Liputan6.com, Jakarta Istilah hode adalah salah satu kosakata gaul yang lahir dari komunitas game online di Indonesia. Meski terdengar asing bagi orang awam, kata ini sudah lama akrab di telinga para gamer.
Secara ringkas, hode adalah sebutan untuk pemain laki-laki yang sengaja tampil sebagai perempuan di dalam permainan. Fenomena ini bukan sekadar tren lokal, melainkan bagian dari perilaku global yang telah lama diteliti para akademisi.
Mengutip penelitian bertajuk Dude Looks like a Lady:Gender Swapping in an Online Game yang dipublikasikan Springer Nature, praktik gender swapping ternyata lebih jarang dilakukan pemain perempuan dan justru terbilang langka secara umum. Temuan itu menegaskan bahwa apa yang di Indonesia disebut hode punya akar yang sama dengan riset internasional soal identitas maya.
Hode Adalah Istilah untuk Pemain Pria yang Menyamar sebagai Perempuan
Dalam dunia game daring, hode adalah istilah yang merujuk pada pemain laki-laki yang mengaku dan tampil sebagai perempuan di dalam permainan. Kosakata ini populer di internet dan merujuk pada pemain pria yang gemar menggunakan karakter game perempuan, lalu membangun persona seolah dirinya benar-benar seorang wanita.
Untuk memperkuat penyamaran, seorang hode punya sejumlah kebiasaan khas. Ia membangun citra seolah-olah dirinya perempuan, termasuk memakai nama akun yang feminin dan gambar perempuan sebagai foto profil.
Sebagaimana dikutip dari Urban Dictionary, hode diartikan sebagai pemain yang gemar berpura-pura menjadi perempuan di komunitas game online, kerap demi memperoleh item atau hadiah gratis. Karena itulah makna kata ini cenderung negatif dan lekat dengan niat mengelabui.
Kini penggunaan istilah tersebut meluas, tidak lagi terbatas pada para gamer, tetapi juga dipakai warganet secara umum. Pemahaman terhadap kata ini penting agar kamu tidak salah paham saat menemukannya, terutama ketika mendalami beragam istilah gaming lainnya.
Asal-Usul Istilah Hode dari Monster di Game Ragnarok Online
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415407/original/069954400_1763370274-Main_Game.jpg)
Perbesar
Banyak orang penasaran dari mana istilah ini berasal. Kata "hode" disinyalir kuat berakar dari salah satu karakter monster dalam game legendaris, Ragnarok Online. Karakter tersebut digambarkan sebagai monster cacing yang bersembunyi di dalam tanah padang pasir dan baru akan keluar menyerang saat pemain lain lengah.
Perilaku monster yang gemar menyerang secara diam-diam inilah yang kemudian diadopsi menjadi sebuah analogi oleh para gamer. Sikap licik tersebut disamakan dengan perilaku pemain pria (cowo) yang sengaja berpura-pura menjadi perempuan untuk menipu pemain lain.
Sebelum menyerang, monster hode di dalam game hanya terlihat seperti gundukan pasir biasa sampai wujud aslinya muncul ke permukaan. Strategi ini dinilai persis seperti pelaku catfishing yang berkamuflase sebagai wanita di tengah komunitas gaming. Analogi unik inilah yang membuat istilah tersebut melekat erat, khususnya di kalangan pemain game bergenre MMORPG.
Di luar sejarah monster Ragnarok, sebagian kalangan di dunia maya juga kerap mengaitkannya dengan plesetan atau singkatan lain (seperti Hoax Detected). Meski begitu, versi sejarah yang paling dipercaya dan diakui khalayak luas tetap merujuk pada monster ikonis dari Ragnarok Online tersebut.
Ciri-Ciri Hode dalam Game yang Patut Diwaspadai
Selama dilakukan sebatas candaan, keberadaan hode tidak menjadi masalah. Persoalan muncul ketika penyamaran dipakai untuk menguras dompet pemain lain lewat tipu daya, sehingga penting mengenali ciri-cirinya. Merujuk laman Giant Bomb, pemain patut curiga bila bertemu karakter perempuan yang berbicara dengan gaya imut berlebihan, sebab hal itu kerap menjadi trik untuk menggaet target.
- Menggunakan karakter dan foto profil perempuan. Hode memilih avatar wanita dan memasang foto perempuan agar penyamarannya tampak meyakinkan.
- Memakai nickname manis dan feminin. Nama akun sengaja dibuat imut atau centil untuk memancing perhatian, mirip gaya pemilihan nama karakter yang menarik.
