Liputan6.com, Jakarta - Cara merawat bekicot ternak agar cepat besar dan tidak mudah mati menjadi informasi yang semakin banyak dicari karena budidaya bekicot kini memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Bekicot tidak hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak, tetapi juga bahan pangan, obat tradisional, hingga kebutuhan ekspor.
Selain mudah dibudidayakan, bekicot termasuk hewan yang cepat berkembang biak dan tidak membutuhkan lahan luas. Bahkan banyak peternak rumahan yang memanfaatkan halaman sempit, drum bekas, atau bak semen sebagai kandang budidaya.
Namun, agar hasil ternak maksimal, peternak harus memahami teknik perawatan yang benar. Lingkungan yang terlalu kering, pakan yang kurang bergizi, atau kandang yang tidak higienis dapat membuat bekicot lambat tumbuh bahkan mudah mati. Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (15/5/2026).
1. Pilih Lokasi yang Teduh dan Lembap
Hal paling penting dalam budidaya bekicot adalah menjaga kondisi lingkungan tetap lembap. Bekicot tidak tahan terhadap panas berlebihan dan sinar matahari langsung. Lokasi ideal untuk kandang adalah area yang teduh, basah, serta memiliki suhu sekitar 25–30 derajat Celsius.
Menurut pedoman budidaya dari TTG Budidaya Peternakan Kementerian Riset dan Teknologi, tanah yang mengandung kapur sangat baik untuk membantu pembentukan cangkang bekicot.
Jika kandang terasa terlalu kering, lakukan penyiraman ringan setiap hari terutama saat musim kemarau. Namun, hindari kondisi becek karena dapat memicu jamur dan membuat bekicot stres.
2. Gunakan Kandang yang Sesuai
Salah satu faktor penting dalam cara merawat bekicot ternak agar cepat besar dan tidak mudah mati adalah pemilihan kandang. Bekicot dapat dipelihara di beberapa jenis kandang seperti:
- Drum bekas
- Bak semen
- Kotak kayu
- Galian tanah
Kandang sebaiknya diberi lapisan tanah setebal sekitar 30 cm agar bekicot nyaman bergerak dan bertelur. Penambahan cacing tanah juga dianjurkan karena membantu menjaga tekstur tanah tetap gembur sekaligus mengurai kotoran bekicot.
Bagian atas kandang perlu diberi kawat kasa atau penutup agar bekicot tidak keluar dan terhindar dari predator seperti bebek, itik, dan semut.
3. Pilih Bibit Bekicot Berkualitas
Bibit yang sehat akan sangat menentukan keberhasilan budidaya. Bekicot calon indukan sebaiknya memiliki ciri-ciri berikut:
- Tidak cacat
- Bergerak aktif
- Cangkang utuh
- Berat sekitar 75–100 gram
- Panjang cangkang minimal 6–7 cm
Bibit dapat diambil dari alam seperti kebun pisang, area semak, atau persawahan yang lembap. Namun, pilih bekicot dengan kondisi fisik terbaik agar pertumbuhan lebih cepat dan daya tahan tubuh lebih kuat.
4. Berikan Pakan Segar dan Bergizi
Pakan menjadi kunci utama agar bekicot cepat besar. Bekicot sangat menyukai daun-daunan segar dan sayuran hijau. Beberapa pakan favorit bekicot antara lain:
- Daun pepaya
- Daun singkong
- Kangkung
- Bayam
- Sawi
- Kol
- Mentimun
- Terung
Menurut sumber dari mitalom.com dan dokumen budidaya Kementerian Ristek, pemberian pakan berkualitas secara rutin akan memengaruhi kualitas pertumbuhan dan daging bekicot.
Pemberian pakan paling baik dilakukan pada sore atau malam hari karena bekicot termasuk hewan nokturnal yang aktif saat malam.
5. Tambahkan Sumber Kalsium
Banyak peternak pemula mengabaikan kebutuhan kalsium pada bekicot. Padahal zat kapur sangat penting untuk pembentukan cangkang yang kuat.
Anda dapat menambahkan:
- Tepung tulang
- Kapur pertanian
- Cangkang telur halus
- Tepung cangkang bekicot
Penambahan kalsium biasanya mulai diberikan saat bekicot memasuki usia 4–5 bulan agar pertumbuhan cangkang maksimal dan tidak mudah retak.
6. Pisahkan Anak dan Indukan Bekicot
Setelah telur menetas, indukan sebaiknya dipindahkan ke kandang lain. Anak bekicot membutuhkan lingkungan yang lebih aman dan pakan yang lebih lembut seperti lumut atau sayuran yang dihaluskan.
Dalam pedoman budidaya bekicot disebutkan bahwa anak bekicot yang berusia 2–3 bulan sebaiknya dipindahkan ke kandang pembesaran agar pertumbuhannya lebih optimal.
Pemisahan ini juga mengurangi risiko persaingan makanan dan mencegah anak bekicot terinjak oleh indukan.
7. Jaga Kepadatan Kandang
Kepadatan kandang yang terlalu tinggi membuat bekicot mudah stres dan pertumbuhannya lambat. Idealnya, satu meter persegi hanya diisi sekitar:
- 80 ekor bekicot dewasa
- 100–150 anak bekicot
Kandang yang terlalu penuh juga meningkatkan kelembapan berlebih yang memicu penyakit dan mempercepat penumpukan lendir serta kotoran.
8. Rutin Membersihkan Kandang
Walaupun bekicot menyukai tempat lembap, kandang tetap harus bersih. Buang sisa pakan yang membusuk karena dapat mengundang jamur dan bakteri.
