Liputan6.com, Jakarta - Setiap perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI), lagu “Hari Merdeka” yang juga dikenal sebagai “17 Agustus Tahun 45” kerap menggema sebagai salah satu lagu wajib nasional. Teks Lagu Kemerdekaan 17 Agustus 1945 HUT RI Ke-81 ini telah menjadi pengingat akan momen bersejarah lahirnya bangsa Indonesia sekaligus membangkitkan semangat patriotisme dalam berbagai upacara dan peringatan kemerdekaan.
Di balik lagu penuh semangat tersebut terdapat sosok komponis Husein Mutahar. “Hari Merdeka” merupakan salah satu karya patriotik H. Mutahar yang lahir dalam suasana perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Hingga kini, lagu tersebut tetap dikenal dan dinyanyikan dalam berbagai kegiatan, terutama untuk memperingati HUT RI ke-81.
Lagu ini tidak sekadar menjadi karya musik bernuansa patriotik, tetapi juga merefleksikan semangat perjuangan bangsa Indonesia setelah Proklamasi. Pesan tentang kemerdekaan, kesetiaan, dan tekad untuk mempertahankan negara membuat lagu ini tetap relevan sebagai pengingat bagi generasi penerus mengenai arti perjuangan serta pentingnya menjaga kemerdekaan.
Teks Lagu Kemerdekaan 17 Agustus “Hari Merdeka”
Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita
Sosok di Balik Nada Patriotik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4283829/original/067853100_1673001343-husein.jpg)
Perbesar
Husein Mutahar, yang akrab disapa H. Mutahar, merupakan komponis yang lahir di Semarang pada 5 Agustus 1916. Nama lengkapnya adalah Husein bin Salim bin Ahmad Al-Muthahar. Dedikasinya kepada Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui karya musik, tetapi juga melalui berbagai kontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain dikenal sebagai pencipta sejumlah lagu patriotik, H. Mutahar juga memiliki peran penting dalam sejarah Gerakan Pramuka dan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Ia juga dikenal karena perannya dalam menyelamatkan Bendera Pusaka Merah Putih ketika Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda dalam Agresi Militer II pada 1948.
Atas amanat Presiden Soekarno, Mutahar berusaha menyelamatkan Bendera Pusaka agar tidak jatuh ke tangan Belanda. Ia kemudian melepaskan benang jahitan yang menyatukan bagian merah dan putih, lalu membawa keduanya secara terpisah agar lebih mudah disembunyikan dari penyitaan.
Sejarah Penciptaan Lagu Hari Merdeka
Berdasarkan saduran dari buku 100 Konser Musik Indonesia karya Anas Syahrul Alimi, lagu “Hari Merdeka” lahir dalam suasana Perang Revolusi di Yogyakarta pada 1946. Pada masa itu, Husein Mutahar yang bertugas sebagai ajudan Presiden Soekarno mendapat tugas untuk menciptakan sebuah aubade, yaitu lagu atau nyanyian yang biasanya dibawakan dalam suatu upacara.
Husein Mutahar kemudian mengerjakan tugas tersebut meskipun menghadapi keterbatasan karena tidak memiliki orkes sendiri. Ia pun memanfaatkan orkes milik keraton untuk membantu mewujudkan komposisi musik yang telah dibuatnya.
Dalam proses penyajian karya tersebut, Husein Mutahar memimpin permainan musik dengan berdiri di atas sebuah meja yang sudah tua dan reyot. Meja tersebut bahkan akhirnya ambruk karena ia begitu bersemangat saat mengonduktori para pemain musik.
Aubade yang diciptakannya memuat lirik pembuka “Tujuh belas Agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita”. Karya tersebut kemudian menjadi cikal bakal lagu “Hari Merdeka” yang dikenal luas hingga sekarang.
Ketika lagu ciptaan Husein Mutahar tersebut dikumandangkan dalam upacara peringatan 17 Agustus, Soekarno memberikan apresiasi atas karya ajudannya tersebut. Kiprah Husein Mutahar dalam dunia musik juga tidak berhenti pada penciptaan lagu-lagu patriotik karena ia turut berperan dalam membangun dan mengembangkan komunitas musik di Indonesia.
Makna Lagu 17 Agustus Hari Merdeka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3541469/original/047015600_1629089769-anggit-rizkianto-uR-gwAxhUOs-unsplash__2_.jpg)
Perbesar
Mengutip Inventaris Sumber Arsip Husein Mutahar: Pengabdian dan Karyanya, lagu “Hari Merdeka” menggambarkan rasa syukur atas kemerdekaan yang berhasil diraih Indonesia. Kemerdekaan pada 1945 bukanlah sesuatu yang diperoleh dengan mudah, melainkan hasil dari perjuangan dan pengorbanan rakyat Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan.
