Tips agar Kue Basah Tahan Lama dan Tetap Enak, Tak Perlu Pengawet Makanan

13 hours ago 5

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Liputan6.com, Jakarta - Menikmati kue basah yang lembut dan manis memang selalu menyenangkan, tapi sayangnya kue basah cepat basi karena kadar airnya tinggi. Banyak orang berpikir pengawet adalah satu-satunya cara agar kue tahan lama, padahal ada trik sederhana yang bisa membuat kue basah tetap enak dan fresh tanpa harus menambahkan bahan kimia. 

Dengan cara penyimpanan dan pengemasan yang tepat, Anda bisa tetap menikmati kue favorit kapan saja tanpa khawatir rasanya berubah. Fransiska Riana Veni Hastari (36), pemilik usaha katering Resep Mamakid di Yogyakarta, membagikan pengalamannya untuk memberi perspektif yang lebih nyata.

"Waktu itu saya setelah melahirkan, diminta suami untuk menjadi ibu rumah tangga. Disela-sela waktu, saya kerap kali mencari resep-resep di media sosial. Nah kemudian tahun 2020, saya mendapat kesempatan menjadi salah satu peserta pelatihan cake and pastry dari Balai Kota Yogyakarta. Di situ kemampuan saya membuat kue semakin diasah," jelasnya dalam wawancara daring bersama Liputan6.com pada Jumat (6/2/2026).

Dari pengalamannya mengelola usaha sejak Mei 2019, wanita yang akrab disapa Veni ini membagikan tips praktis mulai dari teknik penyimpanan hingga cara mengemas kue basah agar tetap segar lebih lama. Insight ini akan membantu Anda, baik yang membuat kue di rumah maupun untuk usaha agar bisa menghadirkan kue basah yang lezat dan tahan lama tanpa pengawet. Yuk, simak selengkapnya.

1. Produksi Kue Secara Fresh di Hari Pemesanan

Untuk menjaga kesegaran kue basah, salah satu prinsip utama adalah memproduksinya sesuai kebutuhan. Kue basah cenderung memiliki daya tahan terbatas, sehingga hal ini menjadi tantangan paling besar bagi siapa pun yang hendak membuatnya. 

"Ketahanan kue basah itu biasanya paling lama 24 jam. Jadi, harus diproduksi secara fresh di hari-h pemesanan. Nah, kalau dalam 1 box pemesan menghendaki beberapa item kue basah dan jumlahnya banyak, ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk bisa memanjemen waktu produksi dengan baik supaya bisa selesai tepat waktu," jelas Veni.

Produksi yang dilakukan terlalu jauh hari bisa membuat tekstur dan rasanya menurun. Hal ini terutama berlaku untuk kue yang berisi bahan sensitif seperti santan, susu, atau isian sayuran, yang cepat berubah jika disimpan terlalu lama. Dengan memproduksi kue tepat hari pemesanan, kualitas rasa dan kelembapan kue tetap optimal saat sampai di tangan konsumen.

Selain itu, memproduksi kue secara fresh memungkinkan manajemen stok yang lebih efisien. Penjual bisa menyesuaikan jumlah produksi sesuai permintaan dan jenis kue yang dikehendaki, sehingga mengurangi risiko sisa kue yang terbuang. Strategi ini juga membantu menjaga reputasi bisnis, karena konsumen akan selalu menerima kue dalam kondisi baru, lembut, dan nikmat, tanpa harus menggunakan bahan pengawet tambahan.

2. Dinginkan Kue Sebelum Dikemas

Tips penting berikutnya adalah memastikan kue sudah benar-benar dingin sebelum dikemas. Mengemas kue dalam keadaan hangat atau panas bisa menimbulkan uap yang terperangkap di dalam kemasan, sehingga kelembapan berlebih membuat kue cepat lembek dan basi.

"Berdasarkan pengalaman kami, yang menyebabkan kue cepat rusak itu salah satunya adalah mengemas kue ketika masih hangat atau panas. Nah, uap panas yang ada di dalam kue tersebut bisa terjebak di dalam kemasan sehingga menyebabkan uap air dan menyebabkan kue cepat rusak," ujar Veni.

