Liputan6.com, Jakarta - Banyak pemilik rumah mendambakan pekarangan yang rimbun dengan pohon buah, termasuk tanaman buah yang akarnya tidak mencari air secara agresif, sehingga tetap aman ditanam di sekitar bangunan. Kekhawatiran akan kerusakan fondasi akibat akar yang invasif seringkali menjadi penghalang dalam memilih jenis tanaman.
Untungnya, beberapa varietas pohon buah memiliki karakteristik akar yang tidak agresif, sehingga cocok ditanam dekat bangunan tanpa menimbulkan risiko. Sistem perakaran ini umumnya dangkal atau menyebar secara horizontal, meminimalkan potensi gangguan pada struktur di bawah tanah.
Tanaman-tanaman ini tidak hanya menawarkan buah segar, tetapi juga kemudahan perawatan dan adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lingkungan. Dengan pemilihan tanaman yang cermat, pekarangan rumah dapat dihiasi dengan pohon buah produktif dan tidak merusak.
1. Jambu Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262661/original/008767100_1781841231-jambu_air.jpeg)
Perbesar
Jambu air memiliki sistem akar serabut yang tidak agresif dan cenderung menyebar terbatas ke samping. Hal ini membuatnya aman ditanam di dekat bangunan seperti rumah atau pagar.
Tanaman ini juga cukup tahan panas dan mudah beradaptasi dengan berbagai jenis tanah. Perawatannya relatif mudah dan dapat dikontrol dengan pemangkasan rutin.
Selain itu, jambu air dapat tumbuh optimal baik di tanah langsung maupun dalam pot besar. Ini membuatnya cocok untuk pekarangan rumah dengan lahan terbatas.
2. Delima
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258101/original/099357300_1781318781-ccace63f-fe1d-4df5-8087-3ccd30d7edce.jpg)
Perbesar
Delima merupakan tanaman semak atau pohon kecil dengan akar yang relatif dangkal. Struktur akar ini membuatnya tidak merusak fondasi bangunan di sekitarnya.
Tanaman ini juga tahan terhadap kondisi kering sehingga tidak membutuhkan banyak air. Perawatannya tergolong sederhana dan tidak rumit.
Delima cocok ditanam di area seperti teras, pagar, atau halaman kecil. Selain fungsional, tanaman ini juga memiliki nilai estetika yang baik.
3. Tin (Ara)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541216/original/083535000_1774855564-unnamed_-_2026-03-30T141512.202.jpg)
Perbesar
Pohon tin memiliki sistem akar yang dangkal dan menyebar secara horizontal. Karakter ini menjadikannya aman untuk ditanam dekat rumah atau bangunan.
Tanaman ini dikenal tahan terhadap cuaca kering dan mudah beradaptasi. Perawatannya tidak terlalu sulit sehingga cocok untuk pemula.
Varietas kerdilnya sangat ideal untuk pot besar atau lahan sempit. Selain menghasilkan buah, tin juga sering dijadikan tanaman hias.
4. Pisang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5565213/original/086975400_1777015338-Ilustrasi_Pohon_Pisang_Raja_Kinalun.jpg)
Perbesar
Pisang memiliki akar rimpang yang dangkal dan tidak menyebar secara agresif. Hal ini membuatnya relatif aman untuk lingkungan pekarangan rumah.
Tanaman ini tumbuh cepat dan tidak memerlukan perawatan rumit. Pisang juga mampu beradaptasi di berbagai kondisi tanah.
Selain buahnya bermanfaat, pisang juga sering digunakan sebagai tanaman peneduh alami. Ini menjadikannya sangat populer di pekarangan rumah.
5. Srikaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4807849/original/092999400_1713674462-shraddha-kulkarni-Fg1-9dLR2NE-unsplash.jpg)
Perbesar
Srikaya memiliki sistem akar yang tidak terlalu dalam dan tergolong tidak invasif. Ini membuatnya aman ditanam dekat jalur rumah atau bangunan.
Tanaman ini termasuk mudah tumbuh dan tidak membutuhkan lahan luas. Perawatannya juga cukup sederhana bagi pemula.
Srikaya cocok untuk pekarangan rumah karena ukurannya yang tidak terlalu besar. Selain itu, buahnya memiliki nilai konsumsi yang tinggi.
