Liputan6.com, Jakarta Cara menyuburkan tanaman cabai bertumpu pada tiga pondasi utama, yaitu media tanam yang gembur, pemupukan berimbang, dan perawatan yang konsisten. Ketiganya membuat tanaman berdaun hijau, berbatang kokoh, dan rajin berbuah.
Nutrisi inti yang dibutuhkan berupa nitrogen, fosfor, dan kalium yang diberikan sesuai fase pertumbuhan. Dengan penyiraman tepat serta pengendalian hama, cara menyuburkan tanaman cabai bisa dilakukan siapa pun, bahkan di pekarangan atau pot yang sempit.
Mengacu pada Pedoman Teknis Budidaya Cabai terbitan Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, pemupukan cabai sebaiknya diberikan bertahap dan disesuaikan dengan fase pertumbuhan karena kebutuhan hara tanaman terus berubah dari masa vegetatif hingga pembuahan. Prinsip ini menjadi dasar agar nutrisi tidak terbuang percuma dan penyerapannya berlangsung optimal. Berikut Liputan6.com ulas, Jumat (11/9/2026).
Pahami Nutrisi dan Cara Pemupukan Tanaman Cabai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309066/original/079660200_1785218010-10603f57-d3ad-452a-ac2e-3274517c75b6.jpg)
Perbesar
Langkah paling menentukan dalam cara menyuburkan tanaman cabai adalah memberi pupuk yang tepat jenis, dosis, sekaligus waktunya. Pemupukan berimbang memastikan tanaman punya energi untuk tumbuh sambil membentuk bunga dan buah. Pola pemupukan idealnya bergeser: banyak nitrogen di awal, lalu perbanyak kalium dan kalsium saat tanaman mulai berbuah.
-
Kenali unsur hara utama: Nitrogen (N) memacu daun dan batang, fosfor (P) mendukung akar dan bunga, sedangkan kalium (K) meningkatkan ukuran serta kualitas buah cabai.
-
Berikan pupuk dasar sebelum tanam: Campurkan kompos atau pupuk kandang matang ke media tanam, dan tambahkan dolomit bila pH tanah di bawah 6 untuk menaikkan keasaman ke kisaran ideal.
-
Fokus nitrogen di fase vegetatif: Pada umur 0-30 hari, gunakan NPK seimbang seperti 16-16-16 dalam dosis kecil tapi rutin agar pertumbuhan daun dan batang merata.
-
Tingkatkan fosfor dan kalium saat berbunga: Memasuki fase pembungaan dan pembuahan, alihkan ke pupuk tinggi P dan K, misalnya 12-12-17, supaya bunga tidak mudah rontok dan buah lebih berisi.
-
Cegah busuk ujung buah dengan kalsium: Tambahkan kalsium secara berkala karena kekurangannya, ditambah penyiraman yang tidak teratur, memicu busuk ujung buah atau blossom end rot.
-
Sesuaikan cara aplikasi: Pupuk dapat ditabur melingkar sekitar 5 cm dari batang, dikocor dengan melarutkannya dalam air, atau disemprot ke daun sesuai anjuran produk.
Waktu pemberian pupuk kalium juga menentukan jumlah buah. Lembaga hortikultura Royal Horticultural Society (RHS) menyarankan, "Beri pupuk cair organik tinggi kalium setiap minggu, segera setelah tanaman mulai berbunga." Untuk mempelajari opsi lain, Anda bisa membandingkan jenis pupuk paling baik untuk tanaman cabai di tiap fasenya, serta panduan cara menanam cabe di pot agar tumbuh subur untuk pemula.
Cara Menyuburkan Tanaman Cabai dengan Bahan Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473417/original/089299200_1768441779-Lakukan_Uji_Coba_pada_Daun_Terlebih_Dahulu.jpg)
Perbesar
Selain pupuk pabrikan, cara menyuburkan tanaman cabai juga bisa memanfaatkan bahan organik yang murah dan ramah lingkungan. Bahan dari dapur maupun kebun mampu memperbaiki struktur tanah sekaligus menambah unsur hara secara bertahap.
