Liputan6.com, Jakarta - Tren bercocok tanam modern semakin diminati masyarakat perkotaan. Lahan sempit bukan lagi hambatan, untuk menghasilkan panen segar setiap hari. Sistem hidroponik, rak vertikal, maupun instalasi pipa menjadi solusi praktis di rumah minimalis. Supaya hasil tetap optimal, pemilik perlu memahami cara merawat kebun sayur tanpa tanah agar tidak busuk sejak tahap awal penanaman.
Budidaya sayuran berbasis air menuntut perhatian khusus pada kualitas nutrisi, suhu dan sirkulasi udara. Kesalahan kecil dapat memicu akar menghitam, daun layu, atau pertumbuhan terhambat. Perawatan teratur mampu menjaga tanaman tetap sehat hingga masa panen tiba. Oleh sebab itu, pemahaman tentang cara merawat kebun sayur tanpa tanah agar tidak busuk menjadi fondasi penting sebelum memulai instalasi.
Lingkungan tanam berbasis air juga memiliki karakter berbeda dibanding media tanah konvensional. Air tergenang, kadar oksigen rendah, atau paparan panas berlebihan sering menjadi pemicu pembusukan. Pencegahan lebih efektif, dibanding penanganan setelah kerusakan terjadi. Itulah alasan mengapa cara merawat kebun sayur tanpa tanah agar tidak busuk perlu dipelajari secara menyeluruh.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (21/2/2026).
1. Pastikan Sirkulasi Air Lancar
Sirkulasi air memegang peranan yang sangat krusial dalam sistem budidaya hidroponik maupun metode tanam tanpa tanah lainnya, sebab pergerakan larutan nutrisi yang stabil akan memastikan akar tanaman memperoleh suplai oksigen terlarut dalam jumlah memadai sekaligus mencegah terjadinya genangan yang berpotensi menimbulkan pembusukan.
Oleh karena itu, penggunaan pompa air berukuran kecil sangat dianjurkan agar larutan nutrisi dapat terus bergerak secara konsisten di dalam instalasi. Aliran air yang dinamis bukan hanya menjaga distribusi unsur hara tetap merata, tetapi juga menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab busuk akar.
Apabila menggunakan sistem rendam sederhana atau metode statis tanpa aliran aktif, pastikan bagian akar tidak sepenuhnya terendam dalam larutan nutrisi sepanjang waktu. Sisakan ruang udara di antara permukaan air dan pangkal batang supaya akar tetap memperoleh oksigen alami dan dapat “bernapas” secara optimal, sehingga risiko pembusukan dapat ditekan secara signifikan.
2. Jaga Kadar Nutrisi Tetap Stabil
Larutan nutrisi yang terlalu pekat dapat menyebabkan stres pada akar, merusak jaringan halusnya, lalu memicu timbulnya gejala pembusukan yang sulit dikendalikan. Konsentrasi unsur hara yang tidak sesuai kebutuhan tanaman akan mengganggu proses penyerapan nutrisi, sehingga pertumbuhan menjadi terhambat. Untuk memastikan kadar nutrisi berada pada tingkat ideal, gunakan alat TDS meter guna mengukur tingkat kepekatan larutan secara akurat sesuai dengan jenis sayuran yang dibudidayakan.
Sebagai panduan umum:
- Selada: 560–840 ppm
- Kangkung: 1050–1400 ppm
- Pakcoy: 1050–1400 ppm
Selain menjaga konsentrasi tetap stabil, penggantian larutan nutrisi secara rutin setiap 1–2 minggu sangat penting dilakukan agar kualitas air tetap terjaga, endapan tidak menumpuk, dan keseimbangan unsur hara tetap optimal untuk mendukung pertumbuhan tanaman secara maksimal.
3. Kontrol pH Air
Tingkat keasaman atau pH air menjadi faktor penting dalam sistem kebun sayur tanpa tanah. Sebagian besar tanaman hidroponik tumbuh optimal pada kisaran pH 5,5–6,5. Apabila pH terlalu tinggi atau terlalu rendah, proses penyerapan nutrisi akan terganggu, sehingga akar kehilangan kemampuan menyerap unsur penting seperti nitrogen, kalium, dan fosfor. Kondisi tersebut dapat memicu perubahan warna daun, pertumbuhan lambat, hingga pembusukan akar.
Untuk menjaga kestabilan pH, gunakan pH meter digital atau kertas lakmus sebagai alat pengecekan rutin minimal dua kali dalam seminggu. Penyesuaian dapat dilakukan menggunakan larutan penurun atau penambah pH sesuai kebutuhan agar keseimbangan tetap terjaga.
