Liputan6.com, Jakarta - Pilihan lantai kasar untuk teras rumah minimalis mulai banyak dicari seiring perubahan fungsi teras yang kini tidak hanya digunakan sebagai area depan rumah. Banyak pemilik hunian memanfaatkan teras sebagai tempat menerima tamu, duduk santai, hingga ruang berkumpul keluarga pada pagi atau sore hari. Kondisi ini membuat pemilihan lantai ikut diperhatikan karena berkaitan dengan kenyamanan, keamanan, dan tampilan rumah secara keseluruhan.
Penggunaan lantai bertekstur kasar semakin diminati pada rumah minimalis karena dianggap lebih aman saat terkena air dan tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Selain membantu mengurangi risiko licin, jenis lantai ini juga dinilai cocok dengan konsep rumah masa kini yang mengutamakan fungsi dan ketahanan material untuk penggunaan jangka panjang.
Model lantai kasar untuk teras kini tersedia dalam banyak pilihan, mulai dari batu alam, keramik motif semen, hingga permukaan berpola doff dengan tekstur tertentu. Setiap jenis memiliki karakter dan fungsi berbeda yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah. Sebagai gambaran, berikut Liputan6 hadirkan 10 pilihan lantai kasar untuk teras rumah minimalis yang banyak digunakan pada 2026, dirangkum, Selasa (12/5).
1. Lantai Batu Andesit Bakar
Batu andesit bakar masih menjadi pilihan utama untuk teras rumah minimalis pada 2026 karena permukaannya tidak licin saat terkena air hujan. Material ini juga mudah dipadukan dengan berbagai bentuk rumah, mulai dari rumah satu lantai hingga hunian dengan konsep terbuka. Warna batu yang cenderung netral membuat area depan rumah terlihat lebih menyatu dengan taman atau halaman.
Penggunaan batu andesit bakar cocok untuk rumah yang sering terkena panas dan hujan secara langsung. Permukaan batu tetap nyaman dipakai untuk berjalan tanpa membuat area teras terasa terlalu licin. Selain itu, material ini tidak memerlukan banyak lapisan tambahan sehingga pemasangannya lebih sederhana dibanding beberapa jenis lantai lain.
Agar tampilannya tetap rapi, gunakan ukuran batu yang seragam supaya pola lantai terlihat lebih teratur. Bersihkan permukaan batu secara berkala agar debu dan lumut tidak menumpuk pada sela-sela lantai. Pemilik rumah juga dapat menambahkan lampu teras berwarna hangat untuk membantu menampilkan pola batu saat malam hari.
2. Keramik Motif Semen
Keramik motif semen mulai banyak dipakai karena memberi tampilan sederhana yang sesuai dengan konsep rumah minimalis. Motif ini cocok untuk pemilik rumah yang ingin menghadirkan nuansa modern tanpa memakai warna mencolok. Selain mudah ditemukan di pasaran, pilihan ukuran dan motifnya juga semakin beragam pada 2026.
Permukaan keramik motif semen biasanya dibuat sedikit kasar sehingga lebih aman digunakan pada area luar rumah. Material ini juga mudah dibersihkan ketika terkena debu atau cipratan air hujan. Banyak pemilik rumah memilih model ini karena tampilannya tetap sesuai digunakan pada rumah kecil maupun rumah dengan halaman luas.
Saat memilih keramik motif semen, pastikan permukaannya memang dirancang untuk area luar ruangan. Hindari memilih keramik yang terlalu halus karena mudah licin saat hujan turun. Gunakan nat dengan warna yang mendekati warna keramik agar tampilan teras terlihat lebih menyatu dan tidak memunculkan garis yang terlalu mencolok.
3. Batu Sikat untuk Teras Minimalis
Batu sikat kembali banyak digunakan karena mampu memberi tekstur pada area teras tanpa membuat tampilannya terasa penuh. Material ini dibuat dari campuran semen dan batu kecil yang disusun pada permukaan lantai. Pola batu dapat disesuaikan dengan ukuran teras sehingga tampilannya terlihat lebih teratur.
Salah satu alasan batu sikat cocok dipakai pada rumah minimalis adalah karena permukaannya mampu membantu mengurangi licin saat hujan. Selain itu, batu sikat juga cukup tahan digunakan untuk area yang sering dilalui kendaraan atau aktivitas harian. Pilihan warna batu yang beragam membuat pemilik rumah lebih mudah menyesuaikannya dengan warna dinding rumah.
Agar hasil pemasangan terlihat rapi, gunakan pola sederhana dan hindari terlalu banyak campuran warna batu. Bersihkan sela batu secara rutin agar kotoran tidak menumpuk dan mengubah warna permukaan lantai. Jika diperlukan, tambahkan lapisan pelindung agar batu tidak mudah lepas setelah dipakai dalam waktu lama.
4. Keramik Tekstur Batu Alam
Keramik tekstur batu alam menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang ingin menghadirkan tampilan alami tanpa memakai batu asli. Model ini banyak dipakai karena pemasangannya lebih cepat dan pilihan motifnya semakin berkembang pada 2026. Tampilan permukaannya dibuat menyerupai batu sehingga tetap memberi kesan menyatu dengan area luar rumah.
