12 Ide Jualan Minuman Segar dan Murah Setelah Lebaran 2026, Modal Kecil Untung Besar

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Setelah Lebaran, aktivitas masyarakat kembali padat dan kebutuhan minuman praktis juga mulai meningkat, terutama di lingkungan kerja, sekolah, dan area ramai sekitar. Kondisi ini membuka peluang usaha minuman dengan modal kecil karena bisa dijalankan dengan peralatan sederhana dan bahan yang mudah didapat.

Usaha minuman ini sebenarnya cukup mudah dijalankan karena prosesnya cepat dan tidak membutuhkan banyak waktu. Selain itu, perputaran penjualan cenderung cepat karena minuman termasuk kebutuhan yang sering dibeli setiap hari. Anda tak perlu jualan tidak habis, karena bisa di jam-jam siang, banyak warga yang mencarinya untuk melepaskan dahaga.

Berikut 12 ide jualan minuman setelah Lebaran 2026 dengan modal kecil namun berpeluang untung harian tinggi, dirangkum Liputan6.com pada Selasa (7/4).

1. Es Teh Jumbo

Es teh menjadi pilihan banyak orang karena mudah dibuat dan dapat dijual dalam ukuran besar dengan proses penyajian yang cepat, sehingga penjual dapat melayani banyak pembeli dalam waktu singkat tanpa harus menyiapkan peralatan tambahan yang rumit atau bahan yang sulit didapat di sekitar tempat tinggal. Penjualan dapat dilakukan di depan rumah atau lokasi yang sering dilalui orang dengan memanfaatkan meja sederhana sebagai tempat penyajian.

Modal awal berkisar Rp300.000 hingga Rp500.000 untuk pembelian teh celup, gula, es batu, serta gelas plastik yang dapat digunakan dalam jumlah banyak selama beberapa hari penjualan, sehingga pelaku usaha tidak perlu melakukan pembelian ulang setiap hari dan dapat mengatur stok secara bertahap sesuai kebutuhan penjualan harian. Jika satu gelas dijual Rp5.000 dan dalam sehari terjual 50 gelas, maka omzet harian mencapai Rp250.000 dan modal dapat kembali dalam waktu 2 hingga 3 hari.

Pendapatan bersih dapat dihitung dengan mengurangi biaya bahan harian sekitar Rp120.000 dari omzet yang diperoleh, sehingga pelaku usaha masih memiliki sisa yang dapat digunakan sebagai keuntungan sekaligus tambahan modal untuk hari berikutnya agar usaha terus berjalan tanpa hambatan. Promosi dapat dilakukan dengan papan sederhana di depan rumah serta menambahkan pilihan rasa agar pembeli memiliki opsi lain tanpa perlu mencari ke tempat lain.

2. Es Jeruk Peras

Es jeruk peras menjadi minuman yang banyak dicari karena menggunakan bahan yang dikenal luas dan proses pembuatan yang dapat dilakukan langsung di depan pembeli sehingga menambah kepercayaan terhadap kualitas minuman yang disajikan tanpa perlu alat tambahan yang sulit digunakan. Penjual dapat memanfaatkan waktu siang hari sebagai momen utama karena kebutuhan minuman meningkat pada saat aktivitas berlangsung.

Modal berkisar Rp400.000 hingga Rp700.000 untuk membeli jeruk, gula, es batu, serta kemasan yang cukup untuk beberapa hari penjualan sehingga pelaku usaha dapat menjaga kestabilan produksi tanpa harus sering melakukan pembelian ulang dalam jumlah kecil yang dapat mengganggu waktu operasional. Jika satu gelas dijual Rp6.000 dan terjual 40 gelas per hari, maka omzet mencapai Rp240.000 dan modal dapat kembali dalam waktu sekitar 3 hari.

Pendapatan bersih diperoleh dari selisih harga jual dan biaya bahan yang berkisar Rp120.000 per hari sehingga pelaku usaha dapat menyisihkan sebagian untuk tambahan modal dan kebutuhan operasional berikutnya. Promosi dapat dilakukan dengan menunjukkan proses pembuatan secara langsung serta menawarkan paket pembelian agar pembeli tertarik membeli lebih dari satu.

