:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291932/original/098565900_1783579953-kr3MZGM1IQRMXYhAISMIfpdgZ0P0h77xsPPlyS7E.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Semut yang muncul di dapur, meja makan, atau sudut rumah memang cukup mengganggu. Apalagi jika sudah dibersihkan, tetapi beberapa saat kemudian semut kembali muncul dan bergerombol di tempat yang sama.
Kondisi ini biasanya bukan tanpa sebab. Semut dapat tertarik pada remah makanan, gula, minuman manis, atau sisa makanan yang tertinggal di permukaan. Selain itu, semut juga meninggalkan jejak aroma yang dapat diikuti semut lain menuju sumber makanan.
Sebelum menggunakan obat pembasmi serangga, beberapa bahan yang mudah ditemukan di rumah bisa dimanfaatkan untuk mengurangi keberadaan semut. Ada bahan yang bekerja dengan mengganggu jejak semut, ada yang mengusirnya karena aromanya kuat, dan ada pula yang dapat membunuh semut yang terkena langsung.
Berikut cara mengusir semut dengan 18 bahan rumahan yang mudah ditemukan, dirangkum Liputan6.com dari The Spruce, Rabu (19/8/2026).
Ampas Kopi dan Cuka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782575/original/058841900_1782891705-pexels-nguyendesigner-36871230.jpg)
Perbesar
1. Ampas Kopi
Jangan buru-buru membuang ampas kopi setelah membuat minuman. Ampas kopi dapat ditaburkan di area yang sering dilewati semut atau di dekat celah yang menjadi jalan masuknya.
Aroma kopi yang kuat dapat mengganggu penciuman semut sehingga mereka cenderung menghindari area tersebut. Cara ini lebih cocok untuk mengusir semut dari lokasi tertentu daripada membasmi koloninya.
Ampas kopi juga tidak bertahan selamanya. Setelah mengering dan aromanya berkurang, ganti dengan ampas yang baru agar efeknya tetap terasa.
2. Cuka
Cuka dapat digunakan untuk membersihkan area yang menjadi jalur semut. Campurkan cuka dengan air, lalu gunakan untuk mengelap meja, lantai, atau permukaan lain yang sesuai.
Penggunaan cuka bukan hanya untuk menangani semut yang terlihat. Membersihkan jalur tersebut juga membantu menghilangkan jejak feromon yang ditinggalkan semut. Jejak ini dapat menjadi petunjuk bagi semut lain untuk menemukan sumber makanan.
Namun, hindari penggunaan cuka pada permukaan marmer, granit, atau batu alam tertentu karena sifat asamnya dapat merusak permukaan.
Boraks dan Asam Borat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5353784/original/066019600_1758181537-pexels-mart-production-7230262.jpg)
Perbesar
3. Boraks
Boraks dapat dimanfaatkan sebagai bahan umpan semut, tetapi penggunaannya membutuhkan perhatian lebih karena boraks bukan bahan yang aman jika tertelan.
Untuk membuat umpan, boraks dapat dicampurkan dengan makanan yang menarik bagi semut, misalnya madu, sirup, atau selai. Dalam sumber yang menjadi rujukan artikel ini, sekitar ¾ sendok teh boraks dicampurkan dengan ¼ cangkir bahan makanan tersebut.
Umpan kemudian diletakkan di area yang mudah ditemukan semut tetapi tidak dapat dijangkau anak-anak maupun hewan peliharaan. Semut yang memakannya dapat membawa umpan kembali ke koloninya.
Perlu diperhatikan: boraks tetap merupakan bahan toksik. Jangan meletakkannya sembarangan di dapur, dekat makanan, atau tempat yang mudah dijangkau anak dan hewan peliharaan.
4. Asam Borat
Asam borat berbeda dari boraks, meskipun keduanya sering dianggap sama. Bahan ini juga dapat digunakan sebagai bagian dari umpan semut.
Asam borat dapat dicampurkan dengan bahan makanan yang menarik semut, terutama bahan yang memiliki rasa manis. Semut akan mendatangi umpan dan membawanya kembali ke sarang.
Karena asam borat dapat berbahaya jika tertelan, penggunaannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan menempatkan umpan di area yang dapat dijangkau anak-anak atau hewan peliharaan.