Proses pendinginan ini harus dilakukan di suhu ruang yang bersih, dan sebaiknya menggunakan rak atau wadah yang memungkinkan sirkulasi udara agar kue tidak lembap. Dinginnya kue sebelum pengemasan juga menjaga stabilitas tekstur, sehingga kue tetap empuk dan tidak mudah hancur ketika dikirim atau dipindahkan.

3. Gunakan Wadah Kedap Udara

Menyimpan kue dalam wadah kedap udara merupakan tips penting untuk memperpanjang kesegaran. Wadah yang rapat mencegah udara luar masuk, sehingga kelembapan dan aroma kue tetap terjaga. Ini juga meminimalkan risiko kue terkena kontaminan seperti debu dan hewan lalat atau semut.

"Untuk menyimpan kue basah agar tetap segar lebih lama tanpa pengawet, ada beberapa cara khusus. Pertama, pastikan kue basah bersinggungan seminim mungkin dari kontaminan seperti hewan semut, lalat, dan sentuhan tangan secara langsung. Usahakan selalu menggunakan sarung tangan ketika menyentuh kue tersebut. Kemudian yang kedua, simpan di dalam wadah kedap udara saat kue sudah dingin (jika belum akan langsung dikemas)," ungkapnya.

Veni menambahkan bahwa menjaga rasa dan tekstur kue dalam pengemasan perlu dilakukan dengan mengemasnya secara rapat, serta untuk kue yang dibungkus daun harus dipastikan daunnya tidak sobek agar kue tidak terpapar udara luar.

Penggunaan wadah kedap udara tidak hanya bermanfaat untuk penyimpanan di suhu ruang, tetapi juga saat menyimpan kue di lemari pendingin. Kelembapan di dalam kulkas yang terlalu tinggi bisa membuat kue basah cepat rusak jika tidak tertutup rapat. Dengan wadah yang sesuai, tekstur kue tetap lembut dan rasa tetap segar, sehingga konsumen bisa menikmatinya lebih lama. Sementara untuk kue yang dibungkus daun, pastikan daun tetap utuh dan menutupi kue sepenuhnya agar udara tidak langsung menyentuh permukaan kue.

4. Ketahui Daya Tahan Masing-masing Kue dengan Baik

Tidak semua kue basah memiliki daya tahan yang sama. Kue berbahan santan atau susu, misalnya, cenderung lebih cepat rusak dibanding kue non-santan/non-susu. Oleh karena itu, sebaiknya pisahkan kue berdasarkan bahan utamanya saat disimpan. Kue sensitif bisa diberikan perlakuan khusus seperti pendinginan lebih cepat atau pemanasan ulang sebelum dikonsumsi.

Veni menjelaskan bahwa kue basah non-susu dan non-santan umumnya dapat bertahan hingga 24 jam di suhu ruang dan 48 jam di kulkas, sedangkan kue yang mengandung santan dan susu hanya bertahan sekitar 12 jam di suhu ruang dan 24 jam di kulkas.

Sementara itu, kue yang mengandung susu tetapi dipanggang, seperti cake, masih bisa bertahan 24 jam di suhu ruang dan 48 jam di kulkas.

"Untuk kue-kue yang memungkinkan dipanasi kembali dengan cara dikukus seperti arem-arem maupun lemper, itu kita bisa lakukan pengukusan ulang sebelum dikirim ke customer. Sehingga daya tahan kue tersebut bisa lebih lama lagi," imbuhnya.

Selain itu, memisahkan kue juga membantu mencegah kontaminasi silang antar jenis kue. Misalnya, kue yang sudah matang dan kering tidak tersentuh uap atau sisa bahan dari kue santan yang lebih mudah rusak. Strategi ini penting untuk menjaga kualitas kue secara keseluruhan dan membuat penyimpanan lebih rapi serta higienis.

5. Pemanasan Ulang untuk Kue yang Bisa Dibekukan

Beberapa jenis kue basah memiliki keuntungan bisa disimpan ke dalam freezer dan dipanaskan kembali dengan cara dikukus. Teknik ini membantu mengembalikan kelembutan dan aroma kue setelah dibekukan. Pemanasan ulang tidak hanya menjaga tekstur, tetapi juga memberikan pengalaman makan yang lebih mirip saat kue baru dibuat.