3. Es Kopi Susu Gula Aren

Es kopi susu gula aren dapat dijual dalam kemasan gelas atau botol dengan target pembeli yang membutuhkan minuman saat beraktivitas, sehingga pelaku usaha dapat menjangkau pelanggan dari kalangan pekerja maupun pelajar tanpa perlu membuka tempat usaha yang besar atau menggunakan peralatan mahal. Penyajian dapat dilakukan dengan sistem cepat agar pembeli tidak menunggu terlalu lama.

Modal awal sekitar Rp500.000 hingga Rp800.000 untuk kopi, susu, gula aren, serta kemasan yang dapat digunakan untuk beberapa hari penjualan sehingga pelaku usaha dapat mengatur pengeluaran dengan lebih terencana tanpa harus membeli bahan setiap hari dalam jumlah kecil. Jika harga jual Rp8.000 per cup dan penjualan mencapai 30 cup per hari, maka omzet harian mencapai Rp240.000.

Pendapatan bersih diperoleh setelah dikurangi biaya bahan sekitar Rp130.000 sehingga pelaku usaha masih memiliki sisa yang dapat digunakan untuk kebutuhan operasional berikutnya. Promosi dapat dilakukan melalui sistem pemesanan harian serta memberikan harga khusus untuk pembelian dalam jumlah tertentu agar pembeli melakukan pembelian berulang.

4. Es Cokelat Susu

Es cokelat susu dapat dibuat dengan bahan yang mudah ditemukan dan proses yang tidak memerlukan waktu lama sehingga pelaku usaha dapat melayani pembeli dengan cepat tanpa harus menunggu lama dalam proses penyajian yang dapat mengurangi minat beli. Minuman ini dapat dijual di berbagai lokasi karena tidak memerlukan peralatan besar.

Modal awal sekitar Rp400.000 hingga Rp700.000 untuk bahan cokelat bubuk, susu, gula, serta kemasan yang dapat digunakan selama beberapa hari penjualan sehingga pelaku usaha tidak perlu melakukan pembelian ulang setiap hari dan dapat mengatur stok sesuai kebutuhan. Jika satu cup dijual Rp7.000 dan dalam sehari terjual 40 cup, maka omzet harian mencapai Rp280.000.

Pendapatan bersih diperoleh setelah dikurangi biaya bahan sekitar Rp140.000 sehingga pelaku usaha masih memiliki sisa yang dapat digunakan untuk menambah stok bahan pada hari berikutnya. Promosi dapat dilakukan dengan menambahkan variasi topping sederhana agar pembeli memiliki pilihan tambahan tanpa perlu mencari produk lain.

5. Es Buah Cup

Es buah cup dapat disiapkan dalam kemasan praktis sehingga pembeli dapat langsung mengonsumsi tanpa perlu alat tambahan, dan penjual dapat menyiapkan stok lebih awal untuk mempercepat proses penjualan saat pembeli datang secara bersamaan. Penyajian dalam cup juga memudahkan pengaturan porsi agar sesuai dengan harga jual yang ditentukan.

Modal awal berkisar Rp500.000 hingga Rp800.000 untuk pembelian buah, sirop, es batu, serta kemasan yang dapat digunakan untuk beberapa hari sehingga pelaku usaha tidak perlu melakukan pembelian setiap hari dalam jumlah kecil yang dapat mengganggu waktu operasional. Jika satu cup dijual Rp10.000 dan terjual 30 cup per hari, maka omzet mencapai Rp300.000.

Pendapatan bersih diperoleh setelah dikurangi biaya bahan sekitar Rp170.000 sehingga pelaku usaha dapat menyisihkan sebagian untuk tambahan modal dan operasional berikutnya. Promosi dapat dilakukan dengan menampilkan isi cup secara jelas agar pembeli mengetahui komposisi yang ditawarkan.

6. Es Susu Jelly

Es susu jelly menggunakan bahan yang mudah dibuat dan dapat disiapkan dalam jumlah banyak sehingga pelaku usaha dapat mempercepat proses penyajian tanpa harus membuat bahan dari awal setiap kali ada pembeli yang datang. Kombinasi ini juga memungkinkan variasi dalam penyajian tanpa menambah biaya besar.

