern tanpa tanah yang sangat bergantung pada kualitas air.
Air sendiri bukan hanya media, tetapi juga pembawa nutrisi utama bagi tanaman. Oleh karena itu, kualitas air yang digunakan sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman, baik dari segi kesehatan maupun hasil panen.
Ketersediaan air bersih termasuk dari PDAM membuat banyak orang mengandalkannya sebagai sumber utama dalam sistem hidroponik. Namun, tidak semua orang memahami bahwa air PDAM memiliki karakteristik tertentu yang perlu diolah terlebih dahulu sebelum digunakan.
Oleh karena itu, melalui pemahaman yang tepat tentang cara menggunakan air PDAM untuk hidroponik, Anda dapat menghindari berbagai masalah seperti tanaman layu, pertumbuhan terhambat, hingga gagal panen. Artikel ini akan mengulas cara menggunakan air PDAM untuk hidroponik, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (10/4/2026).
1. Endapkan Air Selama 24 Jam untuk Netralisasi Klorin (Kaporit)
Langkah pertama dalam cara menggunakan air PDAM untuk hidroponik adalah mengendapkan air selama 12–24 jam. Tujuannya untuk menghilangkan kandungan klorin secara alami melalui proses penguapan.
Ya, air PDAM umumnya mengandung klorin atau kaporit yang ditambahkan sebagai disinfektan untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme berbahaya selama distribusi. Namun, klorin ini dapat merusak jaringan akar muda tanaman, mengganggu proses fotosintesis, merusak hidrasi jaringan tanaman, serta membunuh mikroorganisme baik yang berperan dalam penyerapan nutrisi. Bahkan, klorin berlebihan dapat menyebabkan busuk akar pada tanaman hidroponik, sehingga netralisasi klorin menjadi langkah pertama yang sangat penting sebagai cara menggunakan air PDAM untuk hidroponik.
Ada beberapa metode efektif untuk menetralkan klorin. Cara paling sederhana adalah dengan pengendapan atau aerasi, yaitu menampung air PDAM dalam wadah terbuka dan membiarkannya selama minimal 24 jam. Klorin bersifat mudah menguap, sehingga akan menghilang ke udara secara alami; wadah dengan mulut lebar akan mempercepat proses penguapan ini. Opsi lain adalah menggunakan penyaringan karbon aktif yang sangat efektif dalam menyerap klorin, kaporit, dan zat organik lainnya, sekaligus membantu mencegah pertumbuhan lumut.
Selain itu, pemanasan atau merebus air selama 10-15 menit juga dapat membantu menguapkan sebagian besar kandungan klorin. Metode lain yang bisa digunakan adalah menambahkan Vitamin C (Asam Askorbat) dalam bentuk bubuk, di mana sekitar 1 gram vitamin C dapat menetralkan sekitar 100 galon air. Memastikan air bebas klorin adalah fondasi penting untuk keberhasilan hidroponik.
2. Ukur dan Sesuaikan pH Air
Tingkat keasaman (pH) air sangat penting dalam hidroponik karena memengaruhi ketersediaan dan penyerapan unsur hara oleh tanaman. Rentang pH ideal untuk sebagian besar tanaman hidroponik adalah antara 5,5 hingga 6,5, karena pada rentang ini penyerapan nutrisi menjadi maksimal. Air PDAM seringkali memiliki pH yang bervariasi, bahkan bisa mencapai 8,1, sehingga penyesuaian pH adalah langkah krusial dalam cara menggunakan air PDAM untuk hidroponik.
Untuk mengukur pH, gunakan pH meter digital agar mendapatkan hasil yang akurat. Pengukuran harus dilakukan secara rutin, idealnya setiap hari atau minimal 2-3 kali seminggu, karena kondisi air dapat berubah dan memengaruhi kesehatan tanaman. Pemantauan yang konsisten akan membantu menjaga stabilitas lingkungan tumbuh.
