Liputan6.com, Jakarta - Bagi sebagian orang, rumah yang berantakan bisa terasa seperti beban yang tidak pernah selesai. Tak heran, banyak yang akhirnya menunda-nunda beres-beres karena membayangkannya sebagai proyek besar yang menghabiskan seluruh akhir pekan, padahal ada cara instan seperti tips desain interior untuk kabinet kayu yang justru dimulai dari langkah sederhana yakni merapikan 1 ruangan 1 jam saja.
Metode ini belakangan populer di kalangan pencinta rumah tertata karena hasilnya terasa cepat namun tidak melelahkan. Cukup siapkan pengatur waktu, pilih satu ruangan yang paling mengganggu rutinitas harian, lalu ikuti empat langkah sederhana yang bisa langsung dipraktikkan hari ini juga.
Menurut laman resmi RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang di bawah Kementerian Kesehatan RI, aktivitas beres-beres rumah terbukti efektif menjaga kesehatan mental karena gerakan fisik saat membersihkan dapat melepaskan hormon endorfin yang membuat perasaan lebih tenang. Melansir House Beautiful, metode "satu ruangan, satu jam" ini pertama kali diperkenalkan oleh Max Wilson, salah satu pendiri Pocket Storage, sebagai solusi bagi mereka yang kerap kesulitan menentukan titik awal saat merapikan rumah.
Berikut adalah merapikan 1 ruangan 1 jam yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (18/9/2026).
Apa Itu Metode "Satu Ruangan, Satu Jam"?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351978/original/068323100_1789721211-pexels-cottonbro-7408634.jpg)
Perbesar
Metode "satu ruangan, satu jam" adalah teknik merapikan rumah dengan cara membatasi waktu pengerjaan pada satu ruangan saja selama enam puluh menit, tidak lebih dan tidak kurang. Tujuannya bukan untuk mengubah seluruh rumah dalam sehari, melainkan membuat proses beres-beres terasa cukup kecil sehingga benar-benar bisa dimulai.
Banyak orang cenderung membayangkan merapikan rumah sebagai proyek besar akhir pekan sehingga mudah tertunda berulang kali. Dengan membatasi durasi pada satu jam per ruangan, target yang harus dicapai menjadi jauh lebih realistis dan tidak membuat kewalahan sejak awal.
Metode ini juga dirancang sistematis, bukan sekadar membereskan barang secara acak. Lima belas menit pertama sebaiknya digunakan untuk tugas yang paling sedikit membutuhkan konsentrasi, sehingga proses beres-beres bisa dimulai dengan mudah tanpa harus langsung mengambil keputusan sulit.
Kenapa Rumah Berantakan Bisa Bikin Pikiran Kacau?
Rumah yang berantakan ternyata tidak hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga pada cara otak bekerja. Penelitian McMains, S., & Kastner, S. (2011) yang dipublikasikan dalam jurnal Journal of Neuroscience menemukan bahwa banyaknya rangsangan visual yang muncul bersamaan di suatu ruangan akan saling bersaing untuk mendapatkan perhatian otak, sehingga kapasitas fokus seseorang menjadi berkurang.
Selain memengaruhi fokus, kondisi rumah yang penuh tumpukan barang juga berkaitan dengan tingkat stres penghuninya. Buku "Life at Home in the Twenty-First Century" (2012) karya Jeanne E. Arnold dan tim peneliti Center on Everyday Lives of Families UCLA mengungkap bahwa rumah yang dipenuhi barang menumpuk dapat meningkatkan kadar hormon stres kortisol, khususnya pada ibu rumah tangga yang menghabiskan banyak waktu di rumah.
Dengan kata lain, meluangkan waktu satu jam untuk merapikan satu ruangan bukan sekadar soal estetika. Langkah kecil ini juga berkontribusi pada kondisi psikologis yang lebih tenang, karena otak tidak lagi harus memproses tumpukan barang yang sebenarnya tidak relevan dengan aktivitas yang sedang dikerjakan.
Buang Sampah yang Terlihat Jelas (15 Menit)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307878/original/048348000_1785119451-4.jpg)
Perbesar
Langkah pertama adalah menyingkirkan semua "sampah" yang terlihat jelas terlebih dahulu, seperti surat lama yang sudah tidak dibutuhkan, mainan anak yang rusak, kemasan makanan di dapur, atau struk belanja yang menumpuk di laci.
Menyingkirkan sampah lebih dulu memberikan perbedaan visual yang langsung terlihat. Permukaan meja atau lantai yang mulai bersih akan membuat ruangan terasa lebih mudah dikelola, sehingga muncul momentum untuk melanjutkan ke keputusan yang membutuhkan pertimbangan lebih matang.