Minyak Esensial Peppermint dan Tea Tree Oil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3896850/original/040945900_1641510628-Ilustrasi_minyak_esensial_peppermint.jpeg)
Perbesar
5. Minyak Esensial Peppermint
Minyak esensial peppermint memiliki aroma yang kuat dan dapat mengganggu kemampuan semut mengikuti jejak menuju sumber makanan.
Untuk membuat semprotan, campurkan sekitar 240 ml air dengan 30–40 tetes minyak esensial peppermint. Kocok terlebih dahulu, kemudian semprotkan pada area yang sering dilewati semut.
Cara ini lebih berfungsi sebagai pengusir sementara. Jika semut terus kembali, tetap bersihkan sumber makanan dan tutup celah yang menjadi jalan masuk.
6. Tea Tree Oil
Tea tree oil atau minyak esensial tea tree memiliki aroma kuat yang dapat mengganggu jejak semut.
Untuk membuat semprotan, campurkan sekitar 240 ml air dengan 30–40 tetes tea tree oil dan sekitar 30 tetes alkohol. Kocok sebelum digunakan, kemudian semprotkan pada area yang sering didatangi semut.
Efeknya lebih kepada mengusir semut dan mengacaukan jalurnya. Jika semut tetap datang, cara ini perlu dikombinasikan dengan membersihkan sumber makanan dan menutup celah masuk.
Tea tree oil juga harus digunakan dengan hati-hati dan dijauhkan dari anak-anak serta hewan peliharaan.
Kulit Jeruk dan Air Lemon
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119482/original/015663600_1738578292-Jeruk_lemon_dan_nipis.jpg)
Perbesar
7. Kulit Jeruk
Kulit jeruk yang biasanya dibuang ternyata dapat dimanfaatkan untuk mengganggu semut. Letakkan kulit jeruk, lemon, atau grapefruit di area yang sering didatangi semut.
Kulit buah citrus mengandung minyak alami seperti D-limonene. Aroma citrus yang kuat juga dapat mengganggu jejak aroma yang digunakan semut untuk mencari makanan.
Kulit perlu diganti secara berkala. Jangan biarkan kulit terlalu lama hingga membusuk atau berjamur karena justru dapat menimbulkan masalah baru di rumah.
8. Air Lemon
Air lemon dapat dibuat menjadi semprotan sederhana untuk mengganggu jalur semut. Campurkan satu bagian air lemon dengan tiga bagian air, lalu masukkan ke botol semprot.
Semprotkan larutan tersebut pada area yang sering dilewati semut. Aroma lemon dapat menutupi jejak aroma yang digunakan semut untuk menemukan makanan.
Cara ini dapat digunakan pada permukaan yang sesuai. Namun, karena lemon bersifat asam, hindari penggunaannya pada permukaan batu alam yang sensitif.
Bedak Bayi dan Kapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3127891/original/079057200_1589439152-gettyimages-513124184.jpg)
Perbesar
9. Bedak Bayi
Bedak bayi dapat digunakan sebagai penghalang sederhana di jalur masuk semut. Taburkan tipis membentuk garis di sekitar celah atau area yang biasa dilewati semut.
Bedak dapat mengganggu jalur yang digunakan semut sehingga mereka kesulitan mengikuti rute yang sama. Namun, cara ini bukan solusi untuk membasmi koloni.
Hindari membuat bedak beterbangan karena debunya dapat terhirup. Gunakan secukupnya dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
10. Kapur
Kapur dapat digunakan untuk membuat garis di sekitar jalur masuk semut. Buat garis pada area yang sering dilewati atau di depan celah tempat semut masuk.
Garis tersebut dapat mengganggu jalur semut dan membuat mereka mencari rute lain. Namun, kapur tidak membunuh semut dan efeknya juga tidak permanen.
Jika semut tetap muncul, jangan hanya mempertebal garis kapur. Cari tahu sumber makanan dan titik masuk yang membuat semut terus berdatangan.
Kayu Manis dan Cengkih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5187182/original/058652800_1744684855-arrangement-with-nuts-cinnamon-sticks_23-2148325572.jpg)
Perbesar
11. Kayu Manis
Kayu manis merupakan salah satu bahan dapur yang mudah ditemukan dan memiliki aroma kuat. Bubuk kayu manis dapat ditaburkan di jalur semut atau diletakkan dalam bentuk batang di area yang sering didatangi.
Aroma kayu manis dapat mengganggu penciuman semut sehingga mereka cenderung menjauh dari area tersebut.
