Liputan6.com, Jakarta - Pakan alternatif ayam kampung yang mudah dicari di desa menjadi solusi bagi peternak yang ingin menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas ternak. Di tengah naiknya harga pakan pabrikan, banyak peternak mulai memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai sumber nutrisi untuk ayam kampung.
Ayam kampung dikenal sebagai unggas yang lebih adaptif dibandingkan ayam ras. Selain mampu mencari pakan sendiri, ayam kampung juga dapat mengonsumsi berbagai jenis bahan alami yang mudah ditemukan di pedesaan. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi peternak skala rumahan maupun usaha kecil.
Dengan pemanfaatan bahan lokal yang tepat, biaya pakan dapat ditekan secara signifikan. Bahkan, beberapa sumber menyebutkan bahwa penggunaan pakan alternatif mampu menghemat biaya pemeliharaan hingga 50 persen jika dilakukan secara konsisten dan sesuai kebutuhan nutrisi ayam. Berikut ulasan Liputan6.com, Senin (1/6/2026).
Dedak dan Bekatul, Pakan Murah yang Selalu Tersedia
Salah satu pakan alternatif ayam kampung yang mudah dicari di desa adalah dedak dan bekatul. Bahan ini merupakan hasil samping dari proses penggilingan padi yang hampir selalu tersedia di wilayah pedesaan.
Dedak mengandung karbohidrat, serat, serta sejumlah vitamin dan mineral yang cukup baik untuk ayam. Selain itu, harganya relatif murah dibandingkan pakan pabrikan.
Peternak biasanya memberikan dedak dengan cara mencampurkannya menggunakan air hangat hingga menjadi lembap. Dedak juga dapat dikombinasikan dengan nasi aking, ampas tahu, atau hijauan untuk meningkatkan nilai gizinya.
Meski bermanfaat, dedak sebaiknya tidak diberikan sebagai pakan tunggal karena kandungan proteinnya masih terbatas. Kombinasi dengan sumber protein lain akan menghasilkan ransum yang lebih seimbang.
Nasi Aking, Sumber Energi dari Sisa Dapur
Di banyak desa, sisa nasi sering dimanfaatkan kembali sebagai pakan ayam setelah dikeringkan menjadi nasi aking. Bahan ini mengandung karbohidrat tinggi yang berfungsi sebagai sumber energi utama bagi ayam.
Nasi aking sangat disukai ayam karena teksturnya lunak setelah direndam. Cara pemberiannya cukup mudah, yaitu dengan merendam nasi kering menggunakan air panas hingga mengembang, kemudian ditiriskan sebelum diberikan.
Selain diberikan secara langsung, nasi aking juga sering dicampur dengan dedak agar nilai nutrisinya lebih lengkap. Penggunaan bahan ini membantu mengurangi limbah rumah tangga sekaligus menekan biaya pakan harian.
Ampas Tahu, Sumber Protein yang Ekonomis
Ampas tahu merupakan limbah industri rumahan yang banyak ditemukan di desa-desa. Bahan ini dikenal memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sehingga sangat baik untuk mendukung pertumbuhan ayam kampung.
Menurut berbagai referensi peternakan rakyat, ampas tahu dapat digunakan sebagai bahan campuran pakan karena mengandung protein nabati yang membantu pembentukan otot dan mempercepat pertumbuhan ayam.
Agar aman diberikan, ampas tahu harus dalam kondisi segar dan tidak berbau asam. Sebelum dicampurkan ke dalam pakan, ampas tahu sebaiknya dikukus atau dijemur terlebih dahulu untuk mengurangi kadar air dan memperpanjang daya simpan.
Talas, Tanaman Serbaguna untuk Pakan Ayam
Tanaman talas banyak tumbuh liar maupun dibudidayakan di daerah pedesaan. Menariknya, hampir seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ayam, mulai dari umbi, batang, hingga daunnya.