4. Perhatikan Suhu Air
Suhu air yang terlalu tinggi dapat mempercepat perkembangan bakteri dan jamur penyebab busuk akar, sehingga pengendalian suhu menjadi langkah preventif yang tidak boleh diabaikan. Suhu ideal bagi kebanyakan sayuran hidroponik berada di rentang 20–28°C. Pada kisaran tersebut, akar dapat berfungsi optimal tanpa mengalami stres akibat panas berlebihan.
Tempatkan instalasi tanam di area teduh agar tidak terpapar sinar matahari langsung dalam waktu lama. Apabila diperlukan, gunakan penutup atau pelindung untuk menjaga kestabilan suhu air sehingga kualitas larutan nutrisi tetap terjaga sepanjang hari.
5. Bersihkan Wadah Secara Berkala
Kebersihan instalasi merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam merawat kebun sayur tanpa tanah agar tidak busuk. Lumut, sisa nutrisi, serta endapan mineral yang menempel pada wadah dan pipa dapat menjadi tempat berkembangnya jamur serta bakteri patogen. Jika tidak dibersihkan secara rutin, kondisi tersebut dapat memicu infeksi pada akar dan mempercepat pembusukan.
Setiap selesai panen, bersihkan seluruh wadah, pipa, serta netpot menggunakan air bersih. Apabila diperlukan, gunakan larutan disinfektan ringan untuk memastikan tidak ada mikroorganisme tersisa, kemudian bilas hingga benar-benar bersih sebelum digunakan kembali.
Pemilihan media tanam sangat memengaruhi kesehatan akar. Media seperti rockwool, arang sekam, cocopeat, atau hidroton sebaiknya memiliki daya serap air yang baik tanpa menyebabkan kondisi terlalu padat atau terlalu basah. Struktur media harus mampu menjaga keseimbangan antara kelembapan dan sirkulasi udara agar akar tetap sehat.
Media yang terlalu lembap tanpa adanya aliran udara memadai dapat menyebabkan bagian bawah batang mengalami pembusukan. Oleh sebab itu, penting memastikan media tidak jenuh air secara berlebihan.
7. Hindari Kepadatan Tanaman Berlebihan
Menanam sayuran dalam jarak terlalu rapat akan menghambat sirkulasi udara di sekitar tanaman dan meningkatkan kelembapan lingkungan. Kondisi tersebut menjadi faktor pendukung berkembangnya jamur serta memicu pembusukan daun maupun batang.
Berikan jarak tanam yang cukup agar setiap tanaman memperoleh pencahayaan dan aliran udara secara merata, sehingga pertumbuhan berlangsung optimal tanpa risiko infeksi akibat kelembapan tinggi.
8. Perhatikan Pencahayaan
Cahaya merupakan elemen utama dalam proses fotosintesis. Tanaman yang kekurangan cahaya cenderung tumbuh lemah, batang memanjang tidak kokoh, dan lebih rentan terhadap serangan penyakit. Kondisi ini dapat memperburuk risiko pembusukan, terutama pada sistem tanpa tanah yang sangat bergantung pada keseimbangan lingkungan.
Jika kebun ditempatkan di dalam ruangan, gunakan lampu grow light selama 10–14 jam per hari guna memastikan kebutuhan cahaya terpenuhi secara konsisten.
9. Gunakan Larutan Anti Jamur Alami
Sebagai langkah pencegahan tambahan, dapat digunakan larutan alami untuk membantu menghambat pertumbuhan jamur penyebab busuk akar. Beberapa pilihan yang umum digunakan antara lain:
- Air rebusan bawang putih
- Larutan kayu manis
- Ekstrak neem oil
Gunakan dalam dosis ringan dan terkontrol agar tidak mengganggu keseimbangan nutrisi dalam larutan hidroponik.
10. Segera Buang Tanaman yang Terinfeksi
Apabila terdapat tanaman yang menunjukkan gejala busuk akar seperti perubahan warna menjadi cokelat, tekstur berlendir, atau muncul bau tidak sedap dari sistem, segera pisahkan tanaman tersebut dari instalasi utama.
Tindakan cepat ini sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi ke tanaman lain dan menjaga keseluruhan sistem tetap sehat, sehingga kebun sayur tanpa tanah dapat terus berproduksi secara optimal tanpa mengalami kerugian besar.
Penyebab Utama Busuk Akar pada Sistem Hidroponik
Busuk akar merupakan masalah umum dalam budidaya sayuran tanpa tanah, di mana menghambat pertumbuhan dan menyebabkan kematian tanaman. Pemahaman tentang faktor-faktor pemicunya sangat penting untuk pencegahan yang efektif. Salah satu penyebab utama busuk akar adalah kekurangan oksigen di zona akar tanaman. Kondisi ini sering terjadi pada sistem hidroponik seperti deep water culture (DWC) atau nutrient film technique (NFT) jika sirkulasi air tidak optimal.