Dari pengamatan redaksi, bahan organik matang lebih aman bagi akar muda dan melepaskan hara perlahan sehingga penyerapannya lebih stabil dibanding bahan mentah yang belum terurai. Pemakaian rutin dalam dosis wajar membuat tanah tetap gembur dan mikroorganisme baik tetap aktif.
-
Kompos dan pupuk kandang matang: Berikan sekitar segenggam per pot setiap bulan untuk memperkaya bahan organik dan menjaga kelembapan tanah.
-
Pupuk organik cair (POC): Larutan dari sisa sayur, kulit buah, atau limbah ikan kaya nitrogen dan kalium; siramkan seminggu sampai dua minggu sekali.
-
Air cucian beras: Mengandung nutrisi ringan yang membantu pertumbuhan; gunakan untuk menyiram di pagi hari secara berkala.
-
Garam Epsom (magnesium sulfat): Membantu daun tetap hijau saat tanaman kekurangan magnesium. Berdasarkan pengujian National Gardening Association, garam Epsom membantu tanaman cabai tumbuh lebih besar dan menghasilkan lebih banyak bunga.
-
Kulit pisang dan cangkang telur: Kulit pisang menyumbang kalium untuk pembungaan, sementara cangkang telur halus menambah kalsium bagi tanaman.
Rawat Cabai agar Kesuburan dan Produktivitas Terjaga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309064/original/066327000_1785218010-1d2ff26b-ccc9-4cb0-b641-7cd1bbb266e9.jpg)
Perbesar
Pemupukan tidak akan maksimal tanpa perawatan harian, dan di sinilah inti cara menyuburkan tanaman cabai benar-benar diuji. Penyiraman, penyinaran, dan pemangkasan yang benar membuat nutrisi terserap sempurna sekaligus menjaga tanaman dari stres.
-
Siram secara konsisten: Jaga kelembapan merata, siram pagi atau sore, dan hindari genangan yang membuat akar membusuk serta memicu jamur.
-
Pastikan sinar matahari cukup: Cabai butuh 6-8 jam cahaya penuh; kurang cahaya membuat tanaman tumbuh tinggi, lemas, dan sedikit berbunga.
-
Pangkas tunas air dan bunga awal: Membuang pucuk dan bunga pertama saat tanaman masih muda mengalihkan energi ke pembentukan akar dan cabang yang lebih kuat.
-
Kendalikan hama sejak dini: Waspadai kutu daun, thrips, dan tungau; semprotkan pestisida nabati dari bawang putih sebelum serangan meluas.
-
Jaga kebersihan kebun: Cabut gulma, buang daun kering, dan pastikan drainase lancar agar sirkulasi udara tetap baik.
Faktor yang Membuat Tanaman Cabai Gagal Subur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332582/original/028628200_1787711239-35cbe1a8-c1f9-48ef-bfce-b0f0e9936719.jpg)
Perbesar
Meski sudah dipupuk, cabai kadang tetap kurus atau enggan berbuah. Berikut sejumlah faktor yang paling sering menghambat kesuburannya dan patut Anda evaluasi.
Berdasarkan yang dihimpun redaksi, gejala tanaman yang buruk tidak selalu berarti kurang pupuk. Masalah pH, drainase, air, hama, atau bahkan kelebihan pupuk bisa memunculkan gejala serupa, sehingga penting mengenali akar persoalan sebelum menambah dosis.
-
Kelebihan nitrogen: Daun tumbuh rimbun dan hijau gelap, tetapi bunga sedikit dan buah sulit terbentuk.
-
pH tanah tidak ideal: Di luar kisaran 5,5-7,0, banyak unsur hara terkunci dan sulit diserap akar; cabai paling optimal pada pH 6,0-7,0
-
Penyiraman tidak konsisten: Tanah yang bergantian kering dan tergenang memicu bunga rontok serta busuk ujung buah.