"Untuk beberapa jenis kue bisa dimasukkan ke freezer. Salah satunya adalah arem-arem, lemper, atau kue ku (bisa juga disebut kue thok). Itu bisa dimasukkan ke freezer. Nah ketika akan menyantapnya bisa dikukus ulang sampai teksturnya empuk kembali," Veni menjelaskan.

Trik ini sangat berguna bagi penjual katering maupun rumah tangga yang ingin menyiapkan kue lebih awal. Dengan menyimpan kue di freezer dan mengukusnya sebelum disajikan, kue tetap awet, empuk, dan nikmat tanpa perlu bahan pengawet kimia.

6. Praktik Higienis saat Menyentuh dan Menyajikan Kue

Salah satu faktor yang sering memengaruhi daya tahan kue adalah higienitas saat menangani kue. Pastikan selalu menggunakan sarung tangan bersih ketika menyentuh kue dan hindari kontak langsung dengan kulit tangan. Kontaminasi dari tangan atau permukaan yang tidak bersih dapat mempercepat pertumbuhan bakteri atau jamur pada kue, sehingga kue lebih cepat rusak.

"Apabila akan dikemas, pastikan juga kue tidak tersentuh tangan secara langsung. Selalu gunakan sarung tangan ketika akan menyentuh kue," ujar wanita berusia 36 tahun ini.

Selain itu, menjaga kebersihan area produksi dan penyimpanan kue juga sangat penting. Lap permukaan, alat, dan wadah secara rutin untuk mencegah kotoran menempel. Dengan menjaga praktik higienis yang konsisten, kue basah tidak hanya lebih awet tetapi juga lebih aman dikonsumsi, sehingga kualitas rasa, aroma, dan teksturnya tetap optimal.

7. Perlakuan Khusus untuk Kue Berbahan Santan atau Susu

Meskipun secara umum kue basah tidak memerlukan penyimpanan khusus berdasarkan bahan, kue yang menggunakan santan atau susu membutuhkan perhatian ekstra saat proses produksi. Veni membagikan salah satu triknya, yakni dengan merebus santan terlebih dahulu sebelum dicampur ke adonan, sehingga daya tahan kue bisa lebih lama.

Ia memaparkan bahwa kue berbahan santan mendapatkan perlakuan khusus dalam proses produksi, seperti merebus santan terlebih dahulu sebelum digunakan dan mengukus kelapa parut pada kue tertentu, seperti putu ayu, agar daya tahannya lebih lama.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kue berbahan santan maupun yang mengandung susu selalu dianjurkan untuk dikonsumsi tidak lebih dari 12 jam setelah diterima oleh pelanggan.

Dengan perlakuan dan informasi yang tepat, kue berbahan sensitif ini tetap bisa dinikmati dengan aman tanpa menggunakan bahan pengawet, sambil menjaga kualitas dan kesegarannya.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Berapa lama kue basah bisa bertahan tanpa pengawet?

Kue basah non-santan dan non-susu umumnya bertahan hingga 24 jam di suhu ruang dan 48 jam di kulkas. Sementara kue berbahan santan atau susu sebaiknya dikonsumsi dalam 12 jam di suhu ruang dan 24 jam di kulkas.

2. Apakah kue basah boleh langsung dikemas setelah matang?

Tidak disarankan. Kue basah sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sebelum dikemas agar uap panas tidak terperangkap dan menyebabkan kue cepat rusak.

3. Apakah ada bahan alami yang bisa membuat kue basah lebih awet?

Tidak ada bahan alami khusus yang terbukti dapat memperpanjang daya tahan kue basah secara signifikan. Ketahanan kue lebih dipengaruhi oleh proses produksi, penyimpanan, dan kebersihan.

4. Bolehkah kue basah disimpan di freezer?

Boleh, untuk jenis kue tertentu seperti lemper, arem-arem, dan kue ku. Kue bisa dikukus ulang sebelum disajikan agar teksturnya kembali empuk.

5. Mengapa kue basah berbahan santan lebih cepat rusak?

Karena santan dan susu merupakan bahan yang sensitif dan mudah basi, sehingga kue jenis ini memerlukan perlakuan khusus saat produksi dan sebaiknya dikonsumsi lebih cepat.

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|