Mantan Pemain Asingnya Curhat ke Media Belanda soal Tunggakan Gaji, Manajemen Persis Solo Angkat Bicara

7 hours ago 2

Bola.com, Solo - Manajemen Persis Solo akhirnya menanggapi pernyataan mantan pemainnya, Jordy Tutuarima, soal permasalahan tunggakan gaji yang dialami para pemain hingga akhirnya didepak secara mendadak di bursa transfer paruh musim.

Dalam sebuah wawancara bersama media Belanda, Gelderlander, Jordy Tutuarima membagikan perjalanan kariernya di Indonesia bersama Persis Solo, termasuk periode terburuk yang terjadi pada putaran pertama BRI Super League 2025/2026.

Ketika itu, Persis dilanda krisis kemenangan di bawah asuhan Peter de Roo. Di bawah asuhan juru taktik asal Belanda itu, Laskar Sambernyawa hanya mampu mengamankan satu kemenangan dalam 10 laga. Peter akhirnya terdepak pada pekan ke-11.

Jordy bercerita, performa Persis yang memburuk itu tak bisa dilepaskan dari faktor keterlambatan gaji. Dia bercerita, para pemain Persis tidak menerima bayaran selama berbulan-bulan, sehingga berpengaruh terhadap performa pemain.

“Hasilnya memang tidak bagus, tetapi itu juga disebabkan oleh kekacauan lain. Kami tidak digaji selama berbulan-bulan, jadi wajar jika hasilnya menurun,” kata pemain keturunan Maluku itu dikutip dari Gelderlander.nl.

“Xandro, Gervane, dan saya punya tabungan, tapi para pemain lokal, yang memang tidak banyak penghasilannya, tidak punya. Padahal, mereka harus menghidupi seluruh keluarga,” lanjut pemain berusia 32 tahun itu.

Persib Bandung bersiap menghadapi Persis Solo pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (31/1/2026), dengan membawa 22 pemain dan mendapat tambahan kekuatan dari kembalinya Eliano Reijnders yang siap membantu Maung B...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tanggapan Manajemen Persis

Pemberitaan media asal Belanda itu belakangan ini mulai ramai di Indonesia. Direktur Utama PT Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, menyebut bahwa permasalahan tunggakan gaji itu terjadi sebelum dia masuk ke manajemen.

Sebagai informasi, Ginda resmi ditunjuk menduduki jabatan sebagai Direktur Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Oktober 2025. Sejak menduduki posisi itu, dia memastikan manajemen terus berbenah.

“Itu masa lalu, saya tidak bisa ngomong banyak soal yang terjadi dahulu. Fokus kami adalah kompetisi saat ini. Masalah statement itu patut dipertanyakan maksud dan tujuannya, toh selama kami masuk ke direksi, kami memperbaiki semua kekurangan yang ada,” kata Ginda, Senin (13/4/2026).

"Apa yang kami lakukan secara bisnis punya strategi tertentu, secara internal biar itu jadi internal kami. Apa yang kami sampaikan ke teman-teman dilihat saja apa yang sudah dilakukan," ia menambahkan.

Penuhi Kewajiban Klub

Selain itu, Ginda juga menegaskan bahwa Persis Solo, sebagai klub profesional, bakal mematuhi hak dan kewajibannya. Dia menyebut, Laskar Sambernyawa saat ini fokus untuk menghadapi sisa laga di kompetisi agar tak terdegradasi.

"Kami akan tetap melaksanakan kewajiban kami. Sebagai klub secara profesional, kami punya hak dan kewajiban. Kewajiban akan kami lakukan. Hak juga akan kami mintakan, dan hasil terbaik yang kami harapkan," katanya.

Jordy Tutuarima menjadi salah satu pemain yang akhirnya harus angkat kaki dari Persis Solo pada bursa transfer paruh musim BRI Super League. Dia terdepak setelah Persis melakukan perombakan besar-besaran.

Saat itu, ada sembilan amunisi impor Persis yang harus mengakhiri kontraknya lebih cepat. Beberapa di antaranya masih memilih berkarier di Indonesia, ada pula yang memutuskan kembali ke negara asalnya. 

Yuk Lihat Peta Persaingan

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|