6. Jeruk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7603914/original/088476100_1780388087-Ide_Pohon_Kecil_yang_Rimbun_Tapi_Akar_Tetap_Aman_untuk_Rumah_Model_Pohon_Jeruk.jpeg)
Perbesar
Jeruk memiliki akar serabut yang umumnya tumbuh di lapisan tanah atas. Akar ini tidak menembus dalam sehingga relatif aman untuk fondasi bangunan.
Beberapa varietas seperti jeruk nipis dan jeruk siam sangat cocok untuk lahan rumah. Tanaman ini juga cukup tahan terhadap kondisi kering.
Jeruk mudah dibudidayakan di pekarangan maupun pot besar. Selain itu, buahnya memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
7. Jambu Biji
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7805596/original/098760000_1780621962-hl4.jpg)
Perbesar
Jambu biji memiliki akar yang relatif dangkal dan tidak agresif. Sistem akar ini mudah dikendalikan dengan pemangkasan rutin.
Tanaman ini tahan terhadap berbagai kondisi cuaca dan cukup cepat berbuah. Hal ini membuatnya populer di pekarangan rumah.
Selain produktif, jambu biji juga mudah dirawat oleh pemula. Pohonnya dapat tumbuh baik di lahan terbatas.
8. Sawo
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4863708/original/079478700_1718355825-sapodilla-5303029_1280.jpg)
Perbesar
Sawo memiliki sistem perakaran yang cukup kuat dan dapat berkembang ke dalam tanah, terutama pada tanaman yang sudah dewasa. Meski demikian, pertumbuhannya cenderung lambat dan tidak seagresif pohon berakar besar seperti beringin atau mangga tua.
Karena itu, sawo masih dapat ditanam di pekarangan rumah dengan catatan diberi jarak yang cukup dari bangunan. Penempatan yang tepat akan meminimalkan potensi gangguan pada struktur di sekitarnya.
Selain menghasilkan buah yang manis, sawo juga cukup tahan terhadap berbagai kondisi tanah. Hal ini membuatnya tetap menjadi pilihan populer untuk kebun rumah skala kecil hingga sedang.
9. Kedondong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4081817/original/043100000_1657181405-fruit-7134241_960_720.jpg)
Perbesar
Kedondong memiliki akar serabut yang tidak terlalu agresif dan cenderung aman bagi instalasi bawah tanah. Hal ini membuatnya cocok untuk pekarangan rumah.
Tanaman ini cukup tahan terhadap kondisi lingkungan yang beragam. Perawatannya juga tidak terlalu sulit.
Varietas mini kedondong cocok untuk lahan terbatas. Selain itu, tanaman ini juga cukup produktif.
10. Pepaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487537/original/023803100_1769668289-image_27c5897.png)
Perbesar
Pepaya memiliki akar tunggang yang tidak menyebar luas seperti pohon berkayu besar, namun tetap mampu menembus tanah untuk menopang pertumbuhan batangnya yang cepat. Sistem akar ini lebih berfungsi untuk stabilitas tanaman dibandingkan ekspansi agresif.
Meskipun tidak tergolong invasif, pepaya tetap membutuhkan ruang tumbuh yang cukup agar dapat berkembang optimal. Karena itu, penanaman sebaiknya tidak terlalu dekat dengan bangunan utama.
Pepaya dikenal sebagai tanaman yang cepat berbuah dan mudah dirawat di berbagai kondisi lahan. Hal ini menjadikannya salah satu pilihan favorit untuk pekarangan rumah yang produktif.
11. Belimbing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262665/original/098688900_1781841233-belmbing.jpeg)
Perbesar
Belimbing memiliki sistem akar yang tidak terlalu agresif dan cenderung stabil. Hal ini membuatnya aman untuk area pekarangan.
Tanaman ini cukup produktif dan dapat berbuah sepanjang tahun. Perawatannya juga relatif mudah.
Belimbing cocok untuk taman rumah karena bentuk pohonnya yang tidak terlalu besar. Selain itu, buahnya memiliki nilai konsumsi tinggi.
12. Kelengkeng (Varietas Kerdil)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564871/original/061974900_1777003092-kelengkeng.jpg)
Perbesar
Kelengkeng kerdil memiliki sistem akar yang tidak agresif dan mudah dikendalikan. Ini membuatnya lebih aman dibandingkan varietas besar.
Tanaman ini bisa ditanam di pot besar maupun lahan kecil. Pertumbuhannya juga lebih terkontrol.
