Liputan6.com, Jakarta - Jahe adalah salah satu bumbu dapur paling esensial yang memberikan aroma dan rasa "zing" khas pada berbagai masakan, mulai dari kue jahe, saus kacang, hingga minuman hangat untuk kesehatan. Sebagai rimpang yang sering digunakan, memiliki persediaan jahe segar di dapur adalah hal yang sangat membantu bagi setiap pegiat kuliner. Namun, tantangan utama yang sering dihadapi adalah menjaga kesegarannya agar tidak cepat mengerut, berubah warna menjadi cokelat, atau bahkan berjamur sebelum sempat digunakan.
Memahami cara menyimpan jahe dengan benar sangat krusial untuk memaksimalkan masa simpannya. Banyak orang sering kali bingung menentukan apakah jahe lebih baik diletakkan di suhu ruang atau di dalam kulkas. Faktanya, metode penyimpanan yang tepat sangat bergantung pada kondisi fisik jahe itu sendiri, apakah masih utuh, sudah dikupas, atau bahkan sudah diparut.
Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas berbagai metode terbaik untuk menjaga kualitas jahe Anda. Dengan mengikuti panduan ini, Anda tidak perlu lagi khawatir jahe Anda terbuang percuma. Simak daftar cara menyimpan jahe berikut ini untuk memastikan bahan masakan Anda selalu dalam kondisi terbaik saat dibutuhkan, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (19/8/2026).
1. Menyimpan Jahe Utuh di Crisper Drawer Kulkas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327679/original/094850200_1787119845-1.jpg)
Perbesar
Metode yang paling direkomendasikan untuk menjaga kesegaran jahe dalam waktu yang lama adalah dengan menyimpannya di dalam kulkas, tepatnya di bagian crisper drawer (laci sayur). Area ini dirancang khusus untuk menjaga tingkat kelembapan yang optimal, sehingga rimpang jahe tetap terjaga kekenyalannya hingga satu bulan lamanya.
Untuk hasil maksimal, pastikan jahe masih dalam kondisi utuh dan tidak terkontaminasi oleh kelembapan berlebih. Anda bisa meletakkannya langsung ke dalam wadah kedap udara atau kantong plastik ziplock yang telah dikeluarkan udaranya sebelum dimasukkan ke dalam laci kulkas tersebut. Dengan cara ini, jahe akan terlindung dari paparan udara langsung yang bisa memicu oksidasi dan pembusukan.
2. Menyimpan Jahe yang Sudah Dikupas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327680/original/016683700_1787119846-2.jpg)
Perbesar
Berbeda dengan jahe utuh, jahe yang telah dikupas permukaannya memiliki masa simpan yang lebih pendek karena dagingnya telah terekspos langsung dengan oksigen. Paparan udara ini mempercepat proses oksidasi, yang jika tidak ditangani dengan tepat, akan membuat jahe cepat lembek dan kehilangan kualitasnya dalam hitungan hari.
Cara menyimpan jahe yang sudah dikupas adalah dengan membungkusnya rapat menggunakan plastic wrap atau menyimpannya di dalam wadah kedap udara yang benar-benar tertutup rapat. Setelah dibungkus, masukkan ke dalam laci sayur di kulkas. Dengan teknik ini, jahe yang sudah dikupas masih bisa bertahan selama dua hingga tiga minggu dalam kondisi yang tetap layak untuk digunakan.
3. Menyimpan Jahe dalam Bentuk Parutan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327681/original/033508600_1787119846-3.jpg)
Perbesar
Bagi Anda yang gemar melakukan meal prep atau menyiapkan bumbu dasar agar proses memasak lebih praktis, menyimpan jahe dalam bentuk parutan adalah pilihan yang cerdas. Namun, perlu diingat bahwa jahe yang sudah diparut memiliki luas permukaan yang sangat besar, sehingga proses oksidasi berjalan jauh lebih cepat dibandingkan bentuk lainnya.
Jahe yang sudah diparut hanya dapat bertahan hingga satu minggu jika disimpan di dalam wadah kedap udara di kulkas. Wadah kedap udara sangat wajib digunakan di sini untuk menjaga agar aroma jahe tidak terkontaminasi bau bahan makanan lain di kulkas, sekaligus meminimalisir kontak dengan udara yang bisa menyebabkan perubahan warna menjadi cokelat tua dengan cepat.
4. Teknik Membekukan Jahe Utuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327682/original/046116400_1787119846-4.jpg)
Perbesar
Jika Anda memiliki stok jahe dalam jumlah banyak dan ingin menyimpannya untuk waktu yang sangat lama, freezer adalah solusi terbaik. Membekukan jahe memungkinkan Anda menyimpan bumbu dapur ini hingga enam bulan tanpa kehilangan banyak karakter rasa aslinya. Jahe yang dibekukan dengan benar tetap akan memberikan aroma yang tajam saat nanti digunakan kembali.