Penyesuaian pH dilakukan berdasarkan hasil pengukuran. Jika pH terlalu rendah (asam), unsur hara seperti kalsium dan magnesium akan sulit diserap, sehingga Anda perlu menggunakan larutan pH up (misalnya kalium hidroksida) untuk menaikkan pH. Sebaliknya, jika pH terlalu tinggi (basa), ketersediaan fosfor, besi, dan mangan akan berkurang, dan Anda perlu menggunakan larutan pH down (misalnya asam fosfat atau asam sulfat 10%) untuk menurunkan pH.
3. Tambahkan Nutrisi Hidroponik Secara Tepat
Setelah air siap, langkah berikutnya sebagai cara menggunakan air PDAM untuk hidroponik adalah menambahkan nutrisi. Nutrisi hidroponik biasanya berupa larutan AB mix yang mengandung unsur hara lengkap.
Pencampuran nutrisi harus dilakukan sesuai dosis yang dianjurkan. Terlalu sedikit nutrisi akan menyebabkan tanaman kekurangan gizi, sementara terlalu banyak dapat merusak akar.
Pastikan nutrisi tercampur secara merata dalam air. Gunakan alat pengaduk atau sistem sirkulasi untuk memastikan larutan homogen. Ini penting agar setiap bagian tanaman mendapatkan nutrisi yang sama.
4. Pengukuran dan Penyesuaian Total Dissolved Solids (TDS) / Electrical Conductivity (EC)
TDS dan EC adalah indikator konsentrasi total padatan terlarut dan nutrisi dalam air, yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman hidroponik. Air PDAM mungkin memiliki TDS yang bervariasi tergantung lokasi, sehingga pengukuran dan penyesuaian ini menjadi bagian integral dari cara menggunakan air PDAM untuk hidroponik.
Gunakan TDS meter atau EC meter untuk mengukur konsentrasi ini secara akurat. Rentang TDS ideal untuk hidroponik adalah 500-1.000 ppm, dan EC ideal adalah 1,2-2,5 mS/cm, yang perlu disesuaikan dengan jenis tanaman yang dibudidayakan. Perlu diingat bahwa air dengan TDS di atas 2.000 ppm umumnya tidak layak untuk hidroponik.
Jika air PDAM memiliki TDS yang sangat tinggi (di atas 150 ppm sebagai air baku sebelum penambahan nutrisi), penggunaan sistem Reverse Osmosis (RO) dapat menjadi solusi efektif untuk menurunkan kadar mineral terlarut. Air RO memiliki kandungan zat terlarut yang sangat minim, memungkinkan penambahan nutrisi secara presisi. Setelah TDS air baku berada pada level yang diinginkan, Anda dapat menambahkan larutan nutrisi AB Mix sesuai dosis yang direkomendasikan untuk mencapai EC/TDS yang optimal bagi tanaman Anda, memastikan ketersediaan nutrisi yang seimbang.
5. Rutin Mengganti Air dan Membersihkan Sistem
Langkah terakhir dalam cara menggunakan air PDAM untuk hidroponik adalah melakukan perawatan rutin. Air dalam sistem hidroponik sebaiknya diganti setiap 1 hingga 2 minggu.
Penggantian air bertujuan untuk mencegah penumpukan zat berbahaya dan menjaga keseimbangan nutrisi. Air yang terlalu lama digunakan dapat menjadi keruh dan tidak sehat bagi tanaman.
Selain itu, bersihkan wadah dan instalasi hidroponik dari lumut atau kotoran. Lingkungan yang bersih akan mengurangi risiko penyakit pada tanaman.
Tips Tambahan agar Hidroponik Lebih Maksimal
Setelah memahami langkah-langkah dasar cara menggunakan air PDAM untuk hidroponik, ada beberapa tips tambahan yang dapat Anda terapkan untuk memastikan sistem hidroponik Anda berjalan optimal dan menghasilkan panen yang maksimal. Penerapan tips ini akan sangat membantu menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman.