Alokasikan sekitar 15 menit untuk tahap ini, atau bisa lebih singkat jika ruangan yang dipilih memang tidak terlalu banyak sampah yang menumpuk.
Kembalikan Barang ke Ruangan yang Tepat (15 Menit)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334173/original/016879800_1787822650-pexels-meruyert-gonullu-8289915.jpg)
Perbesar
Setelah sampah tersingkir, langkah berikutnya adalah mengumpulkan semua barang yang tidak seharusnya berada di ruangan tersebut. Cukup masukkan barang-barang yang salah tempat ke dalam satu keranjang tanpa perlu langsung menyimpannya kembali ke posisi asal.
Fokus pada satu ruangan lebih dulu jauh lebih efektif daripada berpindah-pindah ke bagian rumah lain di tengah proses. Setelah 15 menit berlalu, barulah kembalikan setiap barang ke ruangan yang sesuai agar tidak mengalihkan perhatian dari target utama.
Pilah Barang, Simpan atau Buang (15 Menit)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262259/original/040636700_1781776581-Lapisi_Ruang_Secara_Vertikal.jpeg)
Perbesar
Pada tahap ini, kelompokkan barang-barang yang tersisa ke dalam tiga kategori, yaitu disimpan, disumbangkan, atau dijual. Menggunakan pengatur waktu 15 menit akan membantu mempercepat pengambilan keputusan tanpa berlarut-larut.
Jika kesulitan menentukan nasib satu barang tertentu, sisihkan dulu barang tersebut dan lanjutkan ke barang lain. Terlalu lama memikirkan satu keputusan justru akan menghilangkan tujuan utama dari latihan singkat berbasis waktu ini.
Tata dengan Simpel dan Mengutamakan Fungsi (15 Menit)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322788/original/077795300_1786589050-pexels-silverkblack-23224982.jpg)
Perbesar
Setelah tiga tahap sebelumnya selesai, ruangan seharusnya sudah bebas dari kekacauan dan hanya berisi barang yang benar-benar dibutuhkan. Di titik inilah proses menata sesungguhnya baru bisa dimulai.
Menata ruangan sebelum menyortir barang sering menjadi salah satu kesalahan terbesar dalam beres-beres rumah, karena percuma menata rapi jika isinya masih dipenuhi barang yang tidak diperlukan. Prinsip yang sama berlaku ketika menerapkan tips desain interior untuk kabinet kayu di dapur, karena kabinet yang tertata rapi baru akan terlihat maksimal setelah isinya disortir lebih dulu, bukan sekadar ditata ulang tanpa proses pemilahan.
Dengan sisa waktu 15 menit, letakkan barang yang paling sering dibutuhkan di bagian depan dan tengah, baik itu perlengkapan mandi harian maupun peralatan dapur yang sering dipakai saat pagi sibuk. Begitu alarm satu jam berbunyi, hentikan aktivitas apa pun yang sedang dikerjakan, sesulit apa pun rasanya untuk berhenti.
Ringkasan Metode Satu Ruangan, Satu Jam
| 1. Buang sampah | 15 menit | Menyingkirkan barang tidak berguna | Buang surat lama, kemasan, struk belanja |
| 2. Kembalikan barang | 15 menit | Mengumpulkan barang salah tempat | Masukkan barang ke keranjang sementara |
| 3. Pilah barang | 15 menit | Menentukan simpan/sumbang/jual | Kelompokkan barang jadi tiga kategori |
| 4. Tata ulang | 15 menit | Menyusun barang yang tersisa | Letakkan barang penting di area mudah dijangkau |
Tips Tambahan agar Rumah Tetap Rapi Setelah Satu Jam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351979/original/075905100_1789721211-pexels-leticia-alvares-1805702-32922266.jpg)
Perbesar
Agar hasil beres-beres tidak hanya bertahan sesaat, jadwalkan sesi "satu ruangan, satu jam" secara rutin, misalnya seminggu sekali untuk ruangan yang berbeda. Rumah yang dirapikan secara konsisten cenderung lebih mudah dipertahankan dibanding menunggu kondisinya benar-benar berantakan total.
Libatkan seluruh anggota keluarga agar beban beres-beres tidak hanya bertumpu pada satu orang. Membagi tugas juga membuat aktivitas ini terasa lebih ringan dan bisa menjadi kebiasaan bersama, bukan pekerjaan yang selalu ditunda.