Lagu tersebut juga menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan bangsa sendiri, bukan pemberian dari bangsa lain. Karena itu, kemerdekaan yang telah diperoleh melalui pengorbanan besar perlu dijaga dan dipertahankan dengan penuh kesetiaan serta segenap jiwa dan raga.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Teks Lagu Kemerdekaan 17 Agustus 1945 HUT RI Ke-81
1. Siapa pencipta lagu “Hari Merdeka”?
Lagu “Hari Merdeka” atau “17 Agustus Tahun 45” diciptakan oleh Husein Mutahar, komponis yang juga dikenal melalui kontribusinya dalam sejarah Pramuka dan Paskibraka di Indonesia.
2. Kapan lagu “Hari Merdeka” diciptakan?
Berdasarkan kisah dalam buku 100 Konser Musik Indonesia karya Anas Syahrul Alimi, lagu “Hari Merdeka” lahir pada 1946 dalam suasana Perang Revolusi di Yogyakarta. Saat itu, Husein Mutahar mendapat tugas dari Presiden Soekarno untuk membuat sebuah aubade.
3. Apa makna lagu “Hari Merdeka”?
Lagu “Hari Merdeka” mengungkapkan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia yang diraih melalui perjuangan. Liriknya juga menyampaikan pesan tentang kesetiaan dan tekad untuk mempertahankan kemerdekaan serta menjaga Indonesia.
4. Mengapa lagu “Hari Merdeka” sering dinyanyikan saat 17 Agustus?
Lagu ini memiliki lirik yang secara langsung menggambarkan 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaan Indonesia. Nuansa patriotik dan pesan untuk mempertahankan negara membuatnya sesuai dinyanyikan dalam upacara dan berbagai perayaan HUT RI.
5. Apa peran Husein Mutahar selain sebagai pencipta lagu?
Husein Mutahar tidak hanya dikenal sebagai komponis, tetapi juga memiliki kontribusi dalam Gerakan Pramuka dan Paskibraka. Ia juga dikenang karena perannya dalam menyelamatkan Bendera Pusaka Merah Putih ketika Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda pada Agresi Militer II tahun 1948.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

10 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325540/original/013229900_1786873649-679c5945-ef85-4413-b0e2-a692a7691f56.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325532/original/071771800_1786872951-ef9ba71b-502b-457f-96aa-8768b96931b5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325523/original/053062700_1786872607-Screenshot_2026-08-16_162509.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9325602/original/066554100_1786881672-1001142505.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325510/original/068731700_1786871487-Screenshot_2026-08-16_160317.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325419/original/025316700_1786863052-HAEL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325591/original/023711600_1786880463-45a0d8ab-e81d-4c98-be82-514f31ae844c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325509/original/085737700_1786871422-660bcfe0-bad4-471b-a987-338a5d37a30f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325466/original/000139400_1786868600-Screenshot_2026-08-16_151418.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325099/original/066424100_1786805330-1000130245.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325412/original/000722300_1786863025-Untitled8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325454/original/032338700_1786867457-Gemini_Generated_Image_tm999itm999itm99.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325390/original/011315700_1786862611-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325437/original/003286900_1786864868-plantasyfarms__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513784/original/008941800_1772068974-bernardo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325498/original/058302500_1786871112-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325361/original/087314500_1786859760-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325429/original/048655500_1786864669-Screenshot_2026-08-16_141014.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5318121/original/001265800_1755424797-WhatsApp_Image_2025-08-17_at_13.20.59_dea7c4b9.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5390115/original/042078200_1761229243-20251023AA_Official_Training_Persija_Jakarta-04.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4863025/original/074446600_1718303638-3_083A3037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559133/original/096420800_1776519532-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_13.03.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559467/original/050185700_1776576647-WhatsApp_Image_2026-04-19_at_12.29.37__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557733/original/014515900_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560818/original/099181300_1776690154-hengga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5438385/original/064675900_1765286327-Sumardji.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559109/original/040784700_1776516752-IMG_1144.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391428/original/082726400_1761316877-bali_united.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559070/original/054982500_1776508851-bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559037/original/092115300_1776505141-20260418IQ_Latihan_Timnas_Vietnam-2.jpg)