-
Media padat dan drainase buruk: Akar kekurangan oksigen sehingga pertumbuhan melambat dan tanaman mudah layu.
-
Tanaman tidak pernah dipangkas: Cabai jadi tinggi kurus, cabang lemah, dan energi habis untuk daun, bukan buah.
-
Salah memilih varietas: Benih dari varietas kurang produktif membatasi potensi panen sejak awal.
-
Serangan hama dan penyakit: Thrips, kutu kebul, dan virus kuning menghambat pembungaan serta membuat tanaman kerdil.
-
Dosis pupuk berlebihan: Penumpukan garam di media tanam membakar akar dan justru menurunkan kesuburan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Cabai
Pupuk apa yang bagus untuk menyuburkan tanaman cabai?
Gunakan kombinasi pupuk organik dan anorganik. Kompos atau pupuk kandang matang sebagai dasar, NPK seimbang 16-16-16 saat fase vegetatif, lalu pupuk tinggi fosfor dan kalium seperti 12-12-17 ketika tanaman berbunga dan berbuah. Kombinasi ini memenuhi kebutuhan hara secara menyeluruh sepanjang siklus tumbuh.
Bagaimana cara menyuburkan tanaman cabai secara alami?
Manfaatkan bahan organik seperti kompos, pupuk organik cair dari sisa dapur atau limbah ikan, air cucian beras, kulit pisang untuk kalium, dan cangkang telur untuk kalsium. Berikan secara rutin dalam dosis wajar agar tanah tetap gembur, subur, dan kaya mikroorganisme baik.
Kenapa tanaman cabai subur daunnya tetapi tidak berbuah?
Penyebab paling umum adalah kelebihan nitrogen yang membuat tanaman fokus menumbuhkan daun. Kurangi pupuk nitrogen, tambahkan fosfor dan kalium, pastikan sinar matahari cukup 6-8 jam, serta bantu penyerbukan dengan menggoyang tanaman perlahan agar bunga berubah menjadi buah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

9 hours ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346082/original/049229500_1789109676-6100a2ad-f5e0-4858-ae8f-5c41a15ab1c5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346110/original/007637800_1789110452-pexels-duy-le-duc-1257907900-24200645.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5455574/original/012498100_1766717374-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345992/original/018635800_1789102797-5877f9eb-166a-4608-998f-86557d50fb73.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345977/original/080654200_1789101864-Ide_dekorasi_cat_room_di_ruangan_sempit_yang_bikin_kucing_nyaman_bermain_dan_tidak_setres.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314419/original/026585500_1785746265-12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9333853/original/074818000_1787809844-Screenshot__250_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511768/original/061725000_1771917577-Gemini_Generated_Image_mf1z6lmf1z6lmf1z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337956/original/021361500_1788266963-huistra.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345942/original/065733600_1789100146-d39668ab-d603-4da8-afd0-48453cb8c426.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9308250/original/034767800_1785133582-e4cdbf56-6474-4ae3-a9a7-639fe7157606.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320362/original/044518300_1786346864-Kedung_Sepur_SMT_wikipedia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467755/original/033887700_1767929593-Menanam_Bawang_Merah_di_Galon_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5427372/original/090614800_1764383813-Persija_vs_PSIM-63.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9342272/original/043016200_1788762991-SaveInta.com_798290067_17905921725492129_7350981011099839772_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5427374/original/015298200_1764383815-Persija_vs_PSIM-64.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345799/original/057337400_1789093908-ternak_ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7433501/original/038033200_1780210129-Sistem_Saku_Gantung__Vertical_Garden_Pouch__untuk_Pagar_Sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345771/original/043180600_1789091898-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9334998/original/099943000_1787908249-01M13MW6A2417MWK1H474JBZ7Q.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340881/original/091999400_1788528140-borneo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340694/original/096958400_1788514411-rotan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)