Cara Ternak Lele di Karung Bekas yang Cocok untuk Halaman Sempit, Modal Murah dan Panen Cepat

6 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Cara ternak lele di karung bekas yang cocok untuk halaman sempit semakin banyak diminati masyarakat karena tidak membutuhkan lahan luas maupun modal besar. Metode ini menjadi solusi bagi warga perkotaan maupun pedesaan yang ingin memanfaatkan area terbatas di sekitar rumah untuk menghasilkan sumber pangan sekaligus tambahan pendapatan.

Budidaya lele dikenal sebagai salah satu usaha perikanan yang relatif mudah dilakukan. Lele memiliki daya tahan tinggi terhadap perubahan lingkungan dan pertumbuhannya cukup cepat dibandingkan beberapa jenis ikan air tawar lainnya. Karena itu, banyak pemula memilih lele sebagai ikan budidaya pertama mereka.

Salah satu inovasi yang berkembang adalah penggunaan karung bekas sebagai wadah budidaya. Dengan memadukan sistem budidaya ikan dan penanaman sayuran sederhana, metode ini mampu menghemat ruang, air, serta memberikan hasil ganda berupa ikan dan sayuran segar. Berikut ulasan Liputan6.com, Minggu (31/5/2026).

Mengenal Budidaya Lele di Karung Bekas

Budidaya lele di karung bekas merupakan pengembangan dari konsep budidaya ikan dalam ember atau wadah sederhana yang memanfaatkan ruang terbatas. Karung bekas berfungsi sebagai penopang, sementara bagian dalamnya dilapisi plastik agar mampu menampung air.

Metode ini cocok diterapkan di halaman rumah yang sempit, teras, samping rumah, hingga area belakang rumah yang tidak terlalu luas. Selain hemat tempat, biaya pembuatannya juga jauh lebih murah dibandingkan membuat kolam permanen.

Menurut berbagai sumber penyuluhan pertanian dan perikanan, termasuk materi budidaya lele yang dipublikasikan oleh BBPP Kupang, lele merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi, mudah dipelihara, dan memiliki efisiensi pakan yang baik sehingga layak dijadikan usaha skala rumah tangga.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Sebelum memulai budidaya, siapkan beberapa bahan berikut:

  • Karung bekas beras ukuran 50 kg yang masih kuat dan tidak bocor.
  • Plastik bening ukuran sekitar 100 x 120 cm dengan ketebalan 0,5–0,8 mm.
  • Air bersih.
  • Bibit lele ukuran 5–7 cm atau 7–9 cm.
  • Gelas plastik bekas air mineral.
  • Arang sekam atau rockwool.
  • Bibit kangkung.
  • Pakan pelet ikan.
  • Potongan gabus atau rangka sederhana untuk menyangga gelas tanam.

Menyiapkan Wadah Budidaya

Langkah pertama dalam cara ternak lele di karung bekas yang cocok untuk halaman sempit adalah menyiapkan wadah yang aman untuk ikan.

Masukkan plastik bening ke dalam karung hingga menutupi seluruh bagian dalam. Pastikan tidak ada bagian yang terbuka agar air tidak merembes keluar. Lipat bagian atas plastik ke luar mulut karung sehingga posisi plastik lebih stabil.

Letakkan karung di permukaan yang rata dan bebas dari benda tajam seperti batu, pecahan kaca, atau paku yang dapat menyebabkan kebocoran.

Isi karung dengan air bersih setinggi 60–70 cm. Setelah itu, diamkan selama 2–3 hari sebelum bibit ditebar.

Proses ini penting karena membantu menghilangkan bau bahan plastik sekaligus memberikan kesempatan bagi mikroorganisme alami untuk mulai berkembang di dalam air. Air yang telah diendapkan juga lebih aman bagi benih ikan dibandingkan air yang langsung digunakan.

Memilih Bibit Lele Berkualitas

Keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh kualitas bibit.

Pilih bibit yang:

  • Aktif bergerak.
  • Tidak cacat.
  • Warna tubuh cerah dan seragam.
  • Tidak memiliki luka pada tubuh.
  • Responsif saat diberi rangsangan.

Bibit ukuran 5–7 cm atau 7–9 cm sangat cocok untuk budidaya skala rumah tangga karena tingkat adaptasinya cukup baik.

Melakukan Aklimatisasi Sebelum Penebaran

Jangan langsung menuangkan bibit ke dalam karung.

Masukkan kantong berisi bibit ke dalam air selama 15–20 menit agar suhu air di dalam kantong menyesuaikan dengan suhu air budidaya. Setelah itu buka kantong secara perlahan dan biarkan ikan keluar sendiri.

Penebaran sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari saat suhu tidak terlalu panas.

Untuk satu karung ukuran 50 kg, kepadatan ideal berkisar antara 50–70 ekor benih.

Membuat Sistem Akuaponik Sederhana

Keunggulan metode ini adalah dapat dikombinasikan dengan budidaya sayuran.

Lubangi bagian bawah gelas plastik bekas, lalu isi dengan arang sekam atau rockwool. Tanam 2–3 biji kangkung pada setiap gelas.