Permukaan keramik jenis ini umumnya memiliki tekstur yang membantu mengurangi licin saat terkena air. Selain mudah dibersihkan, keramik tekstur batu alam juga tidak memerlukan perawatan khusus seperti beberapa jenis batu asli. Hal ini membuat banyak pemilik rumah memilihnya untuk area teras dengan aktivitas harian yang cukup sering.
Gunakan ukuran keramik yang sesuai dengan luas teras agar pola lantai tidak terlihat terlalu padat. Pilih warna yang mendekati warna pagar atau dinding rumah supaya tampilan depan rumah terlihat lebih selaras. Untuk menjaga kebersihan, cukup bersihkan permukaan keramik menggunakan air dan sikat lembut secara berkala.
5. Lantai Teraso Kasar
Lantai teraso mulai kembali digunakan pada rumah minimalis karena pola permukaannya memberi tampilan yang berbeda tanpa terlihat berlebihan. Material ini dibuat dari campuran pecahan batu dan semen yang menghasilkan pola acak pada lantai. Pada 2026, model teraso kasar banyak dipakai untuk area teras dengan konsep rumah terbuka.
Permukaan lantai teraso kasar membantu mengurangi licin ketika terkena air hujan. Selain itu, pola permukaannya juga membantu menyamarkan debu sehingga area teras tidak cepat terlihat kotor. Banyak pemilik rumah memilih model ini karena tampilannya tetap sesuai dipadukan dengan tanaman dan furnitur sederhana di area depan rumah.
Agar lantai teraso tetap nyaman dipakai, pilih ukuran pecahan batu yang tidak terlalu besar. Hindari penggunaan terlalu banyak warna agar tampilan teras tetap terasa ringan dipandang. Bersihkan lantai secara rutin menggunakan air supaya permukaannya tidak berubah warna akibat debu yang menempel terlalu lama.
6. Batu Paras dengan Permukaan Kasar
Batu paras menjadi pilihan untuk teras rumah minimalis karena tampilannya mudah menyatu dengan konsep rumah masa kini. Warna material ini cenderung netral sehingga cocok dipadukan dengan pagar besi, kayu, atau tanaman hias di area depan rumah. Pada 2026, penggunaan batu paras mulai banyak dipakai pada rumah dengan konsep sederhana.
Permukaan batu paras yang dibuat kasar membantu menjaga area teras tetap aman saat hujan turun. Material ini juga cukup nyaman dipakai pada area duduk santai karena tidak membuat permukaan lantai terasa licin. Selain itu, pola alami pada batu membuat area depan rumah terlihat lebih hidup tanpa tambahan dekorasi berlebihan.
Gunakan batu paras dengan ukuran yang seragam agar pemasangan terlihat lebih rapi. Pastikan saluran air di sekitar teras berjalan lancar supaya permukaan batu tidak mudah ditumbuhi lumut. Untuk menjaga tampilannya, bersihkan lantai secara rutin menggunakan air dan sikat dengan permukaan halus.
7. Keramik Motif Kayu Bertekstur
Keramik motif kayu bertekstur mulai banyak digunakan pada teras rumah minimalis karena memberi tampilan hangat tanpa memakai kayu asli. Motif ini cocok untuk pemilik rumah yang ingin menghadirkan suasana santai pada area depan rumah. Selain itu, pilihan warna motif kayu pada 2026 juga semakin beragam.
Permukaan keramik dibuat sedikit kasar sehingga tetap aman dipakai pada area luar rumah. Material ini juga lebih mudah dirawat dibanding kayu karena tidak memerlukan pelapis tambahan secara berkala. Banyak pemilik rumah memilih model ini karena tampilannya tetap sesuai dipadukan dengan kursi teras atau tanaman kecil.
Agar hasil pemasangan terlihat lebih rapi, gunakan pola memanjang mengikuti arah teras. Hindari memilih warna yang terlalu gelap jika ukuran teras tidak terlalu besar. Bersihkan lantai secara rutin agar debu tidak menempel pada tekstur permukaan keramik dan membuat warna terlihat kusam.
8. Batu Candi untuk Area Teras
Batu candi mulai kembali dipakai pada rumah minimalis karena tampilannya mudah dipadukan dengan konsep rumah modern. Warna material ini membantu menghadirkan tampilan depan rumah yang terlihat lebih tenang dan tidak terlalu ramai. Selain digunakan pada dinding, batu candi kini juga mulai banyak dipakai sebagai lantai teras.
Permukaan batu candi yang tidak rata membantu mengurangi licin saat area teras terkena hujan. Material ini juga cukup tahan digunakan pada area dengan aktivitas harian yang cukup sering. Banyak pemilik rumah memilih batu candi karena tampilannya tetap cocok dipadukan dengan tanaman dan pencahayaan sederhana.
Gunakan ukuran batu yang tidak terlalu besar agar pemasangan terlihat lebih rapi pada teras minimalis. Pastikan area teras mendapat sinar matahari yang cukup supaya permukaan batu tidak mudah lembap. Bersihkan lantai secara berkala agar warna batu tetap terlihat merata dan tidak dipenuhi debu.