Namun, kayu manis lebih tepat digunakan sebagai pengusir sementara. Jika sumber makanan masih tersedia, semut dapat mencari jalur lain untuk mendatanginya.
12. Cengkih
Cengkih memiliki aroma tajam yang tidak disukai semut. Bahan dapur ini dapat digunakan secara langsung atau dibuat menjadi semprotan.
Untuk membuat semprotan, rendam sekitar dua sendok makan cengkih dalam air hangat. Setelah air cukup beraroma, saring dan masukkan ke botol semprot.
Semprotkan larutan tersebut di sudut dapur, sekitar tempat sampah, atau area lain yang sering didatangi semut. Aroma cengkih dapat membantu membuat semut menjauh dari area tersebut.
Bubuk Cabai dan Garam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2750772/original/096954500_1552533813-photo-1547753205-b663454e903f.jpg)
Perbesar
13. Bubuk Cabai
Bubuk cabai juga dapat digunakan sebagai bahan pengusir semut. Taburkan sedikit bubuk cabai di sekitar celah, ambang pintu, atau jalur yang biasa dilalui semut.
Aroma dan senyawa pedas pada cabai dapat mengganggu semut sehingga mereka cenderung menghindari area tersebut.
Gunakan secukupnya dan jangan meletakkannya di tempat yang mudah dijangkau anak-anak atau hewan peliharaan. Bubuk cabai juga dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan.
14. Garam
Garam dapat digunakan sebagai penghalang sederhana untuk mencegah semut melewati area tertentu. Taburkan garam membentuk garis di sekitar jalur masuk semut.
Cara ini dapat menjadi penghalang sementara, tetapi tidak bisa diandalkan untuk membasmi sarang. Jika digunakan di dapur, pastikan garam tidak bercampur dengan makanan dan segera bersihkan setelah tidak dibutuhkan.
Cairan Pembersih Kaca dan Air Sabun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369677/original/007506800_1759476815-IMG-20251003-WA0028.jpg)
Perbesar
15. Cairan Pembersih Kaca
Cairan pembersih kaca dapat digunakan untuk menangani semut yang terlihat di permukaan tertentu. Semprotkan secukupnya pada area yang terdapat semut, kemudian lap menggunakan kain.
Membersihkan permukaan dapat membantu menghilangkan jejak yang ditinggalkan semut. Dengan begitu, semut lain tidak mudah mengikuti jalur yang sama.
Pastikan cairan pembersih yang digunakan sesuai dengan permukaan yang akan dibersihkan. Jangan mencampurkan cairan pembersih kaca dengan bahan kimia lain.
16. Sabun Cuci Piring dan Air
Sabun cuci piring dan air merupakan salah satu cara paling praktis untuk menangani semut yang terlihat.
Campurkan sedikit sabun cuci piring dengan air dalam botol semprot. Kocok perlahan, lalu semprotkan pada semut dan jalurnya.
Sabun dapat membantu membersihkan jejak feromon sekaligus bekerja pada semut yang terkena langsung. Setelah menyemprot, lap permukaan sampai bersih agar sisa makanan dan jejak semut ikut terangkat.
Cara ini efektif untuk menangani semut yang terlihat, tetapi belum tentu menghilangkan koloni yang berada di balik dinding, lantai, atau area lain.
Baking Soda dan Air Mendidih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3531946/original/007660600_1628148065-flour-powder-wheat-jar.jpg)
Perbesar
17. Baking Soda dan Gula Halus
Campuran baking soda dan gula halus dapat digunakan sebagai umpan sederhana. Gula berfungsi menarik semut karena rasanya manis, sedangkan baking soda menjadi bahan yang ikut termakan.
Campurkan keduanya dalam jumlah secukupnya, lalu letakkan sedikit di area yang sering dilewati semut.
Namun, jangan menganggap metode ini pasti dapat membasmi seluruh koloni. Efektivitas baking soda terhadap semut dapat berbeda-beda, sehingga metode ini lebih tepat dicoba sebagai salah satu alternatif.
Jauhkan campuran dari anak-anak dan hewan peliharaan.
18. Air Mendidih
Jika menemukan sarang semut di halaman atau area luar rumah, air mendidih dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi jumlah semut. Tuangkan air mendidih dengan hati-hati ke area sarang. Panas yang tinggi dapat membunuh semut yang terkena langsung.