Tanah kandang juga perlu diganti secara berkala agar tidak terlalu asam. Membersihkan kandang secara rutin membantu mengurangi risiko kematian massal terutama saat musim hujan.
9. Lindungi dari Hama dan Predator
Salah satu penyebab bekicot mudah mati adalah gangguan hewan lain. Berdasarkan sumber budidaya dari Kementerian Ristek, predator utama bekicot antara lain:
- Semut
- Bebek
- Itik
Untuk mencegah gangguan, buat pagar atau tutup kandang yang rapat. Peternak juga dapat menaburkan abu atau garam di sekitar kandang agar bekicot tidak keluar dan predator enggan masuk.
10. Perhatikan Siklus Reproduksi
Bekicot berkembang biak sangat cepat. Dalam satu periode, seekor bekicot dapat menghasilkan 50–200 butir telur. Curah hujan tinggi biasanya meningkatkan aktivitas perkawinan karena kondisi lingkungan menjadi lebih lembap.
Jika ingin hasil ternak cepat bertambah, pastikan kandang selalu nyaman saat musim kawin berlangsung. Bekicot biasanya aktif kawin pada malam hari sekitar pukul 21.00 hingga 06.00.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Peternak Pemula
Banyak peternak gagal karena melakukan beberapa kesalahan berikut:
- Kandang terlalu panas
- Pakan tidak rutin diberikan
- Kondisi terlalu becek
- Tidak memisahkan anak dan indukan
- Kepadatan kandang berlebihan
- Kurang sumber kalsium
Padahal, inti dari cara merawat bekicot ternak agar cepat besar dan tidak mudah mati adalah menjaga keseimbangan antara kelembapan, kebersihan, dan kualitas pakan.
Peluang Usaha Ternak Bekicot
Bekicot merupakan siput darat dari keluarga Achatinidae yang berasal dari Afrika Timur. Jenis yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia adalah Achatina fulica karena pertumbuhannya cepat dan kandungan dagingnya cukup banyak. Berdasarkan dokumen budidaya dari Kementerian Riset dan Teknologi, bekicot sangat cocok dikembangkan di daerah tropis lembap seperti Indonesia.
Selain sebagai sumber protein hewani, bekicot juga memiliki peluang pasar yang cukup luas. Dagingnya dimanfaatkan untuk konsumsi dan pakan ternak, sedangkan cangkangnya dapat dijadikan bahan tambahan pakan karena mengandung zat kapur alami.
Budidaya bekicot memiliki prospek ekonomi yang cukup baik. Permintaan pasar berasal dari industri makanan, pakan ternak, kosmetik, hingga ekspor. Negara seperti Jepang dan Perancis diketahui menjadi pasar potensial produk olahan bekicot.
Selain biaya budidaya yang rendah, bekicot juga cepat berkembang biak sehingga cocok dijadikan usaha sampingan rumahan dengan modal terbatas.
FAQ Seputar Ternak Bekicot
1. Berapa lama bekicot bisa dipanen?
Bekicot umumnya dapat dipanen pada usia 5–8 bulan tergantung kualitas pakan dan perawatan.
2. Apa makanan terbaik agar bekicot cepat besar?
Daun pepaya, daun singkong, sawi, kol, mentimun, dan bayam merupakan pakan terbaik untuk mempercepat pertumbuhan bekicot.
3. Apakah bekicot harus disiram setiap hari?
Ya, terutama saat cuaca panas agar kelembapan kandang tetap terjaga. Namun jangan sampai kandang terlalu becek.
4. Apa penyebab bekicot mudah mati?
Penyebab paling umum adalah kandang terlalu panas, kurang lembap, pakan membusuk, dan serangan predator seperti semut atau bebek.
5. Apakah ternak bekicot menguntungkan?
Ya, karena biaya budidayanya rendah, perawatan relatif mudah, dan permintaan pasar cukup stabil untuk konsumsi maupun pakan ternak.

1 hour ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5926789/original/043708300_1778824596-Pohon_Cabai_Pelangi_dengan_Bunga_Eksotis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4593247/original/044435300_1696036275-Clipboard11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5926328/original/004804200_1778824119-lahan_sempin_rumah_desa_1b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5922482/original/088654000_1778820454-Gemini_Generated_Image_8kucm98kucm98kuc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5763977/original/018403900_1778667023-Toko_Sembako_Pinggir_Sawah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5921910/original/080483700_1778819897-hemat_listrik_1a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5753730/original/050896800_1778655197-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5919627/original/063834100_1778817753-pare_dan_timun_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5918458/original/021103300_1778816733-HL_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5233925/original/027218500_1748328694-people-working-together-animation-studio.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5917780/original/025378200_1778816123-Gemini_Generated_Image_crvj54crvj54crvj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5917028/original/034191300_1778815389-Model_Rumah_Lansia_dengan_Dapur_Duduk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5488854/original/048604600_1769766680-20260130IQ_Persita_vs_Persija-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5917658/original/097641300_1778815915-panduan_membuat_kandang_ayam_kampung_anti_becek_saat_musim_hujan__Hot_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5914780/original/064145900_1778813337-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5915968/original/045605900_1778814440-3616ddba-41dc-4213-81ac-a08c81ef0963.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5915289/original/094303800_1778813792-contoh_halaman_rumah_kecil_yang_bisa_jadi_kebun_mini_produktif.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4388839/original/018565800_1681100984-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468650/original/068707600_1767965517-PSM_Makassar_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5912616/original/090476900_1778811220-ChatGPT_Image_May_15__2026__09_12_34_AM.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482632/original/065966700_1769234277-buah_bisbul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5414733/original/056595300_1763347294-Ivar_Jenner_Timnas_U-22-5.jpg)