Pohon Alpukat Subur Tapi Tidak Berbuah, Apa Penyebabnya? Ini Solusi Efektifnya

4 hours ago 3

Beberapa faktor kunci dapat menyebabkan pohon alpukat tumbuh subur namun tidak menghasilkan buah, bahkan setelah perawatan yang maksimal.

1. Kelebihan Unsur Nitrogen (N)

Pemberian pupuk yang terlalu kaya nitrogen, seperti urea, dapat mendorong pertumbuhan vegetatif yang berlebihan. Hal ini memicu pembentukan daun dan batang yang sangat rimbun. Namun, kelebihan nitrogen ini justru dapat menghambat proses pembentukan bunga dan buah pada pohon alpukat.

Pohon akan mengalihkan seluruh energinya untuk memproduksi lebih banyak daun daripada mempersiapkan diri untuk berbuah. Aplikasi nitrogen berlebihan diketahui dapat mengurangi pembungaan, pembentukan buah, dan kualitas internal buah pada varietas alpukat seperti 'Hass', 'Fuerte', dan 'Pinkerton'.

Selain itu, kelebihan nitrogen juga dapat meningkatkan kerentanan tanaman terhadap penyakit yang menyerang buah, merusak tunas, dan mengurangi hasil panen pada tahun-tahun berikutnya.

2. Masalah Penyerbukan (Polinasi)

Pohon alpukat memiliki pola pembungaan yang unik, dikenal sebagai dikogami protogini, di mana bunga-bunga membuka sebagai betina dan jantan pada waktu yang berbeda. Ada dua tipe bunga alpukat, yaitu Tipe A dan Tipe B, yang memiliki jadwal pembukaan organ jantan dan betina yang saling melengkapi.

Jika hanya ada satu pohon atau tidak ada serangga penyerbuk yang cukup, penyerbukan silang mungkin tidak terjadi secara efektif. Hal ini dapat menyebabkan bunga rontok sebelum menjadi buah. Banyak pekebun tidak menyadari bahwa alpukat memiliki perilaku pembungaan yang kompleks, di mana setiap bunga terbuka dua kali, pertama sebagai betina, lalu sebagai jantan, tetapi tidak pernah dalam kedua bentuk pada waktu yang sama.

Kekhasan botani ini berarti satu pohon seringkali tidak dapat menyerbuki dirinya sendiri secara efektif. Kurangnya penyerbukan yang memadai merupakan penyebab umum pohon alpukat berbunga namun tidak menghasilkan buah.

3. Faktor Usia dan Asal Bibit

Usia pohon sangat memengaruhi kapan alpukat mulai berbuah. Pohon yang ditanam dari biji (seedling) memerlukan waktu yang jauh lebih lama, sekitar 7 hingga 15 tahun, untuk mencapai kematangan dan mulai berbuah.

Sebaliknya, pohon hasil sambung pucuk (grafting) atau okulasi biasanya dapat berbuah lebih cepat, yaitu dalam 3 hingga 5 tahun. Hal ini karena sifat genetiknya sama dengan induk yang sudah produktif.

Bibit vegetatif seperti okulasi atau sambung pucuk memiliki keunggulan karena sifat genetiknya sama dengan induknya dan sudah melewati fase juvenil, sehingga lebih cepat berbuah.

4. Kurang Cahaya Matahari

Alpukat adalah tanaman yang membutuhkan sinar matahari penuh untuk tumbuh optimal dan berbuah. Idealnya, pohon alpukat memerlukan minimal 6 hingga 8 jam paparan sinar matahari langsung setiap hari.

Jika pohon berada di lokasi yang terlalu teduh atau terlindung, pertumbuhannya bisa terhambat, termasuk proses pembuahan. Kurangnya energi untuk fotosintesis yang diperlukan untuk pembentukan bunga dan buah akan membuat pohon cenderung tumbuh tinggi dan kurus (etiolasi) tanpa menghasilkan buah.

5. Kondisi Lingkungan Ekstrem

Alpukat sensitif terhadap fluktuasi suhu ekstrem. Suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas, terutama selama periode pembungaan, dapat menyebabkan bunga rontok secara massal.

Curah hujan yang berlebihan saat pembungaan juga bisa merusak bunga dan menghambat penyerbukan, sementara kekeringan ekstrem dapat menyebabkan gugurnya buah muda. Suhu optimal untuk pembungaan alpukat adalah antara 20-25°C (68-77°F).

Stres akibat panas atau air selama atau segera setelah pembungaan dapat menyebabkan pohon alpukat gagal membentuk buah atau bahkan menggugurkannya.

6. Serangan Hama dan Penyakit

Serangan hama dan penyakit merupakan salah satu masalah serius yang membuat pohon alpukat tidak berbuah hingga gagal panen. Ada banyak penyakit yang menyerang pohon alpukat, seperti antraknosa, bercak daun, busuk akar, dan busuk buah.

Penyakit-penyakit ini dapat merusak bagian tanaman, menghambat penyerapan nutrisi, dan melemahkan pohon secara keseluruhan. Hama seperti kutu daun, thrips, atau kumbang buah alpukat juga dapat merusak bunga dan buah muda, sehingga menyebabkan kerontokan.

Penting untuk melakukan pemantauan rutin dan tindakan pencegahan serta pengendalian yang tepat untuk mencegah serangan hama dan penyakit, terutama pada kondisi lembap yang seringkali memicu perkembangbiakan patogen.

7. Kurangnya Pemangkasan

Pohon alpukat yang dibiarkan tumbuh tanpa pemangkasan biasanya akan terlalu rimbun dan tinggi, sehingga energi tanaman tidak fokus pada pembentukan buah.

Cabang yang tidak produktif, mati, atau terlalu rapat perlu dipangkas agar nutrisi tidak terbuang percuma dan sirkulasi udara serta penetrasi sinar matahari lebih optimal. Pemangkasan membantu mengarahkan energi tanaman ke pembentukan bunga dan buah.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|