Untuk melakukannya, bersihkan jahe hingga kering sepenuhnya, lalu masukkan jahe utuh yang belum dikupas ke dalam wadah kedap udara atau kantong pembeku (freezer bag). Pastikan wadah benar-benar tertutup rapat untuk mencegah jahe menyerap aroma dari bahan makanan lain di dalam freezer, seperti daging atau sayuran beku lainnya.
5. Membekukan Jahe Parut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327683/original/059101500_1787119846-5.jpg)
Perbesar
Selain jahe utuh, Anda juga bisa membekukan jahe dalam bentuk parutan agar siap digunakan kapan saja saat memasak. Membekukan jahe parut sangat membantu dalam mempercepat waktu persiapan masakan, terutama untuk tumisan atau sup yang membutuhkan bumbu instan.
Simpan parutan jahe ke dalam wadah kecil yang kedap udara sebelum dimasukkan ke dalam freezer. Wadah yang tertutup rapat berfungsi ganda, yakni menjaga agar rasa jahe tidak hilang selama proses penyimpanan serta mencegah aroma jahe memengaruhi makanan lain di dalam freezer. Ingatlah bahwa kualitas terbaik jahe beku akan didapatkan jika dikonsumsi dalam kurun waktu enam bulan setelah tanggal pembelian atau penyimpanan awal.
Pertanyaan Umum Seputar Penyimpanan Jahe
Q: Bagaimana cara mengetahui jika jahe sudah tidak layak pakai?
A: Jahe yang sudah rusak biasanya menunjukkan tanda-tanda fisik seperti warna kulit yang berubah menjadi cokelat gelap (kehilangan warna kuning cerah alaminya), tekstur yang menjadi lembek atau berlendir, serta munculnya spora jamur pada permukaan rimpang. Jika Anda melihat tanda-tanda ini, sebaiknya segera buang jahe tersebut.
Q: Apakah jahe bisa disimpan di suhu ruang?
A: Ya, jahe utuh yang belum dikupas bisa disimpan pada suhu ruang. Namun, perlu diingat bahwa masa simpannya jauh lebih singkat dibandingkan di dalam kulkas. Berdasarkan informasi dari FoodKeeper App (USDA), disarankan untuk mengonsumsi jahe yang disimpan di suhu ruang dalam waktu dua hingga lima hari setelah pembelian untuk menjaga kualitas dan kesegaran maksimal.
Q: Mana yang lebih baik, menyimpan jahe di suhu ruang atau di dalam kulkas?
A: Untuk penggunaan jangka panjang, menyimpan jahe di dalam kulkas (terutama di laci sayur) jauh lebih baik karena dapat memperpanjang masa simpan hingga satu bulan. Suhu ruang hanya cocok jika Anda berencana menghabiskan jahe tersebut dalam waktu sangat singkat, yakni kurang dari lima hari.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

5 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327715/original/035285800_1787121821-yao-oo-DU39WqRQlN8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327632/original/043656100_1787117162-KA_Bandara_Yogyakarta_International_Airport.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471992/original/000311600_1768302667-pexels-suju-1402659.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2726769/original/014099000_1549966366-20190212-Warga-Depok-Hadiri-PKH-Herman6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327596/original/097621900_1787116128-Pony_Wall_Shower_Bathroom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327771/original/017691600_1787123566-fdf06dd0-dd45-46e5-b374-3d469ecc6515.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327659/original/083239800_1787119198-7f46e4b7-10e2-42d3-b44d-74ee9fa74cfe.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5227787/original/093812800_1747821037-WhatsApp_Image_2025-05-21_at_16.41.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327701/original/001329600_1787120946-HL_bawang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327624/original/036998900_1787116839-hllll.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327558/original/038393300_1787115197-Desain_Dapur_2x2_Bentuk_L.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9291932/original/098565900_1783579953-kr3MZGM1IQRMXYhAISMIfpdgZ0P0h77xsPPlyS7E.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293635/original/075553400_1753338254-ant7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9320361/original/001674800_1786346859-stasiun_poncol_wikipedia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5122424/original/050803100_1738740046-FA261FA4-1717-4AEF-8AC8-D01E59138BD6_wmcomp.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418012/original/013015200_1763559690-kereta_api.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3438010/original/009517800_1619174453-Tolak_angin_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321910/original/085191700_1786509209-IMG_7737_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9327555/original/019046000_1787114912-HL_sabun.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4863025/original/074446600_1718303638-3_083A3037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546976/original/084951300_1775398348-psj.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559170/original/057781900_1776523941-3.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563444/original/076459000_1776870755-rakha.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563296/original/009087500_1776854384-IMG_4680.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563330/original/004951700_1776856478-IMG_4678.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5009544/original/058055600_1731846512-Ilustrasi_-_Kevin_Diks_quotes_Timnas_Indonesia_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559104/original/078871100_1776515746-IMG_20260418_190438.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922578/original/098320500_1724078659-PSIS_Semarang_-_Ilustrasi_Logo_PSIS_Semarang_2024_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559676/original/002125200_1776606413-IMG_1661.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563391/original/057146300_1776861683-Cahya.jpg)