Selain itu, kelengkeng kerdil tetap produktif meski ukurannya kecil. Ini menjadikannya favorit untuk pekarangan rumah modern.
13. Pir Kerdil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258105/original/096890300_1781318817-59bafe9f-23b2-4721-ae5c-d2a5c8f577d5.jpg)
Perbesar
Pir kerdil memiliki akar yang tidak menyebar jauh dan relatif dangkal. Hal ini membuatnya aman untuk area dekat bangunan.
Tanaman ini cocok untuk lahan terbatas karena ukurannya kecil. Perawatannya juga cukup mudah.
Pir kerdil tetap bisa menghasilkan buah meskipun ditanam di pot. Ini menjadikannya cocok untuk taman rumah minimalis.
14. Murbei
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533045/original/036730100_1773720740-Pohon_Murberry.jpg)
Perbesar
Murbei memiliki akar yang tidak terlalu agresif dan cukup tahan terhadap kondisi kering. Ini membuatnya mudah dirawat di pekarangan rumah.
Tanaman ini juga tidak membutuhkan banyak air atau pupuk. Pertumbuhannya cukup stabil.
Selain itu, murbei sering digunakan sebagai tanaman buah sekaligus peneduh. Buahnya juga kaya manfaat kesehatan.
15. Apel Kerdil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258104/original/080982300_1781318796-ed37e281-ba92-4bd9-b39c-dfedc0d02882.jpg)
Perbesar
Apel kerdil memiliki sistem akar yang kecil dan tidak menyebar luas. Ini membuatnya aman ditanam dekat bangunan atau saluran air.
Tanaman ini cocok untuk pot besar maupun lahan sempit. Perawatannya juga lebih mudah dibanding apel biasa.
Selain itu, apel kerdil tetap produktif meski ukurannya kecil. Buahnya juga kaya antioksidan dan bernilai tinggi.
Pertanyaan Seputar Tanaman Buah yang Akarnya Tidak Mencari Air Secara Agresif
1. Apakah tanaman buah ini aman ditanam dekat rumah?
Ya, sebagian besar memiliki akar dangkal atau tidak invasif sehingga relatif aman untuk dekat bangunan.
2. Apakah semua tanaman bisa ditanam di pot?
Tidak semua, tetapi beberapa seperti jambu air, jeruk, dan varietas kerdil sangat cocok untuk pot besar.
3. Apakah akar tidak agresif berarti tidak perlu perawatan khusus?
Tetap perlu perawatan seperti pemangkasan dan pengaturan jarak tanam agar pertumbuhan tetap terkontrol.
4. Apakah tanaman ini cepat berbuah?
Tergantung jenisnya, tetapi banyak di antaranya seperti pepaya dan jambu biji cenderung cepat berbuah.
5. Apakah tanaman ini cocok untuk lahan kecil?
Ya, sebagian besar sangat cocok untuk pekarangan sempit karena pertumbuhannya mudah dikendalikan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8390472/original/061928400_1782270729-m.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8387652/original/032227300_1782267410-hl.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8388900/original/056196000_1782268949-rumah_tumbuh_cov.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8388299/original/049941400_1782268149-Gemini_Generated_Image_z3nf9mz3nf9mz3nf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8388054/original/058138000_1782267813-47e6c1da-a501-41f8-bb32-2e52c1970da7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8336971/original/078218000_1782208146-Dapur_Outdoor_Minimalis_dengan_Kanopi_dan_Saluran_Air_Terbuka.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259458/original/056136400_1781501247-d8b86b39-15c8-450e-9a1f-c2d5929863d1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8333074/original/055903400_1782203412-Gemini_Generated_Image_lyrrrelyrrrelyrr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7001313/original/082286100_1779772191-8868548282888571805.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8384555/original/036794900_1782263600-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8330828/original/073642700_1782200902-b2570916-0cac-4917-b8d1-2ca8e1207d04.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8329017/original/003161100_1782198913-pexels-filirovska-8250335.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8328440/original/094182100_1782198315-a9888a8e-61ea-40d2-a796-565019c92f0c_HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480566/original/095160400_1769059565-c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8340011/original/094109600_1782211900-37fa0076-426d-46f2-8553-be455c43cea2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8338260/original/016823100_1782210008-Cover.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8337281/original/046540500_1782208784-hl4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8336948/original/034306300_1782207862-6383143947717163819.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8336174/original/083285700_1782206991-hl_dapur.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7814268/original/065287400_1780631863-16748699804316069778.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)