9. Lantai Ekspos Semen Kasar
Lantai ekspos semen masih menjadi tren pada 2026 karena tampilannya sesuai dengan konsep rumah minimalis masa kini. Banyak pemilik rumah memilih model ini karena proses pembuatannya lebih sederhana dan tidak memerlukan banyak tambahan material. Tampilan semen yang dibiarkan terbuka juga memberi kesan ruang yang lebih lega.
Permukaan semen kasar membantu menjaga area teras tetap aman digunakan saat hujan turun. Selain mudah dirawat, model ini juga cocok dipadukan dengan berbagai jenis furnitur teras. Penggunaan lantai ekspos semen banyak ditemukan pada rumah dengan konsep terbuka dan area depan yang menyatu dengan taman.
Agar hasil akhir terlihat rapi, pastikan permukaan semen dibuat rata saat proses pengerjaan. Gunakan lapisan pelindung agar lantai tidak mudah retak atau berubah warna akibat cuaca. Bersihkan area teras secara rutin supaya debu tidak menempel terlalu lama pada permukaan lantai.
10. Kombinasi Batu Alam dan Rumput
Kombinasi batu alam dan rumput mulai banyak digunakan pada teras rumah minimalis karena memberi tampilan yang lebih terbuka. Model ini cocok untuk rumah dengan area depan yang tidak terlalu luas karena membantu membuat teras terasa lebih menyatu dengan halaman. Selain itu, pola pemasangannya dapat disesuaikan dengan bentuk rumah.
Permukaan batu alam membantu area pijakan tetap nyaman digunakan setiap hari. Sementara itu, rumput di sela batu membantu mengurangi genangan air ketika hujan turun. Banyak pemilik rumah memilih konsep ini karena tampilannya tetap sederhana dan tidak memerlukan banyak tambahan dekorasi pada area depan rumah.
Gunakan jenis rumput yang mudah dirawat agar area teras tetap terlihat rapi setiap hari. Pastikan jarak antar batu dibuat seimbang supaya pijakan tetap nyaman digunakan. Bersihkan sela batu secara rutin agar rumput tidak tumbuh terlalu tinggi dan membuat area teras terlihat kurang teratur.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik Lantai Kasar untuk Teras Rumah Minimalis
Apa lantai kasar cocok untuk teras rumah minimalis?
Lantai kasar cocok digunakan pada teras rumah minimalis karena membantu mengurangi licin saat terkena air hujan dan lebih aman dipakai setiap hari.
Jenis lantai apa yang sedang tren untuk teras rumah 2026?
Beberapa jenis lantai yang sedang tren pada 2026 antara lain batu andesit, keramik motif semen, lantai ekspos semen, serta kombinasi batu alam dan rumput.
Bagaimana cara memilih lantai teras agar tidak licin?
Pilih lantai dengan tekstur permukaan yang tidak halus, gunakan material khusus area luar ruangan, dan pastikan saluran air di sekitar teras berjalan lancar.
Apakah keramik kasar mudah dibersihkan?
Keramik kasar tetap mudah dibersihkan selama dibersihkan secara rutin menggunakan air dan sikat dengan permukaan lembut.
Apa warna lantai teras yang cocok untuk rumah minimalis?
Warna netral seperti abu-abu, hitam, cokelat, dan warna semen banyak dipilih karena mudah dipadukan dengan berbagai model rumah minimalis.

6 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571197/original/066736900_1777609726-juaan_gorengan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5688254/original/018628100_1778562723-473e53a6-854c-42ff-aebe-4b122e82d459.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5683871/original/099568300_1778556456-HL_bawang_daun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4826798/original/074007600_1715244959-20240509-Misa-HER_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397281/original/048207900_1761805226-Konsep_Semi-Outdoor_dengan_Atap_Transparan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526613/original/029896100_1773127959-edible_garden_8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5684108/original/024211700_1778556866-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5690525/original/092751700_1778566158-background_kenaikan_Yesus_Kristus_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5683877/original/071095000_1778556498-unnamed__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5690518/original/089207300_1778566033-Gemini_Generated_Image_ekawogekawogekaw.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5683656/original/078355600_1778556166-a2b11bd5-3bc0-421a-8d15-63af9259e9b3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5235520/original/041747100_1748422470-9a8cd6d8-5fc4-4125-b496-6d5a2ded163d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5686293/original/068355500_1778560073-Gemini_Generated_Image_iwpkxriwpkxriwpk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5688085/original/051337500_1778562632-kristen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5685878/original/091960800_1778559546-Kebun_Depan_Rumah_dengan_Tanaman_Tumpang_Sari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5685109/original/076428900_1778558382-6390bcfa-1dd3-4a6c-b689-7a71532a8a9d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5677463/original/049164800_1778547003-girengan_wedang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559396/original/074195000_1776571534-unnamed__75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5683114/original/070638000_1778555497-Contoh_Rumah_Sederhana_untuk_Hari_Tua_dengan_Taman_Samping_yang_Menenangkan.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482632/original/065966700_1769234277-buah_bisbul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)