Modal awal sekitar Rp300.000 hingga Rp600.000 untuk bahan jelly, susu, gula, serta kemasan yang dapat digunakan dalam beberapa hari sehingga pelaku usaha dapat mengatur stok dengan lebih terencana dan tidak mengalami kekurangan bahan saat penjualan berlangsung. Jika satu cup dijual Rp6.000 dan terjual 50 cup per hari, maka omzet mencapai Rp300.000.

Pendapatan bersih diperoleh setelah dikurangi biaya bahan sekitar Rp150.000 sehingga pelaku usaha masih memiliki sisa yang dapat digunakan untuk kebutuhan operasional berikutnya. Promosi dapat dilakukan dengan variasi warna jelly agar pembeli tertarik untuk mencoba.

7. Es Sirop Selasih

Es sirop selasih dapat dibuat dengan bahan yang mudah ditemukan dan proses yang cepat sehingga pelaku usaha dapat melayani pembeli tanpa harus menunggu lama, serta dapat menyiapkan stok dalam jumlah cukup untuk mengantisipasi lonjakan pembeli pada waktu tertentu. Minuman ini juga dapat dijual dalam berbagai ukuran.

Modal awal sekitar Rp300.000 hingga Rp500.000 untuk sirop, biji selasih, es batu, serta kemasan yang dapat digunakan selama beberapa hari sehingga pelaku usaha tidak perlu melakukan pembelian ulang setiap hari dalam jumlah kecil. Jika satu cup dijual Rp5.000 dan terjual 50 cup per hari, maka omzet mencapai Rp250.000.

Pendapatan bersih diperoleh setelah dikurangi biaya bahan sekitar Rp130.000 sehingga pelaku usaha dapat menyisihkan sebagian untuk tambahan modal. Promosi dapat dilakukan dengan menawarkan ukuran berbeda agar pembeli memiliki pilihan sesuai kebutuhan.

8. Es Alpukat Kocok

Es alpukat kocok menggunakan bahan buah yang dikenal luas dan dapat diolah dengan cara sederhana sehingga pelaku usaha dapat menyajikan minuman dengan cepat tanpa memerlukan alat yang rumit, serta dapat menyesuaikan porsi sesuai permintaan pembeli yang datang secara langsung. Penyajian dapat dilakukan di lokasi yang mudah dijangkau.

Modal awal berkisar Rp600.000 hingga Rp800.000 untuk pembelian alpukat, susu, gula, serta kemasan yang dapat digunakan selama beberapa hari sehingga pelaku usaha tidak perlu melakukan pembelian ulang setiap hari. Jika satu cup dijual Rp10.000 dan terjual 25 cup per hari, maka omzet mencapai Rp250.000.

Pendapatan bersih diperoleh setelah dikurangi biaya bahan sekitar Rp120.000 sehingga pelaku usaha masih memiliki sisa untuk operasional berikutnya. Promosi dapat dilakukan dengan menambahkan pilihan campuran agar pembeli memiliki variasi.

9. Es Lemon Tea

Es lemon tea dapat dibuat dengan bahan sederhana dan proses yang cepat sehingga pelaku usaha dapat melayani pembeli tanpa menunggu lama, serta dapat menyiapkan bahan dalam jumlah cukup untuk menjaga kelancaran penjualan sepanjang hari tanpa hambatan. Minuman ini dapat dijual di berbagai lokasi.

Modal awal sekitar Rp300.000 hingga Rp600.000 untuk teh, lemon, gula, serta kemasan yang dapat digunakan selama beberapa hari sehingga pelaku usaha tidak perlu membeli bahan setiap hari. Jika satu cup dijual Rp6.000 dan terjual 40 cup per hari, maka omzet mencapai Rp240.000.

Pendapatan bersih diperoleh setelah dikurangi biaya bahan sekitar Rp120.000 sehingga pelaku usaha dapat menyisihkan sebagian untuk tambahan modal. Promosi dapat dilakukan dengan menampilkan irisan lemon pada kemasan agar pembeli tertarik.