BBPP Kupang menjelaskan bahwa talas dapat diolah menjadi pakan alami dengan cara mencincang seluruh bagian tanaman menjadi potongan kecil. Setelah itu, talas dicampur dengan dedak, beras dolog, dan sedikit tepung tulang sebelum direbus hingga lunak.
Proses perebusan penting dilakukan untuk mengurangi getah yang dapat menyebabkan rasa gatal. Setelah dingin, campuran tersebut dapat langsung diberikan kepada ayam.
Penggunaan talas sebagai bahan pakan alternatif memiliki keunggulan karena kaya karbohidrat dan serat. Selain itu, tanaman ini relatif mudah dibudidayakan di pekarangan rumah.
Daun Pepaya dan Daun Singkong untuk Menjaga Kesehatan Ayam
Hijauan merupakan komponen penting dalam pakan ayam kampung. Dua jenis hijauan yang paling mudah ditemukan di desa adalah daun pepaya dan daun singkong.
Daun pepaya mengandung vitamin A, vitamin C, serta berbagai senyawa alami yang dipercaya dapat membantu meningkatkan nafsu makan ayam. Sementara itu, daun singkong kaya akan protein nabati dan mineral yang mendukung pertumbuhan ternak.
Cara pemberiannya cukup sederhana. Daun dicuci bersih, kemudian dirajang atau dicincang halus sebelum dicampurkan ke dalam adonan pakan.
Selain memberikan nutrisi tambahan, hijauan juga membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan ayam karena mengandung serat alami.
Keong Mas dan Maggot, Protein Hewani Gratis dari Alam
Untuk memenuhi kebutuhan protein hewani, peternak desa dapat memanfaatkan keong mas dan maggot atau larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly).
Keong mas banyak ditemukan di area persawahan dan sering dianggap sebagai hama tanaman padi. Padahal, daging keong mengandung protein yang cukup tinggi dan sangat baik untuk pertumbuhan ayam kampung.
Sebelum diberikan, keong mas perlu direbus terlebih dahulu. Dagingnya kemudian dipisahkan dari cangkang dan dicincang agar lebih mudah dimakan ayam.
Selain keong mas, maggot juga semakin populer sebagai pakan alternatif. Larva ini dapat dibudidayakan menggunakan limbah organik rumah tangga sehingga menjadi sumber protein murah sekaligus membantu mengurangi sampah.
Cara Membuat Pakan Campuran dari Talas dan Dedak
Salah satu formulasi pakan alami yang direkomendasikan BBPP Kupang menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di desa.
Bahan yang diperlukan antara lain:
- 1 kilogram tanaman talas (umbi, batang, dan daun)
- ½ kilogram beras dolog
- ½ kilogram dedak
- 1 sendok makan tepung tulang
- Air secukupnya
Langkah pembuatannya sebagai berikut:
- Cincang atau giling talas hingga berukuran kecil.
- Campurkan talas dengan beras dolog, dedak, dan tepung tulang.
- Tambahkan air secukupnya.
- Rebus hingga seluruh bahan tercampur merata dan lunak.
- Dinginkan sebelum diberikan kepada ayam.
Pada awal penggunaan, ayam mungkin memerlukan waktu adaptasi karena belum terbiasa dengan pakan tersebut. Namun setelah terbiasa, pakan alami ini dapat menjadi alternatif yang ekonomis dan bergizi.
Pentingnya Variasi Pakan untuk Ayam Kampung
Dalam usaha ternak ayam kampung, biaya pakan dapat mencapai lebih dari 60 persen dari total biaya produksi. Oleh karena itu, efisiensi pada sektor pakan menjadi salah satu kunci keberhasilan usaha peternakan.
Menurut informasi dari Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, pemanfaatan bahan alami sebagai pakan alternatif dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas daging dan produktivitas telur ayam kampung. Selain lebih ekonomis, bahan-bahan alami umumnya mudah diperoleh di lingkungan desa sehingga peternak tidak terlalu bergantung pada pakan komersial.