- Gaya chat imut dan agresif. Balasan obrolannya cenderung genit, penuh emoji, dan dibuat selembut mungkin agar dikira perempuan asli.
- Enggan memberikan akun media sosial. Ia menolak berbagi kontak pribadi karena hal itu bisa membongkar identitas aslinya.
- Menghindari voice chat. Sebagian bahkan rela memakai alat pengubah suara supaya tidak ketahuan saat berbicara.
- Sering meminta dibelikan item atau cash. Inilah inti modusnya, yaitu meminta hadiah dalam game hingga uang sungguhan.
- Mendekati pemain pria dengan modus tertentu. Target dirayu lewat obrolan di dalam maupun luar game, pola yang mirip dengan modus penipuan online dan ciri-ciri love scamming.
Alasan Pemain Pria Memilih Karakter Perempuan Menurut Riset
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415408/original/013794900_1763370275-MLBB.jpg)
Perbesar
Fenomena pemain pria memakai karakter perempuan ternyata masif dan terukur. Berdasarkan riset Quantic Foundry, sekitar satu dari tiga pemain pria lebih memilih memainkan karakter perempuan, sementara hanya 9 persen pemain perempuan yang memilih karakter pria; menariknya, kecenderungan ini justru lebih kuat pada pemain pria yang berusia lebih tua. Sebagaimana dilaporkan CBR, sebuah studi pada 2005 terhadap World of Warcraft bahkan memperkirakan 55 persen avatar perempuan di game itu dikendalikan oleh pemain pria.
Ada beragam alasan di balik pilihan tersebut, dan tidak semuanya berniat menipu. Sebagian pemain menilai karakter perempuan memiliki pilihan kostum dan tampilan yang lebih variatif, sementara sebagian lain mengaku lebih nyaman memandang punggung avatar perempuan selama berjam-jam bermain. Seperti yang diberitakan TheGamer, game juga menjadi ruang yang relatif aman bagi mereka yang ingin mengeksplorasi identitas gender dibanding melakukannya di kehidupan nyata.
Secara psikologis, penampilan avatar bahkan bisa memengaruhi perilaku pemainnya, sebuah fenomena yang dikenal sebagai Proteus effect. Nick Yee, peneliti perilaku gamer, dikutip dari GameSkinny, menjelaskan, "Orang tanpa sadar menyesuaikan diri dengan ekspektasi atas penampilan avatarnya; kami menyebut fenomena ini sebagai Proteus effect."
Meski begitu, tidak semua pemain pria berkarakter perempuan otomatis berstatus hode; pembedanya, hode melangkah lebih jauh dengan membangun persona palsu demi mengelabui. Riset Nick Yee menunjukkan pria yang memainkan karakter perempuan cenderung memakai lebih banyak kalimat emosional, tetapi umumnya bertindak berdasarkan stereotip, bukan sengaja berpura-pura menjadi wanita. Nick Yee, dikutip dari Game Informer, menyatakan, "Mereka menyesuaikan diri dengan perilaku dan sikap stereotip dari avatar tersebut." Dalam bukunya The Proteus Paradox, ia menuliskan, "Gender-bending di kalangan pria kerap merupakan efek dari avatar perempuan yang diseksualisasi, bukan upaya sadar mengeksplorasi peran gender."
Istilah Gamer Lain yang Perlu Diketahui Selain Hode
Hode hanyalah satu dari sekian banyak istilah yang berseliweran saat bermain. Berdasarkan yang dihimpun redaksi dari percakapan komunitas, berikut sejumlah istilah gamer lainnya yang sebaiknya kamu pahami:
- Deho. Kebalikan dari hode, yaitu pemain perempuan yang membangun persona sebagai laki-laki di dalam game.
- Noob. Merujuk pada seseorang yang bermain buruk dalam sebuah game sehingga "dikatain" kawan maupun lawan. Kamu bisa menyimak arti noob selengkapnya.
- AFK. Singkatan dari away from keyboard yang artinya meninggalkan keyboard alias sedang tidak aktif bermain.
- GG dan GGWP. GG adalah singkatan Good Game, sedangkan GGWP kepanjangan dari Good Game Well Played untuk mengapresiasi permainan.
- Imba. Berasal dari kata imbalance yang artinya tanpa tandingan, kerap dipakai sebagai pujian.
- META. Singkatan dari Most Effective Tactic Available, yakni taktik paling efektif untuk mencapai tujuan dalam permainan.
- Push. Berarti mendorong, yakni segala kegiatan yang mendorong menuju objektif dalam game, seperti menghancurkan tower lawan.
- Savage. Istilah yang disebut ketika pemain berhasil mengalahkan lawan dengan trik yang tidak biasa.