Terapkan juga prinsip fungsional saat menata ulang penyimpanan, misalnya menyesuaikan tata letak lemari dapur dengan kebutuhan memasak sehari-hari agar peralatan yang sering dipakai lebih mudah dijangkau. Penyimpanan yang dirancang sesuai kebiasaan penghuni rumah akan lebih tahan lama kerapiannya dibanding sekadar ditata rapi tanpa mempertimbangkan fungsi.
Manfaat Jangka Panjang Rutin Merapikan Rumah
Selain membuat rumah terlihat lebih nyaman dipandang, kebiasaan merapikan ruangan secara rutin juga berdampak pada produktivitas harian. Ruangan yang tertata membuat penghuninya lebih mudah menemukan barang yang dibutuhkan, sehingga waktu yang biasanya terbuang untuk mencari-cari bisa dialihkan untuk aktivitas lain yang lebih bermanfaat.
Dari sisi kesehatan mental, rumah yang rapi juga membantu mengurangi rasa cemas yang muncul akibat tumpukan barang yang terus terlihat setiap hari. Perasaan lega setelah satu ruangan berhasil dirapikan sering kali menjadi motivasi tambahan untuk melanjutkan ke ruangan berikutnya di kesempatan berikutnya.
Yang terpenting, metode ini mengajarkan bahwa ruangan yang delapan puluh persen lebih baik setelah satu jam jauh lebih bermanfaat dibanding menunggu waktu luang yang sempurna untuk merapikan semuanya sekaligus hingga seratus persen. Waktu luang yang sempurna itu sering kali tidak pernah benar-benar datang.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Merapikan 1 Ruangan 1 Jam
1. Apakah metode satu ruangan satu jam efektif untuk rumah yang sangat berantakan?
Metode ini tetap bisa diterapkan, namun hasilnya mungkin tidak langsung tuntas seratus persen dalam satu sesi. Kuncinya adalah konsisten mengulang metode ini di ruangan yang sama pada kesempatan berikutnya hingga kondisi rumah membaik secara bertahap.
2. Ruangan mana yang sebaiknya dirapikan lebih dulu?
Pilih ruangan yang paling sering digunakan atau yang kekacauannya paling mengganggu rutinitas harian, seperti dapur atau kamar tidur utama, agar dampak positifnya langsung terasa dalam keseharian.
3. Bagaimana jika waktu satu jam habis tapi ruangan belum sepenuhnya rapi?
Hentikan aktivitas begitu alarm berbunyi, meski masih ada satu laci atau tumpukan barang yang belum selesai. Prinsip metode ini adalah kemajuan bertahap, bukan kesempurnaan instan dalam satu sesi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352145/original/087778500_1789731163-Untitled8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554817/original/056933600_1776133977-80bfd56e-0d20-457d-9334-64a89448e0f8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352049/original/097154700_1789724308-Lemari_Tipis_untuk_Koridor_Rumah_yang_Sempit__AI_Generated_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352053/original/046671000_1789724586-b09ec363-00e9-4701-ac01-99d3c4992831.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352054/original/004309900_1789724675-Gemini_Generated_Image_o4noq5o4noq5o4no.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352025/original/068055600_1789723520-834e295d-cc9b-4a95-b438-3b22e87e4143.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351991/original/092429300_1789722182-0ec8fa7b-eece-4e78-bf3f-9de759852096.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336947/original/085046400_1788226309-di_bawah_rak_tanaman_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351999/original/049347500_1789722296-Gemini_Generated_Image_g29vr1g29vr1g29v.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9306465/original/055972000_1784879501-tavares.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352070/original/050781900_1789725175-Screenshot_2026-09-18_165028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352115/original/099847000_1789728786-8f7ac90a-9093-42ce-b7e4-d7dcbf016b4d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326489/original/019069500_1787026235-eyLb6PVwPHb0FqhcyjIin0ZDz39MBXU09N4A2df6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351964/original/074219900_1789721136-Gemini_Generated_Image_d1hr0ed1hr0ed1hr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9319774/original/014728100_1786282110-Lefundes_Java_Utd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351780/original/053286700_1789714677-Gemini_Generated_Image_bvg371bvg371bvg3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381703/original/096419200_1760515436-unnamed_-_2025-10-15T150012.467.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347318/original/043394700_1789291568-7ab79f5c-e99f-4a05-bcca-e9dfe63a5954.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9351693/original/055008100_1789710864-1b698c62-4c25-4fd3-8f1f-4cd8de6bf0dc.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340881/original/091999400_1788528140-borneo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340694/original/096958400_1788514411-rotan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335142/original/082058400_1787912714-ASDFGHGFDDFCDX.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336522/original/062149400_1788164466-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4894943/original/055013900_1721287232-top-view-globe-world-map.jpg)