1. Pilih Tanaman yang Tepat
Tidak semua tanaman memiliki toleransi yang sama terhadap variasi kualitas air dan kondisi lingkungan hidroponik. Untuk pemula, sangat disarankan untuk memilih tanaman yang relatif mudah tumbuh dan memiliki ketahanan yang baik. Contoh tanaman yang cocok antara lain selada, kangkung, atau bayam, yang dikenal adaptif terhadap sistem hidroponik dan memberikan hasil yang memuaskan dengan perawatan yang relatif sederhana.
2. Gunakan Nutrisi AB Mix Berkualitas
Nutrisi AB Mix adalah komponen vital dalam hidroponik, dirancang khusus untuk menyediakan semua unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. Pastikan Anda menggunakan produk AB Mix dari produsen terpercaya dan mengikuti petunjuk dosis dengan cermat. Dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan defisiensi nutrisi atau toksisitas, yang keduanya berdampak negatif pada pertumbuhan tanaman. Konsistensi dalam pemberian nutrisi adalah kunci keberhasilan.
3. Monitoring Rutin Kualitas Air
Kualitas air dalam sistem hidroponik dapat berubah setiap hari karena berbagai faktor, termasuk penyerapan nutrisi oleh tanaman dan penguapan air. Oleh karena itu, lakukan pengukuran pH dan EC/TDS secara rutin, minimal 2-3 kali seminggu, atau bahkan setiap hari untuk hasil terbaik. Catat hasil pengukuran dalam jurnal monitoring agar perubahan bisa cepat diantisipasi dan penyesuaian yang diperlukan dapat segera dilakukan. Monitoring yang cermat adalah salah satu aspek terpenting dari cara menggunakan air PDAM untuk hidroponik yang efektif.
4. Penggantian Larutan Nutrisi Berkala
Seiring waktu, larutan nutrisi dalam sistem hidroponik akan mengalami perubahan komposisi. Tanaman akan menyerap unsur hara tertentu lebih cepat daripada yang lain, dan mineral yang tidak terserap dapat menumpuk. Untuk mencegah penumpukan garam mineral dan menjaga keseimbangan nutrisi yang optimal, ganti larutan nutrisi secara total setiap 1-2 minggu sekali. Ini akan memastikan tanaman selalu mendapatkan pasokan nutrisi segar dan seimbang.
5. Perhatikan Suhu Air dan Sirkulasi yang Baik
Suhu air yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat memengaruhi penyerapan nutrisi dan ketersediaan oksigen bagi akar, yang esensial untuk respirasi akar. Usahakan suhu air tetap stabil pada kisaran optimal untuk tanaman Anda, biasanya antara 18-24°C. Selain itu, pastikan sistem hidroponik Anda memiliki sirkulasi air yang baik. Sirkulasi yang memadai tidak hanya mendistribusikan nutrisi secara merata ke seluruh akar tanaman, tetapi juga menyediakan oksigen yang cukup, mencegah stagnasi, dan mengurangi risiko pertumbuhan patogen.
Keunggulan Menggunakan Air PDAM
Meskipun memerlukan beberapa penyesuaian awal, menggunakan air PDAM sebagai sumber air untuk hidroponik memiliki beberapa keunggulan signifikan yang menjadikannya pilihan menarik bagi banyak petani urban. Keunggulan ini dapat menghemat waktu dan biaya dalam jangka panjang, serta memberikan stabilitas yang dibutuhkan untuk sistem hidroponik.
Ketersediaan dan Kemudahan Akses
Salah satu keunggulan utama air PDAM adalah ketersediaannya yang luas di perkotaan dan kemudahan aksesnya. Bagi para pegiat hidroponik rumahan atau skala kecil, air PDAM adalah sumber air yang paling praktis dan tidak memerlukan upaya ekstra untuk pengadaan. Hal ini sangat mendukung kemudahan dalam menerapkan cara menggunakan air PDAM untuk hidroponik di lingkungan perkotaan yang padat.