- Joki. Orang yang memainkan akun milik orang lain, biasanya untuk menaikkan level. Simak makna lengkap joki dalam berbagai bidang.
Selain kosakata khas gamer, dunia maya turut melahirkan beragam bahasa gaul populer lain, seperti bucin, simp, gabut, arti halu, hingga PAP. Memahami istilah-istilah ini membuatmu tidak ketinggalan zaman dalam percakapan sehari-hari.
Pada akhirnya, memahami apa itu hode membantu kamu lebih waspada saat berinteraksi di dunia maya, terlebih jika situasinya mulai mengarah pada modus penipuan berkedok asmara atau catfishing. Tetap nikmati keseruan bermain, baik lewat game yang bisa dimainkan bersama teman maupun game PC ringan, tanpa harus menjadi korban tipu daya orang lain.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Hode
Apa arti hode dalam game?
Hode adalah istilah untuk pemain laki-laki yang sengaja memakai karakter, nama, dan foto profil perempuan, lalu membangun persona seolah dirinya wanita. Kata ini sering dipakai dengan konotasi negatif karena kerap bertujuan mengelabui pemain lain demi item atau uang.
Apa perbedaan hode dan deho?
Keduanya saling berkebalikan. Hode adalah pemain pria yang menyamar sebagai perempuan, sedangkan deho adalah pemain perempuan yang membangun persona sebagai laki-laki di dalam game.
Kenapa seseorang menjadi hode?
Alasannya beragam, mulai dari sekadar iseng, menyukai tampilan karakter perempuan, hingga niat memperoleh keuntungan berupa item atau uang dari pemain lain. Riset juga menunjukkan game menjadi ruang anonim yang dianggap aman untuk bereksperimen dengan identitas.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288251/original/093550300_1783308136-nKFJyNNjPHNFsvt0qZEcO92QiLw6JS3xKZg68dna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290987/original/041154900_1783501600-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9291051/original/067593800_1783502814-Inspirasi_Kolam_Sudut_Berbentuk_Segitiga_dengan_Desain_Minimalis_yang_Bikin_Halaman_Kecil_Terasa_Luas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4641492/original/037829200_1699502921-pexels-shawn-stutzman-1010480.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290929/original/074739200_1783499411-Inspirasi_Taman_Rumah_dengan_Nuansa_Hutan_Tropis__Solusi_Halaman_Asri_dan_Estetik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290807/original/098650800_1783495653-Desain_Area_Santai_Permanen_dari_Semen_dan_Bata_Ekspos_yang_Cocok_untuk_Family_Time.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4243936/original/075581000_1669727338-ainun-jamila-nwpGRTdDQRQ-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4927915/original/053899700_1724648132-people-emotions-concept-happy-asian-woman-laughing-smiling-posing-summer-day-park.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290979/original/093630800_1783501373-31df88a6-2b9b-4e25-a2eb-35220ac6860f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391577/original/029290200_1761356432-dapur_di_rumah_mezzanine_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344522/original/024064800_1757487603-dapur_dekat_ruang_tamu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9291248/original/064758600_1783510405-5af9df3b-0a86-41c9-8325-968e3af90c74.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9291154/original/035886400_1783506237-Gantung_Suplir_di_Sudut_Teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3042158/original/019227800_1580894353-Photo_by_Valeria_Ushakova_from_Pexels.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9291104/original/014506500_1783504610-0f2c0ea1-fd5e-43a2-9e13-37c47f3612ba.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289003/original/009442700_1783382828-DSC00716.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467769/original/044308300_1767929602-Perawatan_Rutin_Penyiraman__Pemupukan__dan_Pemangkasan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9192220/original/004659200_1783101553-ChatGPT_Image_Jul_4__2026__12_56_13_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9290888/original/082760400_1783498087-Gemini_Generated_Image_aouawbaouawbaoua.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399816/original/073586500_1762010434-Dewa_United_vs_Shan_United-29.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5529412/original/016644800_1773333017-20260312BL_Launching_Jersey_Baru_Timnas_Indonesia_Kelme_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527393/original/036751200_1773201916-Model_Dapur_Minimalis_Bar_Sebagai_Solusi_Cerdas_untuk_Ruang_Terbatas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527360/original/037343400_1773200966-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527439/original/044504100_1773203233-dinding_batu_berlumut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5526948/original/048848400_1773144391-20260211BL_Kelme_X_Bolacom_27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527406/original/091637000_1773202105-Aplikasi_Biopori_di_Halaman_Berlantai_Beton__Gemini_AI_.jpg)
