Liputan6.com, Jakarta - Menjalani hobi sering kali dianggap sebagai aktivitas yang membutuhkan biaya besar. Padahal, dengan perencanaan yang tepat, seseorang tetap dapat menikmati kegemarannya tanpa harus mengorbankan kondisi keuangan. Kunci utamanya terletak pada kemampuan mengelola pengeluaran, memahami kebutuhan, serta menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan finansial yang dimiliki.
Pengalaman yang dibagikan oleh pehobi motor gede (moge), solo traveler, hingga pembudidaya ikan hias menunjukkan bahwa hobi tidak selalu identik dengan pengeluaran berlebihan. Mereka justru menekankan pentingnya bertahap dalam menjalani hobi, memanfaatkan peluang yang ada, dan menghindari keputusan yang didasarkan pada gengsi semata. Dengan pendekatan tersebut, hobi tetap dapat memberikan kesenangan tanpa menjadi beban ekonomi.
"Kalau kita mau beli moge itu pertama sesuaikan budget, jangan dipaksakan. Budget kita berapa, itu sesuaikan dengan body dari badan kita dan skill keterampilan kita. Kalau skill kita masih pemula, ya belikan motor dengan CC yang tidak terlalu besar dulu. Nanti seiring waktu kita akan bisa menaikkan skill dan kemampuan mengendalikan motor. Tapi kembali lagi, itu hobi, bukan untuk flexing. Jadi jangan sampai memaksakan diri hanya karena ingin terlihat keren," ujar Onyx Adhisyah (43 tahun), pehobi motor gede asal Yogyakarta.
Memulai Hobi Sesuai Kemampuan dan Budget
Menurut Onyx Adhisyah yang telah menekuni dunia moge sejak 2011, langkah pertama yang harus dilakukan seseorang ketika ingin masuk ke sebuah hobi adalah menyesuaikan pilihan dengan kemampuan finansial dan keterampilan yang dimiliki. Ia menilai banyak orang tergoda untuk langsung membeli perlengkapan atau kendaraan kelas atas tanpa mempertimbangkan kemampuan menggunakannya secara optimal.
Prinsip yang sama juga diterapkan oleh traveler asal Banjarnegara, Jawa Tengah, Martina Fajariani (29 tahun). Setelah tidak lagi bekerja penuh waktu di kantor, ia justru lebih memilih menekan biaya perjalanan dan memanfaatkan fleksibilitas waktu yang dimiliki. Baginya, hobi akan terasa lebih menyenangkan ketika tidak dibayangi tekanan finansial akibat pengeluaran yang berlebihan.
"Kalau saya dulu awal naik motor itu membeli yang bekas karena masih harus melatih skill supaya bisa menyatu dengan motor. Selain itu saya mempertimbangkan harga juga. Kalau pemula membeli motor baru lalu sering nyerempet atau terjatuh tentu sayang. Karena itu saya lebih menyarankan membeli yang sesuai budget dan kemampuan terlebih dahulu, baru nanti naik kelas ketika keterampilan sudah berkembang," ujar Onyx Adhisyah.
Menghindari Gengsi dalam Menjalankan Hobi
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menjadikan hobi sebagai sarana menunjukkan status sosial. Padahal, menurut para narasumber, pendekatan seperti ini justru berpotensi menimbulkan masalah keuangan karena seseorang terdorong membeli barang atau mengikuti aktivitas di luar kemampuan ekonominya.
Hastoro (60 tahun) yang telah lama membudidayakan ikan hias juga melihat fenomena serupa dalam dunia akuatik. Banyak pehobi tergoda membangun akuarium berteknologi tinggi dengan biaya jutaan rupiah demi gengsi, padahal pemeliharaan ikan dapat dilakukan secara sederhana selama kebutuhan dasar ikan terpenuhi dengan baik.
"Hobi di dunia akuatik itu sebenarnya ada unsur teknologi, ada unsur kebanggaan, dan ada juga unsur gengsi. Padahal dengan cara yang sederhana sebenarnya ikan tetap bisa hidup dan berkembang dengan baik. Kadang orang memilih sistem yang mahal karena ingin terlihat keren, padahal biaya yang dikeluarkan bisa sangat besar. Yang penting sebenarnya bukan mahalnya perlengkapan, tetapi bagaimana kita memahami kebutuhan ikan yang dipelihara," terang Hastoro.
Memilih Peralatan yang Benar-Benar Dibutuhkan
Setiap hobi memiliki perlengkapan pendukung yang bisa menyerap banyak biaya apabila tidak diseleksi dengan bijak. Karena itu, para pehobi berpengalaman menyarankan agar pengeluaran difokuskan pada hal-hal yang benar-benar memberikan manfaat langsung terhadap aktivitas yang dijalani.