Gelas dapat dipasang mengapung menggunakan potongan gabus atau digantung di bagian atas karung.

Kotoran ikan akan menjadi sumber nutrisi bagi tanaman, sementara tanaman membantu menyerap sebagian zat sisa dalam air sehingga kualitas air lebih terjaga.

Memberikan Pakan Secara Teratur

Pakan merupakan faktor utama yang menentukan pertumbuhan ikan.

Berdasarkan pengalaman budidaya yang dipublikasikan oleh BBPP Kupang, pakan lele umumnya menggunakan pelet dengan kandungan protein sekitar 31–33 persen.

Untuk benih kecil dapat menggunakan pelet ukuran starter seperti PF-800. Setelah ikan bertambah besar, pakan dapat diganti dengan pelet pembesaran seperti seri 781.

Pemberian pakan dilakukan sebanyak 2–3 kali sehari, yaitu:

  • Pagi.
  • Sore.
  • Malam hari.

Berikan secukupnya hingga ikan terlihat kenyang. Hindari pemberian pakan berlebihan karena sisa pakan dapat mencemari air.

Menjaga Kualitas Air

Kualitas air merupakan faktor penting dalam budidaya lele.

Jika air mulai:

  • Berbau menyengat.
  • Terlihat sangat keruh.
  • Banyak endapan di dasar.

Lakukan penggantian air sebanyak 20–30 persen.

Caranya dengan menyedot sebagian air kotor dari dasar karung kemudian menggantinya dengan air baru yang sudah diendapkan minimal 24 jam.

Penggantian sebagian air lebih baik dibandingkan mengganti seluruh air sekaligus karena ikan tidak mengalami stres akibat perubahan lingkungan yang mendadak.

Mengendalikan Kanibalisme

Lele memiliki sifat kanibal, terutama ketika terdapat perbedaan ukuran yang mencolok.

Karena itu lakukan penyortiran setiap beberapa minggu sekali. Pisahkan ikan yang tumbuh jauh lebih besar agar tidak memangsa ikan yang lebih kecil.

Langkah sederhana ini dapat membantu menekan tingkat kematian selama masa pemeliharaan.\

Menentukan Lokasi yang Tepat

Karung budidaya sebaiknya ditempatkan pada area yang:

  • Mendapat sinar matahari cukup.
  • Tidak terkena hujan deras secara langsung.
  • Memiliki sirkulasi udara baik.
  • Mudah dipantau setiap hari.

Atap transparan atau naungan sederhana dapat digunakan untuk melindungi karung dari hujan berlebihan yang berpotensi menyebabkan air meluap.

Panen Lele

Salah satu keunggulan cara ternak lele di karung bekas yang cocok untuk halaman sempit adalah masa panennya relatif cepat.

Dengan pemeliharaan yang baik, lele biasanya sudah dapat dipanen dalam waktu sekitar 2–3 bulan. Sementara itu, kangkung dari sistem akuaponik bahkan sudah bisa dipanen pertama kali pada umur 2–3 minggu.

Panen dilakukan dengan mengurangi air secara bertahap lalu menangkap ikan menggunakan serokan.

Keuntungan Ternak Lele di Karung Bekas

Metode ini menawarkan banyak kelebihan, antara lain:

  • Hemat lahan.
  • Modal relatif kecil.
  • Mudah diterapkan pemula.
  • Perawatan sederhana.
  • Dapat dipadukan dengan budidaya sayuran.
  • Potensi panen cepat.
  • Cocok untuk konsumsi rumah tangga maupun usaha kecil.

Selain itu, budidaya lele juga dikenal memiliki efisiensi pakan yang baik. Berdasarkan pengalaman budidaya yang dibagikan BBPP Kupang, nilai konversi pakan atau Feed Conversion Ratio (FCR) lele dapat mencapai sekitar 1,2. Artinya, setiap 1,2 kg pakan dapat menghasilkan pertambahan biomassa ikan sekitar 1 kg, sehingga usaha ini cukup efisien dan menguntungkan.

Pertanyaan Seputar Ternak Lele di Karung Bekas

1. Berapa jumlah bibit lele ideal dalam satu karung?

Umumnya 50–70 ekor bibit ukuran 5–7 cm untuk satu karung berukuran 50 kg yang diisi air sekitar 60–70 cm.

2. Berapa lama lele bisa dipanen?

Lele biasanya dapat dipanen dalam waktu 2–3 bulan tergantung kualitas bibit, pakan, dan perawatan.

3. Apakah air harus sering diganti?

Tidak perlu seluruhnya. Cukup ganti sekitar 20–30 persen air ketika mulai keruh atau berbau.

4. Apakah budidaya ini bisa dilakukan tanpa halaman luas?

Bisa. Metode karung bekas memang dirancang untuk area sempit seperti teras, samping rumah, atau halaman kecil.

5. Tanaman apa yang cocok dipadukan dengan budidaya lele?

Kangkung merupakan pilihan paling populer karena cepat tumbuh dan mudah dirawat, namun selada dan pakcoy juga dapat dicoba.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|