Kualitas yang Relatif Stabil
Air PDAM umumnya memiliki kualitas yang stabil dan terkontrol. Kualitas yang konsisten ini memudahkan petani hidroponik untuk melakukan penyesuaian nutrisi dan pH, karena mereka tidak perlu menghadapi fluktuasi kualitas air yang ekstrem. Stabilitas ini sangat membantu dalam menjaga lingkungan tumbuh tanaman.
Mengurangi Risiko Kontaminasi
Karena telah melalui proses pengolahan dan disinfeksi di instalasi pengolahan air, air PDAM cenderung memiliki risiko kontaminasi bakteri atau patogen yang lebih rendah dibandingkan sumber air alami yang tidak diolah. Ini adalah keuntungan besar dalam hidroponik, di mana lingkungan air yang steril sangat penting untuk mencegah penyakit tanaman dan menjaga kesehatan akar. Risiko kontaminasi yang rendah ini mendukung keberlanjutan sistem hidroponik.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa air PDAM tidak bisa langsung digunakan untuk hidroponik?
Air PDAM tidak bisa langsung digunakan karena umumnya mengandung klorin (kaporit) yang berbahaya bagi tanaman dan mikroorganisme, serta mungkin memiliki pH dan TDS yang tidak sesuai untuk hidroponik.
2. Bagaimana cara menghilangkan klorin dari air PDAM?
Klorin dapat dihilangkan dengan mengendapkan air dalam wadah terbuka selama 24 jam, merebus air, menggunakan filter karbon aktif, atau menetralkannya dengan vitamin C.
3. Berapa rentang pH ideal untuk air hidroponik?
Rentang pH ideal untuk air hidroponik adalah antara 5,5 hingga 6,5, karena pada rentang ini penyerapan unsur hara oleh tanaman menjadi maksimal.
4. Apa itu TDS dan mengapa penting dalam hidroponik?
TDS (Total Dissolved Solids) adalah jumlah padatan terlarut dalam air, yang penting karena menunjukkan konsentrasi nutrisi. TDS ideal untuk hidroponik adalah 500-1.000 ppm; TDS yang terlalu tinggi atau rendah dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.Infographic

7 hours ago
4

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552819/original/005124300_1775832624-SaveInta.com_669714992_18580453147004913_7310857228006277071_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509896/original/070019800_1771782614-20260222IQ_Dewa_United_vs_Boreo_FC-13.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552751/original/044475900_1775825190-usaha_ternak_vs_jualan_makanan_rumahan_mana_yang_lebih_untung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552714/original/050078500_1775821229-SaveGram.App_670002126_18588514300002714_2783906033233204618_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552707/original/054928800_1775820552-tanaman_sayur_di_ember_anti_ribet_dan_hemat_biaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552739/original/026801300_1775824878-cara_budidaya_melon_hidroponik_hasil_melimpah_super_lebat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552692/original/060138900_1775819791-model_teras_rumah_developer_biar_nggak_monoton.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5393838/original/002135200_1761616295-SnapInsta.to_572361050_18431712469108400_6389749718744703427_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552630/original/019900000_1775815802-unnamed__19_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496722/original/026716900_1770597145-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552611/original/079516300_1775815338-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319490/original/034872300_1755528378-Gyov-snbAAAJ1di.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552557/original/052182700_1775813315-Gemini_Generated_Image_o49rrho49rrho49r.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5490959/original/054160200_1770034800-20260122AA_GIilberto_SIlva-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552453/original/071162700_1775809937-unnamed__9_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3308345/original/083500600_1606419043-man-beige-coat-frozen-food-section-large-supermarket-opens-refrigerator-vegetables-close-up_120897-1920__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452923/original/061535600_1766463159-Gelang_serut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453046/original/024157300_1766466396-Kebun_Bebas_Hama_dan_Pestisida.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3293682/original/072535700_1605093228-circular-white-pills-spilling-from-glass-bottle-yellow-background_23-2147867015.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452950/original/038809600_1766463357-natal8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138272/original/076888800_1740023227-allec-gomes-5-rU7F9bj9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)