Bagi Martina, salah satu investasi terbaik dalam dunia traveling adalah perlengkapan dokumentasi. Ia lebih memilih mengalokasikan anggaran untuk peralatan yang dapat meningkatkan kualitas konten daripada membeli pakaian mahal atau menginap di tempat mewah yang tidak terlalu berpengaruh terhadap tujuan perjalanannya.
"Menurut saya yang worth it untuk diinvestasikan itu gear atau perlengkapan dokumentasi. Karena output yang saya hasilkan adalah konten. Saya tidak harus memakai pakaian mahal atau tampil mewah. Kadang hanya memakai kaus biasa, tetapi ketika mengambil gambar dengan drone dan angle yang bagus, hasilnya bisa terlihat lebih premium. Jadi saya lebih fokus memperlihatkan keindahan destinasi daripada menjadikan diri saya sebagai objek utama," kata Martina Fajariani.
Memanfaatkan Alternatif yang Lebih Hemat
Menjalani hobi dengan biaya efisien sering kali membutuhkan kreativitas dalam mencari alternatif. Martina misalnya kerap memanfaatkan transportasi yang lebih murah, melakukan transit, hingga memilih penginapan sederhana agar dapat mengunjungi lebih banyak destinasi tanpa menguras tabungan.
Strategi serupa juga terlihat pada dunia moge. Onyx menyarankan pemula membeli motor bekas terlebih dahulu dibanding langsung membeli unit baru. Selain lebih murah, cara ini juga mengurangi risiko kerugian apabila terjadi kesalahan saat proses belajar berkendara.
"Kalau saya sekarang lebih menekan budget karena waktu saya lebih fleksibel. Jadi saya punya banyak pilihan transportasi yang lebih murah. Kadang saya juga memilih transit beberapa hari di kota tertentu untuk menekan biaya perjalanan. Yang penting tujuan tetap tercapai dan pengalaman tetap didapatkan. Dengan cara itu saya bisa melakukan perjalanan lebih lama tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu besar," ungkap Martina Fajariani.
Membangun Pengetahuan Sebelum Mengeluarkan Uang
Pengetahuan menjadi modal penting agar seseorang tidak salah mengambil keputusan dalam menjalani hobi. Semakin memahami bidang yang digeluti, semakin kecil pula risiko mengeluarkan uang untuk kebutuhan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Dalam dunia ikan hias, Hastoro menekankan bahwa keberhasilan pemeliharaan ikan lebih banyak ditentukan oleh pemahaman terhadap kualitas air, suhu, dan karakteristik ikan dibanding sekadar membeli peralatan mahal. Menurutnya, informasi dasar tersebut justru menjadi fondasi utama keberhasilan seorang pehobi.
"Kalau memelihara ikan itu yang penting sebenarnya merawat air. Kita harus tahu ikan hidup pada pH berapa, tingkat kesadahan air seperti apa, dan suhu yang dibutuhkan. Tiga elemen itu sudah sangat menentukan keberhasilan pemeliharaan. Banyak orang fokus membeli perlengkapan mahal, padahal pemahaman terhadap kebutuhan ikan justru jauh lebih penting untuk menghindari kerugian akibat kematian ikan," ungkap Hastoro.
Mengembangkan Hobi Secara Bertahap
Menjalani hobi secara bertahap membantu seseorang membangun kemampuan sekaligus mengelola pengeluaran dengan lebih baik. Dalam dunia moge, Onyx menilai pemula tidak perlu langsung menggunakan motor berkapasitas besar karena kemampuan berkendara membutuhkan proses adaptasi yang cukup panjang.
Prinsip bertahap juga berlaku pada pembudidayaan ikan. Hastoro menjelaskan bahwa kualitas ikan yang baik diperoleh melalui proses seleksi, pembelajaran, dan pengalaman yang terus berkembang. Dengan pendekatan tersebut, biaya yang dikeluarkan dapat lebih terukur dan risiko kerugian dapat diminimalkan.
"Pakailah CC yang jangan terlalu besar untuk pemula supaya bisa membiasakan diri dengan motornya. Jangan sampai kita terbebani oleh berat motor maupun tenaga yang terlalu besar. Ketika kemampuan sudah meningkat, nanti akan naik kelas dengan sendirinya. Yang penting proses belajar berjalan dengan baik dan kita tetap merasa nyaman menjalani hobi tersebut," jelas Onyx Adhisyah.