Selain itu, suhu larutan nutrisi yang terlalu tinggi, khususnya di atas 24-25°C, dapat mengurangi kadar oksigen terlarut dalam air, membuat akar lebih rentan terhadap serangan patogen. Peralatan berkebun yang tidak steril, air yang tidak difilter, serta adanya sisa akar atau daun mati di media tanam juga bisa menjadi tempat berkembang biak bakteri dan jamur penyebab busuk akar.
Kelebihan nutrisi atau ketidakseimbangan pH larutan juga berkontribusi pada masalah ini. Tingkat nutrisi yang berlebihan dapat membuat media tanam terlalu asam dan mengurangi oksigen pada akar, sementara pH yang tidak seimbang (di luar kisaran ideal 5.5-6.5) menghambat penyerapan nutrisi dan menyebabkan stres pada tanaman.
Mendeteksi gejala busuk akar pada tahap awal sangat krusial untuk penanganan yang efektif dan menyelamatkan tanaman hidroponik Anda. Akar yang sehat umumnya berwarna putih atau kecoklatan muda dan memiliki tekstur yang kuat. Namun, jika tanaman terinfeksi busuk akar, Anda akan melihat perubahan warna pada akar menjadi coklat gelap atau bahkan hitam. Dalam kasus yang parah, infeksi busuk akar dapat merusak seluruh sistem akar, mengganggu kemampuan tanaman untuk menyerap air dan nutrisi esensial.
FAQ Seputar Topik
Apa penyebab utama busuk akar pada kebun sayur tanpa tanah (hidroponik)?
Penyebab utama busuk akar pada hidroponik meliputi kekurangan oksigen di zona akar, suhu larutan nutrisi yang terlalu tinggi, peralatan tidak steril, kelebihan nutrisi atau ketidakseimbangan pH, dan paparan cahaya ke reservoir nutrisi.
Bagaimana cara mendeteksi gejala busuk akar pada tanaman hidroponik?
Gejala busuk akar dapat dideteksi dari perubahan warna akar menjadi coklat atau hitam, tekstur akar yang rapuh, pertumbuhan tanaman terhambat, daun menguning, layu, atau kerdil, hingga kematian tanaman dalam kasus parah.
Bagaimana cara mengoptimalkan oksigenasi dan suhu larutan nutrisi untuk mencegah busuk akar?
Optimalkan oksigenasi dengan menggunakan aerator atau pompa udara untuk mencapai kadar oksigen terlarut di atas 6 ppm. Jaga suhu larutan nutrisi pada kisaran 20-25°C menggunakan pendingin air, pelapis tandon reflektif, atau penambahan es batu secara berkala.
Seberapa sering larutan nutrisi harus diganti dalam sistem hidroponik?
Disarankan mengganti larutan nutrisi setiap 1-2 hari sekali untuk sistem fertigasi, atau minimal empat hari sekali untuk sistem lain, guna menjaga kualitas dan mencegah penumpukan zat yang tidak diinginkan.
Apa yang harus dilakukan jika tanaman sudah terinfeksi busuk akar?
Segera pisahkan tanaman terinfeksi. Bersihkan akar yang busuk dengan gunting steril, lalu rendam akar dalam larutan hidrogen peroksida (H2O2) dengan dosis yang tepat sebelum menanamnya kembali di media dan larutan nutrisi yang baru. Penambahan bakteri menguntungkan juga dapat membantu.

11 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509367/original/040015400_1771685044-pedro.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509369/original/061335500_1771685618-Persijap_Vs_Persebaya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342825/original/008334200_1757400995-bojan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508423/original/019607100_1771575016-desain_pagar_rumah_minimalis__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394190/original/001042600_1761627726-Teras_dengan_Kanopi_Baja_Ringan_yang_Kokoh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509056/original/040576700_1771652524-kandang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509126/original/013793000_1771657553-model_pagar_rumah_kecil__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462220/original/066213100_1767516013-Perawatan_Harian_dan_Strategi_Panen_Optimal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509141/original/086480800_1771658682-kandang_ayam_anti_bau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508859/original/050287900_1771627079-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481742/original/079724400_1769144759-ternak_ayam_dan_lele.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509138/original/021957500_1771658323-unnamed__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5211003/original/020266100_1746522606-pexels-jimbear-12895278.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5504491/original/023641700_1771238830-1000095219.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509119/original/046255000_1771657459-rapikan_rumah1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509093/original/015092700_1771656107-kandang_burung1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509183/original/062730300_1771660914-20260220AA_Jean_Mota-2.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)