Namun demikian, penggunaan pakan alternatif tetap harus memperhatikan keseimbangan nutrisi. Ayam memerlukan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat agar pertumbuhan serta produksinya tetap optimal.
Meskipun banyak pilihan pakan alternatif ayam kampung yang mudah dicari di desa, peternak sebaiknya tidak bergantung pada satu jenis bahan saja. Variasi pakan diperlukan untuk memastikan kebutuhan nutrisi ayam terpenuhi secara seimbang.
Kombinasi dedak, nasi aking, ampas tahu, hijauan, talas, serta sumber protein hewani seperti keong mas atau maggot dapat menghasilkan ransum yang lebih lengkap. Dengan pola pemberian yang tepat, ayam kampung dapat tumbuh sehat, produktif, dan memiliki kualitas daging yang baik.
Pertanyaan Seputar Pakan Ayam Kampung
1. Apakah ayam kampung bisa hidup hanya dengan dedak?
Tidak disarankan. Dedak sebaiknya dikombinasikan dengan sumber protein dan vitamin lain agar kebutuhan nutrisi ayam tetap terpenuhi.
2. Apakah ampas tahu aman diberikan setiap hari?
Ya, selama ampas tahu masih segar dan diberikan dalam jumlah yang wajar sebagai campuran pakan.
3. Mengapa talas harus direbus sebelum diberikan?
Perebusan membantu mengurangi getah dan zat yang dapat menyebabkan iritasi atau gangguan pencernaan pada ayam.
4. Apa manfaat maggot untuk ayam kampung?
Maggot merupakan sumber protein tinggi yang dapat membantu mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kesehatan ayam.
5. Berapa persen biaya pakan dapat dihemat dengan pakan alternatif?
Menurut informasi yang disampaikan BBPP Kupang, penggunaan pakan alami dan alternatif berpotensi menghemat biaya pemeliharaan hingga sekitar 50 persen apabila diterapkan secara tepat.

10 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4728632/original/071373600_1706465868-aleksandrs-karevs-9PZePvYSM4U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569423/original/090136500_1777442007-Berikan_ke_Ayam_Secara_Rutin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7527284/original/066141600_1780300822-serambi_cov.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7071846/original/038231500_1779850761-72b2bb92-631f-488b-a208-8ae23426b064.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7433656/original/009763500_1780210297-1000335518.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6300024/original/045699400_1779174537-Gemini_Generated_Image_23vsad23vsad23vs.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4879404/original/080684500_1719759318-20240630AA_Official_Training_Timnas_Indoneisa_Jelang_Semifinal_AFF_U16-02.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540284/original/055945700_1774694136-InShot_20260328_171527653.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5568426/original/076639200_1777358352-Kebun_Herbal_dan_Rempah_Komunitas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7528888/original/093145200_1780302465-Untitledt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7526358/original/024145200_1780299738-Cara_Membesarkan_Lele_di_Bak_Plastik.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7525562/original/099381600_1780298773-Untitled5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564274/original/032682300_1776932006-minimalis_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7523415/original/062313500_1780296690-rak_bibit_sayur_dari_peti_buah_buah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5435468/original/017655300_1765069491-nafuzi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7169523/original/032605900_1779960436-ChatGPT_Image_May_28__2026__04_25_55_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7523302/original/092236500_1780296451-Rumah_Memanjang_Teras_Samping_Hijau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7522256/original/094740600_1780295247-Gemini_Generated_Image_jpjbkzjpjbkzjpjb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529135/original/032196700_1773307355-WhatsApp_Image_2026-03-12_at_16.01.39.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495693/original/051356400_1770394579-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_10.19.48_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290596/original/029365500_1753150307-unnamed__88_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463879/original/035379600_1767673067-Jualan_es_buah_di_bulan_Ramadhan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491533/original/041240700_1770098853-roti_tawar.jpg)