Menjadikan Hobi sebagai Sumber Kepuasan, Bukan Beban
Pada akhirnya, tujuan utama sebuah hobi adalah memberikan kesenangan dan kepuasan pribadi. Ketika hobi mulai memaksa seseorang berutang, mengorbankan kebutuhan utama, atau mengikuti gaya hidup yang tidak sesuai kemampuan, maka tujuan tersebut justru berbalik menjadi beban.
Ketiga narasumber sepakat bahwa hobi yang sehat adalah hobi yang dijalankan dengan kesadaran penuh terhadap kondisi finansial masing-masing. Dengan memahami prioritas, melakukan riset, dan menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan yang dimiliki, seseorang tetap dapat menikmati kegemarannya dalam jangka panjang.
"Kalau saya melihatnya, yang penting itu menciptakan ketertarikan dan kesenangan terhadap hobi yang dijalani. Jangan hanya mengejar gengsi atau keuntungan sesaat. Dalam dunia ikan hias misalnya, saya lebih senang mengenalkan orang agar suka memelihara ikan daripada sekadar menjual ikan mahal. Ketika orang menikmati hobinya dengan benar, maka aktivitas itu akan terus berjalan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang," tutup Hastoro.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Menjalani Hobi Tanpa Mengganggu Keuangan
1. Bagaimana cara menjalani hobi tanpa mengganggu keuangan?
Cara terbaik adalah menyesuaikan hobi dengan kemampuan finansial, membuat anggaran khusus, menghindari pembelian impulsif, serta mengutamakan kebutuhan dibanding gengsi. Hobi sebaiknya menjadi sarana rekreasi, bukan sumber masalah keuangan.
2. Mengapa pemula disarankan membeli moge bekas terlebih dahulu?
Moge bekas umumnya memiliki harga lebih terjangkau dan risiko kerugian lebih kecil saat terjadi kesalahan berkendara. Selain itu, pemula masih dalam tahap membangun keterampilan dan adaptasi dengan karakter motor berkapasitas besar.
3. Apa rahasia traveling hemat tetapi tetap terlihat premium?
Kuncinya adalah memilih destinasi yang unik dan minim wisatawan, memanfaatkan teknologi seperti kamera atau drone untuk dokumentasi, melakukan riset mendalam, serta mengutamakan pengalaman dibanding kemewahan akomodasi.
4. Apa yang paling penting diperhatikan saat memulai budidaya ikan hias?
Kualitas air menjadi faktor utama. Pembudidaya perlu memahami kebutuhan pH, suhu, dan kebersihan air sesuai jenis ikan yang dipelihara. Perawatan yang konsisten lebih penting dibanding penggunaan peralatan mahal.
5. Bisakah hobi ikan hias menghasilkan keuntungan?
Bisa. Budidaya ikan hias dapat menjadi sumber pendapatan tambahan apabila pelaku mampu menjaga kualitas ikan, memahami kebutuhan pasar, serta membangun jaringan pemasaran yang baik. Namun, keuntungan tetap bergantung pada kondisi pasar dan kemampuan menjaga pelanggan.

7 hours ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7669903/original/092694400_1780464311-HL_selada.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7153733/original/054758400_1779942277-Pagar_Tembok_Putih_Polos_Garis_Lurus.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7545043/original/087577100_1780320456-Watermark_Landscape_Baru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7684923/original/050568200_1780481185-hl4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540760/original/058441900_1774811482-Gemini_Generated_Image_96c2f296c2f296c2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7681159/original/051159200_1780476780-6997539132305650688.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7682963/original/065400300_1780478825-HL_kaktus.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7686234/original/002630500_1780482658-Budidaya_Lobster_Air_Tawar_dan_Kangkung_Air_dalam_Kolam_Terpal_Sederhana.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5746620/original/001586600_1778645808-meski-mepet-nilmaizar-tetap-janjikan-permainan-terbaik-20130130103505.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7685059/original/048552500_1780481276-1780481155504.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7681812/original/051560900_1780477579-hl3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5435886/original/006613800_1765106880-Sama_kuat_di_babak_pertama__________PertiwiBerani.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338900/original/021612100_1756988276-Dipanggil-Timnas-Tajikistan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7594224/original/034637500_1780377034-Kandang_Mini_Dari_Jerigen_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7678714/original/003820800_1780474083-1780473967.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7676744/original/087815600_1780471772-1780470942.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7682802/original/022756000_1780478693-7532405119873946608.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5174269/original/058441100_1742913019-20250325BL_Timnas_Indonesia_Vs_Bahrain_Kualifikasi_Piala_Dunia_2026-15.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7681739/original/074268400_1780477365-12356285505590446374.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7675205/original/032596500_1780470204-12642402991267845650.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495693/original/051356400_1770394579-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_10.19.48_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495699/original/087407300_1770395606-IMG-20260206-WA0103.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