Masalahnya, air panas belum tentu mencapai seluruh bagian sarang. Karena itu, cara ini tidak menjamin seluruh koloni akan mati. Selain itu, jangan menggunakan metode ini di dalam rumah atau di tempat yang berisiko terkena cipratan air panas.
Pertanyaan Seputar Mengusir Semut
Apa bahan rumahan yang paling mudah digunakan untuk mengusir semut?
Ampas kopi, kayu manis, kulit jeruk, cuka, lemon, garam, dan campuran sabun cuci piring dengan air merupakan beberapa pilihan yang mudah ditemukan di rumah.
Apakah ampas kopi bisa membunuh semut?
Ampas kopi lebih tepat digunakan untuk mengusir semut karena aromanya dapat mengganggu penciuman mereka. Bahan ini tidak dapat diandalkan untuk membasmi seluruh koloni.
Bagaimana cara menghilangkan jejak semut di dapur?
Bersihkan jalur yang dilewati semut menggunakan air dan sabun atau pembersih yang sesuai dengan jenis permukaannya. Membersihkan jejak tersebut dapat membantu mencegah semut lain mengikuti jalur yang sama.
Apakah kayu manis bisa membasmi sarang semut?
Kayu manis lebih berfungsi sebagai pengusir karena aromanya dapat mengganggu jalur semut. Jika terdapat koloni besar, kayu manis saja kemungkinan tidak cukup.
Mengapa semut terus muncul meski sudah dibersihkan?
Semut dapat kembali jika masih menemukan sumber makanan atau memiliki akses masuk ke rumah. Jejak feromon yang tertinggal juga dapat membantu semut lain menemukan lokasi yang sama.
Apakah cuka aman digunakan di semua permukaan?
Tidak. Cuka bersifat asam dan dapat merusak beberapa jenis batu alam seperti marmer dan granit. Gunakan pembersih yang sesuai untuk permukaan tersebut.
Apakah boraks aman untuk mengusir semut?
Boraks dapat digunakan sebagai umpan semut, tetapi bukan berarti aman jika tertelan. Simpan dan gunakan dengan hati-hati, terutama jika ada anak-anak atau hewan peliharaan di rumah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

4 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327715/original/035285800_1787121821-yao-oo-DU39WqRQlN8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327632/original/043656100_1787117162-KA_Bandara_Yogyakarta_International_Airport.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471992/original/000311600_1768302667-pexels-suju-1402659.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2726769/original/014099000_1549966366-20190212-Warga-Depok-Hadiri-PKH-Herman6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327596/original/097621900_1787116128-Pony_Wall_Shower_Bathroom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327771/original/017691600_1787123566-fdf06dd0-dd45-46e5-b374-3d469ecc6515.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327659/original/083239800_1787119198-7f46e4b7-10e2-42d3-b44d-74ee9fa74cfe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5227787/original/093812800_1747821037-WhatsApp_Image_2025-05-21_at_16.41.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327701/original/001329600_1787120946-HL_bawang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327624/original/036998900_1787116839-hllll.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327558/original/038393300_1787115197-Desain_Dapur_2x2_Bentuk_L.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293635/original/075553400_1753338254-ant7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320361/original/001674800_1786346859-stasiun_poncol_wikipedia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5122424/original/050803100_1738740046-FA261FA4-1717-4AEF-8AC8-D01E59138BD6_wmcomp.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418012/original/013015200_1763559690-kereta_api.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2361233/original/054031400_1537225012-couleur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3438010/original/009517800_1619174453-Tolak_angin_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321910/original/085191700_1786509209-IMG_7737_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327555/original/019046000_1787114912-HL_sabun.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4863025/original/074446600_1718303638-3_083A3037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546976/original/084951300_1775398348-psj.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559170/original/057781900_1776523941-3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563444/original/076459000_1776870755-rakha.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563296/original/009087500_1776854384-IMG_4680.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563330/original/004951700_1776856478-IMG_4678.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5009544/original/058055600_1731846512-Ilustrasi_-_Kevin_Diks_quotes_Timnas_Indonesia_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559104/original/078871100_1776515746-IMG_20260418_190438.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922578/original/098320500_1724078659-PSIS_Semarang_-_Ilustrasi_Logo_PSIS_Semarang_2024_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559676/original/002125200_1776606413-IMG_1661.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563391/original/057146300_1776861683-Cahya.jpg)