10. Es Yakult Campur

Es yakult campur dapat dibuat dengan bahan yang mudah ditemukan dan proses yang tidak memerlukan waktu lama sehingga pelaku usaha dapat menyajikan minuman dengan cepat tanpa harus menunggu lama, serta dapat menyiapkan variasi campuran untuk menarik minat pembeli yang datang. Penyajian dapat dilakukan dengan kemasan praktis.

Modal awal sekitar Rp500.000 hingga Rp800.000 untuk yakult, buah, gula, serta kemasan yang dapat digunakan selama beberapa hari sehingga pelaku usaha dapat mengatur stok dengan lebih efisien. Jika satu cup dijual Rp8.000 dan terjual 30 cup per hari, maka omzet mencapai Rp240.000.

Pendapatan bersih diperoleh setelah dikurangi biaya bahan sekitar Rp120.000 sehingga pelaku usaha dapat menyisihkan sebagian untuk operasional berikutnya. Promosi dapat dilakukan dengan menawarkan pilihan campuran buah agar pembeli memiliki variasi.

11. Es Teh Tarik

Es teh tarik menggunakan bahan sederhana dan teknik penyajian yang dapat dilakukan secara langsung di depan pembeli sehingga menarik perhatian tanpa memerlukan alat tambahan yang rumit, serta memungkinkan pelaku usaha untuk melayani pembeli dengan cepat saat permintaan meningkat. Penyajian dapat dilakukan dengan peralatan sederhana.

Modal awal sekitar Rp400.000 hingga Rp700.000 untuk teh, susu, gula, serta kemasan yang dapat digunakan selama beberapa hari sehingga pelaku usaha tidak perlu melakukan pembelian ulang setiap hari. Jika satu cup dijual Rp7.000 dan terjual 35 cup per hari, maka omzet mencapai Rp245.000.

Pendapatan bersih diperoleh setelah dikurangi biaya bahan sekitar Rp130.000 sehingga pelaku usaha dapat menyisihkan sebagian untuk tambahan modal. Promosi dapat dilakukan dengan memperlihatkan proses penyajian secara langsung.

12. Es Milo Cup

Es milo cup dapat dibuat dengan bahan yang dikenal luas dan proses yang tidak memerlukan waktu lama sehingga pelaku usaha dapat menyajikan minuman dengan cepat tanpa harus menunggu lama, serta dapat menyiapkan bahan dalam jumlah cukup untuk menjaga kelancaran penjualan sepanjang hari. Penyajian dapat dilakukan dengan kemasan sederhana.

Modal awal sekitar Rp400.000 hingga Rp700.000 untuk milo, susu, gula, serta kemasan yang dapat digunakan selama beberapa hari sehingga pelaku usaha dapat mengatur stok dengan lebih efisien. Jika satu cup dijual Rp7.000 dan terjual 40 cup per hari, maka omzet mencapai Rp280.000.

Pendapatan bersih diperoleh setelah dikurangi biaya bahan sekitar Rp140.000 sehingga pelaku usaha dapat menyisihkan sebagian untuk operasional berikutnya. Promosi dapat dilakukan dengan menambahkan topping sederhana agar pembeli tertarik mencoba.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Usaha minuman apa yang cepat balik modal setelah Lebaran?

Usaha seperti es teh dan es jeruk memiliki perputaran cepat karena bahan mudah didapat dan harga jual terjangkau.

2. Berapa modal minimal jualan minuman rumahan?Modal dapat dimulai dari Rp300.000 dengan bahan dasar dan perlengkapan sederhana.

3. Bagaimana cara menghitung keuntungan jualan minuman?

Keuntungan dihitung dari omzet harian dikurangi biaya bahan dan operasional.

4. Apakah jualan minuman bisa dilakukan dari rumah?

Bisa, dengan memanfaatkan area depan rumah dan lingkungan sekitar.

5. Strategi promosi apa yang bisa dilakukan pemula?

Gunakan variasi menu, kemasan jelas, serta penawaran pembelian dalam jumlah tertentu.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|